
"Semua pasukan bersiap untuk melanjutkan perjalanan!" Teriak beberapa orang di setiap tempat.
Semua pasukan yang di maksud segera mempersiapkan diri dengan berbaris rapi, di hadapan barisan tersebut beberapa orang yang berjajar rapi dengan jarak yang sekiranya kurang lebih 1 atau 2 meter.
Dan tiba Ketua mereka berdiri di sebuah batu yang cukup tinggi, layaknya sedang berdiri di sebuah podium.
"Sebentar lagi kita akan mempertaruhkan nyawa. Sekali lagi akan di katakan, jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian, silahkan meninggalkan tempat ini." Ucap Ketua tersebut dengan nada penuh ketegasan dan kharisma yang terasa cukup tinggi.
Tidak ada sedikit pun yang bergerak dari tempat mereka. Dengan penuh keyakinan mereka berdiri tegap dengan wajah yakin dan tatapan penuh semangat mengarah ke arah Ketua tersebut.
Melihat akan hal itu sang Ketua tersebut langsung membuat sebuah senyuman lembut yang mengembang layaknya musim semi yang indah.
"Bagus?! Kita akan berangkat dua jam lagi! Semuanya harap berbenah dan bersiap!" Teriak Ketua tersebut guna memberi perintah dengan tegasnya.
"Baik?!" Jawab mereka semua bahkan beberapa orang yang paling depan tersebut juga melakukannya, kemudian mereka membubarkan diri untuk melaksanakan perintah.
Suara serentak sepatu di kaki mereka yang berbalik, membuat kesan begitu kompak dari mereka. Setelahnya, suara orang berlalu lalang dan teriakan yang berbagai macam kata yang di satukan, benar-benar membuat kesan tersendiri lagi.
...****************...
Sementara itu di tempat lain
Terlihat sebuah kapsul yang berisi seorang gadis kecil yang terlihat seperti sedang tertidur. Setelah beberapa saat akhirnya gadis kecil tersebut membuka mata. Kapsul yang berisi air tersebut mulai mengering, lalu kaca dari kapsul tersebut terbuka.
Gadis kecil tersebut medudukkan diri dan keluar dari kapsul tersebut. Gadis kecil tersebut yang sering kita panggil sebagai Annie, mulai berjalan ke arah sebuah kursi dan duduk di sana.
Setelah sekian menit ia duduk, akhirnya pintu yang berada di sana terbuka dan menampilkan seorang pria dewasa dengan topeng mengerikannya.
Karena topeng tersebut membentuk sebuah senyuman yang amat lebar dengan mata yang menyipit, sangking lebarnya senyuman yang terbentuk.
Yang di chapter sebelum-sebelumnya di sebut sebagai 'X'-sama. Bahkan dapat terlihat sinar kecil dari matanya itu.
"Kau sudah bangun? Kalau begitu mari kita kembali." Ucapnya sambil mengulurkan tangan, melihat akan hal itu Annie langsung menuju ke arahnya dan menggapai tangan pria tersebut.
Mereka berjalan melewati lorong yang sepi hingga tiba di sebuah pintu berwarna putih dengan sebuah huruf yang terlihat di depan pintu tersebut.
Pria tersebut membuka pintu itu. Dapat terlihat beberapa anak yang sedang berbincang-bincang, mendengar suara pintu yang menderit mereka langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
'Terkadang Aku merasa Aku sedang di beri pelayanan VIP. Karena tempat ini terlalu mewah dan sepi.' Pikir Annie dengan nada bertanya saat melihat tempat yang di masukinya itu.
'Tapi juga ini setimpal dengan apa yang mereka berikan pada kami. Tidak. Ini malah kurang dari apa yang seharusnya kami dapatkan, setelah perlakuan mereka pada kami.'
"Aku mengantuk, selamat malam." Ucapnya sembari menyelimuti diri.
Pria dewasa yang sebelumnya mendengar akan hal itu segera pergi dan menyisakan anak-anak kecil yang ada di sana.
Seorang anak yang lain mendekati Annie dengan rasa penasaran, terbukti dari matanya yang nampak agak berbinar.
"Annie, apa yang terjadi? Rasanya aura mu bertambah lagi." Tanya seorang gadis kecil yang terlihat lebih tua dari Annie bertanya dengan suara polosnya, terlihat juga sebuah nametag bertuliskan 'A-03' di dada kirinya.
"Apa kau berhasil?" Tanya anak laki-laki dengan nametag bertuliskan 'A-01' di dada kirinya. Dia bertanya dari tempat tidur yang di dudukinya. Annie hanya menjawab dengan anggukkan pelan.
"Selamat malam, Annie." Ucap gadis kecil yang sebelumnya, dengan anggukkan pelan lagi sebagai balasan dari Annie.
...****************...
