Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
Jagan macam-macam


__ADS_3

Seseorang masuk dan menutup pintu,


terdengar suara langkah kaki kian mendekat


"Ada apa saga?" ucap emeli Tampa menoleh


"Apa lelaki itu sering ke kamar mu hah?"


suara bariton lelaki terdengar jelas di balik punggung Emeli,


Emeli terperanjat lalu memutar tubuhnya melihat sumber suara.


"Kamu, Devan ngapain kamu ke sini?"


Devan mendekat,,, Emeli hanya bisa diam tidak bisa mundur karena punggungnya sudah tertahan terali besi jendela, dengan cepat devan mengapit tubuh emeli dengan kedua tangan kekarnya.


"Jawab aku" dengan nada membentak


"Apa,dia sering masuk ke kamar mu?"


menatap wajah emeli begitu dekat hingga deru nafas devan terasa hangat di kulit emeli membuat bulu kuduk gadis itu meremang,


"Apa urusan mu" mencoba mendorong tubuh Devan namun kekuatan nya. kalah jauh tidak sedikitpun tubuh Devan bergeming.


"Kamu tanya apa urusanku, aku ini suamimu" mencengkram dagu emeli dengan sorot mata penuh emosi,gadis itu hanya bisa memegangi tangan Devan dengan mata mulai mengembun,


"Lepaskan apa mau mu?"tanyanya.


Devan melepaskan cengkraman dan kembali mengungkung tubuh Emeli.


Gadis itu tidak mampu melawan nafasnya tersengal dengan mata mulai memerah sedang tubuh sedikit bergetar.


"Kamu tanya apa mau ku ,aku hanya ingin mengajarimu menjadi istri yang baik." teriaknya tepat di wajah Emeli.membuat Emeli mematung.


Devan menundukkan wajahnya, lalu menciumi bahu Emeli dengan lembut.


gadis itu memejamkan mata sembari mengigit bibirnya. menahan air mata yang sudah mengembun.


Devan menarik satu sudut bibirnya menatap ekspresi Emeli yang ketakutan.


"Aku tidak suka ada lelaki lain,, begitu dekat dengan istriku"tangan Devan menjulur mengusap lembut surai hitam di depannya.


mata Devan menyusuri setiap inci wajah Emeli.


Mata yang indah, dengan bulu mata yang lentik... hidung mancung yang halus, dan terhenti pada bibir kecil yang ranum bak madu yang begitu menggodanya.


"Kau tahu,aku sangat marah melihat kedekatan mu dengan Saga" Suara Devan terdengar parau penuh hasrat.Tangannya mulai menyentuh lembut bibir emeli.


"Jagan macam-macam atau aku akan berteriak"ucap Emeli penuh penekanan.


"Hah... Devan tergelak mendengar kata itu keluar dari mulut Emeli.


Teriak saja lagi pula wajar seorang wanita berteriak di malam pertamanya.


wajah Devan mulai mendekat ingin mencium bibir di hadapannya...dengan sigap Emeli membuang muka menatap arah lain.


Devan tersenyum dan berbisik di telinga Emeli


"Apa ini pengalaman pertama mu ?"


mata emeli terbelalak mendengar ucapan Devan yang memalukan,, dia mengepalkan tangan menahan air mata yang akan jatuh.


"Baiklah kali ini, aku akan melepaskan mu


tapi, jika sekali lagi aku melihat mu... begitu dekat dengan saga, aku tidak akan menahan diri."Devan melepaskan cengkraman nya lalu berbalik meninggalkan emeli yang mematung.


Emeli menjatuhkan tubuhnya menghapus air mata yang tidak bisa di bendung lagi

__ADS_1


hiks hiks hiks


"Kenapa jadi seperti ini,,, aku terjebak dengan keputusanku sendiri,"


Emeli duduk memeluk kedua lututnya menyembunyikan wajahnya dalam tangis.


Devan masuk ke kamar utama. terlihat Diandra duduk di depan meja rias memakai gaun malam yang menggoda... Devan mendekati dan memeluk Diandra dari belakang.


"kamu dari mana sayang?"ujar Diandra.


"aku ada urusan sebentar"


"aku dengar laura sudah di sini dan menempati kamar bawah?"


"aku tidak mau bahas dia,"


mengeratkan pelukannya sembari menciumi rambut hitam Diandra.


Aku menginginkanmu menyembunyikan wajah di Ceruk leher Diandra,,,,,


"Benarkah" Diandra mendogakkan wajah nya menatap wajah tampan Devan.


Tampa aba-aba Devan mengendong Diandra ala brit style lalu menjatuhkan ya ke ranjang


Devan tersenyum dan menarik selimut menutupi tubuhnya dan Diandra,


Setelah pergulatan panas yang menguras keringat Diandra tertidur Di sebelah Devan,


sedangkan Devan bangun dan bergegas ke kamar mandi, menyirami dirinya di bawah air shower,


dia mengingat kejadian bersama Emeli yang membuat hatinya begitu panas,


"Laura kenapa kamu menolak ku,andai kamu tahu betapa aku menginginkanmu, betapa aku tersiksa menahan hasrat ini,hingga ku lampiaskan pada Diandra."


