
" Jika kamu tidak ada kepentingan lagi di rumah ini sebaiknya kamu segera pulang, karena gak baik seorang wanita sore begini masih ada di rumah orang lain. " ucap David yang segera masuk ke dalam rumah menyusul istrinya yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.
" Aura kamu jangan marah dulu ya? Tante bisa jelasin semuanya. " ucap Nuryati yang terlihat khawatir.
" Tante gak perlu khawatir aku gak apa-apa kok dan aku juga tidak akan mundur dari perjodohan ini. " ucap Aura membuat Nuryati lega dalam seketika.
" Aah syukurlah Tante kira kamu akan mundur setelah mengetahui status David yang sebenarnya. " ujar Nuryati.
" Ya gak dong Tante aku malah semakin tertantang untuk mendapatkan anak Tante itu dan jangan panggil aku Aura jika aku tidak bisa mendapatkan dia. " tekad Aura.
" Bagus Aura Tante dukung kamu. " sambung Nuryati tersenyum.
" Kalau begitu aku pulang dulu ya Tante? " pamit Aura tiba-tiba.
" Loh kok pulang sih? kamu gak mau makan malam di sini dulu? " sahut Nuryati yang ingin Aura tetap berada di rumahnya.
" Aku harus pulang Tante kalau aku tetap berada di sini nanti yang ada David malah semakin membenciku, tapi besok aku pasti datang lagi Tante tenang saja. " tutur Aura menjelaskan.
" Oke deh kalau begitu tapi besok kamu beneran ke sini lagi ya? ujar Nuryati berharap.
" Siap Tante besok aku pasti datang lagi, bye Tante. " pamit Aura yang segera pergi dari rumah Nuryati.
Nuryati terus melihat Aura hingga Aura hilang dari pandangan mata barulah Nuryati masuk ke dalam rumahnya. Saat di dalam Nuryati langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam tiba.
Sementara itu...
Setelah bersitatap dengan suaminya Adira langsung masuk ke dalam kamarnya lalu naik ke atas ranjang dan berbaring menghadap ke dinding.
Walaupun tadi suaminya memasang ekspresi wajah kurang nyaman saat didekati oleh Aura, namun tetap saja hal itu membuat Adira merasa cemburu.
Adira terus bertahan dalam posisi seperti itu hingga beberapa saat kemudian Adira mendengar suara langkah kaki dan pintu kamarnya yang dibuka.
__ADS_1
Tanpa melihat pun Adira sudah tahu jika yang masuk ke dalam kamar adalah suaminya.
" Sayang. " panggil David dengan pelan lalu dia naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Jangan marah lagi ya Mas minta maaf? " ucap David yang semakin mengeratkan pelukannya.
Adira tidak bergerak dan juga tidak menjawab dia hanya diam saja dan membiarkan tubuhnya dipeluk oleh sang suami.
" Sayang maafin mas ya? " ucap David lagi yang masih berusaha mendapatkan maaf dari istrinya.
Tetapi Andira yang masih dilanda cemburu tetap membungkam dan tidak mau membuka suaranya.
" Apa yang harus Mas lakukan agar kamu mau memaafkan Mas sayang? " ujar David yang berbicara tepat di dekat telinga istrinya.
" Yang harus Mas lakukan jauhi wanita itu dan jangan pernah Mas nikahi dia karena Adira tidak mau dimadu. " ucap Adira yang akhirnya mau membuka suaranya.
" Kamu tenang saja sayang mas tidak akan pernah dekat dengan wanita itu dan Mas juga nggak akan pernah mau menerima perjodohan gila yang dibuat oleh Ibu. " tutur David membuat senyum Adira kembali muncul walaupun posisinya tetap sama Adira masih berbaring membelakangi suaminya.
Adira lantas berbalik arah menjadi berhadapan dengan suaminya, tangan David terulur membuka hijab bergo yang sedang dikenakan oleh Adira. Saat hijabnya terbuka David menyelipkan helaian rambut istrinya ke belakang telinga.
" Wanita itu siapa Mas kenapa Ibu berkata bahwa dia itu calon istri mas? apa maksud dari semua itu, apa Mas ingin menikah lagi dan menduakan Adira? " tanya Adira beruntun.
