Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
Laura kamu kenapa


__ADS_3

"Bagaimana....?" tanya Emeli, mereka berdua terdiam belum memastikan jawaban, Emeli yang kesal menarik nafas panjang.


"Kalian terlalu lama berpikir Carikan aku makan aku lapar. Ucapnya santai tampa melihat mereka berdua yang melotot tajam


"Kamu.....?"ujar Mauren mengacungkan tangannya ke wajah Emeli dengan tatapan tajam, Namun Emeli tetap saja bersikap acuh.


"Apa...?" jawabnya menantang.


"Mauren tenanglah, apa yang di katakanya ada benarnya juga, kita Jagan gegabah kalau tidak kita akan benar-benar membusuk di penjara.jawab Sinta yang menahan tubuh putrinya yang ingin menghampiri Emeli.Sejenak Mauren berpikir lalu menyetujuinya.


"Baiklah aku turuti kemauan mu tapi


awas saja kalau kamu sampai kabur" Ancam Sinta.


"Tidak akan cepatlah aku sudah sangat lapar." Emeli mengibaskan tangannya menyuruh mereka pergi.Mauren dan Sinta akhirnya pergi meninggalkan Emeli sendirian dengan rumah yang sudah di kunci.


Saat menyadari mereka berdua pergi Emeli menarik nafas panjang lalu mengusab wajahnya dengan frustasi.


"Apakah aktingku menyakinkan, aku takut sekali dengan mereka,bagaimana kalau mereka berubah pikiran dan membunuhku." pikirnya.


Emeli mondar-mandir dia berpikir keras rencana apa yang harus di lakukan.


"Arrkk.... teriak Emeli sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Mereka berdua benar-benar membuatku gila aku harus bisa kabur sebelum mereka kembali.


Emeli gelisah mencoba berpikir keras untuk mencari jalan keluar.


"Tidak aku tidak bisa percaya dengan wanita ular semacam mereka, aku harus cari cara untuk kabur"Emeli mengedarkan pandangannya teralih pada sebuah jendela.


Dia mendekati dan menatap jendela itu sepertinya mudah untuk di buka, lalu memeriksanya, ternyata tidak di kunci. Emeli melompat dan berhasil keluar.


Emeli berlari dengan kencang peluh sudah membasahi tubuhnya, badannya terasa lemas, karna lapar Emeli berlari menuju keramaian.dia merogoh sakunya mencari sedikit uang yang tersisa namun hasilnya nihil.


Emeli mengedarkan pandangannya melihat seorang gadis berhijab sedang memainkan handphone nya berjalan melewatinya.

__ADS_1


Tampa berpikir panjang Emeli menggapai tangan gadis itu.Membuatnya menatap Emeli bingung.


"Maaf mbg bolehkah saya pinjem ponsel anda sebentar saja saya hanya ingin mengirim pesan pada seseorang." Sejenak gadis itu terdiam menatap penampilan Emeli yang terlihat kucel lalu mengangguk setuju.


Setelah mendapat handphone Emeli dengan cepat mengirim kabar ke Saga agar segera menjemputnya.


*****


Devan masih di perjalanan dia sangat gelisah dengan keadaan Emeli. ketakuatan akan terjadi hal buruk pada gadis yang di dicintainya membuatnya frustasi,Bahkan dari semaleman dia melajukan mobilnya menembus jalanan yang jauh hanya ingin menemukan istrinya.


Mobil Devan terhenti di sebuah pedesaan Devan mengedarkan pandangannya menatap jalanan yang begitu asing baginya.


"Bukankah orang ku bilang mobil yang membawa Emeli mengarah ke kota ini dimana dia sekarang, siapa yang berani macam-macam dengan ku tidak akan aku biarkan " ujarnya mengepalkan tangan dengan tatapan penuh amarah.


Brakkk....Devan mengebrak setir dengan mata mulai mengembun.


