My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 2 : 7


__ADS_3

Terasa sebuah sinar hangat menusuk mataku, sehingga membuat ku terbangun dari tidur panjang ku. Entah seberapa panjang, yang pasti terasa dari tubuhku yang sakit ini.


"Di mana ini?"


Terlihat ruangan tanpa jendela dengan nuansa seperti berada di jepang. Hmm.. cukup baik. Benar-benar mirip sekali dengan bentuk rumahnya. Apakah Aku sedang berada di Jepang?


Tidak. Tidak mungkin sekali. Dunia iseka- maksud ku dunia lain penuh sihir ini pasti tidak seperti di bumi. Dan lagi, Aku ingat apa yang terjadi terakhir kali sekarang.


Saat itu Kami sedang melakukan pelarian, dengan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Benar-benar anak yang lici- yang cerdas kan Aku?


Lupakan dulu saja hal ini.


Kenapa Aku sendiri? Apakah Mereka sudah melupakan ku? Hmm.. benar-benar jahat sekali mereka.


Tapi sudah lah, jika di pikir-pikir lagi tidak mungkin mereka akan terus-terusan berada di dekat ku. Pasti ada hal yang perlu mereka lakukan.


Badan ku rasanya tidak mau bertoleransi dengan ku, sepertinya 'beberapa hari' adalah kata yang tepat untuk menunjukkan bahwa Aku tidur begitu lama dan tidak bergerak-gerak.


Tubuh ku begitu manja, baru beberapa hari tidak bergerak-gerak tapi terasa begitu kaku dan sakit. Apakah berjalan-jalan adalah ide yang bagus? Sepertinya begitu.


Dengan kecepatan 180 kilometer per dasawarsa, Aku berusaha menegakkan diri, rasanya sedikit lemah dan sakit.


Ngomong-ngomong, Aku mengatakan tempat ini bernuansa Jepang karena saat ini Aku ada di futon, tempat tidur khas Jepang atau seperti itu lah.


Ah!


Buugh


Mendarat dengan begitu tidak mulus. Lemah sekali tubuh ini. Belum sampai satu detik sudah jatuh. Yah, wajar sih, tidak memiliki karbohidrat, mineral, dan vitamin selama beberapa hari. Jadi tubuh ku ambruk begitu saja.


Bahkan lemak saja sedikit sekali di tubuh ini.


Hmm..?


Buah? Bagus lah, setidaknya vitamin dahulu saja. Dengan penuh gontay Aku berjalan ke arah meja dengan keranjang berisi buah-buahan.


Banyak pilihan. Lebih baik makan yang mana dulu ya? Anggur saja dulu. Aku duduk dengan gaya khas orang Jepang, duduk dengan tata krama.


Sangat jarang Aku berada di nuansa Jepang seperti ini. Jadi nikmati saja dulu. Haha


Anggurnya habis. Setelah itu apa ya? Mm.. mungkin apel saja. Ada beberapa apel di sana, semuanya habis oleh ku. Aku tidak peduli, saat ini tubuh ku sangat lemah dan membutuhkan sesuatu untuk di makan.


Gawat! Semuanya habis. Tidak ada lagi yang bisa di makan. Karena Aku sudah memiliki sedikit energi, kali ini dengan langkah malas Aku berjalan ke arah pintu kemudian menggesernya agar terbuka sehingga Aku bisa berburu makanan.


Dengan kecepatan 180 kilometer per tahun, berburu makanan ku pun di mulai. Aku membuka setiap ruangan yang ada. Sama sekali tidak dapat menemukan makanan dan Aku tersesat sekarang.


Peduli amat. Cari saja terus makanan dan lupakan ruangan tempat ku sebelumnya, karena itu tidak penting sekarang. Banyak ruangan yang kosong.


Dan tidak ada yang bisa ku makan. Rasanya energi yang ku dapat sudah mencapai titik merah kosong.


Suara? Ada yang sedang mengobrol! Berarti ada!


"Sudah ku bilang tidak perlu mengkhawatirkannya."


"Benar, benar. Dia saat ini pasti sedang keluyuran."

__ADS_1


"Untuk mencari makanan. Benar, kan?"


"Karena itu Aku menaruh makanan ini di sini."


"Dan melarang siapa pun memakannya."


"Benar! Dan Aku punya firasat buruk tentang ini!"


Sepertinya mereka tidak mengobrol. Tapi sedang meyakinkan sesuatu. Dan apa peduli ku tentang itu. Lebih baik Aku melanjutkan kata-kata ku yang belum selesai tadi.


Berarti ada! Berarti ada makanan di sini! Kudapan atau semacamnya! Dia juga bilang tadi Dia menaruh makanan di sana, kan?! Baiklah ayo masuk. Dengan penuh kemeriahan!


Satu


Dua


Tiga


Brugh!!


"Aah! Firasat ku benar! Ahahaha!" Ucap(?) A-04 dengan cerianya.


"Tidak bisa kah Kau tidak terus merusak pintu orang!" Oh, A-05 kali ini marah juga.


