
Saat Adira sedang berjalan kembali ke rumah, tanpa sengaja Adira bertemu dengan Sinta dan juga Laila.
" Adira. " Sinta memanggil Adira yang berada tidak jauh di depan mereka.
Merasa namanya dipanggil Adira menghentikan langkah kakinya sejenak lalu dia memutar tubuhnya dan dia melihat Sinta dan juga Laila yang sedang berjalan ke arah mereka.
" Mbak Sinta, Bulek Laila. " ucap Adira yang terkejut lalu dia segera melangkahkan kakinya menghampiri Sinta dan juga Laila.
" Mbak Sinta dan Bulek Laila dari mana aja Adira beberapa kali datang ke rumah kalian tapi kalian tidak ada di rumah. " seru Adira di saat dia sudah berada di hadapan Laila dan juga Sinta.
" Loh memangnya David dan Ibu tidak ada yang memberitahukan kamu. " ujar Laila yang terkejut.
" Tidak ada Mbak dan Adira pun tidak ada bertanya dengan Ibu ataupun Mas David, memangnya Mbak dan Bulek ke mana sih? " sahut Adira yang penasaran.
" Setelah kamu bertemu dengan Mas Ardi di jalan waktu itu, beberapa hari kemudian Mas Ardi dapat kerjaan di luar kota dan mau gak mau Mbak harus ikut Mas Ardi ke luar kota juga karena Mbak dan Mas Ardi sama-sama gak bisa LDR, nah karena Mbak lagi hamil besar dan sebentar lagi akan melahirkan jadi Mbak minta Bulek Laila untuk nemenin Mbak. " tutur Sinta menjelaskan.
" Oh begitu tapi Mbak dan Bulek Laila kok bisa ada di sini? " tanya Adira lagi.
" Mbak sama Bulek datang kemari untuk ngurus surat pindah dan nanti malam kami harus balik lagi ke luar kota. " jawab Sinta lagi.
" Yaaah kalau begitu Adira di sini sendirian dong? Mbak kok gak minta temenin Ibu aja sih? " ujar Adira.
" hihihi kamu ini kaya gak tau Ibu saja Adira lebih baik Mbak di temeni sama Bulek Laila saja dari pada di temeni Ibu bisa-bisa rumah tangga Mbak dan Mas Ardi yang akan berantakan. " ucap Sinta di sertai tertawaan kecil.
" Oh Iya Adira Bulek mau titip pesan satu hal sama kamu, jika kamu ingin rumah tangga kamu dan David langgeng minta sama David untuk pindah rumah, kalian sewa rumah atau jika kalian mau kalian tinggal di rumah Sinta atau di rumah Bulek juga gak apa-apa tapi jangan satu rumah sama Mbak Yati kalau tetep satu rumah efek kedepannya akan gak baik untuk kelangsungan rumah tangga kamu dan juga David. " tutur Laila menasehati.
" Bulek kita bicaranya di rumahku aja yuk masa di jalan seperti ini. " ajak Sinta
Sinta, Laila dan juga Adira melangkahkan kakinya bersama-sama menuju ke rumah Sinta yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka bertemu.
" Ayo masuk Adira. " ucap Sinta setelah membuka pintu rumahnya.
Mereka langsung duduk di atas karpet yang ada di dalam ruang tamu Sinta.
__ADS_1
" Rencana Adira juga begitu Bulek tapi Adira masih ragu untuk mengatakannya. " ucap Adira.
" Gak usah ragu Adira katakan saja sama David ini semua demi kebaikan rumah tangga kalian. " sahut Laila.
" Iya Adira Mbak aja nekat pindah dari rumah Ibu walaupun Ibu gak ngizinin daripada rumah tangga Mbak dan Mas Ardi yang hancur karena Ibu yang selalu ikut campur. " timpal Sinta
Adira nampak terdiam memikirkan perkataan dari Sinta dan juga Laila.
" Bulek dan Sinta tidak bermaksud untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga kamu Adira tapi kami mengatakan ini semua demi kebaikan kamu dan juga David. " tutur Laila agar Adira tidak salah paham.
" Iya Bulek Adira paham kok dan memang sepertinya Adira dan Mas David memang harus tinggal terpisah dari Ibu karena Ibu mau menjodohkan Mas David sama anak teman arisannya Bulek. " seru Adira memberitahu.
