Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 89


__ADS_3

Setelah membayar tagihan makanannya Rendra dan Hani segera kembali ke dalam mobil dan mendapati Adira yang sedang menangis.


" Ya Allah kamu kenapa sayang? " Rendra terkejut mendapati istrinya yang sedang menangis padahal baru saja tadi istrinya itu sedang marah-marah.


" Kamu kenapa Nak? " Hani bertanya dengan lembut sambil duduk di bangku belakang bersama Adira.


" Mama Mas Rendra jahat dia kasi Adira makan makanan yang tidak enak. " Adira menjawab sambil menangis tersedu-sedu.


Hani dan Rendra hanya saling pandang melihat kelakuan Adira yang sangat aneh menurut mereka.


" Ya udah sekarang kamu mau makan apa nanti biar Rendra carikan ya? " Hani berbicara sambil mengusap lembut kepala Adira yang di tutupi hijab.


Adira langsung menghentikan tangisnya dan menjawab dengan semangat.


" Adira mau toge goreng Ma? " jawab Adira dengan mata yang berbinar.


" Toge goreng cari di mana Ma pagi-pagi begini? " Rendra bertanya sambil berpikir.


" Mama pun gak tau Ren, kalau agak siangan biasanya di depan mini market ada tapi kalau pagi-pagi begini kayaknya gak ada deh. " Hani menjawab sambil ikut berpikir juga.


Mendengar hal itu senyum Adira mendadak luntur dan matanya mulai berkaca-kaca lagi dan siap untuk menangis.


" Eh eh jangan menangis sayang iya-iya kita cari penjual toge gorengnya ya sayang. " Rendra berbicara dengan lembut dan Adira pun hanya mengangguk tanpa menjawab.


Rendra segera melajukan mobilnya mencari penjual toge goreng di pagi hari, pasalnya saat ini jam masih menunjukkan pukul 6 pagi jadi sangat sulit untuk mencari penjual toge goreng.


Mereka berkeliling dan terus berkeliling hingga jam hampir menunjukkan pukul 7 pagi barulah ada penjual toge goreng yang berjualan di dekat pasar.


" Ren, Ren itu ada penjual toge goreng. " Ucap Hani dan Rendra segera menghentikan mobilnya di depan penjual toge goreng tersebut.

__ADS_1


" Mas beli dulu ya sayang. " pamit Rendra yang akan turun dari mobilnya.


" Hmm. " Adira hanya berdehem saja karena dirinya tiba-tiba kembali kesal dengan suaminya itu.


Rendra segera memesankan toge goreng tersebut.


" Ini sayang toge goreng gorengnya. " Rendra memberikan sepiring toge goreng untuk istrinya.


Adira yang tadinya sangat bersemangat saat melihat suaminya yang datang sambil membawa piring, secara tiba-tiba langsung berubah 180° saat melihat penampakan toge goreng yang sebenarnya normal sewajarnya penampakan toge goreng pada umumnya namun di mata Adira toge goreng tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Adira hanya diam sambil menatap suaminya dengan kesal, Adira sama sekali tidak mau menerima piring yang di sodorkan oleh suaminya.


" Sayang ini toge gorengnya ayo di makan? " Rendra berbicara lagi sambil tersenyum manis.


" Ini namanya toge rebus Mas bukan toge goreng, Adira maunya toge yang di goreng bukan di rebus seperti ini. " Cerocos Adira.


" Adira toge goreng kan memang seperti ini sayang bentuknya. " Hani berujar dengan lembut.


" Tapi Adira maunya toge yang benar-benar di goreng Ma bukan yang seperti ini. " Adira menjawab sambil kedua matanya berkaca-kaca.


Rendra bertanya lewat tatapan matanya dan Hani yang benar-benar tidak mengerti hanya menggelengkan kepalanya saja, Namun setelah itu Rendra mendapat panggilan dari rumah sakit jika dokter Gigi sudah datang.


Dengan terpaksa Rendra menghabiskan toge goreng tersebut walau pun perutnya sudah sangat kenyang dan ingin meledak rasanya, tapi dari pada mubazir lebih baik dia habiskan.


