Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
Aku tidak setuju


__ADS_3

"Saga..." ucap Emeli dan Devan bersamaan Saga melangkah mendekat Tampa aba-aba di menarik tangan Emeli di tangan Devan mengengam erat tangan itu dengan kuat seolah enggan untuk melepaskan


"Kamu dari mana... kamu tau aku khawatir sekali, aku terus mencari mu seperti orang gila aku takut terjadi sesuatu padamu ,aku tidak akan pernah memaafkan diriku. Lirihnya dengan mata mengembun.


"Saga aku baik-baik saja tenang, tersenyum menenangkan Saga yang khawatir.


Saga menyentuh pipi Emeli lalu mengusab lembut wajah itu, Tampa memperdulikan Devan, dia menatap netra gadis berparas cantik, seolah mencari kejujurannya. lalu menelisik dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Saga mengehela nafas panjang merasa lega apa yang di takutkan tidak terjadi.Tampa aba-aba Saga menarik emeli dalam pelukannya mencoba meluapkan segala resahnya, rindunya yang beberapa hari ini menggerogoti hatinya.


Emeli tersenyum lalu menepuk pelan punggung Saga mencoba menenangkan. sedangkan Devan mengepalkan tangan penuh emosi melihat perlakuan Saga pada wanita yang di anggapnya istri.


Dia yang sudah tidak tahan lagi melihat kemesraan Saga dan Emeli menarik lengan Emeli dengan paksa hingga tubuh Emeli terlepas dari pelukan Saga, membuat Saga dan Emeli terkejut bersamaan, lalu mereka mengalihkan pandangannya serius menatap Devan.


"Sudahkan kan, kangen-kangenan nya, aku bawa dia pulang, istriku butuh istirahat ."


Tampa memperdulikan tatapan tajam Saga Devan menarik Emeli untuk masuk mobil, baru selangkah Devan menarik Emeli dengan sigap Saga mencengkram lengan Emeli dengan tatapan marah membuat langkah Emeli terhenti.


Devan yang menyadari langkah Emeli terhenti berbalik menatap Emeli matanya tertegun mendapati tangan Saga mencengkram lengan Emeli.


"Lepaskan istriku bentaknya dengan tatapan tajam."


"Tidak...." Saut Saga menantang, Devan yang kesal melepaskan tangan Emeli lalu mencengkram kuat baju Saga dengan tatapan penuh emosi.


"Kamu berani sekali menantang ku." ujar Devan menggebu-gebu penuh amarah


"Kenapa tidak aku tidak akan melepaskannya hanya untuk lelaki sepertimu." jawabnya


"Hah.... Devan tergelak, apa tidak ada gadis lain di dunia ini sehingga kamu selalu mengejar istriku."


"Apakah memilki Diandra belum cukup untuk mu sehingga masih menginginkannya"


"Kamu menantang ku ?" tanya Devan mengerutkan keningnya menatap Saga seolah ingin menerkam.


"Ya .. aku tidak takut padamu aku akan melakukan segala cara untuk melepaskan Laura dari mu." Ujarnya penuh keyakinan.


"Kamu..." Devan mengepalkan tangan ingin melayangkan pukulan.

__ADS_1


"Arrrkkk....teriak Emeli menghentikan tangan Devan yang sudah melayang justru membuat mereka berdua berbalik menatapnya.


"Aku lapar kalau kalian mau berantem terserah" Emeli bergegas pergi meninggalkan mereka berdua dengan tangan saling mencengkram.


Membuat mereka tertegun mendapati gadis yang di perebutkan malah terlihat cuek.


Saga melepaskan tangannya lalu berlari mengejar Emeli ,Devan yang menyadari Saga mengejar istrinya tidak mau kalah dia mengerakkan kakinya mengikuti Saga.


Di sebuah warung bakso Emeli melahap makanannya dengan rakus sudah dua mangkok dia habiskan Emeli terus saja makan seperti orang kesetanan.


Sedangkan di samping kiri dan samping kanan ada Devan dan saga saling berhadapan mata mereka saling bertautan seakan memberi makna yang tersirat.


Emeli memutar manik matanya ke kiri dan ke kanan memperhatikan keduanya yang saling menatap tajam sembari memakan mie bakso dia menelan semuanya dengan kesal.


Bruk Emeli membanting garpu dan sendok ke meja menimbulkan suara cukup keras hingga saga dan Devan beralih menatapnya.


