
Karena terlalu lelah Adira tertidur dengan sangat pulas hingga jam sudah menunjukkan pukul 06.40 malam.
Adira langsung terkejut ketika telinganya mendengar suara adzan maghrib yang sedang berkumandang.
" Astaghfirullah. " ucap Adira yang langsung bangkit membuat suaminya juga ikut terkejut.
" Hoooammm, ada apa sayang? " David bertanya dengan muka bantalnya.
Adira langsung membulatkan kedua matanya saat melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan hampir jam 7 malam.
" Berapa jam kita tidur mas? sekarang sudah magrib. " ucap Adira yang langsung bangkit dari atas ranjang.
" Mana Mas tahu sayang, Mas kan juga tidur. " jawab David yang masih mengantuk.
Tanpa menjawab ucapan suaminya Adira langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. selesai membersihkan diri Adira keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati suaminya yang kembali tertidur pulas.
" Mas David ayo bangun, kita salat magrib berjamaah yuk. " ucap Adira yang membangunkan suaminya dengan cara menepuk pipinya dengan pelan.
" Kamu sholat duluan saja sayang, Mas masih mengantuk sekali. " ucap David yang langsung membelakangi istrinya dan melanjutkan tidurnya.
Karena waktu maghrib yang sangat singkat, Adira langsung melaksanakan sholat magrib sendirian. Selesai sholat Adira keluar dari dalam kamarnya menuju ke dapur untuk memasak makan malam.
" Kirain mau tidur selamanya. " sindir Nuryati yang baru saja selesai makan malam.
" Eh ibu udah makan? " ucap Adira yang mendapati Ibu mertuanya sedang meletakkan piring dan sendok ke dalam wastafel cuci piring.
" Memangnya matamu nggak lihat ibu baru selesai makan. " jawab Nuryati dengan ketus lalu keluar dari dapur menuju ke ruang keluarga untuk melanjutkan nonton tv-nya.
" Karena perutnya yang sudah sangat keroncongan Adira hanya memasak telur kecap sebagai lauk untuk makan malamnya.
Begitu lauk dan nasinya matang, David yang baru saja selesai mandi langsung menuju ke dapur karena mencium aroma masakan yang sangat wangi.
__ADS_1
" Kamu masak apa sayang harum sekali? " ujar David bertanya sambil mendudukkan dirinya di kursi makan.
" Adira hanya masak telur kecap Mas, ayo kita makan? " ajak Adira yang mendudukkan dirinya tepat di samping suaminya.
" Loh Ibu ke mana sayang? Ibu nggak ikut makan? " ucap David yang teringat dengan ibunya.
" Ibu sudah makan Mas. " jawab Adira yang mulai menyendokkan nasi dan lauk ke atas piring suaminya.
" Ibu sudah makan? bukannya kamu baru selesai masak. " ujar David yang kembali bertanya.
" Sepertinya ibu membeli makanan dari luar Mas. " jawab Adira lagi.
" Oh ya sudah kalau gitu,kita makan sekarang ya Mas juga sudah lapar. "Ucap David yang mulai menyantap makan malamnya.
Untuk pertama kalinya setelah pindah ke rumah Ibu mertuanya David dan Adira makan malam berdua karena biasanya mereka selalu makan malam bertiga.
Malam ini Adira merasa sangat bahagia karena Adira merasa suaminya sudah kembali seperti semula. Selesai makan malam David langsung menyusul mamanya yang sedang menonton televisi sedangkan Adera membereskan meja makan dan area dapur.
" Maaf Bu, aku merasa bersalah dan merasa berdosa aku sudah seperti menghianati istriku sendiri dan aku nggak bisa melakukan itu. " tutur David menjelaskan.
" Menghianati bagaimana? kamu kan hanya berkenalan kecuali kalau kamu menikah dengan Aura itu baru namanya menghianati. " jawab Nuryati dengan mudahnya.
" Tapi tetap saja Bu, apa yang aku lakukan tadi adalah hal yang salah dan sebagai seorang suami tidak seharusnya aku dekat dengan wanita manapun kecuali istriku. " ujar David lagi.
