Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 24


__ADS_3

Selesai makan mie ayam bersama Ardi terlebih dahulu pamit kembali ke dalam kamarnya.


" Sayang, Mas kembali ke kamar dulu ya? " pamit Ardi yang mendapatkan anggukan kepala dari istrinya.


Setelah itu Sinta yang dibantu Adira segera membereskan mangkuk beserta gelas bekas mereka makan lalu mencucinya di kamar mandi belakang.


Selesai mencuci piring Adira dan Sinta kembali ke ruang tamu bergabung dengan Laila yang masih menunggu mereka dengan santai. Setelah itu Mereka pun lanjut mengobrol dan tertawa bersama hingga tidak terasa Adzan Ashar sudah berkumandang.


" Mbak Sinta Adira pamit pulang dulu ya? soalnya sudah sore? " ucap Adira yang berpamitan.


" Iya Adira hati-hati ya? awas kelewatan lagi " jawab Sinta di sertai tertawaan kecil.


" Mbak Sinta bisa saja, Bulek mau pulang bareng Adira gak? " Adira bertanya pada Laila.


" Kamu pulang duluan saja Adira Bulek masih ingin di sini. " jawab Laila.


" Ya sudah kalau begitu Adira pulang dulu ya Bulek, Mbak Sinta? Assalamualaikum. " pamit Adira lalu keluar dari dalam rumah Sinta.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Sinta dan Laila bersama.


Setelah Adira pulang barulah Laila membuka pembicaraan yang sejak tadi sudah ingin sekali dia sampaikan dengan Sinta.


" Sinta Ada hal penting yang ingin Bulek diceritakan padamu. " ucap Laila dengan ekspresi wajah yang serius.


" Memangnya ada hal penting apa bulek. " jawab Sinta.


" Tadi sewaktu Bulek menjemput Adira, Masa Mbak Yati makan kacang kulit tapi sampahnya dibuang sembarangan di lantai, dan lagi pula yang paling tidak masuk akal adalah ibumu meminta Adira untuk mencuci seluruh pakaiannya yang bisa Bulek tebak kayaknya pakaian satu lemari dikeluarkan semua olehnya. " tutur Laila menjelaskan.


" Astagfirullah ibu. " Sinta yang terkejut berbicara dengan suara yang sedikit meninggi sehingga Ardi yang berada di dalam kamar langsung tersentak kaget dan lari keluar.


" Ada apa sayang? " tanya Ardi dengan muka paniknya.


" Tidak ada apa-apa Mas, aku hanya terkejut saat mendengar cerita dari bulek tentang ibu. " jawab Sinta dengan jujur.


" Memangnya ada hal apa lagi yang ibumu lakukan? " Ardi bertanya sambil memasang ekspresi wajah yang sangat tidak sedap dipandang.

__ADS_1


" Ibu memberikan Adira pekerjaan yang sangat banyak sekali Mas. " ucap Sinta menjelaskan.


" Apa Ibumu juga tidak menyukai Adira sama seperti ibumu yang tidak menyukaiku? . " sahut Ardi yang langsung duduk di sebelah istrinya.


" Kalau soal itu aku juga tidak tahu Mas, tapi memang sepertinya Ibu tidak menyukai Adira juga. " ujar Sinta.


" Mas heran dengan ibumu? mengapa sepertinya dia tidak menyukai anak-anaknya memiliki pasangan? " tutur Ardi mengeluarkan pendapatnya.


" Sepertinya tidak seperti itu deh Mas, jika Ibu tidak menyukai aku dan David memiliki pasangan mengapa ibu merestui pernikahan kami? "ucap Sinta membantah pendapat suaminya.


" Iya mungkin saja karena sejak awal menikah ibumu selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga kita, jika kita tidak pindah ke rumah ini mungkin sampai saat ini kita masih terus bertengkar, bahkan mungkin sekarang kita sudah berpisah. " timpal Ardi lagi.


" Sudah kenapa jadi kalian yang bertengkar , intinya Apapun yang terjadi satu pesan bule, kalian harus selalu menjaga hubungan rumah tangga kalian agar tetap awet dan jika perlu hingga until Jannah. " ucap Laila yang menengahi perdebatan antara Ardi dan Sinta.


Mendengar hal itu Ardi jadi menyadari kesalahannya lalu meminta maaf pada istrinya.


