
"Saga...Emeli berdiri menatap Saga heran.
"Ayo berteduh hujannya akan semakin deras," ucap Saga dengan tangan satu menutupi keningnya sedangkan yang satu menarik tangan Emeli.
Tiba-tiba langkah Emeli terhenti membuat Saga berbalik menatapnya. dengan pelan Saga melepaskan genggaman nya, menatap Emeli yang menatapnya tajam.
"Apa kamu masih marah padaku?"tanya Saga namun Emeli hanya terdiam tak menjawab sepatah katapun.
Saga mengusab rambutnya yang mulai basah,
Aku memang salah tapi Jagan seperti ini, baiklah aku tanya padamu.
"Apa salah jika aku ingin melindungi orang yang aku sayang, dari bahaya.
Apa salah, jika aku menginginkan kebahagian untuknya, asal kamu tau keputusan ku melepas mu juga sangat menyakitiku,
Apa kmu tidak pernah berfikir apa yang harus ku hadapi hanya untuk melihatmu bahagia."Ujarnya dengan tatapan sendu
Saga tertunduk sembari mengepalkan tangan lalu menatap Emeli tajam.
"Jika menurutmu aku salah, baiklah aku akan pergi, dan aku janji, aku tidak akan menemui mu lagi...,mungkin ini jawaban dari semua perjuangan ku, untuk meminta maaf padamu."
Saga berbalik ada rasa sakit yang berdesir hebat di hatinya, dia melangkah dengan gontai dengan perasaan yang tak terbalas kan. Sejenak memejamkan mata menahan air mata yang akan jatuh.
Lalu meneruskan langkah dengan perasaan yang kacau,namun dia juga mengerti inilah keputusan Emeli,dia juga tidak bisa memaksanya, dan keputusan yang terbaik adalah menerima untuk meninggalkannya. Sejenak Saga terpaku tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang.
"Jagan tinggalkan aku Saga, aku sudah kehilangan kak Fandi,kalau kamu meninggalkan ku juga, aku takut tidak bisa bertahan."
Saga bernafas lega sembari tersenyum lalu berbalik memeluk Emeli dengan erat.
"Terimakasih kasih Emeli, telah memberiku kesempatan,aku janji aku tidak akan mengecewakanmu." Emeli hanya menjawab dengan anggukan.
Saga tersenyum puas kesedihan di hatinya kini sirna menjadi kebahgiann.Dia melepaskan pelukannya lalu dengan cepat menarik tangan Emeli.
"Kita mau kemana Saga?"tanya Emeli bingung.
"Hari ini akan jadi hari kita, kamu akan tau nanti."Mereka terus berlari menembus rintik hujan mengubah suasana yang tengang menjadi penuh kehangatan.
Saga menarik tangan Emeli dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya. Lalu berhenti di di depan motor sport,Emeli mengerutkan kening dengan sorot mata. penuh tanya.
"Kita akan naik ini saga?"tanyanya lagi.
Tampa menjawab Saga mengambil helm dan memakaikannya ke Emeli sembari menatap Emeli dengan tatapan penuh cinta, Emeli yang merasa di lihat dengan tatapan tak biasa dari Saga menjadi gugup.Lalu Saga menaiki motor tapi Emeli masih terdiam mematung.
__ADS_1
"Ayo naik Emeli," ucap Saga berbalik ke samping menatapnya, Emeli pun naik dia memegang jaket Saga malu-malu, Saga menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
"Kenapa diam ayo jalan" ucap Emeli
Tiba-tiba Saga menarik kedua tangan Emeli untuk memeluk pinggangnya,seketika tubuh Emeli tertarik menempel ke punggung Saga membuat Emeli membelalakan mata dengan wajah bersemu merah.
"Kalau gak pegangan nanti jatuh." Setelah berucap Saga melajukan motornya memecah kesunyian jalan bersama rintik hujan dan hati yang berbunga-bunga.
"Emeli andai kamu tahu, Aku sangat bahagia hari ini bersama mu.
Entah sejak kapan perasaan ini hadir tapi aku berjanji akan membuat mu bahagia.
Emeli aku mencintaimu, meski kamu tak pernah tau itu,suatu saat aku akan buktikan cinta ini layak untuk mu."
Saga mengerakkan tangan satunya menyentuh tangan Emeli yang melingkar di pinggang nya, membuat Emeli mengerut kan kening atas perlakuan Saga yang begitu hangat.
"Apa ini semua, kenapa Saga bersikap aneh, apa dia salah makan, apa hanya perasaanku saja."
