
Jika di sini Adira dan keluarganya sedang berbahagia, berbeda dengan David yang harus mengalami nasib buruk karena dirinya baru saja di PHK karena perusahaan tempat David bekerja mengalami kebangkrutan.
Jangankan memberi pesangon yang besar perusahaan tempat David bekerja hanya membayar gaji mereka selama satu bulan saja. Saat dalam perjalanan kembali pulang ke rumah tubuh David rasanya lemas dan dia bingung bagaimana caranya menyampaikan hal ini pada Ibu dan juga istrinya, apalagi selama ini Aura selalu menuntut untuk memberikan nya uang yang banyak dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan anak mereka yang bernama Aska.
" Assalamualaikum. " David mengucap salam saat masuk ke dalam rumahnya.
" Tumben cepat pulang? " Aura bertanya dengan tatapan yang tidak sedap dipandang.
" Bisa ambilkan aku segelas air putih Aura? " David meminta sambil mendudukkan dirinya di kursi tamu.
" Kalau mau minum ambil saja sendiri di dapur ngapain nyuruh-nyuruh memangnya aku pembantu. " Aura menjawab dengan nada yang sinis.
David hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar menghadapi sikap istrinya yang semakin hari semakin keterlaluan.
" Hari ini kamu gajian kan aku minta uang? " pinta Aura yang langsung menadahkan tangan ke arah David.
" Aku di PHK Aura. " David berucap dengan suara yang pelan.
" Apa kamu bilang di PHK? jangan gila deh David kamu kerja aja gaji kamu nggak bisa mencukupi kebutuhan Aska apalagi jika kamu pengangguran mau makan apa aku dan Aska. " bentak Aura tepat di depan wajah David.
" Aku di PHK bukan atas dasar kemauanku sendiri Aura tapi perusahaan tempat aku bekerja mengalami kebangkrutan dan kami seluruh karyawannya di PHK. " David menjelaskan agar istrinya mau mengerti.
Bukannya memahami kondisi suaminya Aura malah berlalu menuju ke dalam kamar mereka lalu memasukkan seluruh pakaiannya dan pakaian milik Aska ke dalam sebuah koper besar.
Setelah memastikan seluruh barang miliknya dan barang milik Aska tidak ada yang tertinggal, Aura segera menggendong putranya lalu membawanya keluar sambil membawa koper mereka.
" Kamu mau ke mana Aura? " ujar David bertanya saat melihat Aura lewat di hadapannya.
" Aku mau kita cerai. " Aura menjawab sambil menatap nyalang ke arah David.
" Apa-apaan sih kamu Aura tidak ada angin tidak ada hujan kenapa tiba-tiba kamu meminta cerai? sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu karena aku tidak mau berpisah dari putraku Aska. " sahut David yang berbicara dengan nada tinggi.
" Hahahaha David, David Aku tidak menyangka ternyata kamu sebodoh itu. " tutur Aura sambil tertawa.
__ADS_1
" Apa maksud kamu Aura? " David kembali bertanya sambil melangkah mendekat ke arah Aura dan juga Aska.
" Asal kamu tahu ya David Aska ini bukan anak kandung kamu, Aska ini adalah anak dari mantan kekasihku yang tidak mau bertanggung jawab, dari pada aku dan Ibuku harus menanggung malu makanya kami dengan senang hati menerima tawaran Ibumu yang bodoh itu untuk menjodohkan kamu dengan aku, dan bodohnya kamu dan Ibumu percaya saja jika aku melahirkan Aska secara prematur padahal Aska itu lahir dalam keadaan normal karena saat menikah denganmu aku sudah mengandung Aska. " papar Aura sembari tersenyum puas.
Jedeeer...
Bak tersambar petir di siang bolong David langsung terdiam seketika saat mendengar fakta yang baru saja diungkapkan oleh Aura.
" Kamu pasti berbohong kan Aura. " ucap David saat dirinya sudah tersadar dari keterdiaman nya.
Aura yang sudah malas berbicara langsung menyerahkan selembar kertas putih yang sudah dipegangnya sedari tadi. David langsung menerima kertas tersebut dan membukanya dengan tidak sabaran, kedua bola matanya langsung membulat dengan sempurna karena surat itu adalah surat hasil tes DNA antara dirinya dan juga Aska dan di surat itu terbukti jika Aska bukanlah darah dagingnya.
David sangat syok mendapati kenyataan ini tubuhnya terasa lemas seperti tidak memiliki tulang, jangankan untuk bergerak untuk berbicara pun David sudah tidak mampu.
" Oh ya satu lagi dan perlu kamu tahu akulah orang yang sudah menabrak Adira hingga ia harus kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, serta satu hal lagi yang harus kamu tahu bahwa saat itu sebenarnya Adira hanya kehilangan bayinya bukan rahimnya, Ibumu tersayang sengaja membohongi kamu agar kamu mau menceraikan Adira dan menikah dengan ku. " tutur Aura membuat David semakin syok hingga tubuhnya luruh ke lantai.
" Ah iya aku hampir lupa selama ini sebenarnya Ibu kamu tidak pernah suka kamu menikah dengan Adira, yang Ibumu mau kamu dan kakakmu tidak pernah menikah karena dia takut kalian akan mengalami nasib yang sama seperti dirinya dahulu, tapi sayang karena kalian memaksa untuk menikah makanya Ibu kalian selalu mencari cara bagaimana caranya agar kamu dan kakakmu bisa bercerai dari pasangan kalian masing-masing, tapi sayang kakakmu terlalu pintar dia lebih memilih menjauh dari Ibu kamu demi menyelamatkan pernikahannya, tapi kamu yang laki-laki malah terlalu bodoh hingga Ibumu berhasil memisahkan kamu dengan Adira, aku tahu sejak awal Ibumu ingin memanfaatkan aku tapi sayang aku tidak sebodoh Adira dan sekarang kalian berdua mendapatkan karma dari apa yang sudah kalian lakukan, kalau kamu mau tahu aku mengetahui ini semua dari buku diary yang ada di dalam kamar Ibumu. " Aura memberitahu semua hal yang selama ini tidak pernah David ketahui.
