Misi Dan Cinta

Misi Dan Cinta
apa dia menyukaiku


__ADS_3

"Laura tunggu" menatap punggung Emeli yang menghilang di balik taksi yang di tumpangi,


Devan bangkit mengepalkan tangan dengan tatapan penuh amarah


"Jagan harap kamu bisa pergi dari ku"


Di mobil emeli menatap Devan yang berdiri mematung terlihat kesal


emeli berbalik dan menghela nafas panjang


"untung aku bisa kabur"


kenapa dengan dia, kenapa sikapnya belakangan ini berubah, apalagi perlakuannya semalem padaku"


emeli mengacak-acak rambutnya


"aku akan benar-benar gila bila bersamanya,


sikapnya semalam, membuatku sangat takut aku tidak menyangka dia berhasil menggertak ku"


"Tunggu kenapa tatapan mata Devan semalem begitu mengerikan, seperti orang cemburu,


memegang dagunya seraya berfikir dengan bibir mengerucut


"Apa dia menyukaiku, kamu gila emeli bisa berfikir seperti itu, dia sudah memilik istri yang sempurna seperti Diandra, Laura saja yang mengejarnya mati-Matian di tolak apalagi aku itu terlalu mustahil.


"Kita mau kemana neng?"


suara supir membuyarkan lamunan emeli


"Jalan aja pak,, nanti saya kasih tahu"


"Oiya aku harus kabari ayah dulu, baru setelah itu matikan ponsel,setidaknya biarkan hari ini aku bernafas lega"lalu menatap jendela memandang pemandangan di sepanjang jalan yang dilalui.


**********


Sedangkan di kantor Jhoni menatap heran bosnya.yang sedari tadi pagi, mondar-mandir seperti orang kebingungan,


"Apa ada kabar?"


"Belum tuan"ujar Jhoni.


"Dasar bodoh, kenapa orang-orang mu, sungguh tidak becus mencari seorang wanita saja tidak bisa,"melayangkan tatapan tajam ke arah Jhoni."tapi ini baru setengah hari, nona Laura menghilang"


Devan melangkah mencengkram baju Jhoni


"kamu bilang, baru, bagaimana jika dia kabur dan aku tidak bisa menemukannya?"


"Anda harus tenang tuan jika ingin nona Laura kembali menepuk halus tangan Devan"


"saya pastikan kurang dari sehari nona akan di temukan..."apa kau yakin?"dengan sorot mata mengancam. "Pasti tuan...." Jhoni sembari mengangguk.lalu Devan melepaskan cengkraman."aku pegang ucapkan mu"


Devan kembali melangkah menghempas kan tubuhnya di sofa seraya memijat kening.


"Apa kau tahu Jhoni, aku begitu takut dia kabur dariku."kenapa anda berfikir seperti itu tuan?"


"Vukankah tadi tuan Wijaya bilang bahwa nona Laura sudah mengabarinya"

__ADS_1


"Aku takut itu hanya alasan, kau tahu Jhoni semalam aku menyakitinya sampai dia menangis"


Devan menghembuskan nafas kesal dan menyenderkan kepalanya di sofa


"Aku sangat senang mendengar dia pindah ke rumahku, bahkan aku buru-buru pulang bersama Diandra, hanya ingin menemuinya, tiba-tiba suasana hati Devan berubah


dia bangkit mengepalkan tangan dengan sorot mata tajam.


"Saat aku masuk ke kamarnya, dia kira aku saga , bayangkan suami mana yang tidak marah jika seorang lelaki lain biasa masuk dalam kamar istrinya?"


Jhoni tersenyum kecut


"Apa anda tidak meminta penjelasan pada nona Laura tuan?"


"Untuk apa, bukankah semua sudah jelas" melirik Jhoni dengan tajam


"Apa anda tidak takut salah paham, dan cemburu buta saja, tuan?"


Hah, Devan tergelak


"Apa kau bodoh Jhoni, mana mungkin aku cemburu pada gadis kecil menyebalkan itu,


"Aku sudah punya diandra, yang nyaris sempurna, wanita dewasa yang cantik dan lembut bahkan semua pria iri padaku, mendogakkan dada menyombongkan diri.


Jhoni hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum masam.


"Kenapa ekspresi mu seperti itu, kau mengejek ku, hah?"ucap Devan membentak.


"Tentu tidak tuan" seraya menggaruk lehernya sembari tersenyum manis.


"Yang di sukai mata, belum tentu di setujui hati tuan, karena hati memiliki selera sendiri


"Memang benar nona Diandra nyaris sempurna, dan banyak di idamkan kaum lelaki, tapi apa anda yakin hati anda lebih memilih nona Diandra dari pada nona Laura?"


mendengar ucapan Jhoni Devan memegang dagunya mencoba mencerna.


"Kmu begitu bijak dalam urusan cinta,,, apa kamu Casanova?"tentu tidak tuan, bahkan saya belum pernah pacaran," ucap Jhoni dengan nada ketus.Ciiiih......"sok bijak memberi saran padaku, ternyata kamu hanya pintar teori tetapi prakteknya nol,"


Jhoni hanya menelan Slavina nya


"Saya hanya menyarankan, jika anda tidak mau, saya jga tidak memaksa tuan," dengan nada ketus."Sebaiknya saya pergi tuan banyak pekerjaan yang saya urus.


