
Seorang wanita cantik, masuk ke dalam restoran menghampiri dua orang yang tengah duduk menantinya.
"Maaf apa anda Saga dan Emeli?" ucapnya dengan ramah. "Iya benar..." mereka berdiri lalu berjabat tangan bergantian.
"Aku Selina Widianto."
"Silahkan duduk..." ucap Saga seraya menjulurkan tangannya sembari tersenyum.
"Iya terimakasih, maaf membuat kalian lama menunggu."lalu duduk dan meletakan tasnya.
"Tidak apa-apa... Jagan sungkan nona"
"Kemaren Tante Susi meneleponku untuk membatu kalian, jadi apa yang bisa saya bantu."ujarnya dengan sorot mata penuh tanya.
"Saya ingin menanyakan perihal mendiang dr Naina pada anda" ucap Saga.
Selin mengerutkan kening mendengar nama Naina."Kenapa dengan Naina?"mendongakkan wajah menatap mereka.
"Kami curiga... kecelakaan dr Naina di manipulasi."ucap Emeli dengan wajah serius.
"Maksudnya ada yang sengaja mencelakai Naina,Hah... Selin tergelak seraya menggelengkan kepala.
..."Itu tidak mungkin... Naina sangat baik, dan Hambal lagi pula dia juga tidak punya musuh."...
"Memang dokter Naina tidak punya musuh, tapi dia saksi kunci dari masalah kami..."
"Maaf bisa anda jelaskan. menatap Saga Dengan serius.
"Saudara kami Laura Wijaya menghilang beberapa bulan yang lalu... dan pelakunya salah satu pasien dr Naina."
"Bagaimana anda bisa menyimpulkan seperti itu?" menatap saga dengan sorot mata menyelidik. Saga menghela nafas letih.
"Sebenarnya saya sudah temu janji dengan dokter Naina sehari sebelum kecelakaan terjadi... bahkan dia berjanji akan mengatakan kebenarannya." namun naas semua tidak sesuai prediksi.
"Dan di hari yang sama dokter naina menelpon pelaku, putrinya mengatakan saat di telpon dokter naina menyuruh pelaku untuk berobat pada anda."
"Jadi apa dr Naina pernah mengatakan atau bercerita tentang pasiennya kepada anda?"
"Rasanya aku tidak percaya hidup Naina berakhir strategis ini..
Dulu aku ingat Naina pernah bilang, menyuruh pasiennya untuk menemui ku,
karena beberapa tahun yang lalu pasien itu mengalami kecelakaan,yang membuat seluruh keluarga nya meninggal."
"Pasien itu sangat shock sampai depresi
apalagi dokter naina bilang... dia kehilangan sesuatu yang berharga, yang membuat dia tidak terima... Bahkan dia pernah mencoba diri.
Beberapa kali Naina memintanya untuk menemui ku tapi dia menolak.
Apa... jangan-jangan" Selin terlonjak kaget.
"Kenapa Nona" ucap Saga penuh tanya.
"Beberapa hari lalu ada sebuah mobil hitam mengikuti ku. Aku juga sudah dua kali memergokinya."
"Apa ada seseorang yang anda curigai...?"
"Entahlah..."Selin memegang dagunya seraya berfikir. Seingat ku aku tidak memiliki musuh
__ADS_1
karena mobil itu mencurigakan aku memotret nya, tapi selang beberapa hari mobil itu tidak pernah muncul lagi, jadi aku kira itu hanya angin lalu.Lihatlah bahkan aku masih menyimpan fotonya.mengambil handphone lalu memperlihatkan foto.
"Mungkinkah yang mengikuti anda adalah orang yang mencelakai dr Naina dan sekarang mengincar anda."ucap Emeli dengan wajah kaget.
"Bisa jadi tapi, kalian tenang saja aku bisa jaga diri.Kalian fokus saja untuk menangkapnya." Selin tersenyum mencoba menyembunyikan ketakutannya.
"Tunggu kenapa kalian bisa tau kalau Naina di celakai. Bukankan polisi mengatakan itu murni kecelakaan." dengan sorot mata menyelidik.
"Kami menyusuri TKP dan menemukan sebuah gelang dengan noda darah.
Saat kami memastikan putrinya mengatakan itu milik ibunya."
"Orang ini benar-benar berbahaya." ucap selin dia menggelengkan kepala seraya mengepalkan tangan geram.
"Di mana gelangnya... apa gelang itu sudah di sentuh orang lain?"
"Tidak saat saya menemukannya tidak ada yang menyentuhnya. gelang itu aku simpan dalam plastik."ujar Emeli
"Bagus sebaiknya sekarang kalian periksa gelang itu, siapa tahu masih ada sidik jari pelaku..., maka dengan mudah kita menangkapnya.
