My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 1 : 13


__ADS_3

"Hah, hah, hah" Nafas ku tersengal-sengal setelah bangun dari mimpi buruk. Tidak, sangat buruk yang ku alami.


Memang berbeda-beda setiap harinya namun semuanya adalah yang tidak atau sangat sangat tidak ingin Aku ingat.


Beberapa hari yang lalu setelah 'Cat' membawa ku ke dimensi itu aku mulai memimpikan semua itu.


Aku sangat-sangat berjanji dalam hati bahwa ketika bertemu dengan kucing tua gembul itu. Akan Aku beri dia pelajaran, karena pasti ini ulah dirinya. Buktinya semua itu terjadi setelah dia membawa ku ke sana.


Huf-ha~


Aku berusaha untuk menenangkan diri dan membuat jantung ku berhenti berdetak dengan cepat, sangat cepat bak orang yang lari marathon tanpa berhenti.


Setelah sekian menit aku menenangkan diri, namun aku masih merasa belum tenang. Aku berusaha memikirkan hal lain untuk menghilangkan rasa takut dan gelisah ini.


Aku merasa haus dan mengambil minum yang ada di samping tempat tidur ku itu.


Kini tempat tidur ku di ubah menjadi tempat tidur kecil yang bukan untuk bayi. Padahal umur ku masih terlalu kecil untuk hal ini. Mungkin mereka melihat dari kelakuan dan sifat ku yang terlihat sedikit lebih dewasa bagi mereka.


Ah~ Rasa sedikit takut ku masih tersisa, mengingat tentang mimpi yang ku alami membuatku merasa tidak mengantuk lagi.


Meski begitu Aku beruntung, karena bangun di saat sebentar lagi matahari akan terbit.


Rasa takut yang masih belum ingin menghilang ini sedikit menyesakkan. Aku bersenandung kecil dengan lagu yang ku buat sendiri saat masih berada di kehidupan sebelumnya, guna membuat perasaan ini menghilang.


Merasa bersenandung belum cukup aku berjalan-jalan di sekitar kamar ku, seperti membuka gorden yang masih tertutup di sana. Melihat ke arah luar yang di mana bagian jendela kamar ku di lantai dua, menghadap ke arah taman kecil, yang mungkin biasa di gunakan untuk pesta minum teh pribadi atau tamu dengan kuota kecil yang datang.


Luar sini, di mana semua masih gelap namun ada sedikit sinar. Sepertinya matahari mulai menaik.


Senandung terus terdengar dari bibir ku. Perasaan rindu mulai melanda ke dalam hati ku, kenapa ya? Oh~ Mungkin karena lagu yang ku nyanyikan adalah salah satu lagu buatan ku dan kakak-kakak ku di kehidupan sebelumnya.


Sebenarnya buatan ku, hanya saja ketika lagu itu terbuat mereka sangat menyukainya, dan mendengarkan setiap kali Aku sedang ingin bermain lagunya dengan piano atau alat musik lainnya.


Masa itu benar-benar menyenangkan. Awalnya sudah ku pikirkan konsep dari lagunya. Aku pun membuat lagu itu sesuai konsepnya. Kakak-kakak ku yang mendengarnya dengan seksama. Dengan langkah penasaran mereka mengatakan terasa ada beberapa bagian yang tidak menyambung. Setelahnya membantu ku.


Selanjutnya ku coba yang lebih nyambung lagi. Saran dari mereka benar-benar tidak ada yang nyambung.


Entah berapa kali lagi Aku melanggar janji yang ku buat untuk diri ku sendiri, karena Aku terus menerus mengingatnya.

__ADS_1


Cklek


Suara pintu terbuka terdengar di telinga ku, namun bukannya langsung melihat Aku malah tetap berada dalam posisi bermalas-malasan di jendela tersebut.


Dan juga karena tahu yang datang pasti Hanna dan Abel.


"Nona, Anda sudah bangun?" Tanya seseorang dengan suara wanitanya itu, yang terdengar seperti suara Hanna.


"Hemm.." Jawab ku.


"Nona, apa Anda sakit? Anda terlihat lesu." Ujar Abel dengan nada khawatirnya, dan hanya ku jawab dengan gelengan ringan.


Merasa tidak enak membuat mereka khawatir. Aku mengangkat kepala ku dan berbalik menghadap mereka. Lalu turun dari kursi tanpa sandaran yang menumpu-ku saat dan untuk bernostalgia tadi.


