Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
salah mengenali perasaan


__ADS_3

Brakkkkkk


Saga membanting setir mobil.


"Sebaiknya kita berhenti sampai disini, aku akan bicara pada tuan Wijaya secara pelan-pelan , mungkin dia akan mengerti."


"Ini sudah terlalu jauh, kita tidak bisa berhenti begitu saja, apalagi kondisi tuan Wijaya masih terlalu lemah , aku tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi padanya, kalau kita mengatakan yang sebenarnya."


"Aku tahu, tapi aku jga tidak bisa mengorbankan mu ,ini terlalu berisiko"


dengan intonasi yang lebih tinggi


"coba ,mengertilah emeli ,ini tak semudah yang kau bayangkan ,aku takut,


takut apa yang menimpa Laura,


akan terjadi padamu."


"Aku akan baik-baik saja. percayalah padaku," memegang tangan saga dengan sorot mata meyakinkan."Bahkan dengan apa yang terjadi hari ini, membuat aku yakin


Devan ada hubungannya, di balik hilangnya Laura."


"Kamu tidak tahu Emeli, siapa yang kamu hadapi, dia Devan Ardiansyah ,salah satu orang yang berpengaruh di negri ini,masalah apapun bisa di hadapi dengan mudah."


"Aku tahu, tapi aku yakin dengan keputusan ku


aku mohon dukung aku."


Saga menghela nafas panjang


"Baik, tapi berjanjilah untuk baik baik saja."


menautkan kedua kelingkingnya.


Setelah mengantar Diandra pulang ,


Devan kembali ke rumah pribadinya


Devan tinggal sendri dengan beberapa pelayan sedangkan papa devan berada di rumah utama.Dia tidak tinggal dengan Diandra tentu saja karena ayahnya tidak setuju atas hubungan itu.


Bruuuuk


Devan menghempaskan


tubuh ke kasur berukuran king size, dia merasa begitu lelah hari ini ,mengingat yang terjadi di pesta itu.Tiba-tiba sekelebat bayangan emeli melintas.Dia mengucek-ngucek mata tapi bayangan itu hilang."Apa yang terjadi padaku?"


lalu memijat pelipisnya.


"Sebaiknya aku mandi.." Devan berdiri di bawah guyuran air yang keluar dari shower


menjambak rambutnya dengan kasar,


"kenapa bayangan Laura menghantuiku,


kenapa sorot matanya yang membenciku , selalu terngiang-ngiang.


Kenapa aku begitu sakit melihat kedekatan Saga dan laura."


Brakkk meninju dinding berkeramik,


"Rasa apa ini bahkan begitu sakit, rasa yang sebelumnya tidak pernah aku alami sekalipun dengan Diandra,"


"Apa aku,sudah jatuh cinta,


tidak mungkin ini semua terjadi karena aku terlalu membenci wanita itu."


Menempelkan kening di dinding keramik di bawah guyuran air, hati Devan berkecamuk pikirannya melayang seolah ingin mencari jawaban dari setiap pertanyaannya.


Di Kantor.


Jhoni menghampiri tuannya di meja kerja. Terlihat Devan sangat serius berkutat dengan benda pipik persegi empat ,


"Tuan aku sudah menyelesaikan semua perintah anda."


Membatalkan semua proyek pak dermawan, di perusahaan ini dan perusahaan lainnya,


sekaligus saya sudah melapor ke polisi atas penggelapan dan proyek.


Dapat di pastikan perusahaanya akan hancur begitupun dengan nama baiknya.


"Bagus agar para klien tau bagaimana jadinya jika bermain main denganku.


ucap devan sembari tersenyum sinis.


"Tapi tuan?"


Devan, melirik asistennya itu.

__ADS_1


"Pak dermawan adalah orang yang sangat licik ,bahkan dia mengancam akan membalas dendam atas apa yang anda lakukan.


Devan tergelak.


"Bukankah dia sendiri yang mencari masalah ,mengelapkan dana proyek ,


mengubah bahan bangunan hotel dengan bahan di bawah standar, untuk keuntungan pribadinya,beraninya...mengancam ku.


"ternyata masih punya nyali jga dia,


baiklah aku akan tunggu pembalasannya."


'"Tapi Jagan terlalu di anggap remeh tuan,


anda jga harus berhati-hati,"


Hmmm....sanggah Devan.


"Tuan bagaiman keadaan nona Diandra?"


saya mendengar kemaren nona Diandra tengelam bersama nona emeli?"


"Dia baik-baik saja ,Jagan khawatir.


"Kau tau dia telah berubah seakan aku tak mengenalinya lagi.


Jhoni mengerenyitkan dahi mencoba mencerna apa yang yang di sampaikan tuannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi di saat dia menghilang,hingga membuatnya jadi seperti itu,kau tau matanya itu?"


"Kenapa dengan matanya, tuan?"


sorot matanya tak seperti dulu yang penuh cinta matanya, yang sekarang menunjukkan kebencian kepadaku.


Kau tau aku memikirkannya semalaman


tapi tetap saja aku tak menemukan jawaban,


menurutmu kenapa dia berubah secara drastis?"


