
Selesai menghubungi David dan Aura, Nuryati segera meletakkan ponselnya kembali di atas ranjang lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri Nuryati segera mengenakan pakaian berupa celana jeans biru yang panjangnya hanya selutut, serta memakai blouse lengan panjang berwarna cream muda.
Tidak lupa Nuryati juga memoles wajahnya dengan make up serta memakai satu set perhiasan andalannya, setelah menata rambutnya Nuryati menggunakan kacamata hitam agar penampilannya terlihat lebih sempurna.
" Perfect. " gumam Nuryati yang tersenyum saat melihat pantulan dirinya di depan cermin.
Selesai bersiap-siap Nuryati mengambil tas jinjing miliknya lalu dia memasukkan uang yang tadi di dapatkannya dari Adira, setelah itu barulah Nuryati keluar dari dalam kamarnya.
" Ibu mau ke mana? " sapa Adira di saat dia yang juga baru saja keluar dari dalam kamarnya.
" Bukan urusanmu. " jawab Nuryati dengan ketus, lalu dia melanjutkan langkah kakinya menuju ke pintu depan.
Setelah keluar dari dalam rumahnya Nuryati menghentikan sebuah taksi yang secara kebetulan sedang melintas di depan rumahnya.
" Mall xyz ya? " pinta Nuryati pada sang sopir taksi.
" Baik Bu. " jawab sang sopir taksi yang segera melajukan roda empatnya menuju ke mall yang menjadi tujuan Nuryati.
30 menit kemudian Nuryati pun tiba di mall tersebut, setelah membayar ongkos taksi Nuryati segera masuk ke dalam mall dan bertepatan dengan itu Aura pun sudah sampai juga.
" Tanteeee... " panggil Aura saat melihat Nuryati yang akan masuk ke dalam mall.
Merasa namanya dipanggil Nuryati memutar tubuhnya dan melihat Aura yang sedang berjalan setengah berlari menuju ke arahnya.
" Ternyata kamu sudah sampai juga Aura? " tanya Nuryati di saat Aura sudah berdiri di hadapannya.
" Iya Tante aku kira aku terlambat. " jawab Aura.
Aura dan Nuryati melangkahkan kakinya bersama-sama masuk ke dalam mall tersebut.
" Kita mau ke mana dulu nih tante? " tanya Aura.
" Bagaimana kalau kita belanja dulu setelah itu baru ke salon? " usul Nuryati.
" Boleh tante ayo kita belanja sekarang? biar aku yang bayar. " sahut Aura.
" Beneran kamu mau belanjain tante? " tanya Nuryati dengan kedua mata yang berbinar senang.
__ADS_1
" Iya dong Tante untuk calon Ibu mertuaku apa sih yang enggak. " jawab Aura membuat senyum Nuryati semakin berkembang dengan lebar.
Setelah itu Nuryati dan Aura melanjutkan langkah kakinya menuju ke salah satu store pakaian dengan merek yang terkenal di sana.
Setelah puas mencari dan memilih pakaian yang mereka inginkan Aura dan Nuryati segera menuju ke kasir untuk membayar, seperti janjinya Aura lah yang akan membayar seluruh tagihan belanjanya.
Tidak tanggung-tanggung baik Aura maupun Nuryati mereka sama-sama membawa tiga buah paper bag yang ukurannya besar.
" Terimakasih ya Aura kamu sudah belanjain Tante pakaian sebanyak ini. " ucap Nuryati dengan senyum yang masih berkembang di wajahnya.
" Sama-sama Tante, sekarang ayo kita ke salon aku udah nggak sabar pengen perawatan supaya nanti aku kelihatan semakin cantik ketika bertemu dengan David. " ujar Aura dengan semangat.
Mereka berdua kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ke persinggahan yang selanjutnya, sampai di salon mereka menghabiskan waktu hampir 2 jam lamanya hingga saat keluar dari salon jam sudah menunjukkan pukul 07.00 lewat 15 malam.
" Bagaimana Tante aku udah kelihatan cantik belum? " tanya Aura.
" Kamu cantik sekali Aura sangat cantik. " jawab Nuryati memuji.
Kriingg...
Kriingg...
Kriingg...
" Siapa sih yang nelpon. " ucap Nuryati seraya mengambil ponsel miliknya.