"Kalian kenapa sih, membuat selera makanan menghilang saja".


"Kamu bilang selera makan mu hilang, lihat sudah berada mangkok yang kamu habiskan."Jawab saga dengan intonasi tinggi ,menjulurkan tangan menunjuk beberapa mangkok kosong di depan Emeli, membuat Emeli menelan Slavina kasar.


"Jagan membentak istri ku." Saut Devan lebih keras.


"Kamu pikir kamu siapa ingin membawanya pergi," bentak Devan dengan tatapan tajam. pertarungan lewat tatapan sudah tidak terelakkan lagi membuat Emeli menggaruk kepalanya kesal.


"Kalian kenapa sih, selalu saja bertengkar." Saut Emeli kesal.


"Diam" jawab Saga dan Devan bersamaan yang telah beralih menatap Emeli tajam. Emeli memutar matanya malas lalu menghela nafas kesal melihat tingkah mereka berdua.


"Baiklah sekarang kamu sendiri yang menentukan mau ikut dengan siapa?" tanya Saga memastikan.


"Baiklah sekarang kamu yang menentukan kamu mau ikut dengan siapa." jawab Devan dengan tatapan menyelidik.


"Aku..." jawab Emeli ragu.


"Ya..." jawab mereka berdua kompak.


Emeli melihat Devan dan saga bergantian dia mengerutkan keningnya berpikir keras.

__ADS_1


"Kalau aku ikut Saga tentu saja


aku akan senang, di sana juga ada ayah yang menyayangiku sepenuh hati, tampa harus bertengkar setiap hari seperti di rumah Devan yang mengesalkan itu


Tapi Diandra, bagaimana dengan kasus Diandra dan baju itu masalah ini belum terpecahkan, kalau aku bersama Saga tentu aku akan bahagia tapi sampai kapan.


Aku bahagia dengan identitas orang lain tidak aku harus menyelesaikan masalah ini, agar kasusnya cepat selesai dan hidup dengan identitas ku sendiri itu lebih baik "


Sudah jagan terlalu lama berfikir,


"Aku memilih Devan," membuat Saga terbelalak mendengar penuturan Emeli ,sedang Devan tersenyum penuh kemenangan.


"Emeli kamu sadar apa yang kamu pilih.?" tanya Saga kesal.


"Jagan memaksa, bukankah kamu sepakat kalau istriku sendiri yang menentukan, kamu harus menghormati keputusannya." Devan bangkit karena emosi melihat Saga yang tidak terima putusan Emeli.


"Iya memang benar tapi aku tidak terima kalau dia memilihmu, kamu mengancamnya kan?" Tuduh Saga yang sudah bangkit mengacungkan tangan ke Devan dengan tatapan menyelidik , Emeli menggaruk lehernya frustasi melihat mereka berdua selalu saja bertikai.


"Sudah...." teriak Emeli kesal, mengalihkan mata Devan dan Emeli bersamaan.


"Saga aku perlu bicara dengan mu, tampa persetujuan dari Devan Emeli menarik tangan Saga menjauh, membuat Devan mengerutkan kening menatap mereka dari jauh.


"Emeli kamu sadar apa yang kamu pilih.?" tanyanya kesal .


"Saga dengarkan penjelasan ku dulu." mohon Emeli.


"Baiklah jelaskan," jawabnya melipat tangan nya menanti jawaban.


"Saga sebenarnya aku ingin ikut dengan mu, jelas Emeli.


"Lalu..." tanya Saga datar


"Kamu ingat aku mencurigai seseorang di rumah Devan, aku ingin menyelidikinya, agar semuanya jelas." Ungkapnya


" Tidak aku tidak setuju itu terlalu bahaya Emeli, Itu bukan alasan Emeli aku tidak perduli hal itu yang terpenting keselamatan mu." Tegasnya


"Tapi aku perduli Saga sampai kapan aku harus hidup dengan identitas orang lain, aku tidak bahagia kalau seperti itu, baiklah beri aku waktu tiga hari kalau aku tidak bisa membuktikan kecurigaan ku aku akan pulang ke rumah bagaimana?"

__ADS_1


"Baiklah cuma tiga hari tidak lebih." Ujar Saga, dia tahu meski dia bersikeras menolak Emeli akan tetap melakukannya mengingat betapa keras kepalanya Emeli.


__ADS_2