Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 30


__ADS_3

Keesokan harinya...


setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan rumahnya Adira mengambil ponsel miliknya yang berada di dalam kamar lalu pergi ke teras depan untuk menghubungi temannya yang mungkin saja memiliki informasi lowongan pekerjaan untuknya.


"Assalamualaikum Lila. "ucap Adira saat panggilannya dijawab oleh teman semasa SMA nya.


" Waalaikumsalam Adira, tumben kamu menghubungi aku? " jawab Lila dari seberang sana.


" Kamu apa kabar Lila? sudah lama kita tidak saling menghubungi ya? " ujar Adira berbasa-basi.


"Alhamdulillah kabarku baik Adira, kamu sendiri apa kabarnya? iya nih semenjak lulus SMA kita tidak pernah saling menghubungi padahal dulu Kita adalah teman yang sangat dekat. " jawab Lila.


"Alhamdulillah kabarku juga baik Lila, sebenarnya sejak beberapa tahun yang lalu aku ingin sekali menghubungimu tapi kata Siti setelah lulus SMA kamu kerja di Malaysia makanya aku tidak pernah menghubungi kamu karena aku nggak tahu nomor ponsel kamu yang ada di Malaysia, ini aja tadinya aku ragu mau nelpon kamu karena takut nomor kamu yang ini sudah mati. " tutur Adira menjelaskan sambil mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan teras.


" Iya sih setelah lulus SMA aku memang kerja di Malaysia tapi aku kerja di sana hanya 2 tahun saja. " jawab Lila.


" Loh kenapa hanya 2 tahun Lila? bukannya kata orang-orang kerja di Malaysia itu enak ya? " ujar Adira bertanya.


" Kalau menurut aku ya! kerja di Malaysia atau kerja di sini itu sama saja, memang sih kerja di sana itu gajinya lebih tinggi tapi pengeluaran kita di sana juga tinggi, kalau kita nggak pintar-pintar menyimpan uang ya sama saja uang yang kita dapatkan dari gaji tersebut akan habis begitu saja. " jawab Lila menjelaskan.


" Oh gitu ya, kirain setiap orang yang kerja di Malaysia pulang-pulang akan mendapatkan uang yang banyak karena menurut beberapa orang yang aku kenal kerja di sana sangat enak dan gajinya juga besar. " sahut Adira lagi.


Dahulu Adira juga sempat tergiur untuk kerja di negri orang saat mendengar ucapan dari beberapa orang tetangganya yang mengatakan jika bekerja di sana sangatlah enak tapi sayangnya Adira tidak mendapatkan izin dari kedua orangtuanya.


" Mau kerja di mana pun itu sama saja Adira, semua itu tergantung dengan rezeki kita masing-masing dan seberapa besar niat kita untuk bekerja lalu mengumpulkan uang. jika kita di sana hanya berfoya-foya dan tidak pernah menabung ya sama saja pulang ke tanah air pun kita tidak akan membawa uang. " Tutur Lila lagi.


" Oh begitu, jadi ngomong-ngomong sekarang kamu sudah menikah atau belum? " tanya Adira.

__ADS_1


" Kamu ini sengaja mau nyindir aku ya? Kamu kan tahu teman kamu yang satu ini jomblo akut. " jawab Lila disertai tertawaan.


" Yaitu kan zaman kita masih SMA, ya siapa tahu sekarang kamu sudah punya suami. " timpal Adira yang juga ikut tertawa.


" Dulu atau sekarang mah sama saja Adira, temen kamu yang paling cantik sedunia ini tetap saja menjadi jomblo akut. " sahut Lila lagi.


Saat masa SMA Lila memang tidak pernah memiliki kekasih, jangankan kekasih dekat dengan laki-laki saja Lila tidak pernah. Berbeda dengan Adira yang memang sengaja menjauh dari yang namanya laki-laki walaupun banyak yang berusaha mendekatinya tetapi Adira tetaplah menjaga jarak dengan mereka.


" Laah kamu sendiri udah punya suami belum? " Lila balik melontarkan pertanyaan yang sama ke Adira.


" Kalau Adira sih alhamdulillah sudah menikah. " jawab Adira sambil tersenyum malu-malu.


" Hah serius kamu udah menikah? kapan-kapan kapan-kapan? " tanya Lila yang terkejut.


" Serius Lila Adira sudah menikah dan Adira menikah tanggal 5 bulan ini. " jawab Adira.


" Cie berarti masih pengantin baru dan lagi hangat-hangatnya nih, selamat ya? semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah " ucap Lila yang sengaja menggoda Adira.