" Ah sudahlah terserah apa katamu tapi satu hal yang harus kamu tahu ibu dan Tante Yuli sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Aura. " ucap Nuryati dengan ekspresi wajah yang serius.
" Ibu ini apa-apaan sih main jodoh-jodohin aku segala! aku sudah menikah, aku sudah punya istri dan aku tidak akan pernah menikahi wanita lain hanya Adira yang akan menjadi istriku satu-satunya. " sahut David yang menolak rencana ibunya.
" Berani kamu menolak permintaan Ibu David? mau kamu jadi anak durhaka? " ujar Nuryati dengan suara yang lebih meninggi.
" Maaf Bu aku bukannya mau jadi anak durhaka tapi apa yang ibu lakukan itu adalah hal yang salah, Aku sudah menikah dan aku tidak boleh menghianati istriku lagi pula aku tidak ingin melakukan kesalahan seperti yang pernah Ayah lakukan. " sahut David yang membuat Nuryati seketika bungkam dan kembali teringat akan luka batinnya.
__ADS_1
David langsung merasa bersalah karena sudah menyebut ayahnya dan membuat ibunya kembali teringat akan luka lamanya, David semakin merasa bersalah saat melihat wajah ibunya yang langsung berubah mendung.
" Maafin aku Bu aku nggak bermaksud membuat Ibu teringat dengan kenangan pahit itu. " ucap David yang langsung memegang kedua tangan ibunya sambil meminta maaf.
" Kenapa kamu harus menyebut nama laki-laki brengsek itu David? Kamu kan tahu jika kamu menyebut nama itu sama saja kamu membuat luka Ibu yang sudah hampir sembuh kembali berdarah. " ujar Nuryati yang mulai mengeluarkan air matanya.
" Iya Bu aku tahu, aku minta maaf aku nggak sengaja mengatakan hal itu Bu Aku mohon maafin aku? " David terus mengucapkan kata maaf berkali-kali sambil mencium punggung tangan ibunya.
" Ibu mau ke kamar dulu David, Ibu mau istirahat dan jangan ganggu Ibu dulu. " ucap Nuryati yang segera berlalu dari ruang keluarga menuju ke dalam kamarnya.
Adira yang tidak sengaja berpapasan dengan ibu mertuanya menatap heran, saat melihat sang Ibu mertuanya yang hanya diam dan terlihat menangis.
Adira yang tidak ingin ikut campur langsung menuju ke ruang keluarga di mana suaminya sedang duduk sambil bengong dan tidak fokus dengan televisinya.
Karena terlalu larut dalam rasa bersalahnya, David sampai tidak menyadari jika istrinya sudah duduk di sampingnya sambil menatapnya dengan heran.
" Mas kenapa? " tanya Adira sambil memegang bahu suaminya dengan lembut.
" Eh sayang, sejak kapan kamu ada di sini? " ujar David yang balik bertanya.
" Mas bertengkar dengan ibu? " ucap Adira bertanya.
" Huuuuhhh. " David terlihat membuang nafasnya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan istrinya.
" Mas dan Ibu tidak bertengkar sayang tapi Mas tanpa sengaja menyebut nama ayah, dah hal itu membuat luka batin ibu yang sudah hampir sembuh kembali terbuka gara-gara Mas. " papar David membuat Adira semakin penasaran.
" Luka batin? boleh Adira tahu Mas ada kejadian apa di masa lalu? " ujar Adira yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
David terlihat menimbang dan berpikir apakah dia harus menceritakan kisah masa lalu keluarganya atau tidak, tapi setelah dipikir-pikir bagaimanapun juga Adira adalah istrinya dan sudah seharusnya Adira mengetahui kisah masa lalu keluarganya.
Akhirnya David pun menceritakan kenangan pahit yang membuat ibunya mengalami luka batin yang teramat parah dan sebagai seorang wanita tentu Adira amat syok dan terkejut setelah mendengar penjelasan dari suaminya.
__ADS_1