Adira yang mengira Sinta dan Laila akan terkejut saat dia memberitahukan hal ini tapi nyatanya mereka tidak terkejut sama sekali.
" Bener kan bulek apa yang aku katakan. " celetuk Sinta membuat Adira mengerutkan dahinya.
" Maksud Mbak Sinta gimana? " tanya Adira.
" Begini Adira berdasarkan yang kami tau tentang bagaimana watak Mbak Yati, sedari awal Sinta sudah menduga jika suatu saat nanti Mbak Yati pasti akan menjodohkan David dengan wanita lain. " jawab Laila yang menjelaskan.
" Seperti yang sudah Bulek katakan di awal tadi jika kamu dan David harus tinggal terpisah dengan Mbak Yati. " jawab Laila.
" Ya udah nanti Adira coba Bulek. " ucap Adira.
" Bulek berharap kamu bisa menjaga rumah tanggamu dengan David, karena Bulek dan Sinta hanya bisa bantu doa. " seru Laila dengan ekspresi wajah yang sedih.
" Iya Bulek terimakasih ya untuk semuanya dan Adira pasti kangen banget sama Bulek. " tutur Adira yang memeluk tubuh Laila dengan erat.
" Bulek juga akan merindukan kamu Adira, kamu baik-baik ya di sini? " ujar Laila yang balas memeluk Adira.
Setelah memeluk Laila, Adira berganti memeluk Sinta dengan hati-hati karena perut Sinta yang membuncit.
" Adira pasti akan merindukan Mbak Sinta. " ucap Adira yang terlihat sekali raut wajah sedihnya.
__ADS_1
" Mbak juga akan merindukan kamu Adira, walaupun kamu hanya adik Ipar tapi rasa sayang Mbak ke kamu sama seperti rasa sayang Mbak ke adik kandung Mbak sendiri dan mbak akan doakan semoga kamu segera hamil juga. " ujar Sinta.
" Dan doa Mbak udah di kabulkan oleh Allah SWT. " seru Adira sembari tersenyum.
Sinta langsung melepaskan pelukan mereka dan dia menatap wajah Adira dengan ekspresi yang terkejut.
" Kamu hamil? " seru Sinta dan Laila bersama-sama.
" Iya Bulek, Mbak Alhamdulillah Adira udah hamil 8 minggu. " jawab Adira tersenyum.
" Alhamdulillah selamat ya Adira Mbak turut senang mendengarnya. " ucap Sinta.
Setelah itu mereka saling berbagi cerita sekaligus salam perpisahan sebelum Sinta dan Laila kembali ke tempat tinggal baru mereka.
Karena terlalu asik di rumah Sinta, Adira sampai lupa waktu hingga hingga pukul 06.00 sore Adira baru sampai di rumah dan beruntungnya David pulang terlambat karena harus lembur.
" Assalamualaikum. " ucap Adira saat masuk ke dalam rumah.
" Bagus jam segini baru pulang, gak usah pulang sekalian. " Sindir Nuryati yang sedang duduk di ruang tamu bersama Aura.
" Maaf Bu tadi Adira mampir di rumah Mbak Sinta sebentar. " jawab Adira.
" Alah alasan aja kamu buruan masak sana Ibu sama Aura mau makan. " titah Nuryati.
" Kenapa gak Aura aja yang Ibu suruh masak bukannya dia calon menantu Idaman ibu. " sahut Adira dengan berani.
" Apa kamu bilang aku suruh masak idih ogah banget lebih baik beli di luar dari pada masak. " ujar Aura.
" Kamu jangan kurang ajar Adira Aura ini wanita kelas atas jadi gak pentas masak yang pantes masak itu wanita kelas pembantu kaya kamu, udah masak sana jangan kebanyakan bicara. " tutur Nuryati.
" Iya Bu tapi Adira Mandi dulu ya Bu gerah banget soalnya. " sahut Adira yang malas memperpanjang masalah.
" Alah gak usah pakai mandi-mandian Ibu sama Aura udah laper. " balas Nuryati.
__ADS_1
Adira yang malas bertengkar dengan Ibu mertuanya langsung pergi begitu saja.