Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
bunuh saja aku


__ADS_3

Setelah selesai mandi Devan turun melihat Diandra, yang tengah mempersiapkan makanan untuknya.


Diandra yang menyiapkan piring tiba-tiba terkejut ada tangan kekar yang melingkar di perut rampingnya.


"Sayang jagan marah lagi ya.." bujuk Devan sembari menenggelamkan wajahnya di rambut hitam Diandra yang beraroma stoberi, tangan Diandra menjulur mengusab kepala Devan dengan lembut.


"Sudahlah tidak papa sayang, tadi aku jga terbawah emosi, ayo makan sebelum nasinya dingin." tuturnya lembut


"Terimakasih sayang, Kamu memang istriku yang terbaik, Devan melepaskan pelukannya lalu duduk. Diandra mengambilkan nasi ke piring yang berada di depan Devan.


Tiba-tiba devan berdiri lalu bergegas pergi namun dengan cepat diandra memegang tangannya.


"Mau kemana?" tanya Diandra menyelidik


"Mau memanggil Laura untuk makan."


"Dari tadi pagi Laura pergi, belum pulang sampai sekarang." jawab Diandra datar, mendengar penuturan istrinya Devan terkejut sembari mengepal.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi?"tanya Devan kesal.


"Memangnya kenapa kalau dia belum pulang, dia kan bukan anak kecil , yang setiap hari harus di kurung di rumah." jawab Diandra dengan intonasi meninggi


"Aku harus pergi?" lalu melangkah pergi tapi lagi-lagi Diandra menarik bajunya.


"Tunggu mau kemana kamu, Devan kamu belum makan.?" tanyanya dengan kesal


"Maafkan aku Diandra, aku harus mencari Laura," ujarnya lalu melepaskan tangan Diandra dan melangkah pergi setengah berlari,


"Devan tunggu.... Devan." Teriak Diandra namun Devan tetap melangkah meninggalkan Diandra dengan mata mulai mengembun.


" Awas kamu Emeli ini semua gara-gara kamu. lalu melepaskan makanan yang tersedia di meja hingga berserakan lalu berlari menuju kamar dengan Isak tangis.


Sedangkan Devan masuk mobil, lalu melajukan mobil itu dengan kencang, dia yakin sekali Emeli pergi menemui Saga, matanya memerah menahan amarah dengan emosi yang seakan mau meledak.


******


Emeli sedang masak di dapur Saga keluar kamar melihat Emeli yang berada di dapur, dia melangkah menghampirinya.


"Lagi masak apa?" tanya Saga sambil menatap Emeli yang tengah sibuk memasak


"Aku bikin sup ayam." jawabnya dengan bangga.

__ADS_1


"Benarkah...?"Saga menundukkan wajahnya mendekatkan ke baskom berisi sup itu, lalu menjulurkan tangan mengibaskan asap menuju wajahnya.


"Wangi ini terlihat enak." ujarnya lalu berbalik menatap Emeli lagi.


"Tentulah saja enak aku yang buat." jawabnya menaik turunkan alisnya,membuat Saga tersenyum gemas


Dasar mis narsis,jawabnya saat melihat rambut Emeli yang berantakan Saga dengan cepat menarik ikat rambutnya.


Saga apa yang kamu lakukan?" tanyanya gugup dengan wajah bersemu merah,


"Diamlah aku lagi merapikan rambutmu," jawabnya yang tengah fokus membereskan rambut Emeli yang terlihat sedikit acak-acakan setelah rapi Saga mengikatnya dengan kencang.


Saga mundur beberapa langkah melipat kedua tangannya sembari tersenyum puas.


"Begini kan, terlihat lebih cantik."


"Benarkah, terima kasih." Tutur Emeli dengan sedikit gugup, sedangkan Saga menjawabnya dengan anggukan sembari tersenyum.


"Kalau begitu adakah yang bisa aku bantu?" mendekat lalu menatap meja masak yang berantakan.


"Kebetulan bantu aku untuk memotong bawang merah itu, untuk di jadikan bawang goreng buat taburan di kuah suap."


Saga memotong bawang itu dengan telaten, cukup lama Saga memotong matanya mulai perih sedikit mengembun.


"Saga jgan di kucek pakai tangan mu,nanti tambah perih" ujarnya yang telah berdiri di depan Saga lalu berjinjit dan meniup mata Saga dengan pelan.


Saga tersenyum, dengan tangan memegang kedua sisi punggung Emeli, sekilas terlihat seperti orang berciuman.


