Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 90


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Adira sedang hamil hari-hari yang mereka jalani jauh lebih berwarna dan lebih bahagia namun hal itu juga dilengkapi dengan pusing yang Rendra yang menuruti ngidamnya Adira yang sangat aneh.


Terkadang Rendra sampai mengelus dadanya sendiri berusaha bersabar saat menghadapi sifat istrinya sering berubah-ubah dalam waktu sekejap saja, terkadang saat sedang lagi bahagia tiba-tiba Adira memukulnya dengan alasan bahwa dia sangat membenci suaminya, namun setelah itu bisa saja tiba-tiba Adira langsung memeluk Rendra dengan erat dan mencium seluruh wajahnya sambil berkata bahwa Adira sangat mencintai suaminya.


Namun meskipun begitu Rendra sama sekali tidak merasa terganggu malahan dia sangat bahagia sekali dan selalu menjadi suami siaga yang selalu menjaga dan selalu ada untuk istrinya, karena Adira mengandung tiga bayi kembar jadi ukuran perutnya tiga kali lebih besar dari kehamilan biasa. Saat melihat perut istrinya Rendra sering bergidik ngeri karena takut tiba-tiba perut istrinya akan meletus.


Ketika Rendra sedang sibuk menuruti ngidamnya sang istri dan selalu menjadi suami yang siaga, di sisi lain Hani yang selalu menjadi orang yang paling memperhatikan asupan makanan dan juga vitamin yang Adira konsumsi setiap hari.


Di kehamilannya yang kali ini Adira benar-benar merasakan perbedaan yang sangat luar biasa dan Adira sangat bersyukur sekarang dirinya sudah dikelilingi oleh orang-orang yang begitu sangat mencintai dan menyayangi dirinya.


Bukan hanya Rendra dan Hani saja yang berbahagia, Abdullah dan Khadijah juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan mereka, bahkan setiap satu bulan sekali Abdullah dan Khadijah pasti akan berkunjung ke rumah besannya untuk menemui Putri mereka.


Walaupun Abdullah dan Khadijah yang mendatangi mereka namun Rendra selalu meminta Agus sebagai sopir pribadi Adira untuk selalu menjemput dan mengantar Abdullah dan Khadijah. Saat ini kehamilan Adira sudah menginjak usia 9 bulan, dan sudah dua minggu ini Abdullah dan Khadijah tinggal bersama mereka demi menyambut lahirnya cucu pertama mereka.


Segalanya sudah dipersiapkan oleh Hani dan juga Khadijah yang secara bersama-sama seperti berbelanja, menyusun, serta mendekorasi kamar yang nantinya akan digunakan oleh ketiga anak kembar Adira dan juga Rendra.


Di saat keluarganya sedang mempersiapkan untuk menyambut kehadiran anaknya, Adira sama sekali tidak diperkenankan untuk membantu bahkan semenjak dia dinyatakan hamil Adira tidak boleh melakukan aktivitas apapun selain makan, istirahat, dan melakukan senam kehamilan yang rutin ia jalani.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi tapi secara tiba-tiba Adira merasakan sakit yang sangat luar biasa hebatnya, sebenarnya setelah dirinya selesai salat Isya Adira sudah merasakan mulas dan sudah mengeluarkan tanda bahwa sebentar lagi akan melahirkan.


Tapi karena rasa sakitnya masih hilang timbul dan masih dapat ditahan makanya Adira hanya diam saja dan tidak memberitahukan nya kepada siapapun. Saat rasa sakitnya datang Adira hanya menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkan secara perlahan lewat mulut. Tapi sekarang rasa sakitnya benar-benar luar biasa dan Adira sampai mencengkram lengan suaminya hingga Rendra yang sedang tertidur pulas langsung terbangun saat merasakan sakit di lengannya.


" Huuuuh huuuuh heeessttt. " Adira mengatur napasnya saat gelombang cinta dari ketiga calon anaknya datang.

__ADS_1


" Awww kamu kenapa sayang? " Rendra langsung terbangun saat lengannya terasa sakit.


" Sa-sakit Mas. " hanya itu kata yang mampu Adira ucapkan karena gelombang cintanya kembali datang.


