Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
memecahkan teka teki


__ADS_3

Seorang gadis setengah berlari bergegas menuruni tangga,lalu pergi ke teras rumah,


di sana terlihat seorang pria.Yang sedang duduk, lalu membalikkan wajah ketika mendengar suara langkah emeli yang mulai mendekat.


"Menatap gadis yang terlihat ngos-ngosan di depannya.


"emeli aku minta maaf soal yang tadi,


di rumah sakit."gadis itu duduk di kursi sebelah yang di hadang meja.


"Emeli,:aku tahu aku salah..."


tiba-tiba gadis itu mengangkat tangannya,


"Itu tidak penting ada hal Lain yang lebih penting, yang harus kita bicarakan.


Saga mengerutkan dahi, menatap emeli dengan sorot mata penuh tanya.


"Apa itu?"


gadis itu menjulurkan kertas ke arah Saga, "Apa ini, bukankan ini catatan rumah sakit,


menatap emeli dengan heran."


"Aku menemukan itu di tumpukan baju-baju laura." "maksudmu", mendongkakan wajah mulai serius menatap Emeli,


"Bukankah Laura punya rumah sakit sendiri, kenapa dia harus jauh-jauh pergi kerumah sakit Laen?"


"Lagi pula aku jga sudah mengeceknya di Internet rumah sakit itu berada di pinggiran kota,dengan fasilitas jauh dari rumah sakit yang di miliki keluarga Wijaya."


"terus apa hubungannya?" tanya Saga.


"Jika laura sakit harusnya dia pergi ke rumah sakit sendiri, atau ke luar negeri. bukan rumah sakit di pinggiran yang fasilitasnya tidak memadai bukan?"


"Tidak-tidak setahuku Laura rutin cek up kesehatan, setiap bulan dan aku yakin Laura baik-baik saja, karena aku jga memeriksa hasil testnya."


"Berarti laura tidak memeriksakan dirinya" saga mengerutkan dahi mencoba berpikir keras


"Apa maksud mu?"


"emeli mengangguk ,ini ada hubungannya dengan hilangnya Laura,"


"Saga tanggal yang tertera, bukankah dulu kamu bilang waktu pertama kali bertemu dengan ku, Laura sudah menghilang sebulan, sekarang sudah tiga bulan ,Laura menghilang dan lihat bukankah tanggal ini tidak jauh dari hilangnya laura?"


"Saga membelalakan mata menatap seksama kertas di tangannya,


Deg...


"Tanggal ini dua hari sebelum Laura menghilang,apa mungkin Laura tidak menghilang tapi?"


Devan mengebrak meja menutup wajah dengan kedua tangan."Aku tahu betul Laura, kemana pun dia pergi, dia akan bilang padaku , selama ini aku mencoba meyakinkan diri bahwa, Laura menghilang untuk menenangkan dirinya.


"Aku bodoh, aku bodoh emeli padahal aku tahu itu tidak mungkin,


memukul-mukul kepalanya sendiri.


dengan cepat emeli mendekati saga dan memegang kedua tangannya ,menatap kedua matanya yang telah basah karena air mata.


"Tenang saga ini hanya dugaan,


siapa tahu ini salah, semoga Laura masih baik-baik saja,emeli menurunkan tangan


saga dan mengusap air matanya.


"Apapun yang terjadi kamu harus kuat demi ayah Wijaya dan Laura


"Kalau kamu seperti ini, pak Wijaya


akan lebih hancur,"


"Aku takut emeli hal buruk terjadi pada Laura?"


Emeli menarik saga ke pelukannya tenanglah,


"Kita hanya bisa berharap laura baik-baik saja"


lalu melepas pelukannya,


"Sudah Jagan nangis lagi nanti gantengnya kabur."Saga tersenyum kecut.


"Yang kita harus pikirkan sekarang, ada apa di balik semua ini, kita harus mencari kebenaran dan memecahkan teka teki ini?"


"Kamu benar emeli, aku harus kuat,


besok aku akan pergi ke rumah sakit itu,


untuk mengeceknya langsung,


"Bagus" emeli menunjuk dua jempol kehadapan saga dengan senyum semangat,


hmmm....

__ADS_1


"Ngapain kalian di situ?"


saga dan emeli mendongakkan wajah ke arah suara seorang pria,


"Ayah sudah malam begini belum tidur?"


"Kalian sendiri kenapa belum tidur?"


"Ini tuan lagi membahas kerjaan bersama Laura, saking asyiknya lupa waktu,"


menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Laura sudah malem aku tidur dulu ya,"


Emeli mengangguk.


Saga pun bergegas pergi


saat melewati Wijaya saga membungkukkan badannya seraya tersenyum.


"Ayah sudah malam ayo... aku antar ke kamar"


berjalan mendekati Wijaya,


"kamu juga, udah malam harus tidur," mencubit pipi emeli dengan lembut.


"sakit yah" memanyunkan bibirnya


dengan muka masam.


Emeli dan Wijaya melangkah ke kamar."ayah..?"


Hmm, seandainya aku membuat kesalahan apa ayah akan memaafkan ku?"


Wijaya menghentikan langkahnya berbalik menatap manik mata emeli yang terlihat tulus,


"Tentu saja nak," mengusap lembut kepala gadis itu.