"Kenapa,,,,kenapa laura, kau terus menghindari ku, kemana cintamu dulu yang begitu besar untuk ku"


Devan menjambak rambutnya


"Kenapa aku terus memikirkan mu...kenapa hatiku begitu sakit melihat mu tidak menginginkan kan ku. Akan ku pastikan suatu saat kau, akan kembali mencintaiku,"


mengepalkan tangan dengan sorot mata tajam


************


Di pagi hari Saga tengah duduk di meja makan sambil mengoles roti di tangan


terlihat emeli datang dengan wajah lesu dan matanya sembabnya,


Saga yang menyadari kedatangan emeli langsung menghampiri,


"Laura kamu kenapa?"


tangannya menyentuh wajah Emeli yang nampak lesu.


"Kenapa kamu menangis?"


Emeli mendongakkan wajah menatap manik mata Saga yang penuh tanya,


"Aku tidak apa-apa, hanya merindukan ayah"


menggelengkan kepalanya sembari tersenyum


"Kamu tidak bohong kan?"


"Tentu tidak"


Ehemm ...Devan datang terlihat turun dari tangga bersama Diandra.Devan menatap tajam ke arah mereka berdua... lalu berjalan menuju meja makan.Emeli yang baru sadar dengan kedatangan Devan langsung menepis tangan saga dari wajahnya.

__ADS_1


Suasana hening terasa, Diandra yang sibuk mencari perhatian Devan sesekali menyuapinya sedangkan Devan, terus saja memperhatikan Emeli yang diam membisu dan memainkan sendok, kamu sakit kenapa tidak di makan?" ucap Saga,


"Aku masih kenyang,"dengan senyum kecil


"Aku ada rapat pagi, nanti kalau ada apa-apa hubungi aku,atau aku antar kamu kerumah tuan Wijaya"


"Tidak usah,bukankah kamu ada rapat pagi, aku nanti berangkat sediri saja naik taksi"


"Ya sudahlah, aku berangkat dulu,mengusap lembut kepala emeli lalu bergegas pergi.


"lya hati-hati" sembari tersenyum


Devan menahan kesal,menatap saga yang berani menyentuh emeli di depannya.


Tiba-tiba emeli beranjak pergi,


"Mau kemana kamu,kenapa tidak makan?"tanya Devan.


"Aku kenyang" lalu melangkah pergi.


"Duduk habiskan makanan mu" Namun Emeli terus melangkah tidak menghiraukan ucapan Devan."Laura, Devan membanting sendok menatap tajam kepergian Emeli.


"Sudahlah sayang,,, Jagan marah-marah karna gadis kecil itu," mengelus lembut punggung Devan,


" Kamu berangkat pagi hari ini?" menatap Diandra yang sudah bersiap dengan suara lebih lembut.


"Iya... pesanan butik lagi rame" jawabnya dengan lembut.


"Maaf Diandra aku tidak bisa mengantarmu,"


"Aku mengerti lagian arah jalan kita berbeda" mencium pipi Devan lalu bergegas pergi dengan membawa mobil.


"Emeli keluar dari kamar membawa tas selempang kecil dengan langkah cepat keluar rumah,


"Mau kemana kamu?" Namun tak ada jawaban Emeli hanya diam dan mempercepat langkahnya.


"Hei dengar tidak... mau kemana kamu?" tanyanya lagi.Devan beranjak dari duduknya berlari mengejar Emeli.


"Seketika tangan kekar Devan meraih lengan Emeli membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Kamu mau kemana?"ujar Devan dengan sorot mata tajam.


" Aku mau pergi kemana, itu bukan urusan mu"


jawab Emeli sembari meronta untuk di lepaskan.


"Kamu itu istriku, tidak bisakah kamu lebih menurut sedikit. Ucap Devan dengan kesal.


"Jagan memaksaku bertindak kasar lagi"


Dengan nada membentak dan sorot mata tajam


"Aku tidak perduli,"lepaskan, aku mau pergi"


Emeli meronta-ronta untuk melepaskan tangan Devan namun tangan Devan mencengkram nya dengan kuat.


" Dengar, aku tidak ijinkan kamu, keluar dari rumah ini ayo masuk"Devan menarik tangan gadis itu dengan kasar.


"Tidak lepaskan"


Aaawww...teriak Devan memegangi bagian sensitif nya karna telah di tendang emeli membuat Devan meringis ngilu. Lalu dengan cepat Emeli berlari keluar rumah.


"Laura tunggu,,,"menatap punggung Emeli yang menghilang di balik taksi yang di tumpangi,


Devan bangkit mengepalkan tangan dengan tatapan penuh amarah


"Jagan harap kamu bisa pergi dari ku"

__ADS_1


__ADS_2