Mertua Serasa Madu

Mertua Serasa Madu
Bab 85


__ADS_3

Hari yang di nanti telah tiba, sesuai dengan kesepakatan mereka hari ini Rendra, Ibunya dan beberapa orang lainnya datang ke rumah sederhana milik keluarga Adira.


Awalnya mereka datang hanya untuk meminang Adira secara resmi, namun ternyata Abdullah Ayah kandung Adira keberatan mengingat status putrinya yang hanya seorang janda membuatnya berpikir untuk langsung menikahkan mereka saja.


Rendra yang mendengar hal itu tentu saja merasa sangat bahagia karena semuanya berjalan lebih cepat dari yang di rencanakan. Berkat bantuan dari Mamanya dalam dua hari mereka sudah selesai mengurus semuanya dan juga mempersiapkan seserahan yang akan mereka bawa saat akad nikah nanti.


Rumah orangtua Adira pun sudah di persiapkan dengan dekorasi sederhana dan hanya di hadiri oleh kerabat dekat saja. Rendra dan Hani tidak mempermasalahkan hal itu, menurut mereka mewah atau tidaknya itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah sahnya.


Saat ini Rendra beserta rombongannya sudah sampai di kediaman keluarga Adira dan sebentar lagi acara akad nikah akan di mulai.


" Aduh Ma aku deg-degan banget nih. " bisik Rendra yang sedang duduk di samping Mamanya.


" Tarik napas dari hidung lalu keluarkan lewat mulut lakukan berkali-kali sampai kamu tenang, karena saat akad nikah nanti kamu harus berkonsentrasi dan jangan sampai salah. " Sahut Hani menasehati.


Rendra pun mengikuti apa yang Mamanya katakan dan lumayan membantu walau pun tidak bisa menghilangkan 100% rasa gugup dan deg-degan yang sedang Rendra alami saat ini.


" Adira kok gak kelihatan sih Ma? " Rendra bertanya karena sejak tadi dirinya mencari-cari sosok wanita yang akan menjadi istrinya namun tidak kelihatan.


" Sabar nanti setelah kamu selesai melaksanakan ijab qobul baru Adira akan keluar. " Hani menjawab sambil tersenyum.


Rendra hanya ber oh ria saja setelah mendengar penjelasan dari Mamanya, setelah persiapan sudah selesai kini tiba saatnya Rendra akan melaksanakan ijab qobul dan Abdullah sendirilah yang akan menikahkan putrinya.


Tak pernah terbayangkan olehnya jika dirinya akan menikahkan putrinya sebanyak dua kali, sebagai seorang Ayah sudah tentu Abdullah berharap putrinya akan menikah sekali seumur hidup. Tapi jika takdirnya putrinya harus menikah sebanyak dua kali dia hanya bisa menerima dan sangat berharap semoga ini adalah pernikahan putrinya yang terakhir.


Jantung Rendra semakin berdetak dengan sangat kencang saat penghulu mulai membuka prosesi ijab qobul mereka.

__ADS_1


.


.


.


Saat prosesi ijab qobul mulai berlangsung jantung Adira berdetak dengan sangat kencang dan dia terus berdoa di dalam hati semoga semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apa pun. Sejak tadi Adira terus menggenggam tangan Ibunya agar perasaannya sedikit lebih tenang.


Saat Ayahnya mulai mengucapkan ijab dan di lanjutkan dengan Rendra yang mengucapkan qobul, Adira mendadak tegang dan dia semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Saat mendengar kata SAH telah terucap, Adira langsung meneteskan air mata bahagianya dan dia pun memeluk tubuh malaikat pelindungnya yaitu Ibunya.


" Selamat ya nak? Semoga ini menjadi pernikahanmu yang terakhir dan untuk selamanya? " Khadijah berucap sambil ikut meneteskan air mata.


" Aamiin terima kasih banyak Bu? " Adira menjawab dan Khadijah pun menyeka air mata yang mengalir di wajah cantik putrinya.


