Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 13


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Adira yang berencana untuk berkunjung ke rumah Laila menjadi mengurungkan niatnya karena tiba-tiba rasa malas menyerang nya.


Karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang harus diselesaikannya Adira memutuskan untuk beristirahat di dalam kamarnya. tapi baru lima menit Adira berbaring suara sang ibu mertua mengagetkan dirinya.


" Enaknya nyonya besar bukannya beberes malah tiduran aja. " ucap Nuryati yang berbicara di dekat pintu kamar Adira sambil berkacak pinggang.


Adira yang baru berbaring kembali duduk karena mendengar suara sang ibu mertua yang menggelegar memenuhi seluruh isi kamar.


" Astaghfirullah ibu bikin Adira kaget saja, siapa yang tidur aja Bu, Adira baru aja lima menit berbaring dan lagi pula semua pekerjaan rumah sudah Adira selesaikan, Adira juga sudah masak. Apa ibu mau Adira siapkan makanan? " tawar Adira.


" Alah alasan saja kamu, mana buktinya kalau kamu udah beberes? " ujar Nuryati menantang.


" Apa ibu tidak liat semua ruangan sudah rapi dan bersih, bahkan piring kotor pun sudah tidak ada kalau ibu tidak percaya ibu bisacek sendiri. " sahut Adira yang berbicara dengan tutur kata yang lembut.


" Oke akan ibu cek awas saja kalau kamu berani berbohong. " ucap Nuryati sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Adira.


" Iya Ibu bisa cek, kalau ada apa apa Ibu bisa panggil Adira. " Adira menjawab dengan senyuman.


Tanpa mengucapkan apapun lagi Nuryati langsung berlalu dari kamar Adira. dan saat berbalik Nuryati terkejut saat melihat rumahnya yang sudah rapi dan sangat bersih.


" Lumayan juga kerjaannya rapi dan bersih lagi " ucap Nuryati sembari jari telunjuknya menyentuh meja buffet minimalis miliknya.


" Baguslah udah ada yang ngerjain jadi aku gak harus beberes lagi " ucap Nuryati yang segera menuju ke meja makan.


Nuryati langsung membuka penutup makanan dan terlihatlah soto buatan Adira yang tadi pagi di masaknya.


" Dari penampilannya sih sepertinya enak tapi gak tau ya rasanya gimana. " ucap Nuryati yang mencicipi seujung sendok soto ayam buatan Adira.


Kedua mata Nuryati langsung berbinar saat rasa gurih dari soto ayam tersebut masuk ke dalam mulut dan melewati indra pengecapnya.


Tanpa berlama-lama Nuryati segera mengambil piring dan menyendokkan nasi ke atas piringnya lalu mulai mengambil soto ayam, perkedel dan sambal kecap. setelah itu Nuryati makan dengan sangat lahap hingga tidak terasa nasi dan semua makanan yang di atas meja habis di makan olehnya.

__ADS_1


Setelah kenyang Nuryati langsung pergi begitu saja meninggalkan meja makan tanpa membereskannya terlebih dahulu.


" Ibu sudah makan? " Adira bertanya di saat dirinya yang tidak sengaja berpas-pasan dengan Nuryati yang akan masuk ke dalam kamarnya.


" Makanan apaan kayak gitu gak ada enak-enaknya. " ucap Nuryati dengan ketus.


" Lain kali kalau masak yang lebih enak. " ucap Nuryati yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


" Apa masakan Adira tidak cocok di lidah ibu ya? " gumam Adira yang kembali melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


" Astaghfirullah. " Adira terkejut saat melihat meja makan yang berserakan.


" Katanya tidak enak tapi semua makanan habis, mana gak bersisa lagi. " gumam Adira sambil membereskan kembali meja makan yang berantakan.


Dengan telaten Adira mengumpulkan nasi yang bertaburan di meja dan di lantai, setelah itu Adira segera mencuci kembali semua piring dan mangkuk kotor bekas ibu mertuanya makan.


" Terpaksa harus masak lagi nih. " ucap Adira yang baru saja selesai mencuci piring.


