Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
ada apa Emeli


__ADS_3

Pyaar...


Ada apa sayang ?" tanya Devan terkejut,melihat Diandra menjatuhkan handphonenya dengan raut wajah ketakutan.


"Tidak apa-apa tangan ku kram jadi menjatuhkan handphone ini," jawab Diandra gugup.Lalu mengambil handphone yang tergelatak di lantai


"Benarkah..?" tanya Devan mengerutkan kening, mulai curiga. Lalu bangkit berjalan mendekati Diandra.


"Are you okay?" tanya Devan khawatir sembari mengelap keringat Diandra yang membasahi keningnya.


"Yes, I'm okay," jawab Diandra, mencoba tersenyum dalam kekalutan.


"Tapi kenapa kamu pucat sekali, Diandra. Siapa yang menelpon?"tanya Devan.


Mendengar pertanyaan yang terlontar dari Devan, membuat Diandra terkejut , reflek menyembunyikan handphone di belakang punggungnya.


Devan mengerutkan kening menatap Diandra dengan tatapan elang. Karena terlihat jelas Perilaku Diandra yang sangat aneh membuat Devan curiga.


Tampa aba-aba Devan mengambil paksa handphone itu di tangan Diandra.


"Jagan Devan aku mohon, dia hanya salah menelpon." Ucap Diandra mencoba mempertahankan handphonenya. Namun sia-sia kekuatan Devan terlampau kuat untuk di lawan Diandra.


"Kalau begitu kenapa kamu terlihat takut,setengah mati?" tanya Devan setelah menggapai handphone Diandra, membuat Diandra bungkam tidak tau harus menjawab apa.


Melihat ekspresi Diandra yang diam,dengan cepat Devan memunggunginya, bergegas memeriksa hp, Devan terbelalak saat melihat layar ponsel yang sudah mati.Diandra sejenak memejamkan mata berusaha bersikap tenang serta mencari alasan.


"Handphone kamu mati," Devan berucap setelah memeriksa seksama. Mendengar itu senyum tipis terukir di wajah cantik Diandra.


"Devan sayang aku kan sudah bilang dia salah sambung."! Ujar Diandra mengambil handphone yang di pegang Devan.


" Tapi tadi kamu terlihat sangat ketakutan,' sanggah Devan beralasan.


"Itu karena aku masih trauma, teringat kejadian kemaren.Emeli menuduhku sebagai pembunuh , membuat aku jadi takut kalau ada keluarga mereka yang mendengar mereka akan meneror ku.

__ADS_1


kalau mereka meneror kalau mereka malah membunuhku bagaimana kan aku takut Devan.!" Ujar Diandra lalu tertunduk menghapus air mata dengan punggung tangannya.Devan yang tidak tegak memeluk Diandra mencoba menenangkan


"Sudah sayang Jagan takut, maafkan aku Diandra aku tidak tau kamu bakalan se takut ini kamu tenang saja ada aku yang akan melindungi." tegasnya membelai rambut Diandra yang masih dalam pelukannya


"Bagaimana ini , kenapa ponsel Zico bisa di tangan Emeli, bahkan aku tau dengan jelas banyak bukti kejahatan ku di sana.


Apa aku harus tertangkap setelah apa yang aku lakukan untuk menyembunyikan semua ini, aku harus memikirkan cara untuk bisa lolos ayo Diandra kamu bisa."


Mendengar tidak ada sautan dari Diandra Devan melepaskan pelukannya membetulkan anak rambut diandra yang tergerai sedikit berantakan.


"Sebaiknya kamu istirahat Diandra, biar kamu lebih tenang, ayo aku antar ke kamar."


Devan mengantar Diandra ke kamar lalu membatu membaringkan Diandra di ranjang dengan pelan.


Hari ini Devan benar-benar memperlakukan Diandra dengan lembut, karena merasa yang terjadi pada Diandra adalah salahnya.


"Yasudah kamu sebaiknya tidur.?" Devan mencium kening Diandra lalu tersenyum, setelahnya bergegas pergi tapi Diandra mengengam tangannya hingga langkah Devan tertahan.