Terlihat sebuah ruangan yang memiliki 7 kasur dengan masing-masing kasur di tiduri oleh anak kecil berbeda usia. Ah! Ada juga yang sama usia. Di antara mereka terlihat Annie sudah bangun lebih dahulu dari yang lainnya.
Sekitar kurang lebih sepuluh menit Annie keluar dengan setelan baju putih dengan lengan panjang dan rok putih selutut.
Kemudian ia berjalan menuju pintu yang ada di sana. Ia mencoba membukanya namun pintu tersebut terkunci.
"Lucifer." Ucap Annie yang kemudian muncul seorang pria dengan tanduk di kepalanya dan mata berwarna merah berdiri di belakang pintu tersebut.
"Baik~" Ucap Lucifer dengan nada nakalnya kemudian ia bersiap-siap seperti ingin memukul sesuatu. Dan
Buummm!!
Terdengar sebuah dentuman keras karena efek yang di keluarkan dari ledakan kecil(?) yang di buat Lucifer sehingga membangunkan semua orang yang ada di sana.
"Aaarrgh!! Tidak bisa kah Kau diam setiap pagi!!" Ucap gadis kecil yang berada di sana dengan nametag bertuliskan 'A-05' di dada kirinya sambil menutup kupingnya dengan bantal.
"Bangun pagi itu sangat sehat, apa lagi untuk anak-anak seusia kalian. Jadi karena kami baik hati maka kami dengan sukarela melakukannya untuk kalian semua." Ucap Lucifer dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan yang di mana Annie mendukungnya dengan menganggukkan kepala dengan antusias.
"Tidak perlu seperti itu pun Kami sudah tahu! Dan tidak usah berbicara seolah Kau bukan anak kecil saja!" Geram anak dengan nametag 'A-06'.
__ADS_1
"Terserah." Ucap A-05 dengan malasnya.
"Sudah berapa kali Kau merusak pintu?" Tanya A-01 dengan wajah kusut karena merasa waktu tidurnya terganggu oleh suara yang amat sangat keras.
"71 pintu sihir, 92 pintu besi dengan kunci sihir, 97 pintu besi biasa dengan kunci biasa, 105 pintu besi tanpa kunci, 117 pintu kayu dengan kunci sihir, 210 pintu kayu dengan kunci biasa, 248 pintu kayu dengan kunci lengkap versi murah meriah, dan 593 gagang pintu yang di rusak. Total kerusakan 1.533" Ucap Annie.
"Dan pria aneh itu tidak pernah marah, ah~ Salah, salah, maksudnya dia tidak akan bisa memarahinya karena dia sangat sangat masih membutuhkannya." Ucap Lucifer dengan nada riangnya.
"Aku harap kalian tidak akan apa-apa." Ucap A-03 dengan nada khawatir namun juga terasa seperti pasrah.
"Sebentar lagi penyiksaan akan di lakukan, lebih baik kalian segera bersiap-siap." Ucap Annie dengan wajah datarnya.
"Si X atau apa lah itu akan datang jadi cepat lah." Lanjutnya.
"Bagaimana bisa Kau mengatakan itu dengan santai?" Tanya A-02 dengan raut seolah lelah dengan tingkah temannya itu. Mereka berdua hanya mengendikkan bahu.
"Kalau begitu kami duluan yah~" Ucap Lucifer dengan penuh kebahagiaan. Di lewatinya pintu itu, tidak terlewati sih, baru beberapa cm kakinya melangkah.
"Tunggu, Aku tidak ingin berjalan sendirian bersama mu, lebih tunggu mereka saja dulu." Ucap Annie dengan wajah datarnya.
"Kedengarannya Aku seperti makhluk mesum."
"Kau tidak mesum, hanya aneh saja." Balas Annie.
"Bukan kah itu sama saja? Tunggu! Kau sebenarnya ingin mengejek ku, hah! Mari berdebat lagi! Aku cukup menguasai beberapa kata baru yang hebat!"
Namun Annie hanya membungkam mulutnya dengan tatapan tajam nan mengenaskan untuk jiwa. Oh~ Dan juga kata-kata pemungkasnya yang membuat panah kekalahan telak pada Lucifer.
...****************...
Sementara itu di tempat yang berbeda
Pasukan dengan barisan rapi terlihat tengah mempersiapkan diri untuk sesuatu, yang kelihatannya mereka ingin melakukan penyerangan. Terbukti dari siapnya berbagai senjata di tangan mereka.
Entah apa yang ingin mereka serang karena di depan mereka saat ini tidak lah terlihat apa pun. Namun mata mereka menatap ke depan mereka dengan tatapan permusuhan.
"Semua pasukan, serang maju." Ucap seorang wanita yang di sebut sebagai 'Ketua' sebelumnya.
__ADS_1