Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 51


__ADS_3

" David Ibu ke toilet sebentar ya? " pamit Nuryati di saat mereka baru saja selesai makan.


" Ya udah Bu tapi jangan lama-lama ya? " ucap David.


" Iya Ibu gak lama kok lagi pula ngapain juga Ibu lama-lama di dalam toilet. " sahut Nuryati yang mulai bangkit sambil membawa tas dan juga paper bag belanjaannya.


" Tas sama paper bag nya di tinggal aja Bu, ngapain di bawa-bawa. " cegah David.


" Gak apa-apa Ibu sekalian mau ganti pakaian, soalnya pakaian Ibu basah jadi gak nyaman. " tutur Nuryati yang mulai bangkit dari duduknya.


" Aura Tante ke toilet dulu ya? " pamit Nuryati sambil mengedipkan salah satu matanya.


" Iya Tante. " jawab Aura sembari tersenyum penuh arti.


Nuryati mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah toilet, namum saat Nuryati berada di depan pintu toilet Nuryati berbalik arah menuju ke pintu keluar lalu Nuryati berjalan di samping seorang wanita yang bertubuh tinggi besar yang secara kebetulan akan mengarah ke pintu keluar restoran juga.


Nuryati terus berjalan di samping wanita itu hingga dia berhasil keluar dari dalam restoran tanpa David ketahui.


" Ibu ke mana ya kok belum balik juga? " ucap David di saat dia sudah menunggu selama 15 menit tapi ibunya belum juga kembali.


" Iya ya kok tumben Tante lama banget padahal cuma ke toilet, coba aja deh ditunggu 5 menit lagi. " sahut Aura yang berpura-pura tidak mengetahui apapun.


5 menit telah berlalu tapi Nuryati belum juga keluar dari dalam kamar mandi.


" 5 menit udah lewat tapi Ibu kok belum keluar juga ya? " ucap David dengan nada suara yang terdengar panik.


" Jangan panik David tenang aja, coba aja telepon tante Yati? " usul Aura lalu tanpa berpikir dua kali David langsung mengambil ponsel miliknya dan segera menghubungi ibunya.


Tut...


Tut...


Tut...


Dalam dering ketiga panggilannya sudah di jawab oleh Ibunya.

__ADS_1


" Halo David maaf ya Ibu lupa bilang sama kamu, kalau Ibu pulang duluan soalnya tiba-tiba kepala ibu pusing banget dan Ibu nggak sempat ngomong sama kalian berdua. " ucap Nuryati di sebrang sana.


" Astaga ibu, sekarang Ibu lagi ada di mana biar aku jemput ya kita ke rumah sakit? " ucap David yang semakin panik.


" Ibu sekarang dalam perjalanan pulang ke rumah ini sebentar lagi juga sampai. " jawab Nuryati.


" Astaghfirullah ibu sakit kok nggak bilang-bilang sih ya udah aku pulang sekarang ya? " ujar David.


" Eh kamu jangan pulang dulu David Ibu minta tolong bisa nggak? " pinta Nuryati.


" Bisa Bu, Ibu meminta tolong apa rupanya? " sahut David bertanya.


" Begini David Ibu mau minta tolong kamu, tolong kamu antarkan Aura pulang ke rumah ya kasihan ini sudah malam nggak baik anak gadis pulang malam-malam sendirian. " tutur Nuryati.


" Apa Bu mengantar Aura pulang? Ibu nggak salah memintaku yang mengantar Aura pulang? " ucap David yang terdengar tidak setuju.


" Ibu minta tolong sekali sama kamu David mau ya kamu mengantar Aura pulang? tadinya sih ibu yang berjanji mau mengantarkan dia pulang tapi berhubung kepala ibu pusing jadi Ibu minta tolong sama kamu ya? " pinta Nuryati dengan suara yang memohon.


" Tapi Bu. " ucap David tertahan.