"Ada apa Diandra, Apa yang kamu takutkan?"Diandra menggapai tangan Devan dengan manik mata berkaca-kaca.Ketakutan berpisah dari Devan membuat dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Apa kamu mau memaafkan aku jika aku berbuat salah?"lirihnya menatap Devan penuh cinta.


"Kamu bilang apa Diandra, Bahkan kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun, Bagiku kamu istri yang baik. Justru aku yang selalu menyakiti perasaan mu." Ujar Devan tertunduk lemah.


"Tidak Devan aku serius, apa kamu mau memaafkan ku jika aku melakukan kesalahan?" tanyanya lagi penuh penekanan.


"Tentu aku akan memaafkan apapun kesalahan mu."Jawab Devan mendongakkan wajahnya sembari mengusab air mata Diandra yang terjatuh membasahi pipinya.


"Aku pegang janjimu ,kalau kamu mengingkari lebih baik aku mati, kamu taukan aku bisa berbuat apa saja demi kamu.Jadi jagan pernah tinggalkan aku Devan aku mohon, aku sangat mencintai mendengar itu Devan menarik Diandra dalam pelukannya.


"Jangan bicara seperti itu Diandra, aku janji aku tidak akan meninggalkan mu sebesar apapun kesalahan mu.Sudah jagan menangis lagi sayang, Aku sedih kalau kamu sedih." ujar Devan lalu mengerakkan tangan membelai rambut yang tergerai rapi itu dengan lembut.


Devan terus berada di samping Diandra sampai Diandra tertidur di sampingnya. Lalu menatap nanar gadis cantik yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


" Maafkan keegoisan ku Diandra karena aku kami jadi begini. Aku janji Diandra aku tidak akan meninggalkan mu begitu juga Emeli kalian berdua sama-sama penting bagiku.


****


"Aku, sudah menyimpan no rekening kalian setelah ini akan aku transfer uangnya."Jelas Emeli setelah membuat perjanjian pada seorang OB


"Iya nona, tapi tolong Jagan beritahu siapapun kalau aku telah menemukan handphone itu dan tidak menyerahkannya pada polisi?" ungkap Salah seorang OB. yang berdiri takut di depan Emeli


"Jagan khawatir rahasia kalian aman." Emeli tersenyum lalu memasukan ponsel Zico ke saku celananya.


"Terimakasih nona.?"


"Ya sudah, aku pergi dulu aku akan transfer nanti. jawab Emeli datar sementara On itu mengangguk setuju.Setelah nya Emeli bergegas keluar.


Saga mengehela nafas lega saat melihat Emeli melangkah mendekatinya. baru sesaat dia sempat takut ada hal buruk yang akan terjadi pada Emeli.


"Kamu dari mana ?"Tanya Saga khawatir berjalan mendekati Emeli.


"Aku dari kamar mandi ada yang ingin aku bicarakan tapi tidak di sini." Jawabnya tanpa basa basi Emeli menarik tangan saga keluar kerumah sakit.Saga yang kebingungan hanya menuruti kemauan Emeli yang entah kenapa.


"Ada apa Emeli, katanya kamu mau bilang seseuatu?" tanya Saga sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standard.


"Berhentilah di tepat sepi di ujung jalan sana," Emeli menunjuk jalan sepi yang tidak jauh dari mobil itu melaju. Lagi-lagi Saga hanya mengikuti kemauannya.Hingga mobil itu berhenti di tempat yang di tuju.


"Ada apa Emeli kenpa kamu terlihat khawatir, jgan buat aku takut?" tanya Saga tampak bingung.Emeli mengambil ponsel yang terselip di sakunya, lalu menjulurkan ke arah Saga


"Ponselnya siapa ini,?"Tanya Saga mengambil ponsel yang Emeli berikan.


"Lihatlah"Sahut Emeli melihat keraguan Saga.


Saga membuka ponsel itu. Tiba-tiba matanya terbelalak melihat layar ponsel, saat pertama terbuka gambar Zico terpampang jelas sedang tersenyum bersama seorang anak kecil.


"Ini kan?"

__ADS_1


__ADS_2