Setelah mengetahui bahwa David yang menghubunginya, dalam satu sentuhan Nuryati menjawab panggilan David.
" Halo David ada apa? " tanya Nuryati sambil tetap melangkahkan kakinya menuju ke restoran di mana tempat dia janji temu bersama David.
" Ibu dan Adira lagi di mana sih? aku udah sampai di restoran nih. " jawab David sembari bertanya.
" Iya David sabar ini Ibu lagi di jalan sebentar lagi sampai. " sahut Nuryati.
" Oh ya udah Bu, aku duduk di tempat biasa ya di sudut sebelah kanan. " ucap David memberitahu.
" Oke ini Ibu udah mau sampai kok. " ujar Nuryati yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Nuryati dan Aura mempercepat langkah kakinya menuju ke restoran yang sudah ada di hadapan mereka.
__ADS_1
" Davidnya ada di mana Tante. " tanya Aura sembari celingukan mencari sosok David ke semua penjuru restoran.
" Itu David ada di sudut sebelah kanan ayo kamu ikutin Tante aja. " ajak Nuryati.l
Nuryati dan Aura melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam restoran dan dari kejauhan Nuryati dapat melihat punggung putranya yang sedang duduk membelakangi pintu masuk.
" Maaf ya David sudah membuat kamu menunggu lama? " ucap Nuryati yang mendudukkan dirinya tepat di depan David.
" Iya Bu nggak apa-apa loh istriku mana Bu? kok malah Aura yang ada di sini? " tanya David dengan ekspresi wajah yang terkejut karena dia tidak melihat keberadaan istrinya.
" Adira ada di rumah, dia tidak ingin ikut tadi padahal sudah Ibu paksa tapi ya gitu dia tetap saja tidak mau ikut, jadi daripada Ibu sendirian di mall lebih baik Ibu mengajak Aura saja. " jawab Nuryati berbohong.
" Masak sih Bu Adira tidak mau ikut? Atau aku jemput saja ya sekarang supaya kita bisa makan malam di luar bersama? " usul David namun dengan cepat di cegah oleh Nuryati.
" Sepertinya gak usah di jemput deh soalnya Ibu udah laper banget! kalau harus nunggu lagi kayanya asam lambung Ibu bakalan kambuh. " Sahut Nuryati .
" Tapi kasihan Adira Bu, dia makan sendirian di rumah atau Ibu makan malam berdua saja sama Aura aku pulang saja. " usul David lagi.
" Eh gak bisa begitu dong David, kita udah sampai di sini masa kamu mau pulang sih? Heessttt aaw. " ucap Nuryati yang tiba-tiba merintih sambil memegang perutnya.
" Ibu Kenapa Bu? " tanya David panik.
" Sepertinya Asam lambung Ibu mulai kambuh deh, ayo kita pesan makanan sekarang ya? " jawab nuryati dengan ekspresi wajah yang pura-pura kesakitan.
" Oke-oke Bu kita pesan makanan sekarang juga. " sahut David yang langsung memanggil waitress untuk memesan makanan.
Akhirnya David pun makan malam bertiga bersama Ibunya dan juga Aura, baik Nuryati maupun Aura mereka sama-sama senang karena langkah untuk membuat David dan Aura dekat berjalan dengan baik walaupun progressnya sedikit lambat.
" Ibu banyak banget belanjanya dapat uang dari mana? " David bertanya dengan kedua alis yang berkerut di saat mereka baru saja selesai makan.
" Ibu di belanjain sama Aura bahkan tadi Ibu perawatan di salon pun di bayarin Aura juga. " jawab Nuryati seraya tersenyum.
" Oh terimakasih ya Aura kamu sudah belanjain ibu sebanyak Ini? " ucap David yang berbicara dengan Aura.
" Sama-sama David aku seneng kok bisa belanja bareng Ibu kamu. " jawab Aura seraya tersenyum manis untuk David.
" Ibu juga senang belanja bareng kamu Aura, gak seperti istrinya David itu yang taunya hanya beberes rumah aja. " sindir Nuryati.
" Ibu gak boleh gitu ah, di kan istriku Bu. " ucap David mengingatkan sementara Nuryati hanya memutar bola matanya malas.
__ADS_1