Motor itu melaju memecah jalanan dengan pemikiran Saga dan Emeli yang berbeda.
Saga menghentikan motornya di sebuah mall.
"Saga Kenapa kita berhenti di sini?"
tanyanya setelah turun dari motor.
Emeli yang merasa bingung bagaimana memotongnya membuat Saga tersenyum lalu menukar makanan itu yang terlebih dahulu di potongnya.
"Ini makanlah"ujar saga sembari menyodorkan stek nya ke depan Emeli,membuat Emeli berbinar senang.
"Makasih Saga," ujarnya, Saga hanya menjawab dengan senyuman.
Mereka berbincang dengan serius kadang juga bercanda membuat Saga tersenyum gemas, memandangi gadis cantik yang berceloteh di depannya dengan saos yang masih menempel di bibirnya.
"Saga kamu tau makanan ini enak , sering-sering ajak aku ke.."ucapan Emeli terhenti karena Tampa permisi Saga menjulurkan tangan mengusab saos yang menempel di bibir Emeli dengan tatapan intens.
membuat Emeli yang terkejut mematung, Karna sikap Saga yang di rasa jauh berbeda.
"Ada apa Saga...?" tanya Emeli heran sembari memegang pergelangan tangan Saga yang berhenti lama saat menyentuh bibirnya.
Seketika Saga tersadar lalu menjauhkan tangannya.
"Maaf tadi ada saos di mulut mu" ujarnya gugup dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Oh benarkah, maaf ya... aku seperti anak kecil." Jawab Emeli yang tersipu malu sembari membersihkan mulutnya sendiri.
Merasa canggung Emeli yang gugup berinsiatif meminum air botol mineral di depannya, tegukan demi tegukan yang terlihat di leher mulus Emeli membuat Saga salah tingkah
"Apa enak....?" tanya Saga datar.
Emeli mengerutkan kening mendengar pernyataan Saga yang konyol, lalu menatap botol mineral yang di pegang nya.
" Apa yang kamu maksud air ini,?"tanya Emeli heran sembari menunjukkan botol di tangannya.Saga menjawab dengan anggukan.
"Sejak kapan air putih memiliki rasa lain selain tawar,mungkin otak Saga sedang geser."
"Iya enak..."! jawab Emeli bingung
Benarkah Saga mengambil air mineral di tangan Emeli, dan langsung meminumnya membuat Emeli menganga tak percaya
"Iya manis.." jawabnya singkat
Saga itu bekas ku, itu di depan mu juga ada air yang sama. Bukankah kita seperti sedang berkencan kalau seperti ini."Emeli menggaruk lehernya yang tak gatal merasa suasana semakin canggung.Namun sikap Saga tetap terlihat santai.
"Kalau kamu setuju kenapa tidak," jawab Saga langsung, membuat Emeli tertegun tak percaya.
"Maksud dari ucapan mu, apa saga?"tanya Emeli menyelidik.
"Sudahlah kita bahas nanti." jawabnya sembari melangkah pergi membuat Emeli tambah penasaran.
Melihat Saga yang beranjak Emeli mengejarnya, Tampa di sadari Saga telah berhenti di depannya.
"Brukkkk..." Emeli menabrak dada Saga membuatnya meringis, memegangi keningnya.
"Kebiasaan kan, kalau jalan gak lihat-lihat untung menabrak ku, kalau menabrak cowok lain gimana?" tanya Saga sambil mencubit pipi Emeli dengan sedikit keras.
"Ampun.... ampun... Saga,aku akan berjalan lebih hati-hati." Ucap Emeli, sambil menunjukkan jari tengah dan jari telunjuk bersamaan.
"Aku akan mengajak mu, ke suatu tempat yang bagus."ucap Saga dengan serius
"kemana?"
"Ayo nanti, aku kasih tau" Sepanjang perjalanan Saga mengandeng tangan Emeli dan tak melepasnya membuat Emeli sedikit risih.
"Saga aku bisa jalan sendiri, kenapa kamu terus menuntun ku?" tanyanya heran, mendengar itu saga langsung melepaskan tangannya.
" Maaf aku lupa." jawab nya gugup.
__ADS_1
"Andai Devan melihat kebersamaan kita saat ini mungkin dia akan berfikir aku selingkuh darinya,hah...Emeli tergelak dengan tatapan sedih.
Aku selalu berharap semuanya cepat selesai, Entah sampai kapan aku harus menjadi Laura, apalagi menjadi istri Devan memikirkan nya saja. aku sudah khawatir."