Walaupun sudah berumur 50 tahun tetapi Nuryati tetap memakai pakaian yang modis dan gaul khas anak jaman sekarang. Beruntung Nuryati memiliki postur tubuh yang kurus, tinggi semampai serta kulit yang putih apalagi Nuryati kerap melakukan perawatan di salon walaupun tidak sering dia lakukan. Sehingga menunjang penampilan Nuryati yang terlihat seperti wanita berumur 30 tahunan.


" Memangnya ibu mau kemana kok sudah rapi aja? " ujar Adira bertanya.


" Gak usah kepo deh kamu Adira, udh mana duitnya ibu mau pergi." sahut Nuryati dengan ketus.


" Sebentar ya Bu Adira ambilkan dulu di dalam. " tutur Adira yang melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya.


Nuryati tidak tinggal diam dia segera mengikuti Adira hingga ikut masuk ke dalam kamar.


" Ini Bu uangnya. " ucap Adira yang memberikan Nuryati tiga lembar uang seratus ribuan.


" Untuk apa uang segini tambahin lagi. " sahut Nuryati yang tidak terima karena hanya diberi uang tiga ratus ribu oleh Adira

__ADS_1


" Untuk apa banyak-banyak ibu? Adira rasa uang segitu sudah lebih dari cukup " tutur Adira yang tidak mau memberi Nuryati uang tambahan lagi.


" Pelit banget sih kamu, siniin dompetnya. " Nuryati langsung merampas dompet Adira dan mengambil seluruh uang yang berada di dalam dompet tersebut.


" Jangan di ambil semua Bu, itu untuk uang belanja sebulan. " ucap Adira yang berusaha mengambil dompet miliknyaa lagi.


Tapi karena postur tubuh Adira yang mungil sedangkan Nuryati yang tinggi semampai sehingga menyulitkan Adira untuk merebut dompetnya kembali.


" Ini Ibu kembalikan dompetnya makanya jadi orang jangan pelit lagi pula uang yang kamu miliki pasti dikasih sama David kan? " ujar Nuryati yang melemparkan dompet milik Adira ke atas ranjang.


" Tapi kan uang itu untuk belanja Bu? Kalau ibu ambil semua Adira mau belanja pakai apa? " sahut Adira dengan ekspresi wajah yang sedih.


" Tinggal minta lagi apa susahnya sih, sifat miskin dari keluarga kamu jangan dibawa ke rumah ini. " Tutur Nuryati dengan ketus.


" Tapi nanti mas David marah Bagaimana Bu? " ujar Adira bertanya.


" Itu sih urusan kamu bukan urusan ibu. " Nuryati segera keluar dari kamar Adira sambil membawa uang hasil rampasannya sebesar 2 juta rupiah.


Dengan senangnya Nuryati melenggang pergi keluar dari dalam rumah lalu menghentikan sebuah taksi menuju ke sebuah Mall tempat Nuryati dan beberapa teman geng arisannya membuat janji untuk bertemu.


Sampai di dalam mall Nuryati segera menuju ke sebuah restoran tempat di mana dia dan geng arisannya membuat Janji temu.


" Hai semuanya Nuryati datang.. " ucap Nuryati di saat dirinya menghampiri meja di mana geng arisannya berada.


" Ini dia teman kita yang paling Royal bisalah untuk yang kali ini kita ditraktir lagi? " ucap salah satu teman Nuryati yang selalu meminta traktiran.


" Gampang kalian tenang saja pesan semua apa yang kalian inginkan Nuryati yang akan membayar semua tagihannya. " sahut Nuryati dengan sombongnya.


" Yes makan enak kita guys.. " ucap teman Nuryati dengan senangnya


Tanpa berlama-lama mereka segera memesan semua makanan yang mereka inginkan sampai mereka merasa kenyang.

__ADS_1


Di saat Nuryati sedang berbahagia bersama geng arisannya, di dalam kamarnya Adira sedang kebingungan bagaimana caranya dia menyampaikan hal ini pada suaminya. Adira takut suaminya tidak akan mempercayai dirinya jika ibunya sudah merampas seluruh uang belanja yang sudah David berikan beberapa hari yang lalu setelah mereka menikah.


__ADS_2