"Maaf tuan aku jga tidak tahu"


menggaruk lehernya yang tak gatal karna bingung melihat bosnya yang slalu saja .


uring-uringan.Devan menghela nafas merasa sedikit kecewa dengan jawaban Jhoni


Hemmm


"Apa yang anda maksud nona Laura?"


"Tentu saja siapa lagi?"


"Maaf sebelumnya tuan ,bukankah saya menanyakan nona diandra,


tapi anda menjawab tentang nona Laura secara mendetail."


Devan mengerenyitkan dahi ,mencoba berfikir,


lalu?"


Jhoni merasa gugup hanya diam mematung,


"Jawab saja tidak apa-apa,"dengan sorot mata penuh tanya."Maaf tuan.... saya takut Anda salah mengenali perasaan anda sendiri"


"Maksud mu?"


"Tentu anda mengerti maksud saya"


Devan tergelak , mana mungkin aku salah, aku hanya terlalu membencinya.


Namun dalam hati Devan memikirkan apa yang di ucapkan Jhoni,"Sudahlah sebaiknya kamu pergi." dengan tangan mengibas.


Tiba-tiba saja papa Devan masuk dengan langkah cepat dan sorot mata penuh amarah,


membanting flashdisk di hadapan putranya


"Ada apa pa,apa ini pa?"


"lihatlah saja,"


Devan memasang ke laptop, memutar sebuah Vidio ,matanya terbelalak , melihat kebenaran bahwa Emeli hanya ingin menolong Diandra.


Devan memijit pelipisnya, karna kesal


"Papakan dari dulu sudah pernah bilang ,dia bukan wanita baik-baik." dengan nada membentak.


"Bukan seperti itu pa,"

__ADS_1


"Cukup jangan membantah Devan,


mau taruh di mana ,muka papa ini, di hadapan pak Wijaya, kamu tahu sendiri


pak Wijaya yang membatu kita dari nol sampai seperti ini,tapi apa yang kamu lakukan, kmu hanya bisa membuat putrinya menangis"


lalu menarik nafas panjang .


"Aku tidak mau tau Devan... kamu harus minta maaf pada Laura, kalau tidak jangan pernah anggap aku papa mu"


lalu bergegas pergi hingga punggungnya menghilang di balik pintu.


Brakkkkk


Devan membanting semua barang yang ada dimeja hingga berserakan di lantai,


"Maaf tuan ?"


"Apa tidak sebaiknya anda menemui nona Laura, karna memang dia tidak bersalah,


"Kamu benar"mereka berdua bergegas ,pergi ke rumah Laura namun sayang Laura sedang joging di taman ,jadi terpaksa mereka ke sana.


*******


Di taman


Emeli memakai setelan kaos berwarna navy dan celana Jogger abu, dia jga memaki jaket warna pink ,yang di ikatkan di pinggangnya


gadis itu memakai headset di telinga karena ingin mendengar lagu , kesukaannya yaitu goyang duyu.


Dia menggeleng-gelengkan , kepalanya karena terlalu asyik jga mengerakkan tangannya mengikuti gerakan penyanyi yang ia hafal betul Tampa melihat, jadilah dia goyang duyu, sendiri di taman Tampa peduli tatapan orang,


sedangkan di mobil,ada Devan dan Jhoni yang menatap heran tingkah emeli.


"Tuan nona sedang apa, apa dia sedang senam,


mengapa gerakannya aneh sekali?"


"Entahlah,, mengapa kamu terus bertanya padaku." dengan suara membentak


"Maaf tuan"


Jhoni menggaruk tengkuk lehernya karena merasa bodoh,


"Apalagi yang kamu tunggu, cepat keluar katakan aku menunggunya di sini ,


"Baik tuan"Jhoni pun bergegas pergi.


hahahaha


Devan tertawa terpingkal-pingkal ,


dasar gadis bodoh gerakan apa yang dia lakukan, sambil menirukan gerakan emeli, sebenarnya sedari tadi Devan ingin tertawa namun masih menjaga image di depan Jhoni,


tiba-tiba Jhoni kembali , menyapu setiap sudut mobil,sambil mengerenyitkan dahi.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Tidak tuan tadi saya mendengar orang tertawa, di dalam mobil, makanya saya cepat-cepat ke sini?""Apa kamu buta, kmu melihat orang tertawa di sini,""Tidak tuan"menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba Jhoni bergidik ngeri sambil memegang lehernya,


"Apalagi cepatlah pergi"


"Baiklah tuan"Jhoni bergegas pergi meninggalkan devan.


Seseorang menepuk pundak. emeli dari belakang,Emeli berbalik ,dia terperanjat melihat Jhoni yang sudah nyengir kuda


"Kenapa kau ke sini?"


sambil melepaskan headset,


"Jagan bilang kau di sini bersama bos mu yang aneh itu?",dengan sorot mata mengancam.


"Memang saya di sini bersama tuan nona", dengan senyum di paksakan.


Emeli berdecak kesal, "pantas saja aku hari ini mempunyai firasat buruk.


Mau apalagi dia, belum puas menghinaku kemaren."


...****************...


...*******...


terima kasih telah membaca,


semoga kalian suka

__ADS_1


dan maaf bilang tulisannya kurang rapi,


__ADS_2