My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 1 : 2


__ADS_3

Kupu-kupu itu semakin mendekat ke arah tangan ku. Sungguh indah bila di pandang dari dekat.


"Kenapa bisa ada kupu-kupu di sini? Ah! Annie jangan di pegang bagaimana kalau kupu-kupunya beracun." Ucap Ibu ku namun tangannya yang mencoba menghalangi agar tangan ku tak menyentuh kupu-kupu itu berhenti.


Kenapa ia tak menghalangi ku? Kupu-kupunya sudah berada di jariku loh. Oh, ada suara bayi sedang tertawa, eh.. tunggu. Berarti, ternyata Aku yang sedang tertawa ya. Karena itu, dia berhenti. Tidak ingin menghalangi kebahagian anaknya sungguh ibu yang baik.


Kenapa dia menatap ku seperti itu? Tapi senyuman dan tatapannya itu sangat indah, begitu hangat dan lembut.


Tatapannya begitu membuat ku nostalgia. Rasanya jadi rindu, padahal cuma tatapan saja. Ah! Kupu-kupunya pergi ke atas kepala ku.


Entah kenapa rasanya jadi tenang. Aku juga merasa mengantuk, lebih baik Aku tidur saja. Yah, walau pun Aku masih ingin mendengar lebih banyak tentang percakapan mereka.


"Annie, apakah kamu mengantuk? Kamu ingin tidur sayang? Tidur lah." Ah~ Aku jadi tambah ngantuk. Dan akhirnya Aku pun tertidur tanpa mimpi sebagai bunga tidur sebagaimana umumnya.


...****************...


Sinar matahari yang walau pun tertutupi oleh gorden membuat ku terbangun, atau lebih tepatnya Aku melihat gorden yang sedikit terang karena sinar matahari. Ruangan yang ku tempati berbeda dari sebelumnya. Dan yang pastinya tanpa bertanya pun pasti sudah tahu, bahwa Aku di bawa ke ruangan yang kemungkinan besar adalah ruangan untuk ku.


Tempat tidurnya pun sudah berubah menjadi tempat tidur untuk bayi, dan lihat lah mereka berdua (jika bisa). Mengendap-endap seperti seorang penyusup. Menurut isting kemungkinan besar mereka datang seperti itu, hanya untuk melihat ku.


Aku yang tak pernah tahu atau mereka yang memang aneh? Kenapa mereka mengendap-endap di kamar bayi? Apakah mereka di larang masuk atau takut membanguni diri ku? Mungkin keduanya.


Mereka seperti apa saja. Menatap diri bayi ku ini dengan tatapan seperti itu. Sungguh, kalian ini benar-benar membuat orang lain takut saja. Sangat menakutkan sekali, kalian seperti orang mesum dengan mata berbinar-binar kalian itu.


Sebenarnya Aku masih bertanya-tanya. Apakah bisa bagi seorang bayi dengan akal dewasa seperti diri ku ini bermeditasi untuk menyerap 'mana'. Andai pertanyaan bisa terlontarkan saat ini, dengan sigap di jawab oleh mereka.


"Ah! Kau sudah bangun ya, apakah tidur mu nyenyak? Kami datang kemari untuk melihat mu." Ucap Kak Reen sambil setengah berbisik. Dugaan ku tepat sasaran. Enyah lah kalian orang mesum yang masih kecil.


"Dan tentu saja secara diam-diam." Lanjutnya dengan bangga.


Dan kau bangga akan hal itu? Adalah salah satu pertanyaan sekian banyaknya pertanyaan pribadi ku, yang tidak tahu apakah akan bisa terjawab atau tidak.


"Dan kau bangga akan hal itu?" Pertanyaan kali ini di lontarkan oleh kakak ku yang dingin. Terima kasih atas konstribusi mu, karena telah menjadi perwakilan atas pertanyaan pribadi ku.


"Teehee~" Hmm... Jawaban yang bagus.

__ADS_1


"Tuan muda Raan, Tuan muda Reen, apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya seorang pelayan wanita berambut coklat tersanggul yang terlihat sekitar kurang lebih berumur umm.. asal tebak saja lah, 15 tahun dengan nada menginterogasi.


"Ah!?" Hanya itu kah respon kalian.. sekarang apa yang kalian lakukan?


"Apa yang sedang kalian lakukan??" Sang pelayan mewakilkan. Karena sungguh, apa yang sedang mereka lakukan? Sungguh-sungguh seperti orang aneh.


"Kamuflase." Kau bodoh ya..?


"Aku hanya berpikir duduk seperti ini sedikit bagus." Kakak ku yang seperti ice prince. Alasan macam apa dari bibir mu itu? Dengan berpura-pura duduk di atas angin, tidak akan membuat mu menjadi seperti duduk di kursi, tapi kau yang malah menjadi kursinya. Alasan mu itu bahkan lebih bodoh dari adik laki-laki mu itu.