Setalah dirasa sempurna Adira segera menggandeng tangan Ibunya dan mereka mulai melangkah keluar dari dalam kamar, semua yang ada di sana melihat ke arahnya dan mereka terpana melihat Adira yang sangat cantik terutama Rendra yang sampai tidak bisa berkedip karena terlalu terpesona melihat kecantikan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


Adira terus melangkah hingga dirinya tiba di samping sang suami dan langsung mencium punggung tangannya untuk yang pertama kalinya, saat memegang tangan sang istri Rendra sangat kagum karena tangan istrinya sangat lembut dan halus padahal selama ini istrinya selalu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah.


Setelah itu Rendra segera membacakan doa sesuai dengan yang Abdullah berikan padanya sehari sebelum acara ijab qobul di laksanakan. Setelah membaca doa Rendra mencium kening istrinya dan rasa hangat langsung menjalar ke dalam hati mereka berdua sebagai sepasang suami istri.


Selesai dari itu mereka langsung menandatangani dokumen pernikahan mereka dan akhirnya mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri di mata agama dan juga di mata hukum negara. Mereka yang tidak pernah dekat sebelumnya dan hanya bertegur sapa sekedarnya merasa canggung dan juga salah tingkah.


Rendra sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan berada di posisi sekarang ini, padahal setelah di kecewakan oleh kekasihnya di masa lalu Rendra tidak pernah berpikir untuk menjalin hubungan apa lagi sampai menikah, karena rasa sakit yang dia alami begitu membekas dan menyisakan trauma.

__ADS_1


Tapi entah kenapa saat bertemu dengan wanita cantik berparas ayu itu rasa ingin memiliki kembali muncul dalam dirinya bahkan bayangan wajah dan senyumnya yang mempesona tidak bisa menghilang dari dalam ingatannya.


Sekarang Rendra banyak-banyak bersyukur karena tanpa di sengaja trauma akibat luka masa lalunya bisa menghilang dengan sendirinya dan akhirnya dirinya bisa merasakan kebahagiaan sebagai seorang pengantin.


Ucapan selamat terus mereka dapatkan dari orangtua dan juga para kerabat yang datang di hari bahagia mereka, tak jarang banyak yang memuji mereka sebagai pasangan serasi karena yang satu cantik dan satunya lagi tampan.


" Akhirnya kita sudah sah juga sayang? Mas bahagia sekali. " Rendra berbicara sambil terus menggenggam tangan istrinya.


" Iya Mas Adira juga bahagia sekali. " Adira menjawab sambil tersenyum manis ke arah suaminya.


" Jangan kamu perlihatkan senyum manismu itu kepada orang lain ya sayang? Karena senyum manismu itu hanya untuk Mas? " pinta Rendra yang kembali bersikap posesif.


" Iya Mas. " Adira menjawab dengan patuh sambil menatap wajah tampan yang saat ini sudah menjadi suaminya.


" Kenapa kamu ngeliatin Mas begitu banget sayang? " Rendra bertanya sambil mencium tangan istrinya dengan mesra.


" Gak apa-apa Mas, Adira cuma tidak menyangka saja jika kita bisa jadi pasangan suami istri padahal selama ini Mas bersikap biasa saja dan tidak pernah menunjukkan gelagat kalau Mas mencintai Adira. " Adira menjawab dengan suaranya yang lembut.


" Rahasia dan skenario Allah SWT itu sangat unik sayang? " sahut Rendra dan Adira pun tampak menganggukkan kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


Di sudut ruang tamu sejak tadi Hani tak henti-hentinya menitikkan air mata bahagia karena dua orang yang paling dia sayangi akhirnya bisa bersatu dengan sendirinya tanpa campur tangannya.


Sejak dirinya mengenal Adira ingin rasanya Hani menjodohkan Adira dengan putranya, namun itu tidak mungkin dia lakukan mengingat saat itu Adira yang masih bersuami. Tapi sekarang apa yang dia inginkan sudah terwujud dan Hani sangat bersyukur akan hal itu.


__ADS_2