Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 72


__ADS_3

Jika di sini mereka sedang berbahagia menyambut pernikahan Aura dan juga David, berbeda dengan Hani yang teramat sangat terkejut saat membaca undangan pernikahan dan juga foto pernikahan David dan Aura yang ada di grup arisan mereka.


Iya, saat ini Hani sedang berada di rumah sakit menemani Adira. Sejak tadi malam Hani memutuskan untuk menemani Adira selama di rumah sakit, selain karena rasa sayangnya untuk Adira Hani juga tidak tega jika harus membiarkan Adira sendirian di rumah sakit tanpa ada yang menemani.


Berkali-kali Hani mengucek kedua matanya memastikan apakah penglihatannya salah atau tidak, tapi nyatanya apa yang dia lihat adalah sebuah kebenaran. Dia yang tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Nuryati saja amat sangat terkejut melihat David yang sudah menikah lagi padahal baru semalam dia menceraikan istrinya Adira.


Hani tidak dapat membayangkan bagaimana hancurnya hati Adira saat mengetahui suami sekaligus laki-laki yang masih sangat dia cintai sudah menikah lagi sehari setelah dia diceraikan


" Gila ini keluarga nggak punya hati dan gak punya otak banget, baru semalam menceraikan Adira hari ini udah nikah lagi aja. " batin Hani yang semakin kesal melihat kelakuan David dan juga Nuryati.


" Ibu ngeliatin apa sih kok serius banget? " tanya Adira yang sedari tadi terus melihat ke arah Hani.


" Eh nggak ngeliatin apa-apa kok. " jawab Hani yang terlihat gugup dan hal itu menimbulkan rasa curiga di hati Adira karena secara mendadak perasaannya menjadi sangat tidak enak.


" Oh gitu ya Bu, tapi kenapa perasaan Adira mendadak jadi tidak enak ya Bu? " ucap Adira yang berbicara dengan posisi duduk di atas ranjang rumah sakit.


Hani bingung dan juga dilema ingin menceritakan hal ini atau tidak, ingin menceritakan tapi takut Adira semakin bertambah hancur dan akan berimbas pada kesehatannya, tapi jika tidak diceritakan bagaimanapun juga Adira harus mengetahui hal ini.


" Ah sudahlah sebaiknya aku beritahu Adira saja tentang hal ini. " batin Hani.


" Hmm Adira sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan padamu. " ucap Hani sembari menatap wajah Adila dengan serius.


" Memangnya apa yang ingin Ibu sampaikan? " ujar Adira bertanya.


" Sebaiknya kamu melihat ini. " sahut Hani yang memberikan ponselnya ke Adira.


Adira menerima ponsel Hani lalu melihat isinya dan betapa terkejutnya dia saat melihat sebuah undangan pernikahan yang bertuliskan nama mantan suaminya dan juga Aura. Bukan hanya terkejut tetapi hati Adira kembali patah dan terkoyak-koyak saat melihat foto pernikahan mantan suaminya dan dan juga Aura dalam pose yang mesra apalagi di sana juga ada mantan Ibu mertuanya sedang tersenyum bahagia.


Tanpa terasa air matanya kembali menetes membasahi pipi cantiknya dan dalam sekejap Hani merasa bersalah karena sudah membuat Adira kembali bersedih.

__ADS_1


" Adira. " Hani memanggil Adira dengan suara yang lembut sembari memegang tangannya.


" Bu, apakah ini yang menjadi alasan kenapa Mas David menceraikan Adira? kenapa dia tega sekali Bu, padahal baru semalam dia menceraikan Adira tapi hari ini dia sudah menikah lagi? " ucap Adira dengan air mata yang mengalir deras.


" Sudahlah Adira tidak ada gunanya kamu menangisi laki-laki yang tidak memiliki hati nurani seperti David, air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi laki-laki seperti itu. Bangkitlah Adira tata hidupmu kembali dan tunjukkan pada mereka jika kamu jauh lebih baik dan jauh lebih bahagia saat tidak bersama mereka lagi. " Tutur Hani memberi semangat Adira untuk bangkit dan jangan lagi menangisi apa lagi sampai terpuruk hanya karena seorang David.


