Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
Ini waktunya Emeli


__ADS_3

Tiba-tiba seseorang mendorong Mauren hingga tersungkur , Emeli yang terlepas dari cekikan Mauren, terbatuk-batuk dengan nafas tersengal namun masih bersyukur dia masih hidup.


"Apa yang kamu lakukan Mauren kamu bisa saja Masuk penjara karena membunuhnya."


Mauren mendongakkan wajahnya menatap seseorang yang berani mendorongnya.


"Mama" ucapnya terkejut.


"Jagan kotori tanganmu biarkan Emeli menjadi urusanku," Mauren bangkit lalu dengan wajah kesal mendengar penuturan Sinta.


"Kenapa mama bisa tau ,kalau akau menyekapnya." tanyanya heran.


"Apa kamu pikir aku bodoh aku ini ibumu tentu tau apa yang kamu sembunyikan dari ku." Jawabnya datar lalu pandangannya teralih menatap Emeli yang masih terikat.Sinta mendekatinya melipat tangan di depannya tersenyum dengan tatapan mengejek.


"Akhirnya kamu kembali juga setelah berbulan-bulan menghilang." ledeknya.


"Apa yang kau mau kenapa tidak langsung membunuhku," tanya Emeli menyelidik dengan sorot mata penuh amarah.


"Hah Sinta tergelak mendengar ucapan Emeli, ternyata setelah menghilang kamu menjadi gadis pintar. Sinta menepuk pipi Emeli dengan lembut dengan sorot mata mengejek. Emeli menatapnya sinis lalu membuang wajahnya kesal.


"Kamu tau pamanmu Rafael yang tidak berguna itu, terkena struk jadi butuh dana untuk mengobati penyakitnya."


"Apa urusannya dengan ku ?" tegasnya


"Tentu ada sayang, bukankah harta peninggalan mendiang ayah mu masih ada, dan kamu belum menandatangani pengalihan harta itu.Aku hanya mau minta tanda tangan dan semua urusan selesai kamu aku akan ku bebaskan bagaimana."


"Mama..." sahut Mauren kesal karena bukan ini rencana semula.


"Diamlah ini urusanku dengannya Mauren,kamu Jagan ikut campur." Tegasnya


"Tapi ma... ?"


"Cukup teriak sinta membungkam Mauren yang tidak setuju dengan keputusan nya."


"Kamu harus memakai kecerdasan mu untuk melawan wanita licik seperti mereka emeli."


"Ha...ha... ha.." Emeli tertawa lepas membuat Mauren dan Sinta keheranan


"Kenapa.. apa ada yang lucu.?" tanya Sinta geram. Melihat Emeli tertawa saat dirinya menjadi tawanan.


"Memang Tante pikir aku ini orang bodoh, tentu saja setelah tanda tangan. Tante pasti akan membunuhku kan, hanya uang sekecil itu kalian sampai menculik ku, apa putrimu tidak memberitahu siapa aku sekarang.? Ujarnya santai.

__ADS_1


"Apa maksud perkataannya Mauren,?" tanya Sinta heran, tapi Mauren hanya diam tertunduk.


"Mauren katakanlah pada ibumu siapa aku sekarang?" saut Emeli dengan santai membuat Sinta tambah penasaran.


"Apa maksud Emeli Mauren jawab Mauren." tanya Sinta kesal, sembari mengoncang lengan anaknya menanti sebuah jawaban.


"Sudahlah jagan dengarkan dia Ma, aku akan membunuhnya itu tujuanku menculiknya." Mauren mendekat dengan tatapan penuh emosi dia sudah berniat untuk mengeksekusi Emeli namun dengan cepat Sinta mencengkram tangannya.


"Jagan bodoh Mauren, kita butuh dia kamu tau keadaan kita sekarang, kita butuh tanda tangannya." Ucap Sinta menyakinkan,membuat Emeli tersenyum senang.


"Ini waktunya Emeli Aku yakin Tante Sinta lebih mudah di pengaruhi."


"Baiklah aku setuju untuk tanda tangan. tapi aku punya syarat untuk itu." Sahut Emeli yang masih duduk dengan tangan terikat.


"Apa itu...?" tanya Sinta yang sudah terpancing.


