Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 55


__ADS_3

Keesokan harinya...


Setelah menyelesaikan pekerjaannya di rumah dan juga sudah menyiapkan semua kebutuhan sang suami, Adira segera pergi bekerja setelah sebelumnya sudah berpamitan dengan suaminya terlebih dahulu, Adira melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke rumah Hani untuk bekerja.


" Selamat pagi pak Joko. " sapa Adira saat Joko membuka pintu pagar untuk Adira.


" Pagi juga Mbak Adira. " jawab Joko yang lanjut menutup pintu pagarnya setelah Adira masuk ke dalam.


Adira melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam rumah melalui pintu samping seperti biasanya, setelah masuk ke dalam rumah Adira segera memulai pekerjaannya hingga selesai pada sore hari.


" Bu Adira pamit pulang dulu ya karena semua pekerjaan Adira sudah selesai. " ucap Adira yang berpamitan pada Hani.


" Iya Adira kamu hati-hati ya? " jawab Hani yang sedang bersantai di dekat kolam renang seperti kebiasaannya.


" Iya Bu Assalamualaikum. " pamit Adira sekali lagi.


" Wa'alaikumsalam Adira. " jawab Hani di sertai senyuman.


Setelah berpamitan pada Hani,, Aidira segera melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar, dan seperti biasanya juga setiap Adira akan keluar dari pintu pagar Adira pasti selalu menyapa Pak Joko.


" Adira pulang dulu ya Pak Joko. " pamit Adira sembari melangkahkan kakinya keluar dari pintu pagar.


" Iya Mbak Adira hati-hati ya di jalan. " sahut Pak Joko sembari menutup pintu pagarnya.


Saat sedang berjalan kembali ke rumahnya Adira teringat dengan pesan Ibunya yang menyuruhnya untuk melakukan tes kehamilan dengan menggunakan alat test peck.


" Nah kebetulan di depan itu ada apotek Adira beli test peck di situ aja kali ya. " ucap Adira yang kemudian berbelok ke apotek tersebut.


" Mau cari apa Mbak. " sapa wanita penjaga apotek dengan ramah.


" Mbak ada test peck gak? " tanya Adira dengan malu-malu.

__ADS_1


" Oh test peck ada Mbak mau yang mana? " jawab penjaga apotek tersebut sembari menunjuk salah satu sisi etalase toko yang berisi berbagai macam merk dan model test peck dari yang harganya murah sampai yang paling mahal.


" Mau yang ini satu sama yang ini satu deh Mbak. " seru Adira yang menunjuk salah satu merek test peck dan Adira memilih satu yang murah dan satu yang paling mahal.


Setelah membayar test peck tersebut Adira kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ke rumah. sampai di rumah Adira segera masuk ke dalam kamarnya lalu dia segera menuju ke dalam kamar mandi untuk mencoba alat test peck yang baru saja di belinya.


Setelah membaca instruksi cara pemakaiannya Adira segera menampung air seninya dalam sebuah wadah yang kecil, Adira segera membuka salah satu alat test peck yang paling murah lalu segera mencelupkannya ke dalam air seninya tersebut.


Setelah dirasa cukup Adira segera mengeluarkan alat tes tersebut lalu meletakkannya di atas wastafel. Adira menunggu dengan jantung yang berdetak dengan sangat kencang sembari bibirnya terus berdoa dan berharap semoga hasilnya sesuai dengan apa yang dia harapkan.


" Ya Allah semoga hasilnya sesuai dengan yang Adira harapkan. " doa Adira di dalam hati.


Setelah berdoa Adira mulai memberanikan dirinya untuk melihat hasil dari test peck pek tersebut, saat pertama kali memegangnya Adira masih menutup matanya karena dia takut jika hasilnya tidak sesuai dengan yang dia harapkan.


" Huuuuh bismillahirrahmanirrahim semoga hasilnya positif. " ucap Adira yang berdoa sekali lagi.