Berjalan ke arah mereka dengan senyum manis ku agar mereka berhenti membuat wajah khawatir. Mereka segera menghilangkan wajah muram mereka yang terlihat di wajah mereka tadi, sepertinya hanya dengan tersenyum saja cukup.


Hari ini hari yang masih membosankan karena tidak ada yang bisa ku lakukan selain menonton latihan duo pengganggu dan bermain-main di taman bunga milik ibu.


...****************...


Waktu tidur malam pun tiba Aku bersiap-siap untuk pergi ke alam mimpi. Aku berjalan ke arah tempat tidur ku kemudian memejamkan mata dengan pelan agar segera sampai.


...****************...


Terlihat tempat modern yang penuh dengan alat-alat canggih, dan gedung pencakar langit yang bersinar karena masih banyak orang yang melakukan tugas di sana.


Terlihat seorang gadis terus berjalan menelusuri setiap tempat yang sudah sangat ia ingat.


Selama perjalanan dia terus bersenandung ria sambil tersenyum dengan senyum manisnya. Nampaknya ia seperti habis dari suatu tempat yang dapat membuatmya bahagia.


Dengan di temani oleh ke tiga temannya yang terlihat senang mendengar senandung kecil gadis sebelumnya.


Mereka terus menyusuri jalan yang ada hingga sampai pada sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah susun yang megah.


Mereka memasuki sebuah lift yang tersedia di sana, dan menekan salah satu tombol yang ada di sana. Setelah menunggu beberapa saat mereka sampai pada lantai yang menjadi tujuan mereka dan saling mengucapkan salam.


Mereka masuk ke dalam tempat yang terlihat sepertinya itu adalah tempat mereka untuk pulang.

__ADS_1


Sang gadis yang bersenandung tadi segera memasuki salah satu ruangan yang ada di sana dan mendekati sebuah kasur yang terlihat lalu pergi ke alam mimpi.


Sesampainya pada pagi hari terlihat empat wanita yang tadi, berkumpul di suatu taman, mereka terlihat sedang bernyanyi bersama.


Terlihat mereka sedang beranjak dari tempat tersebut lalu pergi ke arah sebrang, jalan yang sepi dan para pejalan kaki sudah bisa melewatinya.


Mereka berjalan tidak pelan namun juga tidak cepat, di sebelah kanan mereka adalah arah dari para kendaraan berasal.


Sebuah mobil berkecepatan tinggi berjalan cukup cepat, sangking cepatnya salah dua dari empat wanita tadi tidak sempat untuk berlari.


Salah satu gadis yang paling belakang namun tempat ia berdiri tepat di depan mobil yang melaju kencang itu.


Karena merasa panik ia mendorong teman yang satunya itu, sang gadis yang mendorong tersebut tidak sempat menghindar sehingga hal yang tidak di inginkan terjadi.


Orang-orang yang melihat itu berteriak dengan histeris, sedangkan gadis yang di dorong tadi sangat shock dan tidak bisa berpikir jernih selama sementara.


Sang gadis yang di dorong tadi adalah gadis yang bersenandung sebelumnya, dia di selamatkan dengan taruhan nyawa temannya sendiri.


Sadar akan apa yang terjadi, gadis bersenandung tadi tidak bisa untuk tidak menangis dan berteriak secara histeris, ia berusaha memanggil temannya tersebut.


Berulang kali teriakan terdengar dan air mata yang masih belum terkuras namun tidak ada jawaban sama sekali.


...****************...


Terasa sinar mentari pagi yang tertutup gordeng memasuki kamar berdesain kuno namun tetap enak di pandang tersebut.


Merasa sedikit terganggu Aku pun terbangun secara perlahan. Terasa sedikit lelah dan lupa akan sesuatu, ku kumpulkan kesadaran lalu mulai mengingat-ingat.


Beberapa saat terlewatkan, akhirnya Aku pun sudah berhasil mengumpulkan kesadaran dan mulai memiliki ingatan yang utuh.


'Mimpi?' Pikir ku sambil memegang kepala dan melihat ke arah jendela.


Mengetahui akan hal itu Aku mulai bergumam kecil di dalam hati, karena mimpi itu adalah salah satu masa lalu ku yang ingin ku lupakan.


'Andai Aku yang berada di posisinya'


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca novel ini.


Maaf jika ada kesalahan karena ini novel pertamaku.


__ADS_2