Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 27


__ADS_3

" Kalau begitu aku pulang dulu ya Bulek? " Pamit David yang segera keluar dari dalam rumah Laila.


Dengan langkah kaki yang lebar David buru-buru kembali ke rumahnya.


" Assalamualaikum. " ucap David saat masuk ke dalam rumah.


" Wa'alaikumsalam salam, kamu dari mana David? " tanya Nuryati ketika akan ke dapur untuk mengambil air minum.


" Aku habis dari rumah Bulek Laila, ibu kenapa berbohong padaku Bu? ibu bilang ibu yang mencuci pakaian? ternyata Adira yang mencuci, gara-gara ibu aku jadi salah paham dengan istriku. " tutur David walaupun marah tetapi dia tetap berbicara dengan tutur kata yang lembut.


" Maafin ibu ya David, ibu... " ucap Nuryati tertahan dan langsung mengeluarkan air mata palsunya.


" Lain kali jangan seperti itu ya Bu, kasihan istriku. " ucap David tetap dengan tutur kata yang lembut.


" Iya David, maafin ibu ya? " Nuryati terus mengucapkan maaf sambil mengeluarkan air mata.


" Iy Bu, ibu jangan nangis lagi ya? " David menghapus air mata yang mengalir di pipi ibunya.


" Kalau begitu aku ke kamar dulu ya Bu? aku harus minta maaf dengan istriku. " pamit David yang segera berlalu menuju ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar...


Setelah suaminya keluar dari dalam kamar, Adira hanya bisa menangis sambil menutupi wajahnya dengan bantal agar tidak ada orang yang mendengar tangisnya.


Entah kenapa sejak ikut suaminya pindah ke rumah ibu mertuanya, Adira menjadi wanita yang cengeng dan gampang menangis. Padahal saat tinggal bersama ibu dan bapaknya Adira jarang bahkan hampir tidak pernah menangis.


" Ibu, Bapak Adira mau tinggal dengan kalian lagi. " ucap Adira sambil menangis terisak.


Ingin rasanya Adira tertidur pulas hingga esok pagi agar dia bisa melupakan hal ini, walaupun hanya masalah sepele tapi hal itu sudah mampu membuatnya menangis.


Ceklek....


Adira mendengar suara pintu kamarnya di buka seseorang, dan Adira menyakini itu adalah suaminya. Buru-buru Adira bertukar posisi menjadi menghadap ke tembok lalu memejamkan kedua matanya walaupun bekas tetesan air mata yang mengalir di pipinya masih terlihat dengan jelas.


" Sayang. " ucap David saat langkah kakinya mulai masuk ke dalam kamar.


David melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ke ranjang, dimana istrinya sedang berbaring menghadap ke tembok.

__ADS_1


David naik ke atas ranjang lalu berbaring mendekat dengan istrinya. dengan posesifnya David memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mencium aroma rambut istrinya yang sangat harum.


" Sayang. " David memanggil istrinya sekali lagi tanpa melepas pelukannya.


Adira hanya diam saja dan dia tidak menyahut panggilan dari suaminya sama sekali, yang Adira lakukan dia malah semakin memejamkan kedua matanya dengan erat.


" Mas minta maaf sayang, Mas salah seharusnya Mas mencari tahu kebenarannya dulu seperti apa? bukan malah langsung marah sama kamu. " ujar David meminta maaf tepat di telinga istrinya.


" Maafin Mas sayang sekali lagi maafin mas? " David masih terus mengucapkan kata maaf di telinga istrinya.


Adira yang tidak tega dengan suaminya langsung membalik tubuhnya menjadi berhadapan dengan sang suami.


Lagi-lagi David merasa bersalah karena sudah membuat istrinya menangis. Dengan lembut David menghapus sisa air mata yang masih mengalir di pipi Adira.


" Maafin Mas sayang? mas sudah melanggar janji Mas lagi. " ucap David yang sekarang sedang mengusap lembut pipi istrinya.


" Kamu tau kan sayang,. jika surganya Mas ada di bawah telapak Kaki Ibu, jadi sudah seharusnya Mas berbakti pada ibu dan Mas juga harus selalu percaya dengan kata-kata yang Ibu ucapkan karena mas sama sekali tidak ingin membuat Ibu bersedih. " tutur David menjelaskan.


