Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 19


__ADS_3

Setelah memastikan pintu dan jendela terkunci dengan rapat, David segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar.


Sampai di dalam kamar David segera mengambil tas kerja miliknya lalu mengeluarkan uang senilai Rp2.000.000 dan memberikan uang tersebut kepada istrinya Adira.


" Jaga baik-baik uang itu baik-baik dan jangan sampai hilang lagi, karena kalau sampai hilang mas tidak memiliki uang lagi. " ucap David dengan ekspresi wajah yang datar.


" Terimakasih Mas, lalu apa kata ibu mas? " ujar Adira bertanya.


" Sudahlah jangan dibahas lagi. " jawab David dengan singkat.


Setelah mengatakan hal itu David langsung masuk ke dalam kamar mandi. Selama David berada di dalam kamar mandi, Adira turun dari ranjang lalu menyimpan uang tersebut di dalam laci lemarinya.


Setelah menyimpan uang Adira kembali lagi naik ke atas ranjang, lalu 5 menit kemudian David keluar dari dalam kamar mandi langsung naik ke atas ranjang dan tidur memunggungi istrinya.


Adira menatap heran ke arah suaminya yang nampak berubah setelah berbicara dengan ibunya.


" Mas. " ucap Adira sambil memegang lembut bahu suaminya.


" Mas capek mau istirahat. " sahut David dengan singkat sambil menepis tangan istrinya yang memegang bahunya.


" Mas marah sama Adira? " ujar Adira bertanya.


Tapi David hanya memejamkan kedua matanya tanpa berniat menjawab pertanyaan dari sang istri.


" Mas nggak percaya sama Adira? " ucap Adira yang masih berusaha mengajak suaminya untuk berbicara.


Tapi lagi-lagi David hanya diam dan tetap memejamkan kedua matanya.


Adira yang masih penasaran melihat perubahan sikap suaminya, kembali memegang bahunya tapi sayang pegangan tangan Adira langsung ditepis lagi oleh David.


" Jangan ganggu Mas mau istirahat. " ucap David dengan ketus tanpa memikirkan perasaan istrinya.


Adira yang baru pertama kali mendapati sikap suaminya yang seperti ini langsung merasakan sakit di hatinya tetapi Adira tidak dapat berbuat apapun selain hanya menatap punggung suaminya.

__ADS_1


" Apa Mas David tidak percaya dengan Adira ya? Kenapa sikapnya menjadi berubah seperti ini? " batin Adira yang tanpa terasa air matanya secara perlahan mulai menetes dari kedua sudut matanya.


Tak ingin menyerah begitu saja. Adira mulai merebahkan dirinya di samping sang suami lalu memeluk tubuh suaminya dari belakang. Adira berharap suaminya akan membalas pelukannya, tapi nyatanya apa yang Adira dapatkan tidak sesuai dengan harapannya.


Suaminya langsung bangkit dari atas kasur menatap Adira dengan ekspresi wajah yang menahan amarah.


" Sudah dibilang jangan mengganggu, masih saja mengganggu. " lagi-lagi David berbicara dengan nada yang ketus.


" Adira kan hanya ingin memeluk Mas, memangnya salah jika Adira ingin memeluk suami Adira sendiri? " ucap Adira dengan mata yang berkaca-kaca.


" Apa kamu tidak dengar apa yang mas ucapkan tadi, jika mas bilang jangan mengganggu ya jangan mengganggu, ngerti nggak sih. " sahut David dengan nada suara yang sedikit meninggi.


" Maafin Adira ya Mas? Adira nggak tahu jika apa yang Adira lakukan bisa membuat mas semarah ini? " tutur Adira dengan wajah yang penuh penyesalan.


" Terserah. " ujar David yang mengambil bantal miliknya lalu keluar dari dalam kamar menuju ke ruang tamu untuk tidur di atas sofa.


Mendapati suaminya yang keluar dari dalam kamar tangis Adira langsung pecah saat itu juga. Adira tidak tahu kesalahan apa yang sudah dia lakukan sehingga bisa membuat suaminya bisa semarah itu dengannya.


Adira hanya bisa menangis dan menangis sambil terus memikirkan kesalahan apa yang sudah dia lakukan.