" Tolong ya David kamu antarkan Aura pulang? Kamu lihat sendiri kan tadi Aura udah belanjain Ibu banyak banget, ditambah lagi tadi Aura juga bayarin perawatan ibu di salon. Kamu pasti bisa bayangin kan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk ibu, ibu nggak enak kalau dia harus pulang sendirian lagi pula ini sudah malam! ayolah David kamu antar Aura pulang ya please ibu mohon? " pinta Nuryati sekali lagi dengan suara yang terdengar lebih memohon lagi.


" Baiklah Bu David akan mengantarkan Aura pulang. " jawab David dengan terpaksa.


" Terimakasih ya David, kalau begitu Ibu matikan dulu teleponnya soalnya Ibu sudah mau sampai nih? nanti kamu hati-hati di jalan ya? " ucap Nuryati yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Aura tampak tersenyum senang karena rencananya dengan Nuryati berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan mereka.


" Tante Yati ada di mana David? " tanya Aura yang masih berpura-pura tidak mengetahui apapun.


" Tadi mama bilang katanya kepalanya pusing jadi Mama pulang duluan. " jawab David memberitahu.


" Astaga Tante Yati sakit? terus keadaan Tante Yati sekarang gimana? " ujar Aura yang terlihat panik.


" Tadi sih Mama bilang katanya udah sampai rumah, kalau begitu ayo aku antarkan kamu pulang? " ajak David.

__ADS_1


" Kamu mau mengantarkan aku pulang? kayaknya nggak usah deh aku takut merepotkan kamu? " jawab Aura berpura-pura menolak.


" Udah nggak apa-apa ayo aku antar pulang nggak baik wanita pulang sendirian malam-malam begini. " ajak David lagi.


" Beneran nih nggak papa nggak ngerepotin kamu? " tanya Aura memastikan sekali lagi.


" Beneran nggak merepotkan kok, ya udah ayo kita pulang nanti keburu malam? " ucap David yang mulai bangkit dari duduknya.


" Ya udah deh ayo. " sahut Aura yang mulai bangkit berdiri juga.


" Siniin paper bag kamu biar aku yang bawa? " pinta David.


Aura lantas menyodorkan paper bag yang sedang dia bawa lalu David langsung mengambil alih paper bag tersebut.


Sebelum keluar dari restoran David membayar tagihan makanan mereka terlebih dahulu setelah itu barulah mereka berdua melangkahkan kakinya bersama-sama menuju ke parkiran di mana motor David berada.


" Ini beneran nggak apa-apa David kamu nganterin aku pulang? nanti istri kamu marah lagi sama aku? " tanya Aura.


" Udah nggak apa-apa nanti biar aku yang menjelaskannya pada istriku, insyaAllah dia tidak akan marah. " jawab David menenangkan.


Mereka melanjutkan langkah kakinya hingga mereka tiba di parkiran di mana motor David berada.


" Kamu gak apa-apa naik motor begini? " tanya David karena biasanya setiap kali Aura datang kerumahnya dia pasti selalu naik mobil.


" Iya gak apa-apa kok David, lagi pula sebelum aku sukses kerja di jepang aku kemana-mana juga naik motor. " jawab Aura sembari tersenyum.


" Ya udah kalau begitu ayo naik? " ajak David.


Aura lantas naik ke atas motor David dan dia langsung memeluk erat tubuh David dari belakang.


" Aura pegangannya biasa aja ya? Jangan di peluk gitu. " ucap David yang sedikit risih karena dia teringat dengan istrinya.


" Maaf ya David tapi udara malam ini dingin banget dan aku kedinginan. " jawab Aura.


Mendengar ucapan Aura David lantas membuka jaket yang selalu dia kenakan saat pergi ataupun pulang kerja dan memberikannya pada Aura.

__ADS_1


" Ini kamu bisa pakai jaket milikku, jadi kamu gak akan kedinginan dan kamu gak perlu peluk aku seperti itu. " ucap David.


Dengan terpaksa Aura menerima jaket David walaupun sebenarnya Aura sangat ingin memeluk erat tubuh David.


__ADS_2