Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 71


__ADS_3

Aura terus memacu laju roda empatnya dengan kecepatan tinggi agar dirinya cepat sampai di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya Aura langsung keluar dari dalam mobil memanggil-manggil Ibu.


" Bu, Ibu dimana? Ibu? " Aura berteriak memanggil Ibunya yang sedang berada di dalam kamar.


" Ibuuuu. " teriak Aura lagi.


" Ada apa sih Aura teriak-teriak begitu? Ini di rumah Aura bukan di hutan, kamu sudah mirip bekantan tau gak? " sungut Yuli yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


" Ibu tega banget sih anak sendiri di bilang mirip bekantan? " sahut Aura yang memasang wajah kesal.


" Makanya jangan teriak-teriak Aura, Ibu kamu ini masih bisa dengar belum tuli. " ujar Yuli yang berjalan menuju ke ruang keluarga diikuti oleh Aura di belakangnya.


" Bu, Ibu tau gak aku punya kabar bagus loh Bu. " ucap Aura yang segera mendudukkan dirinya di samping Ibunya.


" Kabar apa sih Aura? " tanya Yuli yang memusatkan seluruh perhatiannya ke putri semata wayangnya.


" Akhirnya David mau menikah denganku Bu. " jawab Aura memberitahu dengan senang.


" Serius kamu Aura bagaimana bisa? Bukannya dia cinta banget sama istrinya? " sahut Yuli yang terkejut tapi juga bahagia.


" Kata Tante Yati istrinya David kecelakaan terus calon anak mereka meninggal deh, tapi di sana Tante Yati berbohong sama David kalau rahim istrinya itu di angkat padahal yang di angkat cuma bayi mereka yang meninggal aja, nah karena itu David langsung menceraikan istrinya dan akhirnya dia mau deh menikah sama aku. " jawab Aura menjelaskan dengan sangat bahagia.


" Bagus jadi kita gak perlu susah-susah untuk memisahkan mereka, tapi kok bisa sih istrinya David kecelakaan. " ujar Yuli yang penasaran.


" Aku yang nabrak. " jawab Aura dengan santai membuat Ibunya membulatkan kedua matanya.


" Astaga Aura, kamu jangan gila ya? bagaimana kalau David sampai tau? Bisa-bisa dia gak jadi nikahin kamu. " ujar Yuli yang khawatir sambil menatap serius wajah putrinya.

__ADS_1


" Kalau Ibu gak ember, David gak akan tau. " jawab Aura sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


" Tapi ya udahlah apa pun itu Ibu gak peduli, yang terpenting nama baik kita akan terselamatkan dan calon cucu Ibu akan segera mempunyai Ayah. " ucap Yuli yang di akhiri dengan senyuman begitu juga dengan Aura.


Ya, saat ini Aura sedang mengandung dengan usia 8 minggu. Sejak awal Aura memang setuju untuk di jodohkan dengan David, namun saat mendengar kabar jika Adira sedang hamil, Aura jadi mengurungkan niatnya untuk di jodohkan dengan David dan memilih menjalin hubungan dengan seorang pria yang baru dikenalnya lewat aplikasi online.


Namun sayang seribu sayang, laki-laki tersebut ternyata laki-laki brengsek yang tidak bertanggung jawab dan memilih kabur saat mengetahui jika Aura sedang hamil anaknya. Mengetahui hal itu Aura tentu saja syok dan juga takut begitu juga dengan Yuli yang teramat sangat syok mendapati anak kebanggaannya hamil di luar nikah.


Mereka berdua bingung bagaimana caranya menyelamatkan nama baik mereka yang akan hancur jika para tetangga, kerabat dan juga saudara mereka tau jika Aura hamil di luar nikah dan lelakinya tidak mau bertanggung jawab. Di tengah kebingungannya mereka baru teringat dengan Nuryati yang masih saja gencar menjodohkan Aura dengan dengan David.


Bak mendapatkan oase di tengah gersang dan panasnya gurun Sahara, sudah tentu mereka berdua langsung menyetujui lagi keinginan Nuryati untuk menjodohkan David dengan Aura demi menyelamatkan nama baik mereka dan demi bayi yang ada di dalam kandungan Aura agar memiliki status yang jelas.


Keesokan harinya...


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, saat ini Aura dan juga David sudah sah sebagai pasangan suami istri. Akad nikah mereka di adakan di rumah Yuli dengan mengundang kerabat, saudara dan juga teman arisan mereka.