Adira yang sejak kecil selalu mendengar tutur kata yang lembut serta santun dari kedua orangtuanya tentu langsung merasakan sakit di hati saat mendapati sikap dingin dan ketus suaminya. Apalagi saat mendengar suaminya yang berbicara dengan suara yang sedikit meninggi membuat hati Adira kembali terasa sakit.


Hingga pukul 12 malam Adira belum juga bisa memejamkan kedua matanya, bahkan kedua kelopak mata Adira sudah membengkak karena kebanyakan menangis.


Adira yang khawatir suaminya akan kedinginan mengambil satu buah selimut yang ada di dalam lemari lalu membawanya keluar dari dalam kamar menuju ke sofa yang ada di ruang tamu di mana suaminya berada.


Sampai di ruang tamu Adira langsung memakaikan selimut tersebut untuk menutupi tubuh suaminya.


" Maafin Adira ya Mas. " ucap Adira dengan pelan tepat di telinga sang suami.


Lalu Adira mencium pipi suaminya dan kembali masuk ke dalam kamar untuk mencoba memejamkan kedua matanya. Tapi nyatanya hingga pukul 04.00 pagi Adira masih belum juga bisa memejamkan kedua matanya, hingga saat Adira bercermin Adira dapat melihat kantung matanya yang sedikit menghitam.


Setelah bercermin Adira langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Adira kembali keluar dari dalam kamar untuk membangunkan suaminya mengajaknya salat tahajud bersama.

__ADS_1


" Mas David Mas. " Adira memanggil sambil berlutut di samping suaminya lalu menepuk pipinya dengan lembut.


" Mas sudah jam 04.00 pagi, kita sholat tahajud berjamaah yuk? " ucap Adira yang masih berusaha membangunkan suaminya.


" Mas David. " panggil Adira lagi.


Bukannya bangun, David malah merenggangkan tubuhnya lalu berbalik memunggungi istrinya.


" Mas kita sholat tahajud berjamaah yuk? " Adira masih terus berusaha membangunkan suaminya.


" Mas David, ayo mas. " ucap Adira.


David yang merasa terganggu langsung menggerakkan tangannya ke belakang membuat Adira terkejut hingga jatuh kebelakang dengan kepala yang terantuk meja sofa.


" Awww.. " ucap Adira secara spontan saat merasakan nyeri di kepala bagian belakang.


Mendengar suara istrinya David langsung bangun dan memutar tubuhnya dan mendapati istrinya yang duduk di dekat meja sambil memegangi kepala belakangnya.


Karena posisi Adira yang menunduk David tidak dapat melihat wajah istrinya dengan jelas.


" Ngapain di sini? kan sudah mas bilang jangan ganggu. " ucap David yang masih berbicara dengan nada ketus.


Adira langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah suaminya.


" Maafin Adira mas, Adira kesini cuma mau mengajak mas sholat tahajud berjamaah saja kok, tapi jika mas tidak mau ya tidak apa-apa Adira tidak memaksa. Maaf Adira sudah mengganggu. " ucap Adira dengan mata yang kembali berkaca-kaca saat mendengar suaminya yang masih berbicara dengan ketus padanya.


David tercenung saat melihat kedua mata indah istrinya yang membengkak dan kantung matanya yang sedikit menghitam.


" Mas lanjut tidur saja ya? Adira kembali ke kamar dulu mas jangan lupa sholat subuh nanti. " ucap Adira yang langsung bangkit dari duduknya.


Walaupun matanya sedang berkaca-kaca tetapi Adira tetap menarik garis senyum di bibirnya saat berbicara dengan sang suami.


" Kamu menangis? " David bertanya sambil mencekal tangan Adira yang ingin kembali ke kamarnya.

__ADS_1


" Iya mas, Adira sedih melihat sikap mas yang berubah dingin dan ketus seperti itu, jujur hati Adira sakit mas. Jika Adira salah tolong katakan di mana letak kesalahannya supaya Adira bisa memperbaikinya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika mas mau menghukum Adira, hukum saja mas Adira ikhlas yang penting mas bisa memaafkan Adira. " ucap Adira dengan kedua bahu yang bergetar karena kembali menangis.


David langsung merasa bersalah saat melihat istrinya yang menangis hingga sesegukan, David jadi teringat dengan janjinya dengan sang ayah mertua yang tidak akan pernah menyakiti istrinya.


__ADS_2