Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 26


__ADS_3

" Astagfirullah. " batin Adira mengucapkan istighfar saat mendengar kebohongan yang di ucapkan oleh ibu mertuanya.


" Adira ikut Mas sekarang. " ucap David dengan ekspresi wajah yang datar.


" iya Mas. " jawab Adira dengan patuh tanpa berani mengungkapkan apapun lagi.


David melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan ruang keluarga menuju ke dalam kamarnya, sebelum berangkat dari ruang keluarga Adira menatap Ibu mertuanya yang sedang tersenyum mengejek ke arahnya.


" Bye Adira. " Nuryati tersenyum mengejek sambil melambaikan tangan ke arah Adira.


Adira segera berlalu dari ruang keluarga menuju ke dalam kamarnya. Daat masuk ke dalam kamar Adira melihat suaminya sedang duduk di pinggir ranjang dengan ekspresi wajah yang menahan amarah.


" Apa yang kamu lakukan selama satu harian ini Adira? " David bertanya sambil menatap Adira dengan tajam.


Gleeg...


Adira menelan salivanya saat melihat ekspresi wajah suaminya yang sangat tidak bersahabat, Adira juga cukup ketakutan saat melihat suaminya yang sedang menatapnya dengan tajam seperti itu.


" Jangan hanya diam saja Adira, jawab pertanyaan Mas? " ucap David lagi.


" Tadi sebelum ke rumah Mbak Sinta, Adira mencuci pakaian dulu mas setelah itu Adira beberes rumah lagi lalu mandi baru ke rumahnya Mbak Sinta. " Jawab Adira dengan jujur.


" Mencuci pakaian siapa kamu? " David bertanya tetap dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat.


" Adira mencuci pakaian ibu Mas. " lagi-lagi Adila menjawab dengan jujur.


" Jangan bohong kamu Adira, bukan kah seharian ini kamu tidur lalu kamu membiarkan ibu mencuci pakaiannya sendiri? " ucap David yang langsung menuduh Adira.


" Astagfirullah Mas Adira tidak berbohong, seharian ini Adira tidak tidur, mana mungkin Adira membiarkan ibu mencuci pakaiannya sendiri, malah dari pagi sampai siang Adira mencuci pakaian ibu sampai kaki Adira gemetaran karena menahan lapar dan juga lelah untung ada Bulek Laila yang membantu Adira mencuci, jika tidak ada Bulek Laila mungkin Adira mencuci sampai sore hari. " tutur Adira menjelaskan.


" Apakah yang kamu ucapkan ini sebuah kebenaran Adira? atau justru kamu memutar balikkan fakta. " lagi-lagi David menuduh istrinya dan lebih mempercayai ucapan ibunya.


" Astaghfirullah mas, jika mas tidak percaya mas bisa tanyakan kebenarannya pada Bulek Laila, Mas tanya kejelasannya seperti apa? siapa yang benar dan siapa yang salah. " jawab Adira dengan berani.


" Adira tau sebagai seorang anak mas harus berbakti pada orangtua Mas, tapi bukan berarti Mas bisa mempercayai ucapan ibu seratus persen, cari tau dulu kebenarannya seperti apa, jika Mas sudah tau siapa yang salah baru mas bisa menuduh orang tersebut. " ucap Adira lagi.


" Berani kamu melawan mas Adira? " ujar David dengan wajah yang semakin memerah karena amarah yang semakin memuncak.

__ADS_1


" Maaf mas Adira bukannya ingin melawan, tetapi Adira hanya ingin mas menjadi orang yang adil, Mas cari tau dulu kebenarannya seperti apa baru mas bisa menuduh Adira seperti itu. " tutur Adira.


" Oke mas akan tanya pada bulek Laila, awas saja jika kamu berani berbohong. " Sahut David yang menunjuk wajah istrinya, lalu David pun segera berlalu dari dalam kamarnya.


Braaakkk...


David menutup pintunya dengan keras sehingga membuat Adira terlonjak kaget.


" Astaghfirullah. " ucap Adira sambil mengelus dadanya karena terkejut.


" Ya Allah berikanlah Adira kesabaran yang seluas-luasnya. " doa Adira di dalam hati.


Karena tidak ada lagi yang ingin di lakukannya, Adira mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang lebih nyaman lalu naik ke atas ranjang dengan posisi terlentang sambil menatap ke arah langit-langit kamar.


