My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 2 : 1


__ADS_3

Di sebuah tempat yang terlihat seperti bangunan rumah yang terbuat dari bambu dan papan. Terlihat sedikit esensi rumah tradisional jepang, di sana juga terlihat banyak orang yang berkumpul dengan barisan rapi.


Di depan barisan tersebut tempat beberapa orang yang berjajar juga, yang jika di lihat ke depan mereka lagi terlihat seorang wanita berdiri juga.


"Ketua! Semua pasukan dan masing-masing ketuanya telah siap seperti yang anda perintahkan!" Ucap seorang pria dengan seragam khusus berwarna hitam berlutut di hadapan wanita yang orang tersebut maksud sebagai 'Ketua'.


"Ya, baiklah, tugas kita sekarang menunggu tuan." Jawab wanita tersebut sambil memasang senyum lembut yang berkharisma, dan di jawab anggukkan patuh oleh orang tersebut.


Setiap barisan berdiri rapi dan sejajar dengan jarak yang lumayan. Namun masih bisa membuat setiap orang mengobrol. Lau beberapa orang yang paling depan hanya berdiri dengan gaya masing-masingnya. Mata mereka menghadap lurus ke arah sebuah pintu.


Entah apa yang sedang mereka pikirkan tapi sudah beberapa puluh menit mereka menunggu. Tidak ada ucapan atau pun keluhan sedikit pun yang terdengar, hanya pandangan lurus ke depan.


Sedangkan, untuk para pasukan yang di belakang beberapa orang itu terdengar suara keluhan ringan, mereka terkadang sedikit menekuk kaki mereka guna menghilangkan rasa pegal.


"Pemimpin utama, tiba di tempat" Ucap dua gadis yang tiba-tiba berada di samping masing-masing pintu geser. Mereka memiliki wajah yang terlihat mirip. Dengan rambut berwarna putih sebahu dan mata berwarna biru langit. Mereka tidak menampilkan sedikit pun ekspresi yang melengser wajah datar mereka.


Mendengar akan hal tersebut, orang-orang atau pasukan yang berbaris tersebut sedikit terkejut dan langsung diam. Sedangkan, beberapa orang yang berada paling depan tersebut langsung berlutut.


Para pasukan yang melihat akan hal itu segera melakukan posisi yang sama seperti beberapa orang yang berada paling depan tersebut.


Kemudian pintu geser di depan mereka terbuka menampilkan sesosok manusia bergender pria, yang memiliki paras lembut dan hangat dengan topeng yang di pakainya yang hanya menutup bagian hidung hingga bawah dagunya. Penampilannya sama seperti deskripsi kedua gadis kembar tadi.


Berjalan maju hingga pada titik sedikit lagi akan mencapai di mana sinar matahari menyinari teras rumah itu yang bisa mengenainya. Pakaian yang di kenakannya tidak lah mewah namun menampilkan kesan pemimpin yang sangat kental.


"Selamat pagi semuanya." Ucapnya dengan senyum lembut dan hangatnya, yang membuat kesan berkharisma yang kuat dari dirinya.


"Selamat pagi juga, Tuan. Saya mewakili para pasukan, senang melihat Anda dalam keadaan sehat." Jawab pria dengan aksesoris penuh yang dapat di kenal sebagai, Zui.


"Terima kasih, Zui-san. Karena semua sudah di sini dan sudah tahu apa yang akan di lakukan. Sebagai pemimpin utama, Aku akan membiarkan kalian yang tidak ingin mengikuti perang ini di persilahkan untuk meninggalkan tempat." Ucap pria tersebut dengan nada yang entah kenapa memiliki nada yang hangat.

__ADS_1


Mereka yang mendengar akan hal itu tidak ada yang sedikit pun berbicara atau pun beranjak pergi, yang mereka pikirkan adalah pemimpin sehebat ini dapat membuat hati orang lain sedikit tenang.


Padahal tadi mereka merasa sangat gugup dan takut, bagaimana jika mereka mati? Bagaimana dengan keluarga mereka? Tapi di sisi lain bagaimana jika mereka kalah? Kemungkinan pertama bukan lah hal yang terlalu buruk.


Namun dengan pemikiran kedua yang membuat mereka lebih takut lagi adalah jika kalah berarti perbudakan yang lebih menyiksa.