"Tunggu menurutmu,, aku harus bagaimana, bersikap pada Laura?"


"Dasar bos gila tadi mengejek ku sekarang meminta pendapat,"gumam jhoni sembari menatap sinis bos nya.


"Katakan tidak usah menatapku begitu"


Jhoni menghela nafas geram


"Kalau anda selalu bersikap kasar pada nona Laura,sudah pasti dia akan meninggalkan anda, karna wanita cenderung lebih mudah ditaklukkan dengan sikap lembut, dan akan pergi bila dikasari,"


Jhoni menatap jam di tangan kirinya, "maaf tuan,, ini sudah waktunya Anda rapat dengan klien.


********


sedangkan seorang gadis baru keluar dari taman hiburan, wajahnya tampak lebih cerita dengan peluh yang membasahi keningnya

__ADS_1


"akhirnya, aku bisa menikmati hidupku,


sepertinya, aku harus sering-sering seperti ini,


Emeli menepuk jidatnya "oiya aku hampir lupa belum mengabari ayah"


dia mengambil gawai yang tersimpan di tas.


bruuuuukkk


seseorang menabrak emeli hingga gawai itu terjatuh ke jalan "maaf nona saya terburu-buru seseorang sedang mengejar saya" mendogakkan wajah memberi gawai yang di pungut, mata Fandi terbelalak menatap gadis di depannya. "Emeli kamu?"


"Kak Fandi ngapain di sini, dengan cepat merampas gawainya di tangan Fandi.


"Aku tidak menyangka, kita bisa bertemu di sini mungkin ini yang di namakan takdir,


maaf kak, aku sibuk aku harus pergi, emeli melangkah pergi namun Fandi dengan cepat mencengkram tangan gadis itu.


"Lepas kak, mau apalagi?"


"Aku mohon emeli maafkan aku,aku menyesal."


emeli mengecap bibir lalu menghela nafas geram "baiklah,,, aku maafkan, tapi Jagan pernah muncul lagi di hidupku."


Emeli melangkah pergi sedangkan Fandi terus mengekornya."Emeli aku tau, kesalahanku sangat fatal tapi aku menyesal, bahkan aku masih menyimpan surat cintamu."Emeli menghentikan langkahnya dan berbalik menatap fandi."cukup kak, setelah kejadian itu surat itu sudah tidak ada artinya bagiku, mau kakak buang atau bakar sekalipun aku tidak peduli"


"Emeli aku mohon, aku tahu aku salah,, tapi setidaknya beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya?"


apa kamu lupa akulah, orang pertama yang dekat dengan mu, bahkan akulah cinta pertama mu"


Emeli tergelak menatap manik mata Fandi yang mulai berembun."Kamu tahu itu kak, tapi kenapa kamu begitu tega, memanfaatkan ku,


aku tahan semua orang menghinaku, aku juga bisa tahan, dengan siksaan pamanku, tapi, kau tau,apa yang membuatku hancur dan terpuruk, ketika seseorang yang paling aku percayai mengkhianati ku,"


"Emeli aku mohon, aku akan lakukan apapun, agar kau mau memaafkan ku ,apapun itu pasti akan aku lakukan aku tidak sanggup memikul rasa bersalah ini,," seraya memegang lengan emeli.


"Lepaskan kak, sudah cukup berhenti memohon padaku, melihat mu aku bisa rasakan sakit itu, menghempaskan tangan Fandi."


"Apa kau tahu kak, aku menunggu mu dari pagi sampai sore berharap kmu akan datang tapi apa yang ku terima, kau pergi begitu saja,aku berlari mengejar mu tapi tidak sedikitpun kau menoleh padaku.


Jika kau ingin aku bahagia,maka Jagan pernah muncul lagi di hadapanku."


seorang wanita mendekat mencengkram lengan Fandi."Ternyata ini alasan mu selalu menolak ku,,?anak sialan ini menggoda mu."


tangan Mauren menunjuk emeli


"jaga ucapan mu, aku tidak pernah menggodanya"


"lalu yang ku lihat ini apa, dasar tidak tau diri sudah di tolak masih saja mengemis cinta,"


"pantas saja, ayah tidak bisa menemukan mu ternyata di sini mengejar Fandi."


"Mauren diam, dia tidak mengejar ku, aku yang mencintainya, jadi wajar, jika kami bersama, tiba-tiba Fandi merangkul emeli,


"cukup Fandi hentikan omong kosong mu"


menghempaskan tangan Fandi dengan kasar,

__ADS_1


"Dasar perempuan murahan, masih saja berkilah" mendorong tubuh emeli lalu mengangkat tangan ingin menampar, namun dengan sigap tangan kekar lelaki menangkap tangan Mauren."Berani sekali kau,mengangkat tangan pada istriku"


__ADS_2