
Selesai semuanya Adira segera berlalu dari dapur menemui Hani yang sedang bersantai di dekat kolam renang.
" Ibu pekerjaan Adira sudah selesai, kalau begitu Adira pamit pulang dulu ya? " pamit Adira dengan sopan.
" Ya sudah kamu boleh pulang Adira tapi ingat besok jangan sampai terlambat ya. " ucapan Hani mengingatkan sambil menatap Adira.
" Iya Bu besok Adira tidak akan terlambat, Assalamualaikum. "
" Wa'alaikumsalam. " jawab Hani.
Adira segera berlalu dari hadapan Hani melewati jalan yang tadi dia lalui bersama Joko.
" Bagaimana Mbak Adira diterima tidak? " tanya Joko saat melihat Adira yang sudah keluar dari dalam rumah.
" Alhamdulillah saya diterima pak Joko. " jawab Adira dengan senyuman.
" Alhamdulillah, semoga betah ya Mbak kerja di sini tapi saya yakin Mbak Adira pasti betahlah karena Ibu Hani orangnya baik banget Mbak dan bu Hani juga bukan majikan yang cerewet. " tutur Joko.
" Aamin semoga saja pak Joko, kalau begitu Adira permisi pulang dulu ya pak Joko Assalamualaikum. " ucap Adira berpamitan.
" Wa'alaikumsalam hati-hati di jalan mbak Adira. " sahut Joko sambil membukakan pintu pagar untuk Adira.
" Iya pak Joko sampai ketemu besok. " jawab Adira yang segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah mewah itu.
Adira berjalan dengan hati yang bahagia dan perasaan penuh sukacita, senyum manis selalu berkembang di wajah cantiknya mengingat mulai besok dia sudah bisa bekerja.
" Alhamdulillah terimakasih ya Allah akhirnya Adira bisa bekerja juga. " ucap Adira di dalam hati.
" Akhirnya Adira tidak perlu lagi mendengar ucapan ibu yang selalu bertanya kapan Adira bekerja. " gumam Adira yang masih tetap tersenyum bahagia.
Adira terus melangkahkan kakinya hingga tidak terasa dia sudah tiba di depan rumah Ibu mertuanya.
" Assalamualaikum. " ucap Adira saat masuk ke dalam rumah.
" Cepat kali pulangnya memangnya kamu sudah dapat pekerjaan. " sahut Nuryati yang sedang duduk di ruang tamu tanpa menjawab salam dari Adira.
" Adira sudah mendapatkan pekerjaan kok Bu. " jawab Adira dengan lembut.
__ADS_1
" Kerja di mana kamu? " tanya Nuryati.
" Adira kerja di rumah mewah yang ada di depan supermarket itu Bu. " jawab Adira dengan senyuman.
" Kamu kerja di rumah Hani? " ujar Nuryati dengan mata yang berbinar.
" Berapa gaji kamu bekerja di sana? " tanya Nuryati dengan semangat.
" Adira nggak tahu Bu Adira nggak tanya. " jawab Adira membuat Nuryati menggeram marah.
" Kamu ini gimana sih! bisa-bisanya kerja gak tanya berapa gajinya. " sungut Nuryati kesal.
" Untuk apa Adira tanya Bu, jika sudah waktunya gajian nanti kan Adira tahu berapa nominalnya. " ujar Adira menjawab.
Nuryati semakin berang dan juga marah saat mendengar jawaban dari Adira yang sangat menjengkelkan menurutnya.
" Kamu ini gimana sih bisa-bisanya kerja tapi gak tau berapa gajinya jangan bodohlah jadi orang. " ucap Nuryati dengan suara yang meninggi.
" Gak apa-apa lah Bu, lagi pula Adira yakin Ibu Hani pasti memberikan gaji yang sesuai. " jawab Adira.
" Sesuai-sesuai, seharusnya tadi kamu tanya gajinya berapa jika gajinya sedikit minta yang banya,jika perlu minta gaji 5 juta sama majikan kamu itu dia kan orang kaya banyak uangnya pasti mampu gaji kamu 5 juta sebulan. " tutur Nuryati dengan mudahnya.
" Ya makanya kamu minta dong, jangan diem aja kaya orang bego. " ujar Nuryati dengan kasar.