" Kenapa jadi seperti ini ya? baru beberapa hari tinggal di sini tapi sudah beberapa kali bertengkar. " gumam Adira dengan pelan.


Sementara itu...


Setelah keluar dari dalam kamar David langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan, beruntung Nuryati sedang fokus menonton televisi sehingga Nuryati tidak mengetahui putranya yang akan pergi keluar dari dalam rumah.


Tok...


Tok...


Tok...


" Assalamualaikum Bulek. " David mengucap salam sambil mengetuk pintu rumah Laila dengan tidak sabaran.


Tok...


Tok...


Tok...


" Bulek buka pintunya Bulek. " teriak David dari luar rumah.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Laila sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu.

__ADS_1


Cekreek...


" Ada apa sih David? teriak-teriak begitu? " ucap Laila setelah membuka pintu rumahnya.


" Maaf bulek bisa kita bicara sebentar. " pinta David dengan ekspresi wajah yang serius. Laila mengangkat kedua alisnya menatap bingung ke arah keponakannya.


" Bisa, ayo kita masuk ke dalam. " ajak Laila yang melangkahkan kakinya terlebih dahulu lalu David mengikuti di belakangnya.


" Kenapa wajah kamu sangat serius seperti itu? apa ada masalah? " ujar Laila bertanya.


" Memang ada masalah Bulek, apa tadi siang Bulek ada datang ke rumah ibu? " tanya David to the point.


" Iya ada memangnya ada apa? " jawab Laila.


Sebelum menjawab pertanyaan Laila, David menyandarkan punggungnya di sandaran sofa terlebih dahulu.


" Aku gak ngerti Bulek kenapa Adira bisa setega itu sama ibu. " ucap David yang berbicara sambil menerawang ke atas langit-langit ruang tamu Laila.


" Tega bagaimana maksudnya? " ujar Laila bertanya karena tidak mengerti dengan maksud ucapan David.


" Tadi ibu mengadu padaku, jika Ibu mencuci pakaian sendiri, padahal pakaian ibu sangat banyak sekali tapi Adira di malah tidur dan tidak mau membantu Ibu. " tutur David menjelaskan.


" Tunggu-tunggu mbak Yati mencuci pakaian sendiri dan Adira tidur? " Laila mengulang ucapan David dan David langsung mengangguk dengan mantap.


" Huuuh dasar mbak Yati suka sekali memfitnah orang. " celetuk Laila membuat David langsung memusatkan perhatian pada Laila.


" Apa maksud Bulek berkata jika ibu suka memfitnah." tanya David.


" Kamu jangan salah paham dulu ya? bulek berani bersumpah jika apa yang bulek katakan ini adalah sebuah kebenaran. Jadi gini apa yang ibumu adukan tadi adalah sebuah kebohongan, yang sebenarnya terjadi adalah Adiralah yang mencuci pakaian ibumu yang banyaknya sangat tidak masuk di akal, Bulek rasa pakaian ibumu satu lemari dikeluarkan semua untuk Adira cuci, sementara ibumu sedang enak-enakan menonton televisi sambil makan kacang kulit dan kamu tahu sampahnya dibuang sembarangan di lantai. Adira mencuci sampai gemetaran untung Bulek datang jadi Bulek bisa membantu istrimu, dan yang bikin Bulek kesal udah istrimu capek nyuci masih harus membereskan sampah bekas kacang kulit ibumu, dan kamu tau semua makanan dihabiskan oleh ibumu tanpa menyisakan sedikit pun untuk Adira. Bisa kamu bayangkan bagaimana lelahnya Adira? " tutur Laila menjelaskan panjang lebar.


Deegh....


David terpaku mendengar penjelasan dari Laila, rasa bersalah mulai merayap ke dalam hatinya.


" Jujur Bulek kesal saat mendengar ucapanmu tadi, tega sekali mbak Yati memutar balikkan fakta dan jangan bilang kamu percaya dengan ucapan ibumu. " ucap Laila bertanya sambil memicingkan kedua matanya dan David pun hanya mampu menundukkan kepalanya saja.


" Cepat kamu pulang minta maaf sama istrimu dan lain kali cari tahu dulu kebenarannya?. " Titah Laila.

__ADS_1


__ADS_2