
Aura terkejut saat melihat reaksi David yang langsung pergi begitu saja. Aura berpikir David akan langsung mendekatinya saat dirinya yang memang dengan sengaja menempelkan sepasang melon kembarnya ke dada bidang David.
" David kenapa pergi tante? " tanya Aura dengan wajah yang sedikit kecewa.
" Maafin David ya Aura? memang dari tadi dia sudah ingin pergi tapi Tante tahan agar kalian dapat berkenalan. " jawab Nuryati berbohong.
" Oh aku pikir David pergi karena tidak suka berkenalan denganku. " ucap Aura.
" Ya nggak mungkin dong David menolak berkenalan dengan wanita secantik kamu, hanya orang bodoh saja yang menolak berkenalan denganmu Aura, dan tante yakin David itu adalah orang yang cerdas jadi dia tidak akan mungkin mau menolak berkenalan dengan wanita cantik dan seksi seperti kamu. " ucap Nuryati memuji Aura.
" Ah Tante bisa aja. " sahut Aura malu-malu yang di puji oleh Nuryati.
"Jadi gimana Yati kamu setuju nggak jika kita menjodohkan anak-anak kita? " ujar Yuli bertanya.
" Kalau aku sih setuju-setuju aja tapi balik lagi Auranya mau nggak dijodohkan dengan David? " jawab Nuryati.
" Aku sih oke-oke aja Tante apalagi David juga terlihat tampan. " sahut Aura yang langsung menyetujui perjodohan yang dibuat oleh orang tuanya.
" Tapi gimana dengan David takutnya dia pula yang nggak mau dijodohkan dengan Aura? " ujar Yuli yang terlihat khawatir.
" Kalau soal David kamu tentang aja, aku bisa pastikan jika David tidak akan menolak dijodohkan dengan anakmu. " ucap Nuryati dengan yakin.
" Oh syukurlah nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan mengenai rencana perjodohan anak kita ya, sekarang lebih baik kita mulai saja arisannya. " sambung Yuli.
Setelah itu Nuryati pun melanjutkan acara arisan dengan teman-temannya. Sementara David setelah keluar dari rumah teman ibunya, David segera melajukan motornya kembali ke rumah.
Sepanjangan jalan David terus merasa bersalah karena dia merasa sudah seperti menghianati istrinya. David semakin menambah laju kecepatan motornya agar dia bisa segera sampai di rumah.
Ketika motor yang David kendarai mulai memasuki halaman rumahnya, dengan tidak sabaran David segera memarkirkannya secara asal lalu masuk ke dalam rumah yang kebetulan tidak dikunci oleh istrinya.
" Sayang kamu di mana? " ucap David berteriak memanggil istrinya.
__ADS_1
" Sayang kamu di mana? " ucap David lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar.
" Sayang apa kamu ada di kamar mandi? " ucap David lagi saat dia sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.
Namun sayang saat David membuka pintu kamar mandinya, kamar mandi tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ada istrinya di dalam.
Lalu David keluar dari dalam kamar menuju ke dapur tetapi istrinya tetap tidak ada juga, lalu kedua netra David melihat ke arah pintu belakang yang terlihat terbuka.
Dengan langkah kaki yang lebar David segera menuju ke halaman belakang dan di sana David melihat istrinya yang sedang mengangkat pakaian yang tadi di jemurnya.
Tanpa aba-aba David langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang hingga membuat Adira berjingkat kaget.
" Astaghfirullah Mas David kapan pulangnya? " ucap Adera yang hampir saja menjatuhkan pakaian yang ada di tangannya.
" Mas baru aja pulang sayang. " ucap David yang menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya guna untuk menghilangkan wajah dan tubuh Aura dari dalam pikirannya.
Adira cukup terkejut dan heran mendapati suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi manja kembali.
" Mas tidak apa-apa sayang, Mas hanya kangen sama kamu. " jawab David yang langsung mencium seluruh wajah istrinya berkali-kali.
Adira hanya bisa pasrah membiarkan suaminya yang masih terus mencium seluruh wajahnya sambil tetap memegang erat pakaian yang ada di tangannya agar tidak terjatuh dan kotor.
