My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 2 : 14


__ADS_3

Kami berdiri di gerbang(?) atau mungkin pagar(?), tempat ini. Dengan beberapa kereta kuda dengan lambang yang sepertinya adalah milik klan ini.


Juga!


Milik kerajaan Clover.


Bagaimana Aku tahu?


Entah lah, karena lambangnya berbentuk kartu remi Club atau karena bentuknya seperti daun Clover jadi ku sebut begitu.


Pun ada beberapa penjaga di sekelilingnya. Juga sepertinya Aku pernah mendengar atau membaca kata kerajaan Clover ini?


"Annie~ Huuuu~ Jangan lupa mengirim surat jika Kau sudah kembali ke rumah mu~ Kau tahu kan marga ku~?" Dia sedikit tersentak. " Ah! Tidak, tidak, tidak! Aku saja yang akan mengirim ke tempat mu!" Rengek A-08.


Cukup lebay bagi ku. Tapi itu wajar, untuk orang lain.


Aku hanya merespon dengan menepuk-nepuk kepalanya yang sedang berada di bahu ku. Saat ini dia sedang memeluk ku.


Tentu tak ku balas, karena pada akhirnya pasti dengan kemungkinan— tidak. Persentase besar Kami pasti akan bertemu kembali.


Jujur Aku tidak ingin berbicara. Tapi, mungkin memberi sebuah teka-teki transparan pada anak peringkat 5 ini tidak apa-apa.


"Tidak apa-apa, secepatnya Kita pasti akan bertemu lagi. Lalu, Aku saja yang mengirim surat saat sudah kembali nanti, jangan Kau."


Tidak ada respon suara dari A-08. Ia hanya memberi ku wajah puppy eyes-nya. Sekali lagi ku jujurkan. Aku tidak suka wajahnya itu.


Begitu menjengkelkan. Ingin sekali ku rautkan wajah jengkel di hadapannya. Tapi, nanti dia akan tambah menjengkelkan.


Sebuah aura datang dari sebelah kiri ku sambil membawa wajah dengan raut datar-penasaran. Dia pun berbisik.


"Annie, kenapa ada kereta kuda kerajaan Clover? Mereka datang menjemput kah? Atau ada salah satu anggotanya kah di sini?" Tanyanya, A-06. Dan aura yang ku maksud itu adalah milik Dia.


Aku yang malas bicara pun hanya mengangguk. Dan ternyata benar itu adalah kerajaan Clover.


Oh iya.


Aku baru ingat, jikalau sebenarnya sang pahlawan wanita Kita berasal dari kerajaan itu.


"Siapa?" Tanya A-05 yang juga ikutan berbisik. Tapi ia di samping kanan ku.


"Putra Mahkota, Pangeran pertama kerajaan Clover, Pangeran Gyndenki Clover." Jawab ku dengan suara tidak berbisik, pun tidak kuat. Tapi membuat kedua sejoli di samping ku ini gelagapan karena mendengar jawaban ku dan di lihat oleh orang-orang sekitar.


Kecuali, A-01, ia nampak melengos ke arah lain.


"Siapa!?" Sentak mereka berdua.


"Dia datang ke sini?! Untuk apa?! Kenapa?!" Mereka bertanya secara bersamaan. Aku meringis mendengarnya. Bagaimana tidak? Mereka berteriak! Sungguh membuat orang malas menjawab saja!


"Tenanglah. Tidak perlu teriak-teriak juga. Ini bukan pasar." Risih A-01 dengan wajah yang di patut kan.


Kenapa Dia mematutkan wajahnya?


Kesal kah? Pada siapa?

__ADS_1


Oh~ Jangan-jangan!


"Baiklah ku ulangi.." Aku mulai berujar sambil mengangkat tangan dengan jari telunjuk yang di perlihatkan.


"...mantan Putra Mahkota, Pangeran pertama kerajaan Clover, Pangeran Gyndenki Clover. Sering kita panggil sebagai A-01 atau 01." Tunjuk ku pada A-01.


Wah wah~


Benar saja. Dia memang kesal.


Lihat wajahnya yang berdecak sebal. Benar-benar menyenangkan. Memang sebuah pilihan tepat memberi kejutan kecil pada mereka berlima, para A-0.


Tapi.. A-01. Bukan tanpa alasan Aku memberi tahu mereka. Pasti Kau berpikir, mereka berlima akan menjadi sedikit segan berbicara pun berperilaku santai kepadamu. Padahal, kenyataannya—


"Waw! Hebat! Hahaha!" —A-02


"Kau sungguh pangeran mahkota!?" —A-05


"Kenapa Kau tidak pernah bilang!?" —A-08


"Waa~ Pantas saja Kau punya aura pemimpin yang kuat." —A-03


"Pantas saja Kau kadang selalu mengesalkan!" —A-06


"Mau bertarung! Pasti Kau kuat!" —A-04


—seperti ini.