"Apa kalian yakin? Kemungkinan besar perang ini akan membahayakan nyawa kalian." Ucapnya dengan nada lembut dan hangat kembali setelah mendapatkan kesunyian selama beberapa saat.


"Ya, kami sangat yakin, Tuan." Jawab wanita yang di sebut sebagai ketua sebelumnya, dan mendapatkan sebuah senyuman lembut.


"Jika kalian sangat yakin, maka Aku berharap sebuah kemenangan yang menjanjikan dari kalian semua. Aku percaya kalian bisa melakukannya." Ucap pria tersebut dengan senyum lembut yang berkharisma.


Melihat akan hal itu mereka semua memasang wajah yang terlihat bersemangat dan mulai meneriaki kesemangatan mereka. Lalu mereka segera berangkat menuju tujuan mereka.


...****************...


Sementara itu di saat yang sama


Penampilan yang sungguh berbeda dari keadaan yang di alaminya, bukan hanya dirinya saja yang dalam keadaan yang sama. Ada sekitar enam anak yang mengalami keadaan yang sama seperti gadis tersebut. Berbeda dengan gadis kecil itu, mereka memasang wajah tidak enak seperti ketakutan, kegelisahan dan kesakitan.


"Tuan. Semuanya sudah siap." Ucap seorang pria dengan jubah yang sedang berlutut pada seorang pria lain yang baru datang.


"Ya, baiklah." Jawab pria tersebut.


Mendengar titah dari tuannya itu orang tersebut segera keluar dari ruangan tersebut, sedangkan pria yang lainnya berjalan menuju ke arah gadis kecil yang tepat berada di tengah-tengah.


Dengan santai dia berjalan dan berhenti tepat di depan gadis kecil tersebut, pria tersebut melepaskan topeng yang ia kenakan dan mulai mengangkat suara.


"Siapa namamu?" Tanya pria tersebut.

__ADS_1


"A-00, X-sama." Jawab gadis kecil tersebut.


(note: A-00 di baca A zero zero)


"Siapa nama mereka semua?" Tanya pria itu lagi.


"Saya tidak mengenal mereka." Jawab gadis tersebut.


Mendengar hal itu pria tersebut tidak menanggapi kembali jawaban dari gadis tersebut dan mulai berjalan menuju ke meja yang ada di sana dan mulai membuat sesuatu seperti ramuan.


Pria tersebut menyuntikkan sesuatu pada gadis kecil sebelumnya, entah apa yang di berikan oleh pria tersebut namun gadis kecil tersebut tidak lama kemudian terlihat seperti tertidur.


Melihat hal itu pria tersebut menekan sebuah tombol sehingga pengekang yang mengekang gadis kecil tersebut lepas. Lalu ia menggendong gadis kecil tersebut dan membawa gadis tersebut ke sebuah ruangan dan menggulingkan pada sesuatu yang sepertinya adalah sebuah kapsul yang tersedia di sana.


Terlihat pria sebelumnya itu menuangkan sesuatu pada kapsul tersebut, lalu kapsul tersebut menutup dan sebuah cairan memenuhi kapsul itu.


...****************...


Di sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah gedung pencakar langit terdapat dua gadis yang sedang berdebat akan sesuatu, dengan salah satu gadis yang berdiri tepat di pinggir tepi gedung tersebut.


Yang satunya lagi berdiri di depan gadis itu dengan wajah khawatir. Entah apa yang mereka debatkan, gadis yang berada di tepi gedung tersebut berteriak.


Masih dalam keadaan yang sama, pintu yang berada di sana terbuka menampilkan beberapa orang yang keluar. Entah apa yang mereka semua katakan, semua yang ada seperti sebuah film hitam putih tanpa suara.


Orang-orang yang masuk tersebut mengatakan sesuatu sambil mendekati gadis yang berdiri di tepian tersebut. Gadis tersebut semakin menjadi-jadi dan mulai berjalan mundur, sehingga gadis tersebut jatuh dari gedung dengan tinggi berpuluh-puluh meter.


Gadis yang satunya berteriak dengan keras dan mendekat ke tepi gedung tersebut sambil melihat ke bawahnya. Terlihat di bawah sana kerumunan yang berkumpul dan membuat sebuah titik.


Dapat di pastikan bahwa gadis yang terjatuh, tidak, menjatuhkan diri ke bawah tersebut lah yang di kerumuni. Dan dapat di pastikan juga bahwa gadis tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

__ADS_1


[Author POV End]


__ADS_2