"Meski kesalahan itu sangat besar, apa ayah akan memaafkan ku,"


Wijaya menghela nafas panjang,sembari tersenyum


"Kesalahan sebesar apapun seorang anak, lebih besar kasih sayang seorang ayah nak."


emeli langsung memeluk Wijaya, karena merasa bersalah telah membohongi seorang ayah yang begitu menyayangi putrinya.


"tapi aku bukan putrimu ayah"


"Sudah Jagan menangis ayo kita tidur," setelah mengantar Laura ke kamar.


wijaya duduk di ranjang dan menatap foto dengan mata berkaca-kaca,


"Laura putriku"


Saat pagi tiba keluarga Wijaya berkumpul untuk sarapan pagi ,Wijaya,emeli dan saga duduk sembari asyik memakan roti


"Tuan ada yang ingin saya bicarakan?"


hmmm,"ada apa?" seraya mengoles selai ke roti di tangannya.


"Saya ingin pamit , untuk pergi keluar kota untuk beberapa hari tuan."


"Kenapa tiba-tiba,menaruh roti ke atas piring, mendongakkan wajah menatap saga.


' "Saya ingin mengunjungi teman karena ada sedikit masalah mendesak tuan?"


dan masalah kantor, asisten saya sudah menghandle nya,


"Baiklah, aku jga sudah lama tidak mengunjungi kantor, nanti siang mungkin aku akan ke sana ,


"Baiklah tapi jangan lama-lama ,di sini perusahaan sangat membutuhkan mu


"Tentu tuan ,seraya tersenyum,


"Kapan rencana kmu akan berangkat?"


"Stelah sarapan tuan" mengedipkan mata,, pada Emeli,karena tahu apa yang sedang di pikirkan gadis yang menatapnya.


Wijaya menganggukkan kepalanya.


"Apa ayah yakin mau ke kantor?"


"Tentu saja lihat lah ayah sudah sehat mengangkat kedua tangannya bak binaraga,


emeli dan saga tersenyum bersamaan,


sarapan pagi mereka terasa hangat di selingi beberapa candaan.


********


Di kantor seorang pria sudah mulai bekerja mengecek berkas yang telah menumpuk untuk di tanda tangani.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang gadis cantik berbaju anggun datang dengan membawa rantang makanan


"Sayang apa kmu sudah baikan ,mengapa sudah bekerja?"


"Tentu saja sayang ,kalau terlalu lama di rumah sakit maka perkejaan ku semakin menumpuk"


"Jagan terlalu di paksa, Ingat kamu baru saja


sembuh sayang."


"iya Diandra ku sayang..."


"ayo makan dulu, aku sudah bawakan makanan kesukaan mu, memeluk Devan dari belakang dengan dagu bertumpu pada bahu Devan.


"Kau tau aku sangat merindukan mu," lalu mencium pipinya.


Devan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman,


Devan berdiri dan duduk di sofa sedangkan Diandra membuka rantang yang berisi bubur ayam dan menyuapi Devan.


"Bagaimana apakah enak ?"


Devan mengacungkan kedua jempol nya sembari tersenyum.


"Tentu saja aku membuatnya dengan cinta, ketika selesai makan Diandra mengelap mulut Devan yang sedikit belepotan.


Mata mereka saling beradu mengisyaratkan rasa cinta Diandra mendekati dan berbisik pada Devan"aku menginginkan mu."


Mendengar itu Devan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman ,


di tempat yang tak seharusnya terjadilah sepasang sejoli memadu kasih melampiaskan kerinduan yang mendalam.


********


Di tempat lain...


Pak Wijaya mendekati putrinya yang sedang duduk santai membaca majalah , sambil menenteng map berwarna biru.


"Sayang lagi apa?" mengusap lembut ke kepala Emeli.


"Lagi santai yah,"


"Saga sudah berangkat?"


"Sudah tadi pagi dia sudah pergi"


"Ayah ga jadi ke kantor?"


"Entahlah mungkin sore_an ayah cuma mau lihat keadaan kantor saja."


"Boleh ayah minta tolong?"


"Tentu apa yah..."


menaruh majalah dan mendongakkan wajahnya menatap Wijaya,


"tolong hantarkan map ini ke Devan."


Emeli mengerutkan keningnya


"Kenapa tidak di titipin ke sopir saja yah"


"Ini berkas penting, ayah tidak mungkin mempercayakan orang lain untuk mengantarnya."


"Kamu mau kan?"


Emeli mengigit bibir bawah tampak ragu untuk menjawab."Sayang kamu harus belajar membuka hatimu untuk Devan"


"Tapi yah....?"


"Sayang ayah tidak meminta mu untuk menjadikan Devan suami tapi setidaknya buka hati mu untuk mengenalnya ,ini demi ayah sayang,"


Emeli menghela nafas panjang


"Baiklah ini demi ayah"


"Sopir yang akan mengantarmu ke kantor Devan. Emeli mengambil setelah mengambil tas Emeli berpamitan pada pak wijaya.


"Ayah aku berangkat dulu?"


"hati-hati nak, menatap kepergian emeli masuk dalam mobil.


"Maafkan ayah nak ,ayah tidak punya pilihan lain... ayah sudah berjanji pada Ardi mertuamu.


dengan sorot mata sedih.


...----------------...


...----------------...


terimakasih sudah mampir semoga suka,

__ADS_1


__ADS_2