
" Ya sudah besok mas tambahin ya sayang? " ucap David yang tidak ingin membuat masalah baru antara Ibu dan juga istrinya.
" Iya Mas. " jawab Adira.
" Ya sudah kalau begitu kita ke kamar yuk sayang? " Ajak David dan Adira pun mengangguk setuju.
Setelah itu Adira dan David bersama-sama menuju ke kamar untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah setelah beraktivitas seharian.
Keesokan harinya...
Setelah sholat subuh Adira yang baru saja selesai melipat mukena dan sajadah di panggil oleh suaminya.
" Sayang sini sebentar ? " panggil David yang sedang duduk di pinggir ranjang.
" Iya mas ada apa? " jawab Adira dengan lembut sambil mendudukkan dirinya di samping suaminya.
" Ini Mas masih ada uang simpanan Rp.1.000.000 yang bisa kamu pakai untuk menambah uang belanja yang diberikan oleh ibu. Seberapa pun uang yang di berikan oleh ibu di terima saja ya sayang? jangan diprotes jika uangnya kurang kamu gunakan saja uang ini sebagai tambahannya ya? " tutur David menjelaskan.
" Iya Mas terimakasih ya? " sahut Adira sambil menerima uang tersebut.
" Sama-sama sayang, kalau begitu kamu belanja sana? maaf ya mas gak bisa menemani kamu belanja hari ini? " ujar David lagi.
" Iya Mas gak apa-apa Adira izin keluar dulu ya Mas mau belanja? " pamit Adira yang langsung mencium punggung tangan suaminya.
" Iya sayang, kamu hati-hati ya? " jawab David.
Adira segera keluar dari dalam kamarnya menuju ke kedai (warung) Susi. Selesai berbelanja Adira kembali pulang ke rumahnya dan memulai aktifitas seperti biasanya. Setelah suaminya berangkat kerja, Adira lanjut beberes rumah hingga semua pekerjaannya selesai.
" Alhamdulilah akhirnya selesai juga. " ucap Adira yang baru saja selesai mengepel lantai lalu menyimpan peralatan kebersihannya lagi di kamar mandi belakang.
Setelah dari belakang, Adira bingung harus melakukan apa karena semua rumah sudah selesai.
" Nonton televisi aja ni kali ya? gak ada kerjaan lagi. " ucap Adira lagi yang segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga.
Walaupun sudah dewasa tetapi Adira masih sangat suka menonton film kartun anak kembar berkepala plontos yang menurut Adira sangat lucu dan menghibur
__ADS_1
" Hahaha.. " Adira terus tertawa saat menonton film kartun tersebut.
" Enaknya nyonya besar santai-santai gak ada kerjaan. " sindir Nuryati yang baru saja bangun tidur.
" Eh ibu sudah bangun, mau Adira siapkan makanan atau ibu mau dibikinkan teh manis? " ucap Adira saat melihat ibu mertuanya yang berbicara sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Gak usah sok baik, kamu santai-santai begitu memangnya udah selesai beberes? " tanya Nuryati dengan ketus.
" Semua pekerjaan rumah sudah selesai Bu. " jawab Adira lembut.
" Oh, beresin kamar ibu sekarang. " titah Nuryati yang langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang keluarga menuju ke meja makan.
Sampai di meja makan seperti biasanya, Nuryati langsung makan dengan lahapnya hingga semua makanan yang ada di atas meja habis semuanya tanpa menyisakan sedikitpun untuk Adira.
Sedangkan di dalam kamar Nuryati, Adira sedang membersihkan kamar ibu mertuanya yang hari ini jauh lebih kotor dari hari sebelumnya.
Adira membersihkan kamar ibu mertuanya sambil bersenandung kecil agar tidak terasa lelah dan jauh lebih semangat.
" Belum selesai? " tanya Nuryati yang berdiri di tengah pintu sambil berkacak pinggang setelah dia selesai makan siang.
" Lama banget sih beberesnya, cepetan dikit lah ibu mau mandi nih. " ujar Nuryati lagi.
" Iya Bu. " jawab Adira dengan patuh.
Adira pun mempercepat pekerjaannya hingga lima menit kemudian semua pekerjaan Adira selesai di lakukan.
" Adira sudah selesai Bu. " ucap Adira yang berbicara dengan ibu mertuanya yang sedang duduk di kursi dekat pintu kamarnya.