Setelah mengembalikan piring penjual toge goreng tersebut Rendra kembali melajukan mobilnya ke rumah sakit. Karena sudah mendaftar terlebih dahulu, saat sampai di depan ruang praktik dokter Gigi mereka langsung masuk ke dalam dan di sambut hangat oleh dokter Gigi.


" Selamat pagi Ibu Bapak. " sapa dokter Gigi dengan ramah.


" Pagi dokter. " Mereka menjawab bersama-sama.

__ADS_1


Hani dan Adira duduk di kursi depan dokter Gigi sementara Rendra berdiri di belakang mereka. Hani segera menyampaikan keluhan yang di alami oleh Adira, lalu dokter Gigi meminta Adira berbaring untuk di periksa.


Dokter Gigi segera melakukan USG sebagai pemeriksaan awal, sesuai dengan keterangan mereka yang mengatakan jika Adira sudah tidak memiliki rahim lagi dokter Gigi segera mengarahkan alat USG tersebut dan ternyata pernyataan dari dokter Gigi membuat mereka sangat terkejut.


" Bagaimana dok istri saya tidak kenapa-kenapa kan? " Rendra bertanya saat dokter Gigi hanya diam sambil menatap layar monitor dengan serius.


" Sebelumnya saya mau bertanya apa setelah operasi saat itu Ibu Adira bertanya pada dokter yang memeriksa jika rahim Ibu benar-benar diangkat? " dokter Gigi bertanya dengan serius.


" Hmm tidak dok, saya mengetahui bahwa rahim saya di angkat dari mantan Ibu mertua dan mantan suami saya. " Adira menjawab dengan jujur.


" Oh begitu berarti mantan suami dan mantan Ibu mertua anda sepertinya sudah berbohong karena di sini yang terlihat bahwa anda masih memiliki rahim dan bahkan saat ini anda sedang mengandung dengan usia kehamilan 18 Minggu. " ungkap dokter Gigi membuat Adira, Rendra dan Hani sangat syok hingga tidak bisa berkata-kata.


" Dan bisa di lihat di layar monitor ini jika di sini terdapat tiga janin yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam rahim Ibu Adira. " ungkap dokter Gigi lagi.


Degh...


Mereka bertiga semakin syok mendengarnya mereka bertiga sama sekali tidak menyangka jika hal ini akan terjadi, Adira dan Hani sampai meneteskan air matanya sebagai ungkapan rasa bahagia mereka. Jangankan mereka berdua Rendra yang laki-laki saja juga meneteskan air matanya karena dia benar-benar merasa terharu dan bahagia yang tidak bisa di ungkapkan nya dengan kata-kata.


Tadinya dia hanya ingin hidup bahagia bersama istri dan Mamanya saja tapi Allah sangat baik hingga memberikannya hadiah yang paling berharga di dalam hidupnya, saking baiknya Allah tidak memberikannya satu melainkan tiga sekaligus.


Dokter Gigi yang melihat pasiennya menangis ikut merasakan kebahagiaan mereka, karena sebagai seorang wanita yang sudah memiliki anak tentu dokter Gigi tau bagaimana bahagianya saat akan menjadi orangtua, apa lagi ini mereka akan mendapatkan tiga anak kembar yang sangat jarang sekali terjadi.


Dokter Gigi lanjut memeriksa kandungan Adira dan beruntungnya semuanya sehat dan perkembangannya juga sangat baik sekali. Tapi meskipun begitu Adira tetap harus banyak istirahat dan tidak boleh melakukan banyak aktivitas.


Mereka bertiga memang menangis tapi mereka menangis bahagia karena akan mendapatkan tiga anggota keluarga baru yang tidak pernah mereka sangka jika akan hadir di tengah-tengah keluarga mereka.


Sekarang rasa penasaran mereka atas sikap Adira tadi pagi terjawab sudah, pantas saja sikap Adira tadi pagi sangat sensitif dan moodnya cepat berubah ternyata ada tiga malaikat kecil yang sedang tumbuh di rahimnya.


" Alhamdulillah ya Allah engkau memberikan hadiah yang tidak pernah kami sangka-sangka sebelumnya, ini adalah hadiah yang paling berharga dalam hidup kami. " Batin Rendra yang sejak awal keluar dari ruangan dokter Gigi selalu merangkul istrinya dan tidak pernah melepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2