Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 16


__ADS_3

" Tetapi jika pinggang Ibu masih terasa sakit dan kalau Ibu membutuhkan bantuan apapun katakan saja padaku atau jika aku sedang bekerja ibu katakan saja pada Adira, Adira pasti dengan senang hati akan membantu ibu. " ucap David.


" Terima kasih ya nak, kamu memang selalu perhatian dengan ibu? " sahut Nuryati yang merasa terharu.


" Sudah seharusnya sebagai seorang anak aku mencurahkan seluruh perhatianku kepada ibu, apalagi ibu orang tuaku satu-satunya dan ibu juga malaikat pelindungku. " tutur David yang memegang lembut tangan ibunya


" Ibu sangat bangga memiliki anak seperti kamu David. " Nuryati balik memegang tangan putranya.


Setelah itu David lanjut menonton siaran sepakbola ditemani oleh ibunya.


Sementara di dalam kamar Nuryati...


Adira sedang mengumpulkan pakaian Nuryati yang berserakan di lantai dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor


Saking banyaknya keranjang pakaian kotor yang ada di kamar Nuryati tidak dapat menampung seluruh pakaian kotor yang berserakan di lantai.


" Astagfirullah, sudah berapa lama Ibu tidak mencuci pakaian? bahkan keranjang yang sebesar ini pun tak mampu menampung seluruh pakaian ibu. " gumam Adira yang masih mengumpulkan sisa pakaian kotor lalu meletakkannya di atas meja yang ada di kamar Nuryati.


Setelah semua pakaian kotor sudah dikumpulkan, Adira lanjut mengumpulkan tisu bekas pakai dan kapas bekas menghapus make up yang lagi-lagi bertebaran di atas lantai


" Padahal baru mengumpulkan pakaian dan tisu saja pinggang Adira sudah terasa sakit. " ucap Adira yang sedang berdiri sambil memijat pelan pinggangnya yang sakit.


Tidak ingin membuang-buang waktu Adira lanjut mengumpulkan sampah yang ada di dalam kamar Nuryati lalu memasukkannya ke dalam keranjang sampah dan lagi-lagi keranjang sampah pun tak dapat menampung banyaknya sampah yang ada di dalam kamar Nurhayati. Beruntung ada sebuah plastik kresek yang sangat besar sehingga memudahkan Adira untuk memasukkan seluruh sampah yang ada di dalam keranjang lalu mengikatnya dengan kencang.


Setelah itu Adira lanjut mengganti sprei dan bed cover yang ada di dalam kamar Nuryati dengan sprei dan bed cover yang baru. Selesai dari itu Adira lanjut menyapu dan mengepel lantai hingga bersih.


" Oh iya Adera lupa membersihkan kamar mandi ibu. " ucap Adera yang langsung menuju ke dalam kamar mandi yang ada di kamar Ibu mertuanya.

__ADS_1


" Astagfirullah. " ucap Adira yang hampir saja terjatuh karena terpeleset lantai kamar mandi Nuryati yang sangat licin, beruntung Adira dapat berpegangan pada gagang pintu kamar mandi sehingga Adira tidak jatuh ke lantai.


" Astaga ibu, kenapa lantainya bisa licin sekali seperti ini apa Ibu tidak pernah membersihkannya. " ucap Adira saat melihat lantai kamar mandi dan dinding kamar mandi yang terlihat sangat kotor bahkan di beberapa bagian sudah ditumbuhi dengan lumut.


Lagi-lagi Adira harus bekerja keras membersihkan lantai dan dinding kamar mandi ibu mertuanya. Teringat bercucuran membasahi seluruh tubuh Adira bahkan jilbab dan pakaian yang Adira kenakan terlihat sangat basah.


" Sebaiknya Adira harus segera menyelesaikan pekerjaan ini karena sepertinya hari sudah senja dan sebentar lagi akan masuk waktu salat magrib. " gumam Adira yang semakin mempercepat pekerjaannya.


Tepat saat azan maghrib berkumandang Adira sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, seluruh kamar mandi sudah bersih dan wangi begitu juga dengan kamar Nuryati yang sudah bersih dan sangat rapi.