"Sial... kenapa tidak aku pikirkan sebelumnya" ucap Saga kesal.
"Dimana gelangnya Emeli?"
Emeli membuka tasnya. lalu mengernyit dahi
"gelangnya tertinggal di mobil, aku ambil dulu"
Emeli mengambil kunci mobil dan bergegas pergi... sampai di parkiran Emeli membuka mobil benar saja gelang itu berada di mobil terbungkus plastik.
"Untung saja ketemu" sembari tersenyum.
Mata. Emeli terbelalak menatap plat no mobil itu yang sama dalam foto yang Selin tunjukan
kemudian mobil itu berjalan... Tampa pikir panjang Emeli masuk mobil dan mengejar mobil yang di dicurigainya.
Di dalam restoran saga resah menunggu Emeli yang pergi cukup lama akhirnya menelpon Emeli.
... Halo "kamu di mana kenapa lama sekali "...
"Aku mengejar mobil itu"ucap Emeli terdengar bising.
"*M*obil apa? " tanyanya lagi.
"Mobil yang mengikuti Selin aku yakin itu pelakunya."
"Apa...." Saga terlonjak kaget dengan mata terbelalak.
"Jagan gegabah dia sangat berbahaya" ucap Saga setengah berteriak.
..."Tidak ada cara lain... aku tidak ingin dia kabur"...
" Emeli aku mohon Jagan nekat"
Tidak ada waktu dia semakin cepat, aku share lokasi ku." lalu mematikan telpon.
"Emeli berhenti Emeli...." dia menatap ponsel yang telah terputus.
Saga membanting tangannya dengan kasar.
__ADS_1
"Ada apa Saga.... ucap Selin
"Emeli mengejar pelakunya..."
"Apa maksudmu....?"Selin menatap saga heran
Mobil yang mengikuti mu ternyata memang dia. Aku akan mengejar Emeli sekarang"
"Hati-hati..." Saga mengangguk lalu berlari pergi.
Mobil yang di ikutin Emeli melaju dengan cepat tidak mau kehilangan Emeli mempercepat mobilnya. dia terlalu fokus sampai disadari bahwa jalan yang di dilaluinya begitu sepi dan lengan.
"Sepertinya dia mau menjebak ku... tidak akan aku biarkan"
Emeli mempercepat laju mobilnya dengan kecepatan penuh, hingga menghantam mobil hitam itu, lalu mendorongnya hingga menabrak pohon besar.
Karena benturan terlalu keras membuat Emeli sedikit pusing dia menatap mobil di depannya. Yang telah rusak dengan kaca. yang berserakan Seseorang keluar dari mobil memakai penutup kepala dengan kaki yang di seret karna terluka.
Emeli bangkit mengumpulkan sisa tenaga yang ada keluar dari mobil dan mengejar pelaku
"Tunggu...."ucapnya seraya berlari
karena hari mulai menjelang sore tempat itu terlihat redup.
Pelaku itu terus berlari meski kakinya terluka melewati tepi tebing yang curam.
Emeli berhenti dengan nafas tersengal, mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di kejar kini sudah menghilang.
"Aku tau kamu di sini keluarlah....?"teriaknya
"Jangan sembunyi sampai kapanpun aku akan menemukan mu.."
Tiba-tiba tangan Emeli di tarik, seseorang menghempaskan tubuh Emeli di sebuah pohon di tepi jurang.
Tangannya mencengkram leher Emeli dengan kuat.... sekuat tenaga Emeli melawan memukul-mukul tangan pelaku Namun... orang itu tidak bergeming malah menatap tajam. pandangan mereka saling beradu.
Emeli menjulurkan tangan menahan rasa sakit ingin membuka tudung wajahnya. hanya tinggal sedikit lagi menyentuhnya.
"Pergilah sampaikan salam ku pada Laura dan Naina..."ucap pelaku.
Nafas terasa sesak badannya mulai lemas dengan wajah mulai memerah akhirnya emeli menyentuh tudung wajah itu lalu menariknya.
"Emeli...." teriak Saga membuat dia menoleh sebelum melihat pelaku.sementara
orang itu terlonjak langsung mendorong tubuh Emeli ke juang lalu bergegas pergi
dengan tudung kepala yang sudah terlepas.
Tubuh Emeli terjungkal masuk jurang.
Lengannya tekena goresan kayu yang runcing beruntung dia memegang kuat akar kayu.
Saga datang mengedarkan pandangannya.
"Emeli....." teriak Saga
"Saga...." ucap emeli berteriak
Saga mengedarkan pandangan mendekati suara Emeli. Mata Saga terbelalak menatap emeli yang sudah bergelantungan.
__ADS_1