Setelah puas mencium seluruh wajah istrinya David langsung melepas pelukannya dan menggendong istrinya ala bridal style. Dengan langkah yang lebar David membawa istrinya yang masih berada dalam gendongannya menuju ke kamar mereka.
" Aaaa Mas David. " ucap Adira yang terkejut karena tiba-tiba sang suami menggendong tubuhnya.
" Mas David mau apa? " tanya Adira sambil menatap wajah tampan suaminya yang terlihat serius.
" Mas pengen sayang dan Mas mau sekarang. " jawab David sambil mempercepat langkah kakinya hingga mereka tiba di dalam kamar.
David langsung menutup pintu kamarnya dengan menggunakan kaki, karena di rumah hanya ada mereka berdua jadi David tidak mengunci pintu kamarnya karena dia yakin Ibunya pasti lama pulangnya.
__ADS_1
Dengan lembut David merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang peraduan mereka, dan selanjutnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi di antara suami dan istri. Hanya Allah SWT dan mereka berdua lah yang tahu apa yang mereka lakukan di dalam kamar.
David melakukannya lagi dan lagi hingga Adira kelelahan lalu tertidur dengan pulas barulah David menghentikan aksinya. David sengaja melakukan hal itu agar bayang-bayang Aura hilang 100% dari dalam ingatannya dan apa yang David lakukan terbukti, David sudah tidak lagi mengingat Aura dan yang ada di dalam pikirannya sekarang hanyalah istrinya seorang.
David memandang wajah istrinya yang sedang tertidur dengan damai dan masih terlihat raut wajah kelelahan.
" Maafkan mas sayang? mas tidak akan mengulanginya lagi. " ucap David yang berbisik tepat di telinga istrinya.
Adira yang sudah tertidur lelap tentu saja tidak mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya. Setelah itu David yang juga kelelahan akhirnya ikut tertidur sambil memeluk erat tubuh istrinya.
Nuryati yang baru saja pulang arisan terkejut mendapati motor putranya yang terparkir dengan sembarangan. Dan saat dirinya ingin masuk ternyata pintunya pun tidak terkunci juga.
" Ke mana sih Adira dan David kenapa pintu nggak dikunci? Ini juga motor dibiarkan sembarangan di luar nggak takut dicuri maling apa. " gerutu Nuryati sambil masuk ke dalam rumahnya.
Nuryati langsung menuju ke dapur mengambil gelas lalu menuangkan air dingin dari dalam lemari pendingin.
" Ah leganya. " ucap Nuryati saat air dingin yang diminumnya masuk melewati tenggorokannya.
" Kenapa rumah ini sunyi sekali? Adira dan David ke mana sebenarnya. " gumam Nuryati.
Nuryati segera berlalu meninggalkan area dapur dan mendapati pintu belakang yang juga masih terbuka. Dan saat Nuryati melihat ke belakang ternyata tidak ada siapapun juga.
" Bener-bener ya! pintu depan gak dikunci, pintu belakang dibiarkan terbuka, motor di parkir sembarangan, ke mana sih mereka berdua. " Sungut Nuryati yang terlihat sangat kesal.
Nuryati kembali melangkahkan kakinya meninggalkan halaman belakang, lalu dengan langkah yang pasti Nuryati menuju ke kamar putranya yang Nuryanti yakini mereka pasti ada di sana.
Saat sampai di depan pintu kamar putranya, Nuryati melihat pintunya yang sedikit terbuka lalu tanpa rasa sungkan sedikitpun Nuryati semakin membuka pintunya dengan lebar dan di sanalah Nuryati melihat pakaian menantu dan putranya yang berserakan di atas lantai lalu yang sedari tadi dicarinya sedang tertidur pulas sambil berpelukan di atas ranjang.
" Sialan pantas aja rumah dibiarkan, habis asik-asikan ternyata. " sungut Nuryati yang terlihat semakin bertambah kesal.
" Ngapain pula aku harus capek-capek nyariin? toh yang dicari lagi asik-asikan berduaan di kamar. " gumam Nuryati yang langsung masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintunya dengan rapat.
__ADS_1
Di saat Nuryati sedang kesal dengan anak dan menantunya, David dan Adira masih saja tertidur dengan pulas dan mereka sama sekali tidak mengetahui jika Ibunya sudah pulang dan melihat mereka.