"Itu lah kenapa Aku selalu merasakan dendam yang kuat dari pria itu." Dendam? Dendam siapa yang Kau bicarakan A-03.


Hmm? Mama?


Ah!


Tap tap tap


Bugh


'Mamaa~' Ucap ku dalam hati sambil melemparkan diri pelan ke arah Mama.


"Annie, Ada apa?" Ucap Mama dengan wajah terkejut namun kata-katanya tenang sekali.


Lupakan saja Aku kenapa Ma. Yang pasti tubuh ini membutuhkan sesuatu untuk di konsumsi. Sekarang waktunya untuk makan.


Seperti kata-kata A-05 tadi. Aku berjalan-jalan untuk mencari makanan, dan ketemu lah makanan yang di siapkan A-06.


Dengan kecepatan yang lambat, Aku menyesuai diri untuk menghadap ke meja dengan duduk di atas pangkuan Mama. Nyaman dan hangat.


"Kalian benar. Dia hanya ingin makan." Mama berkata dengan nada yang mengatakan seolah itu lucu.


Mereka masih ingin meneruskan acara mengobrol mereka. Aku tidak ikut. Karena makanan di depan ku lebih menarik dari pada sebuah kata-kata.


Acara makan ku berlangsung dengan tenang tanpa ada yang menganggu. Makanan yang di siapkan A-06 memang hebat, begitu lengkap. Ada karbohidrat, kalsium, vitamin, mineral bahkan lemak.


Aku kepikiran sesuatu. Di mana Dia? Apakah Dia tidak di sini? Jangan-jangan Dia tertinggal.


Tidak mungkin, karena Mama pasti membawa semua orang yang ada di sana. Baiklah, hentikan bermain logikanya, lebih baik bertanya.


"Nee.." Semua orang langsung menatap ku

__ADS_1


Yang lain hanya menoleh karena penasaran, sedangkan mereka berenam melihat ku dengan tatapan terkejut. Tapi apakah harus sampai makanan yang akan masuk ke mulut mu jatuh, A-01? A-05?


"Dia bicara. Barusan! Barusan Dia memulai pembicaraan!" Ucap dan teriak A-05 sambil mengguncang-guncang tubuh A-02.


"Benar-benar kejadian langka. Ini akan, tidak, harus di ingat." A-01 jangan berlebihan.


"i-iya, tapi...ber...berhenti dulu. Eeeeee."


"Ah. Iya." Jawab A-05 dengan nada betul juga.


"Hmm.. lupakan." Ucap ku. "Nee, di mana 08." Tanya ku dengan wajah seperti biasanya.


"08?" Tanya paman yang penuh dengan pernak-pernik, dan Aku ingat Dia, Dia yang datang ke perkumpulan kecil itu.


"Benar. Dia sama seperti Kami, tapi Dia dari lantai di bawah Kami, Dia memiliki kelakuan seperti Annie, sifat seperti 02 dan 05, lalu memiliki sifat mudah seperti 06." Ucap A-01 dengan nada santainya.


"Tunggu! Apa-apaan itu!" Teriak A-06 tidak terima.


"Sifat mudah?" Tanya Mama bingung.


"Benar, mudah waras, mudah bod*h, mudah marah jika ada yang membuatnya marah sayangnya 06 tidak seperti itu, lalu mudah takut, mudah takut, dan mudah takut. Ah! Maaf, hanya mudah takut saja, tidak berkali-kali seperti 06. Dan seterusnya." Jawab ku karena Mama yang tanya.


"Akhir-akhir ini Aku sedang belajar bagaimana caranya mengutuk seseorang hanya dengan menatapnya." A-06 dengan aura yang kecil.


"Haa.. Apa?" Ucap ku penuh dengan penekanan di tiap katanya.


"Ti-tidak ada, Nona." Ciut A-06.


"Lihat. Seperti itu." A-01 berkata.


"Apanya yang seperti itu!!" Tak terima A-06.


"Kenapa Kau selalu saja yang di bully?" Tanya ku.


"..." Datarnya. "Lupakan saja." Jawab A-06 datar.


"Baiklah. Jadi di mana Dia?" Balas dan tanya ku.


"Mungkin Dia berada di-"


"Semuanya! Annie! Hey ho! Aku datang dengan membawa kebahagian!"


...----------------...


Halo minnasan ^^


Gomenne kalo baru update soalnya hampir selama seminggu ini lagi ngerjain pr dari guru-guru tercinta, kayak bikin cerpen tentang kehidupan sendiri.


Padahal nih hidup monoton bat dah gak ada yang bisa di ceritaiin, jadinya harus mikir lebih keras gimana ceritanya dan lebih lama proses pembuatannya dari pada bikin cerpen sesuka hati T^T


dan dengan sedikit rekayasa~ Ups


Terus bikin prakarya dari bambu benar-benar melelahkan melihatnya, soalnya Author cuma bantu ngamplasnya aja, Teehee~


Kalau begitu, terima kasih sudah membaca novel ini ^v^

__ADS_1


__ADS_2