"..." Rasanya aku seperti bisa membaca isi hatimu saja. Lihat tatapan itu, seperti mengatakan


'kalian bodoh ya?'.


"Jangan menatap ku seperti mengatakan 'Kalian bodoh ya?'." Sayang sekali kak Reen dia tak bisa melakukannya karena kelakuan kalian yang memang aneh dan bodoh itu.


"Sepertinya Nyonya harus tahu ini." Pelayan itu barusan bilang apa? Nyonya? Berarti mereka benar-benar tidak boleh berada di sini dong, ide bagus lakukan lah!


"Aduh! Kakak yang cantik, apa yang sedang Anda lakukan disini? Apakah ada yang kamu butuhkan?" Kak Reen bertanya dengan mendahului pelayan itu. Dengan bergaya sambil menyisir rambutnya ke belakang, dengan sela-sela dari jarinya.


"Terima kasih atas pujiannya Tuan muda." Ah, jangan hanya terbuai oleh kata-kata manis mereka kakak cantik.


"Kalau begitu saya permisi dulu, mungkin Nyonya sudah bangun dari tadi." Itu benar, silahkan kalau begitu.


"T-tunggu, nona yang cantik apakah Anda tahu bahwa kami bisa melakukan apa saja untuk mu?" Kak Reen sepertinya kau terlambat. Tunggu, kenapa kau ikut-ikutan juga memasang wajah sok imut seperti Kak Reen, Kak Raan?


"Apa yang sedang kalian berdua lakukan saat ini?" Semoga mental kalian masih hidup untuk ke depannya.


"Selamat pagi, Nyonya." Pelayan tersebut menyapanya sambil membungkuk dengan mengangkat sedikit roknya.


Tapi bukannya seharusnya dia masih belum kuat melakukan aktivitas semacam hanya sekedar berjalan. Padahal baru saja kemarin dia melahirkan ku. Jika iya, berarti Ia termasuk wanita yang kuat, sungguh hebat. Aku menjadi bangga rasanya.


"Kami bisa jelaskan." Semoga memang bisa ya, selamat berjuang.


"Bukan kah kemarin sudah ku bilang, jangan memasuki kamar Annie. Apa lagi memegang atau menggendongnya. Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya?"

__ADS_1


"I-itu.."


"Apa? Berbicara lah yang jelas."


"Hah~ Sudah lah. Masuk ke dalam ruangan ku. Jika sampai Aku tidak melihat kalian di sana, bersiap-siap lah. Pergilah."


"Sekarang"


"B-baik!"


Waw~ mereka langsung lari terbirit-birit, mendengar kalimat yang di tekankan olehnya. Sepertinya Dia memang punya pengaruh besar di sini. Sebagai orang kejam tentunya.


Oh! Dia kemari, apakah dia kesini untuk memberi ku ASI?


"Annie, waktunya sarapan." Dugaan ku benar, entah kenapa akhir-akhir ini tebakan ku selalu benar.


Setelah selesai memberi ku ASI, dia pergi untuk menghukum si kembar. Aku di asuh oleh pelayan yang tadi, ternyata namanya adalah Hanna, nama yang bagus.


Seharian dia menemani ku, benar-benar seharian. Memang ada saat di mana dia keluar, namun hanya sebentar dan saat di mana Ibu sedang memberi ku ASI, apakah Dia tidak lelah? Aku pikir dia butuh istirahat.


...****************...


Sekarang sudah waktunya Aku makan malam. Kemudian Hanna membawa ku ke ruang Ibu. Yang ternyata kali ini di ruangan ini Ibu tidak sendiri, dia bersama dengan Bibi saat ini. Selama Aku makan mereka hanya mengobrol biasa hingga akhirnya Aku pun tertidur.


Ke esokan harinya hal yang terjadi sama seperti kemarin hingga beberapa minggu ini. Tidak ada yang bisa ku lakukan. Aku hanya bisa ikut melakukan apa yang mereka inginkan, ternyata bukan hanya orang-orang dewasa saja yang tidak enak. Saat ini Aku pun juga, karena rasanya sulit sekali, punya tubuh tapi orang lain yang mengatur.


Aku sama sekali tak menyukainya, jangankan berjalan atau semacamnya, bergerak bebas saja tidak bisa. Seperti sedang mengikuti aturan ketat atau menjadi boneka.


Hah~ sepertinya Aku harus bertahan.


...----------------...


Terimakasih sudah membaca novel ini.


Maaf jika ada kesalahan karena ini novel pertamaku.

__ADS_1


__ADS_2