Dengan sisa tenaga yang di milikinya, Adira membawa keranjang pakaian kotor dan plastik yang berisi sampah lalu membawanya ke kamar mandi belakang untuk Adira cuci esok hari.


Setelah meletakkan keranjang pakaian kotor, Adira kembali lagi ke dalam kamar Ibu mertuanya untuk mengambil sisa pakaian kotor lalu menggabungkannya menjadi satu di dalam kamar mandi belakang.


Saat berbalik ingin keluar dari kamar mandi belakang Adira dikejutkan dengan ibu mertuanya yang sudah berdiri di ambang pintu dapur


" Iya Bu . " jawab Adira dengan patuh.


" Apa pekerjaan kamu sudah selesai? " ujar Nuryati bertanya.


" Sudah Bu , kamar ibu sudah rapi dan bersih bahkan kamar mandi pun sudah Adira sikat. " tutur Adira menjelaskan.


" Bagus besok jika Ibu sudah bangun langsung kamu bersihkan kamar ibu sampai bersih dan lakukan hal ini setiap hari tanpa harus ibu suruh lagi. " titah Nuryati sambil tetap melipat kedua tangannya di depan dada.


" Iya Bu. " jawab Adira.


Tanpa mengucapkan terima kasih Nuryati langsung pergi meninggalkan Adira menuju ke dalam kamarnya.

__ADS_1


" Wow bersih banget mana wangi lagi bagus juga pekerjaannya, ooh akhirnya aku punya pembantu juga jadi aku nggak perlu lagi susah-susah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tinggal suruh-suruh semua pekerjaan beres. " ucap Nuryati sambil melangkahkan kakinya menyusuri isi kamarnya.


" Kamar mandinya juga bersih dan wangi, lumutnya juga sudah tidak ada dan lantainya pun sudah tidak licin , ada untungnya juga David menikahi wanita itu . " ucap Nuryati lagi.


" Sambil menunggu waktu makan malam sebaiknya aku tiduran saja . " gumam Nuryati yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil membuka ponsel miliknya lalu chattingan dengan geng arisannya.


Sementara itu...


Setelah dari kamar mandi belakang Adira langsung menuju ke dalam kamarnya


" Astagfirullah sayang kamu habis ngapain kenapa semuanya basah begini? " David bertanya sambil terkejut.


" Adira habis membersihkan kamar Ibu mas , Mas tahu kamar ibu sangat berantakan sekali dan sangat mirip seperti kapal pecah, pakaian, tisu dan sampah lainnya berserakan di atas lantai bahkan kamar mandinya sangat licin sekali sampai-sampai di beberapa bagian yang sudah ditumbuhi dengan lumut. " tutur Adira menjelaskan.


" Masak sih sayang? setahu mas ibu itu orangnya pembersih deh jadi nggak mungkin kamar ibu bisa seberantakan itu? " sahut David yang tidak percaya dengan apa yang Adira ceritakan.


" Tapi pada kenyataannya memang seperti itu mas. " ujar Adira.


" Enggak mungkin sayang, kamu berbohong ya? " ucap David yang tetap tidak mempercayai apa yang istrinya katakan.


" Untuk apa Adira bohong Mas! Jilbab dan pakaian Adira yang basah ini sudah menunjukkan bagaimana lelahnya Adira membersihkan kamar ibu. "


" Mungkin saja jilbab dan pakaianmu basah karena tersiram air di dalam kamar mandi ibu. " tutur David.


" Ya Sudahlah Terserah apa kata mas saja intinya Adira tidak berbohong. " ucap Adira yang segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Selesai mandi Adira dan David langsung melaksanakan salat berjamaah seperti yang biasanya mereka lakukan. Namun Adira menjadi ragu dan bimbang apakah dia harus menceritakan kejadian tadi siang pada suaminya atau tidak. Tentang kamar tidur saja suaminya tidak percaya apalagi perihal kejadian tadi siang Adira menjadi semakin takut jika sang suami tidak mempercayai dirinya

__ADS_1


__ADS_2