" Apa kamu akan melahirkan sayang? " tiba-tiba otak Rendra menjadi blank seketika


" Iya Mas, ayo ke rumah sakit sekarang. " Adira masih bisa menjawab di sela-sela rasa sakitnya.


" Huuuuh sakit Mas. " rintih Adira.


Dalam sekejap Rendra langsung menyambar hijab istrinya dan langsung memakaikan nya, Setelah itu Rendra langsung menggendong istrinya dan membawanya menuju ke mobil yang selalu standby di depan rumah jika tiba-tiba Adira akan melahirkan seperti sekarang ini.


Setelah mendudukkan istrinya di samping pengemudi Rendra segera masuk ke dalam mobilnya lalu mulai melajukan nya meninggalkan rumah mereka.


" Iya Mas. " jawab Joko sambil membuka pintu pagar.


Setelah itu mobil Rendra melesat kencang menuju ke rumah sakit tempat biasanya Ia membawa istrinya kontrol setiap bulannya.


Begitu sampai di rumah sakit Rendra beserta perawat langsung membawa Adira menuju ke ruang persalinan karena ternyata pembukaannya lengkap dan siap untuk melahirkan.


Rendra ikut masuk ke dalam ruang persalinan menemani istrinya melahirkan, sungguh Rendra sangat tidak tega bahkan dia sampai meneteskan air matanya saat melihat perjuangan sang istri melahirkan.


Setelah berjuang selama beberapa saat akhirnya bayi pertama mereka lahir dengan jenis kelamin laki-laki, Rendra langsung mengucap syukur begitu juga dengan Adira. Namun kebahagiaan mereka semakin bertambah saat anak kedua mereka lahir dengan jenis kelamin laki-laki juga.

__ADS_1


Air mata Rendra sudah mengalir deras antara bahagia bercampur khawatir saat melihat kondisi istrinya yang sudah lemas namun masih harus mengeluarkan satu bayi mereka lagi.


Dengan sisa tenaganya Adira melahirkan satu bayi mereka lagi yang berjenis kelamin perempuan, tangis ketiga bayi mereka memenuhi seluruh ruang bersalin. Rendra melakukan sujud syukur ketika istri dan ketiga bayinya sehat dan selamat.


Saat dokter Gigi menyelesaikan pekerjaannya Rendra di minta untuk keluar dan saat di luar dia sudah di sambut oleh tangis orangtuanya yang ternyata sudah menunggu di luar ruang bersalin.


Ternyata setelah Rendra pergi, Joko langsung masuk ke dalam rumah dan memberitahukan pada Hani jika Adira akan melahirkan. Hani terkejut bukan kepalang saat mendengar bahwa Adira akan melahirkan, dia langsung membangunkan Abdullah dan Khadijah lalu mereka bertiga segera meluncur ke rumah sakit tanpa sempat berganti pakaian.


Saat mereka tiba di depan ruang persalinan suara tangis bayi terdengar dan mereka bertiga langsung mengucap syukur karena mereka tau itu adalah suara tangis cucu pertama mereka.


" Mama. " Rendra langsung memeluk Mamanya dan tangis Rendra kembali pecah.


" Selamat ya Nak kamu sudah menjadi seorang Papa. " ucap Hani sambil mengusap lembut punggung Rendra.


" Terima kasih banyak Ma. " Rendra menjawab seraya melerai pelukannya.


" Selamat ya Rendra? " ucapan selamat juga Rendra dapatkan dari Abdullah dan juga Khadijah.


" Terima kasih Ayah, Ibu. " jawab Rendra tersenyum.


" Bagaimana keadaan Adira nak? Dia baik-baik saja kan? " Khadijah bertanya karena dia sangat menghawatirkan kondisi putrinya yang melahirkan tiga bayi sekaligus.


" Alhamdulillah Adira tidak apa-apa Bu dan anak kami pun semuanya sehat. " jawab Rendra.

__ADS_1


Setelah itu Rendra di temani oleh Abdullah menuju ke ruang bayi untuk mengadzani ketiga anaknya. Saat pertama kali melihat wajah ketiga anaknya secara jelas air mata Rendra kembali menetes karena dia sama sekali tidak menyangka jika dia bisa sampai di titik ini.


__ADS_2