
Halo Readers. Chapter ini Author up jam 23.59
Ohohoho, menyenangkan sekali~
Oh! Langsung saja kita ke cerita. Happy Reading All~
...----------------...
Readers. Apakah Kalian ingat dengan duo yang terkadang menjadi trio pengganggu? Jika lupa, ada di bab satu.
Kita bergosip sebentar yuk!
Begini-begini juga, Aku masih manusia biasa yang tahu apa itu topik pembicaraan yang bisa hot gitu jika di bicarakan.
Dengar-dengar dari para mbak-mbak tukang kumpul di warung sayur. Si trio pengganggu itu sudah mendapatkan tunangan sama tingkat dan beda satu tingkat dalam kebangsawanan.
Tunggu. Aku sepertinya tahu siapa saja wanita yang tida- maksud ku beruntung itu bisa menjadi pasangan dari trio pengganggu.
Kan seperti kata ku di dua chapter sebelumnya, Aku adalah Reankarnator dari dunia modern ke dalam novel yang beradaptasi menjadi komik ini. Dunia itu adalah tempat yang saat ini sedang ku diami.
Aku sedikit bingung dengan perpangkatan para tiga pasang insang ini yah? Hu'um.. entah lah kenapa Aku harus peduli. Lebih baik lanjut cerita saja.
Mereka adalah ketiga teman dari sang pahlawan wanita kita. Pertama, tunangan dari Reshannzi Gerzion, putra tunggal keluarga Duke Gerzion, yakni Hanarhy, Hanarhy Wildanton. Keluarga Marquess Wildanton.
Kedua, tunangan Raanse Lizabethen, putra pertama keluarga Marquess Lizabethen, yakni Zallika, Zallika Darwin, keluarga Count Darwin.
Terakhir, tunangan Reense Lizabethen, putra kedua keluarga Marquess Lizabethen, yakni Myra, Myra Andiburg, keluarga Count Andiburg.
Mereka adalah sahabat dari sang pahlawan wanita, juga tunangan dari beberapa harem sang pahlawan wanita kita. Umur mereka bertiga sama dengan ku.
Saat Annabella mengganggu sang pahlawan, mereka akan senantiasa membela. Setiap membela, mereka tidak peduli dengan posisi dari Annabella dan juga diri mereka.
__ADS_1
Mereka selalu menyadari posisi mereka sebagai tunangan dari ketiga kakaknya. Tapi, plot mereka dalam menyelamatkan pahlawan sangat jarang, karena mereka hanya pemeran pembantu sebagai penyelamat pengganti dari para haremnya sang pahlawan wanita.
Juga, membantu ketiga kakak Annabella untuk bisa melepaskan perasaan mereka. Tentu saja termasuk membuat mereka tidak jomblo. Jadi kan, masih bisa dapat membuat penerus untuk melanjutkan cerita musim barunya, ahahahahaha
Canda~
Baiklah. Kita buka sudut pandang ku pada kenyataan yang sedang ku alami saat ini.
"Nona Annabella. Perkenalkan nama Saya Zallika, Zallika Darwin. Anda bisa memanggil saya Zallika saja." Perkenalannya pada ku.
"Anda juga bisa memanggil Saya dengan sebutan Bella." Balas ku.
Senyum? Tidak. Wajah beku bak habis dari gurun antartika ini, sulit sekali di buat senyum. Meski bisa di sebut senyum sangat kaku, tidak bisa membuat yang namanya, senyum bermakna.
Hari ini, tunangan Kak Reen datang, dia mengatakan ingin memperkenalkan ku pada nya. Untuk Kak Raan, dia yang datang ke rumah tunangannya, hari ini juga.
Beberapa minggu sebelumnya sebaliknya, Kak Reen yang pergi, Kak Raan mengajak. Mereka sepertinya memang bisa kompak ya? Atau itu tidak sengaja? Entah lah~ Memikirkannya hanya sia-sia.
Kami bertiga duduk sambil minum teh. Mereka berdua berbincang-bincang dengan akrab, seperti setiap harinya selalu bertemu.
Lebih dari itu, ku harap Kak Resh yang mengatakan tunangannya ingin melihat ku lagi, cepat sampai. Sedikit merasa jadi nyamuk aku di sini, sehingga ingin menyapa nyamuk dan makhluk jadi-jadian di balik tiang itu, lalu mengobrol dengan ria.