"Aku harus menemukan Laura bagaimanapun caranya, Laura kamu dimana, kembalilah aku membutuhkan mu." Lirihnya


******


"Aku capek aku harus bagaimana sekarang" ucapnya menjulurkan tangan menghapus air matanya yang mulai jatuh.


"Saga, Devan... tolong aku... aku capek pura-pura kuat." Lirihnya Emeli menutup wajahnya dengan kedua tangannya menutup tangisnya tampa suara. Merasa bebannya selalu berat sekarang Emeli benar-benar butuh seseorang untuk menguatkannya.


Emeli membuka tangannya mengedarkan pandangannya mencoba berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Emeli..." teriak seseorang dari kejauhan, Emeli membelalakan mata menatap Mauren dan Sinta berlari mendekatinya.


"Astaga...." ucapnya terkejut lalu bangkit dan berlari menjauhi mereka.


"Dalam ketakutan Emeli berlari rasa lemas di tubuhnya tidak dia pedulikan, yang dia tau hanya harus berlari sejauh mungkin dari Mereka Emeli yang tidak fokus berlari ke tengah jalan, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang.


"Aarrrkkk..... "teriak Emeli menyadari mobil itu sudah begitu dekat dengannya dia berjongkok lalu menutup wajahnya dengan tangan.


Mauren dan Sinta yang mengejar nya menghentikan langkahnya menatap Emeli dengan mulut menganga.Seseorang keluar dari mobil dengan sorot mata khawatir.

__ADS_1


"Anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan khawatir, Emeli mengerutkan kening menyadarinya dirinya selamat dan mobil itu berhenti kurang dari sejengkal dari tubuhnya.


Emeli membuka mata dan tertegun menatap Devan sudah berada di depan.


"Laura..... "ucap Devan menganga tak percaya tampa aba-aba Devan menarik tubuh Emeli dalam dekapannya.Memeluknya dengan erat seolah ingin melepaskan kerinduan yang selama ini membelenggunya.Sementara Emeli hanya terdiam mematung mendapati berlakukan Devan begitu hangat.Dari kejauhan Mauren dan Sinta yang melihat lalu bersembunyi di balik pohon.


"Apa pria tampan itu suaminya?"tanya Sinta.


"Iya ma aku pernah bertemu sekali dengannya." jawab Mauren sembari mengintip.


"Aku tidak menyangka suaminya setampan dan sekaya itu melihat dari mobilnya saja sudah bisa terlihat betapa kayanya dia, kalau dia menjadi menantuku betapa bangganya aku.


"Ma...." kita harus bagaimana?"tanya Mauren membuyarkan lamunan Sinta.


"Kita tunggu saja diam dan lihat." tegasnya.


Devan sangat bersyukur sudah menemukan istrinya dia tidak menyangka bertemu dengan Emeli dengan cara yang tidak terduga.


"Kamu tau Laura betapa takutnya aku kehilangan mu jagan pernah menghilang lagi." pintanya sedih.Laura hanya terdiam dia bingung harus bagaimana.Devan melepaskan pelukannya mengusap lembut wajah Laura, tersenyum penuh cinta.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Devan lembut.


"Iya aku baik-baik." saja lalu melepaskan tangan Devan dan bangkit.


"Kamu dari mana saja kenapa tiba-tiba menghilang?" tanya Devan dengan tatapan menyelidik.


"Aku... panjang ceritanya." jawabnya ragu, Devan yang mengerti keraguan Emeli tidak ingin memaksanya.


"Baiklah kita cari tempat yang Yaman dulu untuk kamu cerita." Emeli ragu dia berbalik mencari keberadaan Mauren dan Sinta yang tidak terlihat lagi.


"Kemana mereka apa mereka sudah pergi, terserahlah yang penting aku selamat."


"Laura kamu kenapa?" tanya Devan heran melihat tingkah Emeli yang termenung, Devan menghela nafas lalu menarik tangan Emeli menuntunnya menuju mobil.


"Laura... "teriak seseorang yang baru saja keluar dari mobil membuat Devan dan Emeli berbalik menatap nya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2