Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
pergi kemana


__ADS_3

yang mencelakai Laura bisa saja mencelakai dokter naina untuk menutupi bukti?"


"Kita harus selidiki ini."


"Bagaimana bisa kita mencari bukti,polisi saja mengatakan itu sebuah kecelakaan,lagi pula tidak ada saksi ,jadi sangat sulit Emeli,


sama saja kita mencari jarum dalam jerami ?"


mengusap kasar wajahnya yang putus asa.


"Bisa saga..., aku yakin tidak ada kejahatan yang sempurna, meski tidak ada bukti dan saksi, setidaknya dia akan meninggalkan jejak."


Emeli memegang tangan saga untuk meyakinkan.


"Tapi bagaimana kita, akan menyelidikinya, sedangkan masalah Laura saja sulit kita pecahkan.?"saga mendongakkan wajah menatap Emeli.


"Masalah ini juga berhubungan dengan Laura,tidak ada cara lain kita harus ke sana."


"Maksudmu ?"dengan tatapan penuh tanya.


"Pergi ke tempat terjadinya kecelakaan dr Naina, siapa tahu sedikit banyak kita menemukan petunjuk."


"Tapi emeli, apa kamu tidak takut, setelah kejadian ini ,aku baru sadar bahwa orang yang kita hadapi orang yang berbahaya,


Apa kamu,masih mau melanjutkan misi ini?"


"Aku tahu, resiko apa yang aku tanggung tapi, apa kah kita bisa menutup mata, dengan semua yang dilakukannya, apa kamu rela ketidak Adilan menimpa Laura dan dr naina akan terjadi pada orang lain?"


"Tapi emeli?",


"Tidak Saga, aku tidak bisa menutup mata, setidaknya aku sudah berusaha, apapun hasilnya akan aku terima, meski harus mempertaruhkan nyawa ku sendiri."menghadap jendela dengan tatapan kosong.


Saga menghela nafas panjang. "Baiklah jika itu keputusan mu, kapan kita ke sana?"


" Sekarang.." emeli membalikan wajahnya menatap Saga.


"Apa....,lokasi kecelakaannya cukup jauh, apalagi kita mencari petunjuk mungkin butuh beberapa hari untuk tinggal di sana."


"Lebih cepat lebih baik, jika semakin lama aku takut buktinya akan lebih sulit kita dapatkan."


Saga mengangguk.


"Tapi sebelum pergi, kita harus mengabari ayah lebih dahulu."


"Baiklah"ujar Saga dengan tatapan datar setelah memberi kabar pada Wijaya saga menjalankan mobil menuju tempat yang di tuju.


*******

__ADS_1


"Apa masih ada pekerjaan lain?" menatap Jhoni di sampingnya?"


"Tidak tuan semua berkas sudah anda tanda tangani, hasil rapat juga cukup baik,jadi tidak ada lagi pekerjaan hari ini." ucap jhoni.


"Baiklah, aku akan pulang lebih awal sekarang,


aku merindukan istriku.


Mengingat tingkah konyolnya membuatku


tidak sabar ingin menemuinya."


"Apa aku harus memberikannya hadiah agar sikapnya lebih manis padaku...


kira-kira hadiah apa yang cocok aku berikan padanya?" menatap Jhoni meminta sebuah jawaban.


"Maaf tuan, istri yang mana yang anda sebut kan, karena kedua istri anda memilik karakter yang jauh berbeda, saya takut salah memilih hadiah." ucap Jhoni dengan sorot mata datar.


"Benar juga istri saya dua"


"Masak istri sendiri anda lupa tuan"


mengecap bibirnya sembari menggelengkan kepala.


"Yasudah lah belikan keduanya ,dan belikan yang terbaik masalah harga itu bukan Maslah.


"Ada apa lagi?"dengan sorot mata kesal.


"hadiah untuk nona Diandra saya tahu seleranya, tapi kalau nona Laura saya tidak yakin.. menurut anda saya harus memberikan apa?" Devan mengerutkan keningnya mencoba berpikir.


"Belikan barang mahal, wanita mana yang tidak suka barang mewah dan mahal."


" Itu benar tuan... tapi itu dulu sebelum nona Laura kehilangan ingatan, sekarang nona Laura berubah dia sering memakai barang-barang biasa dan tidak pernah memakai barang mewah lagi tuan."


"Kamu benar terserahlah, kamu mau belikan dia apa, yang penting dia harus suka


awas saja jika dia tidak menyukainya?"dengan sorot mata mengancam.


"Tunggu apalagi cepat lakukan perintahku"


"Baik tuan" Jhoni membungkukkan tubuhnya lalu melangkah keluar."Dia yang memilik istri dua selalu aku yang salah" lirihnya lalu menggaruk lehernya dengan wajah masam.


"Gimana kalau nona Laura tidak suka, tuan akan marah besar, jadi aku yang pusing." menghela nafas letih.


Devan pulang dengan rona bahagia, membayangkan reaksi istrinya, dengan apa yang dia berikan.Dia membawa dua hadiah yang bagus, dengan harga selangit.


Mobil berhenti dirumahnya ,dia turun dengan hadiah yang telah di bawa,saat masuk rumah, dia hanya melihat Laura yang tengah asyik membaca majalah.

__ADS_1


Devan mengedarkan pandangannya, Namun istri kecil yang sedari tadi di rindukannya tidak terlihat.Diandra yang menyadari suaminya datang menghampiri Devan mengambil tas dan jas kerja di tangan suaminya.


"Kamu sudah pulang sayang?"


"Iya..."lalu mencium pipi diandra dan menyodorkan kan sebuah paper bag


"lni untuk mu."


"Apa ini.."mengambilnya dengan rasa senang.


"Kamu akan tahu jika membukanya"


Diandra membuka tas, di dalamnya ada sebuah kotak perhiasaan, lalu membukanya terlihat kalung berlian yang indah dengan permata biru yang cantik.


"Sayang ini untukku" bergelayut manja di lengan Devan. "Tentu saja, kamu suka?"


"terima kasih sayang aku sangat suka hadiah ini... aku akan membalasnya nanti malam, dan aku yakin kamu akan suka."


"Benarkah?" menatap Diandra dengan tatapan menggoda.


"Tentu saja"ucapnya dengan manja.


"Oiya Laura di mana?"


"Tidak tahu... dari tadi pagi dia pergi dengan Saga, sampai sekarang belum kembali."


"Apa" Devan terlonjak kaget, dengan tatapan kesal. "Sayang tas satu lagi itu, untuk siapa ?"


"Untuk Laura" jawabnya ketus.


"Kamu membelikannya hadiah juga" melepaskan tangan dengan tatapan kesal.


"Tapi tidak, sebagus hadiah untuk mu."ucap Devan dengan lembut sembari tersenyum menyadari istrinya merajuk.


"Benarkah, tentu saja benar"mengusap lembut kepala Diandra.


"Jagan cemberut lagi aku membelikan hadiah kepadanya,tidak ada maksud apa-apa, aku takut di kira pilih kasih, kamu tau sendiri ayah begitu menyayanginya ,aku harap kamu mengerti ya?"


Diandra mengangguk sembari tersenyum.


"Aku mandi dulu ya..." dia bergegas pergi, lalu masuk ke kamar mandi, setelah mandi dia menghadapkan tubuhnya di cermin.


"Laura pergi kemana kamu,


apa selama ini kebaikanku tidak ada artinya,


sampai berani menguji kesabaran ku..."

__ADS_1


Devan mengepalkan tangan dengan penuh amarah.Laura kamu akan tahu kemarahan ku yang sebenarnya.


__ADS_2