Kepala David rasanya ingin pecah saat mendengar semua fakta yang sangat mengejutkan, bagaimana mungkin dia yang selama ini selalu dekat dengan Ibunya tapi tidak mengetahui hal ini. Apa sebegitu bodohnya atau sebegitu patuhnya dia sampai mata dan telinganya tertutup akan semua fakta yang membuat hidupnya sekarang menjadi menderita.
David menyesal sungguh dia amat menyesal karena sudah mempercayai Ibunya dan akhirnya dengan mudahnya ia menceraikan Adira dengan talak tiga sekaligus.Tanpa di perintah air matanya luruh membasahi wajah tampannya, beribu penyesalan langsung merasuk ke dalam hatinya.
Nuryati yang baru saja kembali sehabis bekerja di rumah tetangganya ia terkejut mendapati putranya yang menangis sambil terduduk di lantai.
" Kamu kenapa David? " Nuryati menyapa sambil berlutut di hadapan putranya.
" Kenapa Ibu berbohong padaku Bu? Kenapa? " David bertanya seraya mengangkat kepala.
" Maksudnya berbohong bagaimana Nak? Ibu tidak mengerti. " Jawab Nuryati seraya menatap bingung.
" Kenapa Ibu berbohong padaku tentang operasi pengangkatan rahim Adira Bu? Kenapa Ibu harus menipuku hingga aku harus kehilangan wanita sebaik Adira? " David bertanya sambil menatap wajah Ibunya dengan tatapan penuh kekecewaan.
Nuryati tercekat bagaimana mungkin David bisa tahu tentang masalah ini? karena selama ini yang tahu tentang rahasia itu hanya dirinya sendiri Nuryati tidak bisa menjawab karena lidahnya mendadak menjadi kelu.
__ADS_1
" Jawab pertanyaanku Bu? Apa benar Ibu tidak menginginkan aku dan Mbak Sinta menikah? Hingga akhirnya Ibu selalu berusaha untuk memisahkan kami dengan pasangan kami masing-masing? " David kembali melontarkan pertanyaan yang semakin sulit untuk Nuryati jawab.
" Ibu tau gara-gara Ibu hidupku hancur Bu, gara-gara Ibu aku harus kehilangan berlianku demi batu kali seperti Aura dan harus Ibu tau ternyata Aska bukan anakku Bu, Aska adalah anak Aura dengan mantan kekasihnya dia hanya memanfaatkan aku untuk menutupi aibnya yang hamil di luar nikah. " Papar David membuat Nuryati terkejut hingga menutup mulutnya dengan tangan.
" Ibu takut aku di sakiti oleh istriku tapi pada kenyataannya aku di sakiti oleh Ibuku sendiri, bahkan hidupku juga hancur karena Ibuku sendiri. " Ucap David untuk yang terakhir kalinya lalu dia segera beranjak dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
Braaaakkk...
David membanting pintu kamarnya membuat Nuryati sampai terlonjak kaget. Mulai saat itu hubungan David dan Ibunya menjadi renggang karena rasa kecewa David yang sangat luar biasa terhadap Ibunya, namun meskipun dia sangat kecewa tetapi dia tetap tinggal bersama Ibunya dan kembali bertanggung jawab untuk memenuhi seluruh kebutuhan Ibunya seperti dahulu.
Karena rasa kecewanya yang teramat besar terhadap Ibunya hal itu membuat David menjadi lebih banyak diam dan jarang sekali berbicara dengan Ibunya, kalaupun Nuryati bertanya David hanya menjawab sekenanya dan ketika Nuryati mendekatinya David akan pergi menjauh.
Ingin rasanya David meminta maaf pada Adira namun David terlalu malu dan seperti tidak memiliki muka jika harus menampakan dirinya di hadapan Adira dan kedua orang tuanya.
.
.
.
Sementara itu di rumah keluarga Rendra...
Setelah istri dan ketiga anak kembarnya pulang dari rumah sakit beberapa hari kemudian mereka mengadakan syukuran sekaligus aqiqah untuk ketiga anggota keluarga baru mereka.
Mereka mengadakan acara syukuran besar-besaran dengan mengundang seluruh anak yatim, para tetangga sekaligus seluruh karyawan perusahaan Rendra, mereka yang datang menghadiri acara syukuran tersebut ikut merasakan sukacita dan bahagia yang dirasakan oleh keluarga Rendra.
Ucapan selamat serta doa yang baik serta tulus selalu mereka dapatkan dari para tamu undangan, tidak jarang banyak yang merasa gemas saat melihat ketiga anak kembar mereka yang sangat tampan dan juga cantik.
Acara syukuran keluarga Hani sampai juga ke telinga David dan juga Nuryati, mereka jadi mengetahui jika Adira sudah menikah dengan orang paling terpandang di kota mereka bahkan dia sudah memiliki tiga anak kembar. Ingin rasanya mereka menghadiri acara tersebut namun kembali lagi mereka terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya di hadapan Adira dan kedua orang tuanya.
Akhirnya Adira hidup bahagia bersama keluarga kecilnya, sedangkan David serta Nuryati hanya hidup berdua namun hubungan mereka masih merenggang dan tidak bisa kembali dekat seperti dahulu....
TAMAT...
__ADS_1