" Sayang maafin aku ya tidak seharusnya aku berbicara seperti itu? " ucap Ardi yang memegang kedua tangan istrinya.


" Maafin aku juga ya Mas? aku juga salah. " sahut Sinta tersenyum lembut pada suaminya.


" Jika kalian ingin bermesraan lanjutkanlah di dalam kamar jangan di hadapan bulekmu yang seorang wanita setia ini. "ucap Laila membuat Sinta dan Ardi langsung melerai pelukan mereka.


" Ya ampun maafin keponakanmu ini ya bulek? "ucap Sinta seraya tersenyum.


" Ya sudah kalian lanjutkan saja sana, Bulek mau pulang, Assalamualaikum. " pamit Laila yang segera keluar dari dalam rumah keponakannya.


sedangkan di sisi lain...


Setelah pulang dari rumah Sinta, Adira segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri lalu melaksanakan salat ashar seperti biasanya.


Selesai salat Adira segera menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka makan malam. malam ini Adira hanya memasak tumis kangkung pedas serta menggoreng ikan.


Tepat setelah Adira selesai memasak Ibu mertuanya keluar dari dalam kamar menuju ke dapur.


" Bikinkan Ibu jus jeruk sekarang. " titah Nurhayati yang duduk di kursi makan.

__ADS_1


" Iya Bu. "jawab Adira dengan patuh.


Adira segera menuju ke lemari pendingin lalu mengambil buah jeruk yang masih tersedia di dalam sana.


Setelah itu Adira segera membuatkan jus jeruk sesuai dengan permintaan Ibu mertuanya lalu menghidangkannya tepat di depan Nuryati.


" Ini jus jeruknya Bu. " ucap Adira.


" Apa seluruh pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Nuryati.


" Sudah Bu, ada yang bisa Adira bantu? " jawab Adira yang selalu tersenyum ketika berbicara dengan ibu mertuanya.


" Kalau begitu sekarang kamu masuk ke kamar ibu dan bersihkan seluruh kamar Ibu sampai bersih dan jangan sampai ada satu debu atau noda pun yang tertinggal. " titah Nuryati yang membawa jus jeruknya lalu pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi ikan terbang favoritnya.


Tidak ingin membuat Ibu mertuanya marah Adira segera menuju ke kamar Ibu mertuanya untuk beberes. Beruntung kamar Nuryati tidak terlalu berantakan jadi hanya membutuhkan waktu yang sebentar bagi Adira untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya.


Dari dalam kamar Ibu mertuanya Adira mendengar suara deru mesin motor milik suaminya. Tanpa membuang waktu Adira segera keluar dari dalam kamar menuju ke teras rumah untuk menyambut kepulangan suaminya.


" Assalamualaikum sayang. " ucap David saat kakinya menginjak teras rumah.


" Waalaikumsalam Mas. " jawab Adira yang langsung meraih punggung tangan suaminya untuk dicium, David pun langsung memegang lembut kepala belakang istrinya lalu mengecup keningnya.


Setelah itu mereka berdua bersama-sama masuk ke dalam rumah. Nuryati yang melihat putranya sudah pulang bekerja hanya diam saja dan tetap meneruskan acara menonton televisinya.Tidak ingin mengganggu ibunya David dan Adira segera masuk ke dalam kamar mereka.


" Kamu tadi jadi ke rumah Mbak Sinta sayang? " ujar David bertanya.


" Jadi Mas, tapi Mas tahu nggak karena terlalu asik bercerita Adira dan Bulek Laila sampai melewati rumah Mbak Sinta Mas. " tutur Adira sambil tertawa kecil.


" Kalian ini ada-ada saja sayang. " David ikut tertawa mendengar cerita istrinya lalu mengacak rambut istrinya yang masih tertutup dengan jilbab bergo instan.


" Ya namanya juga perempuan Mas harap maklum ya. " ucap Adira yang cengengesan sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.


" Iya sudah kalau begitu Mas mandi dulu ya sayang? " ucap David yang segera berlalu menuju ke kamar mandi.


Sementara itu Adira segera menuju ke lemari untuk mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya. Adira meletakkan pakaian ganti tersebut di atas ranjang mereka.

__ADS_1


Setelah itu Adira keluar dari dalam kamarnya menuju ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat untuk suaminya.


__ADS_2