Adira lantas menghapus air mata yang mengalir di pipinya secara kasar dan dia terus menghapusnya sampai dia yakin bahwa tidak ada lagi air mata yang mengalir di pipinya.


" Ibu benar tidak ada gunanya Adira menangisi Mas David, Adira harus bangkit dan terus melanjutkan hidup. " ucap Adira dan Hani pun tersenyum senang...


.


.


.


Di satu sisi...


Saat ini situasi di rumah Yuli sudah sepi dan hanya ada Yuli, suaminya, pasangan pengantin baru dan juga Nuryati tentunya.


" Ayo kita pulang? " ajak Nuryati di saat mereka baru saja selesai makan malam bersama.


" Kok buru-buru banget sih Yati kita baru aja selesai makan malam, piringnya saja belum di bereskan. " ujar Yuli yang keberatan karena bagaimana pun dia masih belum ikhlas jika harus cepat-cepat berpisah dengan putri semata wayangnya.


" Iya lah harus buru-buru takut Aura berubah pikiran, nanti dia malah gak jadi tinggal di rumah aku lagi. " tutur Nuryati menjelaskan sembari bangkit dari duduknya.


" Ibu sabar dong aku aja baru selesai makan, minum aja belum. " timpal Aura yang juga keberatan jika harus pergi sekarang.


" Alah minumnya di rumah Ibu aja udah ayo kita pulang? David ayo kita pulang? " ajak Nuryati lagi sembari menarik tangan David untuk bangkit berdiri.

__ADS_1


Dengan patuh David bangkit dari duduknya sesuai dengan permintaan Ibunya.


" Iya Bu, sabar dong aku pamitan dengan Ibu dan Ayah dulu? " sahut David sambil melepaskan pegangan tangan Ibunya.


" Ya udah tapi jangan lama-lama. " ujar Nuryati yang langsung melenggang pergi tanpa berpamitan pada Yuli dan juga suaminya.


" Ibu kamu gimana sih David, main nyelonong pergi aja gak ada sopan santunnya sama sekali? " sungut Yuli yang kesal melihat tingkah Nuryati yang mulai kelihatan aslinya seperti apa.


" Maafin Ibuku ya Bu, Yah? " ucap David sambil mencium punggung tangan kedua orangtua Aura.


" Bilang sama Ibu kamu lain kali suruh belajar sopan santun dan tata Krama dulu sebelum bertamu. " seru Yuli yang masih terlihat sangat kesal.


" Iya Bu nanti akan aku sampaikan, Aura ayo kita pulang ngapain kamu duduk aja di situ! " tutur David sambil menatap istrinya yang sedang asik minum jus buatan Ibunya.


" Iiis sebentar lagi kenapa sih Vid, kamu gak liat aku lagi minum. " sahut Aura dengan nada bicara yang sedikit meninggi.


" Udah ayo kita pulang kasihan Ibu nungguin di luar? " aja David lagi.


" Udah lah biarin aja Ibu kamu pulang sendiri, udah tua kan. " jawab Aura dengan berani.


" Jaga bicara kamu Aura, hormati Ibuku. " bentak David yang tidak terima sikap Aura yang kurang ajar seperti itu.


" Harusnya yang kamu suruh jaga bicara itu Ibu kamu yang gak punya sopan santun itu bukan Aura. " Timpal Yuli yang balik membentak David.


" Maaf Bu ini rumah tanggaku dengan Aura, jadi Ibu gak perlu ikut campur. " sahut David sembari menatap Yuli dengan tajam.


" Ibu berhak ikut campur karena yang kamu bentak putri Ibu. " balas Yuli tidak terima.


" Sudah-sudah jangan bertengkar, ayo kita pulang? Ibu Ayah aku pergi dulu. " Ucap Aura yang berpamitan sambil menarik tangan suaminya.

__ADS_1


Setelah itu David, Aura, dan juga Nuryati pulang ke rumah Nuryati dengan menggunakan mobil milik Aura.


__ADS_2