Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 82


__ADS_3

Dengan pipi yang merona malu, Adira kembali duduk di hadapan Hani dan juga Rendra yang masih terus menatapnya sambil tersenyum simpul. Karena terus di perhatikan seperti itu Adira sampai menunduk malu.


" Adira. " Rendra memanggil dan Adira kembali menaikan pandangannya.


" Iya Mas ada yang bisa Adira bantu? " Adira menjawab dengan sopan sedangkan Hani hanya diam saja dan tidak ingin ikut campur.


" Adira sebelumnya saya minta maaf karena sudah lancang tetapi saya tidak bisa menahannya lebih lama lagi. " Rendra berbicara namun ucapannya berhenti untuk sesaat.


Jantung Adira mendadak berdetak dengan sangat kencang menantikan kelanjutan dari ucapan anak majikannya itu.


" Maksudnya Mas Rendra apa ya? Adira tidak mengerti. " Sahut Adira sembari menatap bingung.


" Begini Adira, sebenarnya saya sudah jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama dan hari ini niat saya kembali ke sini karena ingin meminang kamu menjadi istriku? " Rendra berbicara dengan sangat lancar sedangkan Adira langsung membulatkan kedua matanya tidak percaya.


" Maaf Mas Rendra pasti bercanda ya? gak mungkin Mas Rendra mencintai wanita biasa seperti Adira, apa lagi Adira cuma asisten rumah tangga di rumah ini. " Sahut Adira yang berkata dengan nada yang sopan.


" Saya tidak bercanda Adira, untuk apa saya jauh-jauh datang dari Jakarta sampai ke sini jika hanya untuk bercanda. " Rendra menjawab dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


Gleeg...


Adira menelan air liurnya dengan susah payah saat melihat keseriusan Rendra.


" Tapi Mas Rendra tau kan jika Adira tidak akan pernah bisa hamil. " Adira menyahuti karena sejujurnya dia sangat ragu dengan anak majikannya itu.


" Saya tau Adira, dan saya amat sangat tau akan hal itu, kamu jangan khawatir karena saya tidak peduli dengan hal itu dan saya akan menerima kamu apa adanya! kamu bisa pegang janji saya jika saya tidak akan pernah menyakiti kamu dan saya akan menjadikan kamu ratu di hidup saya. " Rendra menjelaskan serta mengucapkan janji agar Adira percaya dan mau menerima pinangannya.

__ADS_1


Jujur saja Adira tidak menyangka dan juga tidak percaya jika Rendra mencintai dirinya bahkan sekarang sedang melamarnya untuk menjadi istrinya. Semuanya serba dadakan sehingga Adira hanya bisa terpaku saat mendengarnya.


" Bagaimana Adira apakah kamu mau menjadi istriku? " Rendra kembali mengulang pertanyaannya membuat Adira tersadar dari keterpakuannya.


" Sebelumnya Adira mengucapkan terima kasih, jujur Adira merasa sangat tersanjung sekali mendapatkan pinangan dari Mas Rendra, tetapi Adira juga minta maaf bukan bermaksud untuk mengulur waktu tetapi bisakah beri Adira waktu untuk menjawabnya? Karena semua ini sangat mendadak sekali? Adira perlu memikirkannya secara matang, karena Adira sudah pernah gagal dalam rumah tangga dan Adira tidak mau gagal lagi untuk yang kedua kalinya? " Adira menjawab dengan tutur kata yang sangat halus sekali agar Rendra tidak tersinggung atau pun sakit hati.


" Baiklah tapi kapan kamu akan menjawabnya Adira? " sahut Rendra yang setuju untuk memberikan Adira waktu untuk berpikir.


" Beri Adira waktu satu Minggu ya Mas. " Jawab Adira dan Rendra pun setuju.


Ingin rasanya Adira menolak secara langsung mengingat dirinya yang baru enam bulan menyandang status sebagai janda, namun rasanya sangat tidak sopan sekali karena bagaimana pun juga Adira sangat menghargai Hani yang sudah sangat baik kepadanya.


Jadi lebih baik Adira meminta saran dari kedua orangtuanya sekaligus meminta jawaban dari Allah SWT lewat sholat istikharah yang akan dia lakukan mulai hari ini.