" Iya Mas Adira udah maafin kok. " ucap Adira yang memilih untuk memaafkan dan tidak ingin memperpanjang persoalan.


" Terimakasih sayang, sekali lagi maafin mas ya? " sahut David Sambil mengecup kening istrinya dengan mesra.


" Jadi tadi mas udah tanya sama Bulek Laila. " tanya Adira yang sekarang sudah merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.


cuup...


David mengecup puncak kepala istrinya sekali lagi.


" Sudah sayang, Bulek Laila pun sudah menjelaskan semuanya sama Mas. Makanya mas langsung pulang dan minta maaf sama kamu? karena jujur Mas langsung merasa bersalah setelah mendengar penjelasan dari Bulek Laila. " David menjawab sembari menjelaskan.


" Ya sudah jika begitu gak usah di bahas lagi ya Mas, yang terpenting sekarang mas sudah mengetahui kebenarannya seperti apa. " ujar Adira tersenyum.


" Iya sayang. ". sahut David kembali mengecup puncak kepala Adira berkali-kali.


" Mas Adira ke dapur dulu ya? mau ambil minum. " ucap Adira sambil menengadahkan kepalanya ke atas menatap wajah suaminya.


" Iya sayang, jangan lama-lama ya? " sahut David mencubit pelan hidung mancung milik istrinya.

__ADS_1


Adira turun dari atas ranjang lalu keluar dari dalam kamarnya menuju ke dapur, di dapur Adira mengambil botol air minum lalu mengisinya dengan air mineral.


Selesai mengisi air mineral, Adira yang ingin kembali ke dalam kamar berpas-pasan dengan ibu mertuanya yang sengaja menyusul dirinya.


" Adira ini uang belanja untuk besok. " ucap Nuryati tanpa banyak basa basi menyerahkan satu lembar uang Rp.20.000 kepada Adira.


Adira mengangkat kedua alisnya saat melihat ibu mertuanya yang hanya memberikannya uang Rp.20.000 padanya.


" Kok cuma Rp.20.000 sih Bu? " protes Adira tapi tetap dengan suara yang lembut.


" Jadi kamu mau berapa? segitu udah cukup untuk belanja? " sahut Nuryati tidak suka.


" Maaf Bu tapi uang segitu kurang untuk belanja, stok di dapur sudah habis semua. " tutur Adira menjelaskan.


" Ibu gak mau tau pokoknya uang segitu harus cukup, pintar-pintar kamu lah yang belanja. " ujar Nuryati yang tidak mau tau.


Dengan terpaksa Adira menerima uang tersebut walaupun Adira menjadi bingung sendiri, karena bagaimana pun uang segitu tidak akan pernah cukup untuk belanja satu hari.


Setelah memberikan uang tersebut Nuryati segera berlalu dari dapur menuju ke dalam kamarnya sendiri.


Sementara Adira malah mendudukkan dirinya di kursi makan sambil memperhatikan selembar uang Rp.20.000 yang dia letakkan di atas meja.


" Dapet apa dengan uang segini ya? " gumam Adira dengan pelan sambil terus memperhatikan uang tersebut tanpa berpaling sedikitpun.


" Sayang kok lama sekali sih, Mas tungguin dari tadi. " ucap David yang menyusul istrinya ke dapur.


Tapi Adira yang masih fokus dengan pikirannya sendiri tidak mendengar suara suaminya.


" Sayang ngapain? " tanya David sambil memeluk leher istrinya dari belakang.


" Astaghfirullah, Mas David bikin Adira kaget aja. " ucap Adira yang terkejut.


" Kamu ngapain sih sayang? sampai mas datang saja kamu sampai gak sadar? " ujar David yang mengulang pertanyaannya.


" Ini Mas Adira bingung, ibu ngasi uang belanja tapi cuma Rp.20.000 dengan uang segini mana cukup untuk belanja satu hari Mas? " ucap Adira yang mengungkapkan kebingungannya.


" Maksud kamu ibu kasi uang belanja cum Rp.20.000 sayang? " tanya David memastikan.

__ADS_1


" Iya Mas, ini uangnya. " Adira mengambil uang tersebut lalu membentangkannya di depan wajah suaminya.


__ADS_2