" Kalau aku mah nikahnya nanti-nanti aja deh karena aku masih ingin menjadi wanita karir yang sukses. " sahut Lila.


" Wanita karir? memangnya kamu sekarang kerja di mana Lila? " ujar Adira bertanya ke intinya.


" Kalau aku sih sekarang ini lagi kerja di pabrik. " jawab Lila.


" Di pabrik mana? kira-kira masih ada lowongan nggak ya? "bujar Adira yang mulai berbicara ke intinya langsung.


" Hmmm bilang aja kamu menghubungi aku karena jngin bertanya tentang lowongan pekerjaan? " sahut Lila tepat sasaran.

__ADS_1


" Hehehe ketahuan deh! " ucap Adira seraya tertawa.


" Dasar Adira Farhana. " ujar Lila yang ikut tertawa juga.


" Tapi ngomong-ngomong lowongan pekerjaannya ada atau enggak nih soalnya aku lagi butuh banget serius? " sambung Adira.


" Kalau untuk sekarang sepertinya sih masih ada tapi coba aja kamu buat surat lamaran pekerjaannya, siapa tahu rezeki kamu nanti dipanggil. Karena setahu aku ya pabrik tempat aku kerja ini hanya membutuhkan dua orang karyawan saja dan biasanya juga yang melamar itu banyak banget. Tapi nggak ada salahnya kamu coba kalau bisa sih secepatnya ya kamu buat surat lamarannya, tapi ngomong-ngomong kamu masih tinggal sama kedua orang tua kamu? " jawab Lila sembari bertanya.


" Aku ikut sama suami tinggal di Medan, tapi ngomong-ngomong pabrik tempat kamu kerja di mana jangan-jangan di luar kota lagi? " ujar Adira.


" Kamu tenang aja pabrik tempat aku kerja masih di sekitaran kota Medan juga kok, nanti untuk alamat jelasnya akan aku kirimkan lewat pesan singkat, jika kamu rasa cocok kamu coba aja melamar. Nanti untuk surat lamarannya bisa kamu antarkan ke kos-kosan ku biar besok sekalian aku bawa ke pabrik. " tutur Lila.


" Oke Lila hari ini juga surat lamarannya akan aku buat dan terimakasih banyak ya kamu sudah mau membantu? " ucap Adira.


" Sama-sama Adira sesama teman kan memang harus saling membantu lagi pula saat kita SMA dulu kamu yang paling sering membantu aku jadi nggak ada salahnya jika sekarang gantian aku yang membantu kamu. " sahut Lila yang kembali teringat kenangan masa SMA nya saat bersama Adira.


" Kamu ini Lila masih ingat saja, aku saja sudah melupakan hal itu lagi pula itu hanya hal sepele Lila. " ujar Adira.


" Ya mungkin bagi kamu itu hanya hal sepele Adira, tapi bagiku itu adalah sesuatu hal yang luar biasa karena di saat teman-teman yang lain tidak ada yang peduli denganku, hanya kamu satu-satunya orang yang mau membantu aku dan mau berteman denganku. " ujar Lila.


Saat masa SMA Lila merupakan seorang murid pindahan dari luar kota yang kebetulan melanjutkan pendidikannya di SMA yang sama dengan Adira. Lila merupakan seorang anak yatim yang hanya tinggal berdua saja dengan ibunya yang hanya berprofesi sebagai buruh cuci gosok.


Kehidupan Lila dan ibunya sangatlah kekurangan, terkadang mereka hanya makan satu kali dalam sehari jika tidak ada orang yang memakai jasa ibunya Lyla untuk mencuci gosok.


Saat di sekolah Lila sering menahan lapar karena saat pagi hari dia tidak pernah sarapan dan Lila pun tidak memiliki uang hanya untuk sekedar membeli satu bungkus roti.


Teman-teman sekelas tidak ada yang peduli dengan Lila, karena Lila merupakan murid yang pendiam dan cenderung introvert satu-satunya orang yang mau mendekat dengan Lila adalah Adira.

__ADS_1


Adira yang setiap hari selalu dibawakan bekal oleh ibunya tidak sungkan untuk berbagi makanan dengan Lila yang kebetulan pada saat itu terlihat sedang kesakitan karena menahan lapar.


Sejak saat itu, setiap hari Adira selalu membawa bekal yang lebih banyak daripada biasanya dan membaginya berdua dengan Lila. Kedua orang tua Adira tidak mempermasalahkan hal itu, mereka malah mendukung niat baik sang putri dan terkadang saat mereka memiliki makanan yang lebih mereka selalu meminta Adira mengantarkan makanan tersebut untuk Lila dan ibunya.


__ADS_2