
"Oh Tuhan aku mencintainya."
Devan membatin senyum terukir jelas di wajahnya, rona kesedihan pun sirna menjadi keceriaan.
Bersama datangnya seorang gadis pemilik hati, yang mengalihkan segalanya.Dia
Melangkah dengan gontai menembus keramaian orang, yang berlalu lalang.
Entah kemana pikirannya melayang.Dengan sorot mata tidak lepas dari gadis yang tersenyum ramah, pada setiap orang yang menyapanya.Cantik itulah dia.
Desiran halus di hatinya seolah menuntun untuk mendekat meminta sebuah penyelesaian rasa.
Tiba-tiba Tepukan halus menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap seorang di balik punggungnya ,Diandra tersenyum ramah lalu menarik Devan.
"Kamu mau kemana, pertunjukkannya akan segera di mulai," ucap Diandra dengan wajah heran. Lalu menuntun Devan mengikutinya. Dia hanya menurut diam tampa kata karena hatinya mulai bimbang.
Dia menjatuhkan bokongnya di kursi bersebelahan dengan Diandra, di depannya terdapat meja bundar dan beberapa kursi mengelilinginya .Seperti itu setiap bentuk meja yang ada.
Lalu mendongakkan wajahnya mencari Emeli yang telah berpindah tempat. Di kursi paling depan bersama Saga.
Ada rasa sesak,saat senyum itu untuk orang lain, Devan terdiam hanya mengepal memendam amarahnya.Demi Diandra, gadis yang juga penting di hatinya.
Tiba-tiba lampu padam hanya Lambu kecil di atas meja dan lampu panggung yang hidup. Sinarnya jatuh pada seorang lelaki yang berdiri memegang biola membuat semua orang penasaran.
Emeli yang duduk di meja paling depan tertegun. Melihat Afandi berada di panggung. tapi sebisa mungkin dia menetralkan kegugupannya di depan Saga, dengan tersenyum.
Semua orang terdiam sorot mata mereka berada dalam satu arah menatap seorang pria di atas panggung.
Fandi mendekatkan bibirnya di mikrofon yang berdiri tegak di depan, sembari memegang biola yang akan di mainkan.
"Terimakasih atas perhatiannya, boleh kah sebelum aku memulai aku ingin berbagi kisah" Tanyanya sembari tersenyum.
Riuh penonton mengatakan boleh secara bersamaan, sedang Emeli terdiam dengan perasaan yang mulai resah menatap Fandi yang terus menatapnya.
Pandangan mereka saling beradu. namun dengan cepat Emeli membuang muka.Hatinya berkecamuk Bersamaan kilatan masa lalu yang silih berganti bermunculan di pikirannya.
.
"Dulu aku memiliki sahabat, cinta, dan segalanya." Ucap Fandi dengan nada sedih lalu menghela nafas panjang.
"Kami bahagia selalu meluapkan rasa, apa adanya.Kami seperti sepasang kekasih yang selalu berdua .
Dulu baginya,akulah harapannya
akulah... hidupnya, dan Alasannya bertahan."
Fandi tertunduk dengan air mata yang mulai jatuh dari pelupuk matanya. Lalu menyeka dengan punggung tangannya.
kemudian mencoba meneruskan kalimat yang terpotong.Di saat bersamaan Emeli tertunduk matanya mengembun, tangannya mengepal menahan rasa sakit di dada.
__ADS_1
"Namun karena keegoisanku....,aku meninggalkannya, bersama harapan dan cintanya yang telah ku hancurkan
dan kini... aku sangat menyesal."
Lalu menatap Emeli yang membuang muka ke arah lain terlihat jelas guratan kesedihan dari wajahnya.
"Aku minta maaf.... bahkan dengan nyawaku aku tidak bisa membayar luka yang aku torehkan... maafkan aku."
lirihnya bersama air mata yang jatuh suaranya bergetar dengan perasan penyesalan yang mendalam.
Suasana haru begitu terasa,para penonton sebagian besar ikut merasakan kesedihannya. membuat mereka ikut menangis.
"Aku menyesal aku mohon maafkan aku."
fandi menundukkan kepalanya sejenak lalu kembali bangkit .
"Tapi.... sekarang dia bersama pria yang lebih pantas. Tidak seperti aku seorang pecundang.
jika dia mendengar.Aku hanya ingin mengatakan satu hal padanya.
Cinta ini akan selalu ada... dan selalu berharap dia kembali. Maafkan aku, aku benar-benar menyesal.Suaranya Fandi terdengar berat dan sesekali menyeka air matanya.