" Banyak banget pertanyaannya sayang satu-satu dong Mas bingung jawabnya mulai dari mana. " jawab David sembari tertawa.
" Jawab aja satu-satu dan jangan ada yang Mas tutup-tutupi. " sahut Adira yang sangat terlihat jelas jika dia sedang dilanda cemburu.
David yang mengetahui istrinya sedang dilanda rasa cemburu bukannya menjawab pertanyaan sang istri David malah semakin mengembangkan senyumnya.
" Bukannya jawab pertanyaan Adira malah senyum-senyum nggak jelas. " sungut Adira yang terlihat kesal.
" Kamu semakin cantik jika sedang cemburu seperti itu sayang. " ucap David membuat Adira semakin bertambah kesal.
__ADS_1
" Udahlah nggak usah dijawab Adira kesel sama Mas. " ucap Adira yang berbalik membelakangi suaminya lagi.
" Eh eh kok gitu sih sayang jangan ngambek dong, iya iya Mas jawab sekarang ya. " sahut David dan Adira pun balik lagi menghadap suaminya.
" Oke jawab sekarang. " ucap Adira.
" iya Mas jelasin sekarang ya sayang, wanita tadi namanya Aura dia itu anak dari salah satu temen arisan Ibu namanya Tante Yuli. ibu dan Tante Yuli membuat kesepakatan untuk menjodohkan Mas dengan Aura tapi mereka membuat kesepakatan itu tanpa meminta persetujuan dari Mas. " tutup David menjelaskan.
" Lalu Mas mau dijodohkan dengan dia gitu? " tanya Adira lagi.
" Iya nggak dong sayang mana mungkin Mas mau dijodohkan dengan dia sementara Mas kan udah punya kamu. " jawab David.
" Kalau Mas nggak mau dijodohkan dengan dia ngapain tadi Mas diem aja waktu dia bergelayut manja di lengan Mas. " ujar Adira yang kembali terlihat raut wajah cemburu.
" Oh mengenai yang tadi kamu jangan salah paham dulu ya sayang, sebenarnya sejak awal Mas sudah ingin melepaskan tangannya tapi Ibu melarang, apa kamu tadi tidak melihat saat di depan teras tadi Ibu kan menginjak kaki Mas, jadi Mas tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan membiarkannya saja. " tutur David membuat Adira semakin bertambah kesal dibuatnya.
" Lalu kalau misalnya Ibu memaksa Mas untuk menikahi Aura saat ini juga berarti Mas mau menikahinya dong? dan misalnya lagi ibu memaksa Mas untuk menceraikan Adira saat ini juga berarti Mas juga mau menceraikan Adira. " tanya Adira dengan kesal.
" Iya enggak dong sayang tadi kan Mas udah bilang jika mas tidak mau menikah dengan dia dan Mas juga nggak mau menceraikan kamu karena Mas itu sangat mencintai kamu. " jawab David.
" Memangnya Mas berani menolak permintaan ibu? bukannya selama ini Mas selalu menuruti semua yang Ibu minta? " tanya Adira lagi.
" Kalau soal itu Mas akan bicara baik-baik dan memberikan pengertian pada Ibu sayang. " jawaban David membuat Adira berkali-kali lipat bertambah kesal.
" Mas ini gimana sih seharusnya sebagian seorang laki-laki Mas tegas dong, jika nggak mau ya bilang nggak mau jangan iya iya aja, katanya gak mau tapi setiap Ibu minta selalu di turuti gimana sih. " sungut Adira.
" Mas bukannya nggak tegas sayang Mas hanya nggak mau menyakiti Ibu, Kamu kamu kan tahu jika surganya Mas ada di bawah telapak kaki Ibu. " Ujar David.
" Ya udahlah terserah kamu aja Mas Adira mau siap-siap sholat magrib. " ucap Adira yang segera turun dari ranjang lalu menuju ke kamar mandi.
Sedangkan David hanya menatap bingung ke arah istrinya.
__ADS_1
" Memangnya aku salah ya? " ujar David.