" hmm. " sahut Nuryati langsung melenggang pergi masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan terimakasih pada Adira.
Setelah ibu mertuanya masuk ke dalam kamar, Adira langsung melangkahkan kakinya menuju ke dapur karena tenggorokan kering.
" Astaghfirullah. " ucap Adira secara spontan saat melihat meja makan yang berantakan dan seluruh isinya sudah kosong.
" Habis semua makanannya. " gumam Adira dengan pelan.
__ADS_1
" Kalau habis begini, makan siang pakai apa aku nih? " gumam Adira lagi.
Karena tenggorokannya yang kering kembali terasa, Adira pun menuju dispenser untuk mengambil segelas air mineral lalu meneguknya hingga habis tak bersisa.
saat sedang minum tanpa sengaja tatapan mata Adira tertuju pada sebuah keranjang kecil yang ada di atas lemari pendingin. Karena penasaran Adira mengambil keranjang tersebut dan melihat isinya yang ternyata ada satu bungkus mie instan, yang saat dicek masa expired nya ternyata masih lama.
" Alhamdulillah masih ada mie instan yang bisa Adira masak untuk makan siang. " ucap Adira dengan senang sambil membawa satu bungkus mie instan tersebut ke meja dapur.
Karena sudah waktunya jam makan siang dan perutnya sudah keroncongan, Adira memilih untuk membereskan meja makan terlebih dahulu sebelum dirinya memasak mie instan tersebut.
" Ya Allah berikanlah aku kesabaran yang seluas samudra. " batin Adira berdoa di dalam hati.
dengan telaten Adira mengumpulkan butiran nasi yang tercecer di atas meja dan juga di atas lantai. setelah meja makan sudah rapi dan bersih seperti semula. Adira pun segera menuju ke meja dapur untuk memasak mie instan yang tadi dia temukan.
Selesai memasak Adira langsung menyantap mie instan tersebut Karena rasa lapar yang dia rasakan sudah tak tertahankan lagi.
" Alhamdulillah Adira masih diberi rezeki untuk makan siang, walaupun hanya makan dengan mie instan tapi karena perut yang sudah lapar rasanya sangat nikmat sekali. " ucap Adira yang telah selesai makan siang.
Tidak ingin membuat Ibu mertuanya kembali marah, Adira segera membereskan meja dapur bekas dia masak dan mencuci piringnya hingga semua kembali bersih dan rapi.
Bertepatan dengan itu adzan dzuhur pun sudah berkumandang, dengan segera Adira membersihkan diri lalu melaksanakan kewajibannya kepada sang pencipta seperti yang biasanya dilakukan.
Selesai sholat Adira yang memutuskan ingin tidur siang sebentar langsung tersentak kaget saat suara Ibu mertuanya kembali menggelegar memenuhi seluruh ruang kamarnya.
" Enak banget ya habis makan langsung tidur! anakku di luaran sana capek kerja istrinya di sini malah enak-enakan tidur siang. " ucap Nuryati dengan lantang sambil berkacak pinggang di tengah pintu kamar Adira.
" Astagfirullah Bu, Adira baru aja mau tidur Bu. lagi pula seluruh pekerjaan rumah kan sudah Adira selesaikan jadi nggak salah dong jika sekarang Adira mau istirahat sebentar sebelum nanti waktunya Adira masak lagi untuk makan malam. " tutur Adira menjelaskan.
" Alah alasan saja kamu, seharusnya ya sebagai istri kamu itu membantu suami kamu cari nafkah kerja di luar cari penghasilan. jangan cuma santai-santai aja di rumah nambahin beban David aja. "
" Kamu itu udah sama kayak benalu tau nggak, kerjaannya cuman numpang hidup saja sama anakku. " ucapan Nuryati membuat Adira sakit hati.
" Ya Allah, Ibu kok gitu sih ngomongnya? Adira kan istrinya Mas David bukan benalu. "sahut Adira dengan nada suara yang rendah.
" Kalau kamu bukan benalu, seharusnya kamu itu kerja cari uang bukan malah santai-santai di rumah mengharapkan uang dari David, David itu kerja untuk memenuhi kebutuhan ibu bukan kebutuhan istri benalu seperti kamu. " Lagi-lagi ucapan Nuryati kembali menyakiti hati Adira.
__ADS_1