Dan lagu ini....aku persembahkan untuk mu karena cerita dari lagu ini memiliki arti sama tentang kisah kita.
kisah kita belum usai /Khamari adhuri kahani
Tapi tidak bagi Emeli lagu itu begitu menyayat membuka ingatan pengkhianatan Fandi yang tergambar jelas dalam pikirannya.
Emeli bangkit di akhir lagu dia melangkah keluar bersamaan dengan sorak tepuk tangan penonton.Dia berlari dengan tatapan kosong langkahnya kencang tak terarah yang terpikir hanya menghindari Fandi.
Tibalah Emeli keluar ruangan terlihat sepi dan lengang dan menatap kursi yang menghadap taman.Dia duduk lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Usapan halus di rambutnya. membuat Emeli mendongak kan wajah nya." Saga.."ucapnya terkejut.
Tiba-tiba saga menarik tubuh Emeli dalam pelukannya seolah memberi ruang untuk menumpahkan kesedihannya.
"Apa gadis yang di maksud lelaki itu adalah dirimu..."
Emeli mengangguk.Saga mengeratkan pelukannya mencoba menenangkan agar bisa berbagi rasa kesedihannya. dengan sorot mata tak terbaca.
"Emeli memang di khianati cinta pertama itu sakit. Apalagi Kamu menjadikannya sebagai tumpuan hidupmu.
Tapi kamu tau apa yang lebih menyakitkan.Ucapan Saga terhenti sejenak.
lalu menghela nafas panjang.
"Ketika kamu membohongi perasaanmu sendiri.Emeli... Jagan siksa dirimu dengan kebencian, tanyakan pada hatimu apa yang dia inginkan."
Saga melepaskan pelukannya menatap Emeli yang nampak berantakan. memandang manik matanya penuh dengan keseriusan.
__ADS_1
"Kamu sendiri yang bilang kamu punya kehidupan mu sendiri. tidak mungkin kamu terus hidup di bawah bayang-bayang Laura.
Kamu Emelia Anandita dan kamu berhak bahagia ingat itu Emeli."
Emeli hanya mengangguk pelan seraya menghapus air matanya.
"Kamu tidak punya tanggung jawab atas masalah Laura kamu berhak bahagia dan mendapatkan yang terbaik."
"Terlihat jelas pria itu, begitu tulus mencintaimu. Tampa kamu sadari perasaanmu pun masih sama." ucapan Saga terjeda dia mengedarkan pandangannya ke arah lain.
"Aku sudah ambil keputusan. Aku akan melepaskan mu dari misi ini.ujarnya penuh penegasan.
"Tapi Saga..." Dengan cepat Saga menutup bibir Emeli dengan telunjuknya lalu menggelengkan kepala membuat Emeli bungkam.
"Pikirkan dulu sebelum mengambil keputusan."
Saga menatap Emeli dengan sorot mata meyakinkan karena terlihat jelas dia mulai ragu.
"Lihatlah dirimu berantakan. Sudah bereskan riasan mu sana, aku akan pergi dulu."
Mencubit pipi Emeli dengan lembut sembari tersenyum,lalu melangkah pergi.
Saga melangkah dengan mata berkaca-kaca meninggalkan Emeli sendiri hatinya berkecamuk karena keputusan yang di ambil untuk menyakinkan Emeli pergi. Sebenarnya membuatnya sangat terluka.
Tapi Saga juga tau dia tidak ingin membuatnya terlibat lagi dalam misi berbahaya ini. Apalagi saat dia menyadari bahwa Emeli masih mencintai Fandi membuatnya yakin akan tindakannya.
Emeli keluar dari kamar mandi dia tertegun mendapati Fandi menunggu nya di luar.
dia berjalan tidak menghiraukannya. Tiba-tiba tangannya di cengkram.
"Emeli tunggu kita harus bicara"ucapnya masih memegang tangan Emeli
"Di antara kita tidak ada lagi yang harus di bicarakan kak."menghepaskan tangannya dengan kasar hingga tangan Fandi terlepas.
lalu melangkah pergi.
"Aku tau semuanya... tentang kamu dan Laura."
Deg.
langkah Emeli terhenti dia terkejut mendengar pernyataan Fandi barusan.Emeli berbalik dan mengandeng Fandi ketempat sepi.
"Dari mana kakak tau semua itu." tanyanya menyelidik
"Aku mendengar semua pembicaraan mu dengan lelaki itu." Fandi merengkuh lengan Emeli menatapnya dengan serius.
"Emeli aku mohon Jagan libatkan dirimu dengan masalah orang lain,lagi pula kamu memiliki identitas sendiri, aku
akan membawamu pergi kita tinggalkan masalah orang-orang itu.Dan aku janji akan membuat mu bahagia"
__ADS_1