" Adira ke kamar dulu ya Bu mau sholat dzuhur sudah terlambat. " pamit Adira yang segera berlalu dari hadapan Nuryati.
" Kamu mau kemana Adira Ibu belum selesai bicara. " Nuryati memanggil Adira dengan suara yang sedikit berteriak tapi Adira tetap melanjutkan langkah kaki menuju ke kamarnya.
Adira sengaja menyudahi pembicaraannya dengan sang ibu mertua karena jika diteruskan pembicaraan itu tidak akan pernah ada habisnya karena Adira dan ibu mertuanya tidak pernah satu pemikiran.
" Huuuh dasar menantu nggak punya sopan santun. " sungut Nuryati kesal.
" Dari pada aku semakin kesal lebih baik aku menonton televisi sajalah. " ucap Nuryati yang segera berlalu dari ruang tamu menuju ke ruang keluarga untuk menonton sinetron kesukaannya.
Sedangkan Adira setelah sampai di dalam kamarnya dia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri lalu melaksanakan kewajibannya sholat zuhur sendirian.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Tepat pukul 06.30 pagi Adira sudah menyelesaikan seluruh pekerjaannya. saat ini Adira baru saja selesai membersihkan diri lalu memakai pakaian yang nyaman.
" Mas David bangun mas. " ucap Adira membangunkan suaminya.
" Mas David ayo bangun. " Adira kembali membangunkan suaminya dengan cara menepuk pipinya dengan pelan.
" Eeennngghh ada apa sih sayang Mas masih ngantuk? " sahut David dengan muka bantal dan mata yang hanya tinggal 5 watt saja.
" Mas Adira mau pamit berangkat kerja. " ucap Adira membuat David pun langsung membuka kedua matanya.
" Kamu kerja di mana sayang pagi-pagi buta begini? " ujar David yang terkejut.
Secara spontan David langsung bangkit dari tidurnya menjadi duduk berhadapan dengan istrinya.
" Adira kerja di rumahnya Ibu Hani Mas yang rumahnya di depan supermarket sana. " ujar Adira memberitahu.
" Ibu Hani yang rumahnya paling mewah itu? " tanya David yang cukup terkejut.
" Kenapa Mas terkejut seperti itu? " tanya Adira seraya menatap bingung.
" Ya gak apa-apa sayang, tapi Mas heran aja kamu kok bisa di terima, sementara setahu Mas Ibu Hani itu sangat selektif sekali mencari asisten rumah tangga bahkan bulek Laila pun melamar jadi asisten rumah tangga di sana tidak di terima. " papar David menjelaskan.
" Masak sih Mas? Berarti rezeki Adira dong ya bisa bekerja di sana. " ujar Adira dengan senang.
" Bisa jadi sayang, lalu berapa gaji kamu kerja di sana? " tanya David yang penasaran.
" Adira gak tau Mas, Adira gak tanya sama Bu Hani. " jawab Adira dengan jujur.
" Kamu ini gimana sih sayang masak kerja tapi gak tau gajinya berapa? seharusnya sebelum kerja kamu tanya dulu gajinya berapa jangan nanti kamu udah capek-capek kerja tapi gajinya tidak sesuai. " tutur David yang sedikit kesal dengan istrinya.
" Iya kan nanti saat gajian Adira juga tau Mas gajinya berapa. " sahut Adira dengan mudahnya membuat David semakin kesal di buatnya.
" Ya gak bisa gitu sayang, dalam dunia kerja kita harus tau dulu berapa upah yang akan kita dapatkan jika cocok ya kerjakan tapi kalau tidak cocok bisa di nego sampai jadi atau kita cari bisa kerjaan lain lagi. " tutur David lagi.
" Iya Adira tau Mas, tapi sepertinya Ibu Hani itu orang yang baik jadi Ibu Hani pasti memberikan upah yang sesuai Mas. " jawab Adira yang selalu berprasangka baik kepada orang lain.
" Astaga sayang. " ucap David sampai menepuk keningnya sendiri.
__ADS_1
" Ya sudahlah terserah apa kata kamu saja, yang penting tugas utama kamu sebagai seorang istri jangan sampai kamu lupakan hanya karena kerja di rumah orang kaya itu. " ujar David dengan tegas.