"Brakkk...."


Devan menarik baju Saga lalu melayangkan pukulan dengan cukup keras.


"Kurang ajar berani sekali kamu mencium istriku." Teriaknya dengan mata penuh emosi.


"Devan ini tidak seperti, apa yang kamu pikirkan,ujar Emeli sembari menahan tubuh Devan yang ingin mendekati Saga dengan tatapan ingin menerkam.


"Minggir Laura, kalau tidak ,aku tidak akan segan padamu." teriaknya lagi penuh emosi.Tapi Emeli tidak beranjak sedikitpun.


"Devan kamu salah paham, itu tidak seperti yang kamu lihat" ujar Emeli meyakinkan.Devan tambah geram mendengar istrinya terus membela Saga.


Devan menatap mata Emeli yang berkaca-kaca, lalu mencengkram kedua lengannya, dan menghempaskan tubuh Emeli ke lantai dengan cukup keras.

__ADS_1


Devan yang kalap memukul saga membabi buta, Emeli bangkit dan memeluk Saga dengan erat membuat, Devan yang sudah melayangkan tangan terhenti. Devan menatap nanar istri yang di cintai memeluk pria lain di depannya


Sedangkan Saga mendongakkan wajah menatap Emeli yang memeluknya erat, mata Emeli mulai mengembun, dengan nafas memburu.


Saga tersenyum karna hatinya berdebar mendapati perlakuan Emeli yang begitu perduli padanya.


"Arrkk..... " Devan menghempas tangan lalu membanting sub panas hingga mengenai tangannya, lalu beralih melempar barang lain ke lantai. Membuat kegaduhan seisi rumah .


Wijaya dan para pembantu tergopoh-gopoh menghampirinya.


"Ada apa ini?" tanya Wijaya heran,tapi sayang Devan tidak mengabaikannya.Lalu menarik Emeli dalam pelukannya, tapi Saga dengan sigap mencengkram lengan Emeli.


"Lepaskan istriku" ujar Devan penuh emosi menatap Saga memegangi istrinya.


"Tidak akan." jawab Saga menantang.


"Belum jera kamu apa, belum cukup aku merebut Klian mu, apa aku juga harus menghancurkan perusahan itu." Saga dan Wijaya terperanjat mendengar kejujuran Devan begitupun Emeli.


"Jadi itu ulah mu..., kamu gila Devan bagaimana kamu bisa melakukan ini pada perusahaan pak Wijaya." jawab Saga dengan intonasi meninggi.


"Aku bisa lebih gila dari itu kalau kamu masih berhubungan dengan istriku.Lepas kan dia, apa aku harus melenyapkan mu agar tidak mengusik rumah tangga ku lagi." Tegasnya.


"Devan tolong Jagan emosi kita bisa bicara baik-baik," sanggah Wijaya menatap Devan yang penuh amarah.


"Diam pak Wijaya, ini urusan rumah tanggaku, putrimu sudah melewati batas kesabaran ku." ujar Devan penuh penekanan.


"Bunuh saja aku, tapi Jagan sakiti laura." teriak Saga penuh emosi.


"Kamu menantang ku,?" tanya Devan yang sudah berbalik menatap Saga geram.


"Iya aku ti..."


"Tidak aku akan ikut dengan mu, aku mohon Devan hentikan ini." jawab Emeli memotong ucapan saga dengan tatapan mengiba."


"Tidak Emeli." Lirih Saga menatapnya nanar


"Lepaskan Saga, aku mohon ini semua demi kebaikan kita." ujar Emeli dengan tatapan mengiba.Dengan pelan Saga melepaskan jari jarinya yang mencengkram tangan Emeli dengan tatapan sendu.Lalu Devan menyeret Emeli keluar rumah dengan kasar.


"Aku akan secepatnya melepaskan mu Emeli, aku janji. Ujar Saga menatap nanar kepergian Emeli.


Devan menghempaskan tubuh Emeli dengan kasar ke dalam mobil,dia begitu emosi mendapati kelakuan istrinya dengan saga

__ADS_1


,Devan menyetir mobilnya dengan kencang bersama kilatan amarah yang terpancar jelas dari manik matanya. suasana di mobil itu begitu mencekam.


Emeli memejamkan mata memegang sabuk pengaman dengan erat, dia tidak tau apa yang akan di lakukan Devan padanya, yang ia tau dia tidak bisa membiarkan Devan membunuh Saga meski harus mengorbankan dirinya.


__ADS_2