" Akhirnya kita menikah juga David. " ucap Aura sambil bergelayut manja di lengan David.


David tidak menjawab tetapi dia hanya tersenyum simpul sambil mengusap lembut puncak kepala Aura.


" Wah pengantin baru nempel terus kaya perangko. " ucap Nuryati yang berjalan menghampiri sepasang pengantin baru siapa lagi kalau bukan Aura dan juga David.


" Ah Tante bisa aja. " jawab Aura dengan pipi yang bersemu merah.


" Loh kok Tante sih seharusnya Ibu dong, kan kamu sudah jadi istrinya David. " timpal Yuli yang juga berjalan menghampiri mereka berdua.


" Eh iya juga maaf ya Bu? " ucap Aura dengan nada suara yang manja.

__ADS_1


" Oh iya setelah ini kalian tinggal di rumah Ibu kan? " ujar Nuryati bertanya.


" Tinggal di rumah Ibu? ya nggak dong aku dan David akan tetap tinggal di sini. " jawab Aura yang tidak setuju untuk tinggal di rumah Nuryati.


" Loh kok gitu sebagai seorang istri kan sudah seharusnya kamu ikut David, sedangkan David anak lelaki Ibu satu-satunya jadi ya sudah seharusnya dia tinggal bersama ibu. " sahut Nuryati yang tetap menginginkan Aura dan David tinggal di rumahnya.


" Ya tidak bisa begitu dong Yati, Aura ini anakku satu-satunya jadi ya sudah seharusnya dia tinggal sama aku, lagi pula aku tidak bisa tinggal berjauhan dari Aura. " timpal Yuli yang tidak setuju jika Aura harus tinggal bersama Nuryati.


" Kok gitu sih kamu Yuli, kamu kan masih ada suami yang menemani, sementara aku sudah tidak mempunyai suami lagi jadi sudah seharusnya David dan Aura tinggal bersamaku. " ujar Nuryati yang tidak mau kalah.


David yang pusing mendengar perdebatan di antara mereka bertiga mulai membuka suaranya, padahal setelah selesai akad nikah David hanya diam dan sama sekali tidak mau berbicara. jika ada yang membeli selamat David hanya tersenyum tipis sebagai jawaban.


" Sudah jangan bertengkar lagi, setuju atau pun tidak selesai acara ini kamu harus ikut aku tinggal di rumah Ibuku Aura. " ucap David dengan suara yang tegas.


" Kok kamu gitu sih David ya tidak bisa begitu dong? " protes Aura yang tidak setuju dengan ucapan David.


" Kan sudah aku katakan setuju ataupun tidak kamu harus ikut aku tinggal di rumah Ibuku, jika kamu ingin melanjutkan pernikahan kita berarti kamu harus ikut aku tinggal di rumah Ibuku, tapi kalau kamu ingin kita berpisah ya silakan kamu tinggal di rumah Ibumu dan aku tinggal di rumah Ibuku. " tutur David yang mulai melangkah ke arah pintu luar rumah diikuti oleh Nuryati di belakangnya.


" Iya iya iya aku ikut tinggal di rumah Ibu kamu. " sahut Aura yang akhirnya setuju untuk tinggal di rumah Nuryati.


David yang sudah sampai di ambang pintu hanya diam saja mendengar ucapan istrinya, sementara Nuryati langsung tersenyum bahagia.


" Aura kamu kok mau sih tinggal di rumah mereka? seharusnya kamu bertahan dong tinggal di sini sama Ibu, masa kamu tega sih mau ninggalin Ibu dan Ayah? " protes Yuli yang tidak setuju dengan keputusan Aura.


" Ibu kira aku mau tinggal di sana? ya tentu saja enggak dong Bu, tapi aku tidak punya pilihan lain dari pada nantinya David menceraikan aku? memangnya Ibu mau nanggung malu. " tutur Aura menjelaskan.


" Bener juga apa kata kamu Aura, ya udah deh kamu boleh tinggal di rumahnya Yati tapi ingat ya jangan sampai kamu mau disuruh-suruh sama Nuryati, nanti kamu dijadiin pembantu lagi. " ucap Yuli yang akhirnya menyetujui keputusan putrinya.

__ADS_1


" Iya tentu saja nggak mau dong Bu, di sini aja aku nggak pernah ngapa-ngapain masa tinggal di sini jadiin pembantu ogah banget. " jawab Aura.


__ADS_2