"Apa kamu bodoh Emeli, nyawamu saja berada di tangan kami, sok mengajukan penawaran." Sanggah Mauren kesal. mendengar itu Emeli tersenyum penuh makna membuat Mauren dan Sinta keheranan.


"Kamu lupa Mauren siapa yang berdiri di depan kamu sekarang.?" jawabnya dengan bangga.


"Jelaskan siapa dia Mauren?" tanya Sinta penasaran, lagi-lagi Mauren hanya diam.


"Aku bukan Emeli yang dulu keponakan mu yang bodoh, aku sekarang Laura Wijaya


wanita yang telah memiliki segalanya.


Tante tau Laura Wijaya itu siapa?"


"Siapa...?" tanya Sinta tambah penasaran.


"Dia putri dari seorang pengusaha kaya di negeri ini."


"Apa.... bagaimana bisa, Sinta terperangah tidak percaya.


"Aku akan mengungkapkan kalau kamu sebenarnya Emeli bukan Laura." Ancamannya kesal.


"Silahkan mereka tidak akan percaya, mungkin


pak Wijaya akan menyeret Tante kepenjara karena telah menganggu putri kesayangan nya. Tantang Emeli lalu tersenyum mengejek melihat tantenya yang terlihat frustasi.


"Dan satu lagi... aku juga istri dari salah satu konglomerat di negeri ini dengan kekuasaannya, cepat atau lambat mereka akan menemukan kalian dan aku pastikan kalian tidak akan selamat karna telah bermain-main dengan suamiku yang kejam itu." Tegasnya lagi dengan santai.

__ADS_1


Sinta mengepalkan tangan bingung apa yang harus di lakukan jika yang di katakan Emeli benar tentu nasibnya dalam bahaya, Emeli yang melihat kebingungannya langsung mengambil kesempatan.


"Aku punya penawaran yang menguntungkan buat kalian dan jauh lebih banyak dari apa yang kalian inginkan" tawarnya


"Apa itu.?" tanya Sinta penasaran.


"Lepaskan dulu aku, baru aku kasih tau." tegasnya membuat Sinta mengerutkan kening mencoba berpikir.


"Jagan ma wanita ini sangat licik" saut mauren kesal melihat Sinta bimbang.


"Apa kamu takut aku akan kabur Mauren, mana mungkin aku bisa, lihatlah kalian berdua sedang aku sendirian." ungkapnya datar


"Baiklah... terserah kalian, toh sebentar lagi pasti suami dan ayah ku akan mengetahui keberadaan kalian." Ancamnya lagi dengan santai. Sinta yang takut dengan gertakan ponakannya Tampa berpikir panjang langsung melepaskan ikatan Emeli.


Emeli menghela nafas lalu menatap tangannya yang memerah karena tali yang mengikatnya terlalu kencang.


"Kalian membuat pergelangan dan kaki ku sakit" lalu mengibas tangannya dengan santai.


"Sekarang... jelaskan apa penawaran mu?" tanya Mauren dengan tatapan menyelidik.


"Dekati suamiku Devan Ardiansyah buat dia jatuh cinta padamu." Tegasnya menatap mauren dengan tatapan tajam.


"Kamu gila Emeli." Sanggah Mauren mengingat betapa dinginnya Devan terhadapnya tempo dulu.


"Kenapa tidak, bayangkan apa yang akan kamu dapatkan jika Devan menjadi milikmu. kekayaan nya tidak akan habis sampai tuju turunan." Imingnya


Mauren dan Sinta sejenak berpikir keras karna tidak dapat di pungkiri tawaran Emeli memang sangat mengiurkan.


"Apa yang kamu dapatkan kalau aku setuju?" tanya Mauren penasaran.


"Itu rahasiaku kamu setuju atau tidak itu tidak penting, masih banyak orang lain yang mau melakukannya." Tegasnya.


"Bukankah kamu selalu membanggakan kecantikan mu... lalu kenapa sekarang jadi tidak berguna." ledeknya lalu melipat tangganya duduk dengan tenang sembari melihat dua orang di depannya sedang berdiskusi.


"Kalau mereka setuju itu sangat menguntungkan untuk ku


aku akan menjadikan Mauren sebagai umpan untuk membuka kedok Diandra.


jika Mauren berhasil membuat Devan jatuh cinta itu jga sangat baik setidaknya dia tidak akan mendekatiku lagi


ini yang di namakan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.".

__ADS_1


__ADS_2