Setelah itu Adira segera pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya. Pada malam harinya setelah melaksanakan sholat tahajud, Adira langsung melaksanakan sholat istikharah untuk meminta jawaban atas persoalan yang sedang dia hadapi saat ini.


Setalah melakukan sholat istikharah selama tujuh hari berturut-turut di setiap malamnya Adira selalu mendapatkan mimpi yang sama dan tinggal satu hal lagi yang harus Adira lakukan sebelum memberikan jawaban kepada Rendra.


Tut...


Tut...


Tut..


Saat ini Adira sedang menghubungi ponsel Ayahnya untuk meminta saran sebagai salah satu syarat untuk memperoleh jawaban yang terbaik.

__ADS_1


" Assalamualaikum nak. " suara Ayahnya menyapa indra pendengarannya membuat Adira langsung menyunggingkan senyumnya.


" Wa'alaikumsalam Yah, Ayah lagi di mana? Adira mengganggu tidak " Adira bertanya karena dirinya takut mengganggu waktu istirahat Ayahnya di siang hari ini.


" Ayah lagi ngadem duduk di belakang sama Ibu memangnya ada apa nak? Tumben kamu nelpon lagi bukannya tadi malam baru saja nelpon? " Abdullah menjawab sekaligus melontarkan pertanyaan karena tidak biasanya putrinya menghubungi dalam waktu yang berdekatan.


" Begini yah sebenarnya ada yang ingin Adira tanyakan sama Ayah dan Ibu. " Adira sengaja menjeda ucapannya.


" Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan nak? Sepertinya penting sekali? " Abdullah langsung menyalakan speaker ponselnya karena istrinya pun ikut penasaran juga.


" Begini yah sebenarnya satu Minggu yang lalu Mas Rendra meminang Adira untuk menjadi istrinya tapi Adira belum menjawaban karena Adira minta waktu satu selama satu minggu untuk berpikir dan hari ini adalah waktunya untuk menjawab, menurut Ayah dan Ibu Adira Adira harus jawab apa? " Adira menjelaskan secara rinci sekaligus meminta pendapat dari kedua orangtuanya.


Kedua orangtuanya Adira diam untuk beberapa saat sebelum suara Khadijah memecah keheningan di antara mereka.


" Adira, yang bisa menjawab hanya kamu sayang, Ibu dan Ayah hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu tetapi jika kamu bingung sebaiknya kamu sholat istikharah untuk meminta petunjuk dari Allah SWT sayang. " ucap Khadijah dengan suaranya yang lembut dan mampu menenangkan Adira.


" Terima kasih banyak Ibu, Ayah kalau begitu sudah dulu ya, Assalamualaikum. " Pamit Adira yang langsung memutuskan sambungan teleponnya setelah mendapatkan jawaban dari kedua orangtuanya.


Selesai menghubungi kedua orangtuanya Adira semakin yakin dengan jawabannya dan semoga ini adalah yang terbaik untuk dirinya. Setelah itu Adira melanjutkan pekerjaannya hingga tiba waktunya bagi Adira untuk memberikan jawaban.


" Bagaimana jawaban kamu Adira? ini sudah satu minggu sejak hari dimana aku melamar kamu untuk menjadi istriku? " Rendra bertanya to the point karena dirinya sudah tidak sabar menantikan jawaban dari Adira.


Saat ini mereka bertiga sedang duduk di ruang keluarga setelah mereka selesai makan malam dan Adira sudah menyelesaikan pekerjaannya.


" Sebelumnya terima kasih karena Mas Rendra sudah memberikan Adira waktu untuk memikirkan jawabannya, setelah Adira melakukan sholat istikharah selama tujuh hari berturut-turut dan Alhamdulillah Allah sudah memberikan jawabannya. " ucap Adira namun dirinya sengaja menjeda ucapannya.

__ADS_1


" Lalu apa jawaban kamu Adira? Jangan bikin saya penasaran? " Rendra menyahut dengan jantung yang berdetak dengan sangat kencang menantikan jawaban dari Adira.


" Ayo Adira apa jawaban kamu? jangan buat kami ikut penasaran juga? " timpal Hani yang sama penasarannya dengan Rendra.


__ADS_2