Setelah membaca doa untuk yang kesekian kalinya Adira membuka kedua matanya secara perlahan lalu dia memberanikan diri untuk melihat hasil dari test peck pek tersebut.


Dalam satu kali kedipan air mata Adira langsung menetes membasahi pipi mulusnya saat melihat dua garis merah terang yang terdapat di test peck tersebut.


Agar lebih yakin dan percaya Adira mencoba memasukkan test peck pek yang satu lagi ke dalam air seninya dan Setelah menunggu beberapa saat hasilnya tetaplah sama yang muncul adalah dua garis merah terang.


" Alhamdulillah Adira positif hamil. " ucap Adira yang langsung sujud syukur di kamar mandi.


" Terimakasih sayang karena kamu sudah hadir di dalam rahim Bunda? dan semoga dengan hadirnya dirimu hubungan Bunda dan nenek kamu semakin membaik ya? " ucap Adira lagi sambil mengusap lembut perutnya yang masih rata.


Setelah itu Andira melanjutkan aktivitasnya seperti biasa hingga tiba waktunya mereka selesai makan malam.


Saat ini David sedang berada di ruang keluarga bersama ibunya sedang menonton televisi.


" Oh iya David bulan depan kan giliran ibu yang narik arisan menurut kamu kalau Ibu mengadakannya di rumah kita bagaimana? " ucap Nuryati meminta pendapat.

__ADS_1


" Kalau aku sih ya terserah Ibu saja mau mengadakannya di mana? tapi kalau Ibu mengadakannya di rumah memangnya siapa yang mau memasak makanannya Bu? " tanya David.


" Iya siapa lagi kalau bukan istri kamu, lagi pula masakannya enak kok daripada Ibu harus pesan makanan di luar lebih baik istri kamu aja ya suruh masak. " jawab Nuryati.


" Ya sudah jika memang begitu keputusanmu Ibu, aku sih setuju banget. " sahut David.


Setelah itu David lanjut menemani ibunya menonton film kesukaannya hingga acara tersebut selesai pada pukul 10.30 malam.


" Bu aku ke kamar duluan ya ngantuk banget nih? " pamit David yang sudah sangat mengantuk.


" Iya kamu tidurlah Ibu juga mau tidur ngantuk. " jawab Nuryati sambil mematikan televisi tersebut.


setelah selesai menonton televisi David dan Nuryati kembali ke kamar mereka masing-masing.


Sementara di dalam kamarmu...


Adira yang sejak selesai makan malam ingin menyampaikan kabar bahagia ini pada suaminya dengan terpaksa harus menunggu, padahal Adira sudah tidak sabar rasanya ingin melihat bagaimana reaksi suaminya ketika mengetahui bahwa dia sudah positif hamil.


" Mas David lama banget sih kok belum balik ke kamar juga. " ucap Adira saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09.00 malam.


" Hoooammm. " Adira menguap karena dirinya yang sudah mulai mengantuk.


Adira terus menunggu dan menunggu hingga dia ketiduran dalam posisi duduk bersandar di headboard ranjang sambil memegang dua test peck yang ada di tangan sebelah kirinya.


David yang baru saja selesai menonton televisi langsung masuk ke dalam kamarnya dan mendapati isinya sedang tertidur dalam posisi duduk bersandar.


Sebelum naik ke atas ranjang David masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih terlebih dahulu barulah setelah itu David naik ke atas ranjang dan dia memperhatikan wajah istrinya yang , tetap terlihat cantik walaupun sedang tertidur pulas.


" Kamu sangat cantik sekali Adira, dan Mas sangat beruntung bisa mendapatkan kamu wanita sholehah ku. " ucap David sembari tangan kanannya mengelus wajah cantik Adira.


Namun saat tatapan matanya turun ke bawah David salah fokus dengan kedua benda kecil yang ada di tangan sebelah kiri istrinya.

__ADS_1


__ADS_2