Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 73


__ADS_3

Sepanjang jalan kembali ke rumah mereka bertiga hanya saling diam dan tidak ada yang membuka suaranya, sejujurnya David cukup terkejut melihat respon Aura yang berani melawannya padahal selama ini sejak awal dia menikah dengan Adira, Adira sama sekali tidak pernah membantah ucapannya dan selalu tunduk, patuh, dan menuruti apapun perintahnya.


" Huuuuhhh padahal baru beberapa jam menikah dia sudah berani membantahku dan juga membantah Ibu beda sekali dengan Adira yang selalu diam, patuh, dan tidak banyak berkomentar walaupun Ibu selalu memperlakukannya dengan buruk. " batin David yang teringat akan mantan istrinya.


" Aku jadi ragu apakah keputusanku ini sudah benar. " batin David lagi yang kembali meragukan keputusannya sambil mengendarai mobil dalam keadaan melamun.


Karena terus melamun sambil berkendara, David hampir saja menabrak seorang pengendara motor yang akan menyeberang jalan padahal pengendara motor tersebut sudah menyalakan lampu sen sebelah kanan.


" Daviiid awaaas. " teriak Aura dan Nuryati bersama-sama lalu dalam sekejap David tersadar dari lamunannya dan langsung menginjak pedal rem.


Ciiiiiit...


Beruntung David dan Aura mengenakan sabuk pengaman jadi saat mengerem mendadak seperti ini kepala mereka tidak terbentur, tetapi berbeda dengan Nuryati yang sama sekali tidak mengenakan sabuk pengaman sehingga kepalanya terbentur jok mobil belakang yang diduduki oleh Aura.


Bruuukkk..


" Aduh kepalaku. " ringis Nuryati yang kesakitan lalu dia langsung memegang keningnya sendiri.


" Ibu tidak apa-apa? " ujar David yang mengkhawatirkan kondisi ibunya.


" Kamu ini bagaimana sih David kalau nyetir itu yang bener dong jangan sambil melamun bagaimana kalau kita kecelakaan tadi, Ibu nggak mau mati ya David. " omel Nuryati.


" Iya maaf Bu aku tidak sengaja, maafin aku ya? " sahut David yang menatap Ibunya lewat kaca spion yang ada di tengah mobil.


" Lebay banget sih. " cibir Aura dengan suara yang pelan namun Nuryati masih dapat mendengarnya.

__ADS_1


" Apa kamu bilang lebay? sini kepala kamu Ibu benturkan ke jok belakang mobil biar tahu bagaimana rasanya. " sungut Nuryati marah.


" David lihat itu Ibu kamu marah-marah marah padaku. " ucap Aura dengan nada yang manja.


" Wajar kalau Ibu marah, habisnya kamu nggak ada sopan santunnya sama Ibuku, seharusnya kamu itu khawatir bukan malah mencibir. " sahut David bukannya membela, David justru ikut memarahinya.


Aura langsung mengerucutkan bibirnya sembari memasang wajah yang masam.


" Bener tuh apa kata David sebelum jadi istri aja kamu itu lembut, baik, sopan banget sama Ibu, setelah udah jadi istri mulai keluar sifat aslinya. " timpal Nuryati tetapi Aura hanya diam saja sambil memutar bola matanya dengan malas.


Setelah itu David kembali melajukan mobilnya menuju rumah, sampai di rumah mereka bertiga langsung turun dari mobil lalu Aura melangkah terlebih dahulu mendekat ke arah pintu rumah.


" Aura itu koper kamu gak kamu bawa? " ucap Nuryati saat melihat Aura yang dengan santainya berjalan tanpa membawa koper miliknya.


" Aduh Ibu, di sana kan ada Mas David ya seharusnya dia dong yang membawakan koperku bagaimana sih gitu aja nggak ngerti. " sahut Aura yang mencibir sambil menyandarkan punggungnya di dinding dekat pintu rumah sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Udah deh Bu jangan kebanyakan marah-marah, udah buruan buka pintunya aku capek nih pengen istirahat. " titah Aura.