Kak Resh juga pernah mengajak tunangannya bertemu dengan kedua adik ku, tunangannya itu suka sekali dengan anak-anak. Secara tidak sengaja, Aku sedang bermain dengan mereka, lalu kami bertemu dan berbicara(mungkin). Dia juga sama cantiknya dengan tunangan duo pengganggu.
Lalu, bagaimana cantiknya sang pahlawan wanita kita? Sampai-sampai bisa membuat trio pengganggu itu berpaling dari tunangannya yang cantik-cantik ini?
Entah lah~ Mungkin akan secantik, ketika kau melihatnya lalu menutup mata, karena kesilauan yang di pancarkannya, sangking cantiknya.
Dan ku harap kucing gendut dan duo ras gila itu tidak ke sini. Jika tidak, akan ku taruh mereka ke dalam pembuangan sampah. Lalu ku tinggalkan mereka dan tak akan pernah datang lagi untuk menjemput mereka sambil mengatakan bahwa untuk tidak mengulanginya lagi.
Huh! Lebih baik ku buat sebuah pencegahan agar memang sebuah kepastiannya hanya satu. Jika ku ancam saja, akhirnya mereka seperti berada di lingkup lingkaran dosa. Melakukan dosa, tobat, dosa lagi, tobat, dosa lagi, tobat lagi, begitu seterusnya.
__ADS_1
Meski begitu untungnya tidak pernah kejadian. Tapi tetap saja, jika terjadi nasib mereka kan ku buat seperti itu.
Oh yah. By the way, ketiga sahabat sang pahlawan wanita kita sebenarnya telah berteman sejak mereka di tangkap juga oleh organisasi ilegal yang sudah di berantas itu.
Mereka berada dalam saru lantai. Sejak mereka saling mengenal, mereka bertekad untuk selalu saling mengingat dan berteman jika ada saat di mana mereka telah keluar dari mimpi buruk itu.
Berbeda dengan Kami berdelapan, anak-anak yang dua tahun berada dalam mimpi buruk di sana. Dalam data yang ku baca, sebenarnya Kami lah anak-anak pertama yang di berikan mimpi terburuk, yang membuat Kami menjadi tak seusianya.
Ke tiga pemeran pembantu itu dan sang pahlawan wanita kita, hanya berada mimpi buruk itu selama beberapa bulan sebelum klan Kainigose dan rencana pelarian (ku) kami di lakukan.
"Yo, Reen. Halo nona Zalika. Apa kabar?" Sapa Kak Resh dengan intonasi dan logat yang berbeda.
"Selamat siang, tuan Reen, Zalika."
Kak Reen hanya tersenyum melihat mereka, sekaligus untuk menjawab sapaan mereka. Sementara, Zalika menjawabnya dengan kalimat.
Mereka berbincang dengan santai. Aku? Menyimak adalah kata yang tepat mungkin untuk menjelaskan bagaimana diri ku saat ini. Toh, Aku sudah dari awal adalah nyamuk di sini. Jika mereka bertanya dengan pendapat ku, baru aku bicara.
Terlebih Aku bukan manusia yang update akan gosip di sekeliling kelas bangsawan. Jadi, hanya beberapa yang ku ketahui dari apa yang sedang mereka bicarakan.
...****************...
Akhir dari pertemuan tadi siang adalah gosip ringan seperti umumnya. Tujuan mereka untuk bertemu dengan ku, hancur. Keseruan yang terjadi hanya seperti double date. Dengan Aku sebagi kelebihan orangnya.
Nyamuk besar yang terlihat seperti ku ini, kenapa tidak di singkirkan saja? Serasa berkerumun di perkumpulan tanpa mengenal seorang pun. Walau begitu, sebenarnya Aku kurang peduli juga sih.
Toh, seperti sedang menambah ilmu dikit-dikit tentang dunia luar. Aku juga tidak ada pekerjaan yang bisa di lakukan. Semua guru les privat yang mengajar ku menyerah setelah mempelajari ulang semua pelajaran yang ku pelajari di materinya. Mereka berbicara pada Mama tentang pekerjaannya.
Keesokkannya Mama datang sambil mengatakan, sesuatu seperti.. memuji, mungkin. Hingga semua dari guru ku menghilang, membuat jadwal ku menjadi satu kata.
Boo~saaann~
__ADS_1
Aku membaca setiap buku di perpustakaan. Sudah semua. Saat ini sedang ku pahami ulang yang ada di perpustakaan itu.
Jika melihat kembali keadaan ku. Kami sedang menunggu Kak Raan dan Kak Reen untuk makan malam. Seperti perempuan saja, lama sekali mereka bersiap-siap.