Nuryati yang ingin menjawab perkataan Aura yang sangat kurang ajar itu mendadak urung dia lakukan karena David memegang tangan Ibunya sambil menggelengkan kepalanya.


" Sudahlah Bu biarkan aja kalau Ibu balas perkataannya hal ini tidak akan pernah ada habisnya. " ucap David sembari mengajak Ibunya untuk masuk ke dalam.


" Tapi dia sudah sangat keterlaluan dan kurang ajar sekali David. " ujar Nuryati yang masih sangat kesal dengan Aura.


" Bukannya Aura itu menantu pilihan dan idaman Ibu, jadi Ibu harus terima bagaimana sikap dan perilakunya. " tutur David membuat Nuryati terdiam karena apa yang David ucapkan adalah benar.

__ADS_1


" Jika tahu sifat aslinya seperti ini aku tidak akan pernah mau menjadikannya menantuku, masih mending Adira lagi, mau aku hina, mau aku ejek seperti apapun dia tidak akan pernah melawan seperti ini. " batin Nuryati yang mulai menyesal sudah menjadikan Aura menantunya.


Setelah itu Nuryati segera membuka pintu rumahnya lalu mereka bertiga masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamar masing-masing.


Seperti pengantin baru pada umumnya walaupun David tidak mencintai Aura tetapi mereka berdua tetap melakukan ritual malam pertama seperti pengantin baru pada umumnya. Namun saat melakukannya David sangat terkejut saat mendapati Aura yang sudah tidak perawan lagi padahal setahu David Aura merupakan seorang gadis dan belum pernah menikah.


" Kamu sudah tidak perawan lagi Aura? " ucap David yang langsung menghentikan aktivitasnya.


Untuk sesaat Aura terkejut mendapati pertanyaan seperti itu dari suaminya namun beberapa detik kemudian Aura langsung mengubah ekspresi wajahnya.


" Maafkan aku David aku tidak sempat mengatakannya sejak awal padamu, sebenarnya saat awal aku kerja di Jepang waktu itu aku diperkosa oleh bos di tempat aku bekerja. " sahut Aura menjelaskan sembari mulai meneteskan air matanya.


" Astaghfirullah, lalu apa bos kamu itu sudah di laporkan ke pihak yang berwajib di sana? " tanya David yang terkejut lalu Aura pun menggelengkan kepalanya.


" Kenapa tidak kamu laporkan ke pihak yang berwajib Aura? apa kedua orang tua kamu mengetahui hal ini? " ujar David bertanya lagi.


" Dia orang yang sangat kaya raya David sedangkan saat itu aku tidak memiliki apapun, Jadi kalau untuk membawa masalah itu ke jalur hukum itu sangat sulit dan sangat susah apalagi itu di negaranya bukan di negara kita sendiri. Dan niat aku berangkat ke sana untuk kerja agar aku dapat mengangkat derajat kedua orang tuaku jadi aku lebih memilih diam dan pindah tempat kerja dan aku tidak memberitahukan Ibu dan Ayah karena aku tidak ingin membuat mereka khawatir. " jawab Aura sambil meneteskan air matanya.


" Maafkan aku Aura, aku tidak bermaksud untuk membuat kamu menangis. " tutur David yang merasa bersalah sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Aura.


" Tidak apa-apa David, tapi jika kamu tidak bisa menerimaku insyaallah aku ikhlas jika kamu ingin menceraikan aku malam ini juga. " ucap Aura yang masih berlinang air mata sambil menatap wajah David.


" Kamu ini bicara apa sih Aura pernikahan itu bukanlah sesuatu hal yang patut untuk di permainkan, walaupun saat ini aku belum mencintai kamu tapi aku tidak mungkin menceraikan kamu hanya karena kesalahan yang tidak kamu inginkan seperti itu. " ujar David yang kembali menghapus air mata yang mengalir di pipi Aura.


" Terima kasih David kamu sudah mau menerimaku apa adanya. " seru Aura yang langsung berhambur memeluk tubuh David.

__ADS_1


Setelah melewati drama yang tidak terlalu panjang akhirnya mereka kembali melanjutkan aktivitas yang sempat terhenti.


__ADS_2