Lihat, mereka berebutan untuk berbicara.


Yah~ Bar-bar seperti biasa.


"Kalian! Berhenti! Bersikap sopan lah pada Yang mulia!" Ujar seorang penjaga sambil menghalangi mereka. Sebenarnya yang menghalangi ada dua penjaga.


"Cih. Apa-apaan Kalian. Sekali di pukul saja tepar." A-06 mulai berujar dengan sinisnya. Ucapannya sungguh mengajak adu.


"Apa kata mu bocah?!"


Pertengkaran pun lagi-lagi tak terhindar. Adu argumen dengan bumbu-bumbu urat yang mengerut membentuk perempatan di dahi mereka, yang menandakan adanya rasa kesal.


Mengingat tentang kerajaan, di dunia ini ada empat kerajaan. Kerajaan pertama adalah kerajaan Clover.


Aku mengambilnya pertama karena di sana merupakan tempat tinggal sang pahlawan wanita Kita.


'Kerajaan Clover adalah kerajaan yang cukup makmur.'


Kata seperti itu lah yang ingin ku jadi kan narasi tuk bantu sang Author.


Tapi sayang seribu sayang.


Tidak mungkin Aku harus mengulangi kata yang sama untuk semua kerajaan yang ada. Itu tidak lucu, karena Aku tidak sedang melucon.


Jika pun itu lelucon sangat menggelikan tapi tidak menggelitik. Geli. Tidak melitik.

__ADS_1


Baiklah. Langsung ke intinya saja.


Di dunia ini ada 4 kerajaan.


Pertama ada kerajaan Clover, seperti ku bilang tadi, tempat sang pahlawan wanita Kita tinggal.


Kedua adalah kerajaan Diamond, kerajaan yang memiliki hubungan cukup baik terhadap klan Kainigose. Kerajaan ini adalah kerajaan para manusia, di karenakan dominan dengan ras manusia. Dan perbudakan ras lain sering di lakukan di kerajaan ini.


Lalu, yang ketiga kerajaan Heart, kerajaan yang memiliki populitas dominan terhadap ras Elf atau peri. Entah itu salah satu pemilik elemen tanaman mau pun kegelapan. Asalkan dia salah satu ras Elf atau peri yang utuh bisa tinggal sementara atau permanen di kerajaan ini. Butuh banyak pertimbangan/persetujuan bagi ras lain, atau, lebih tepatnya ras manusia, untuk tinggal di sana, walau hanya beberapa waktu.


Terakhir. Yang ke empat, kerajaan Spade. Kerajaan yang satu ini di dominasi oleh ras Demihuman, Antrhopos, Half Animal, Navalosa atau setengah manusia setengah hewan.


Banyak penjelasan yang bisa di berikan. Tapi. Banyak juga yang ku lupa.


Dan, hampir saja Aku lupa.


Kerajaan-kerajaan itu memang lah makmur. Tapi, yang membedakan kerajaan sang pahlawan wanita Kita dengan kerajaan lainnya adalah, kerajaan Clover merupakan kerajaan yang menentang akan adanya diskriminasi terhadap ras lain, dan perbudakan.


Kerajaan ini bebas 'dominan terhadap satu ras', dalam arti kata kerajaan ini bebas akan ras, kecuali Monster dan Iblis.


Kerajaan ini memuat 'dominan terhadap semua ras'. (Jika hal kekanak-kanakan seperti apa slogan kerajaanmu, maka sepertinya kerajaan Clover akan menang.)


Atau bisa di bilang kerajaan Clover adalah kerajaan yang memuat setiap ras, yakni ras Manusia, Elf-peri, dan Setengah Manusia Setengah Hewan.


Cukup sekian kata penjelasan panjang lebarnya. Saatnya salam perpisahan sementara dengan anak-anak itu.


"Kalau begitu, semuanya selamat jalan. Jika Aku sudah kembali akan ku kirim surat untuk Kalian." Aku mulai berujar ketika perkelahian antara penjaga itu dan A-06 masih dalam ambang selesai.


"Ya! Jaaa nee~ Annie." A-08 ke mana rasa sedih mu tadi.


Masing-masing pihak mulai mengucapkan salam mereka. Aku juga terlalu banyak bicara hari ini.


Juga, inilah tugas terakhir ku yang tidak tertulis pun tidak perlu di tulis.


"Annie, apakah Kamu ingin kembali juga? Jika iya, Ibu akan siapkan untuk mu. Walau sebaiknya Kalian bersama sekalian saja tadi."


Aku menggeleng.


"Tidak perlu. Jika Mama pulang Annie juga. Katakan saja pada rumah bahwa Mama akan kembali kapan sambil membawa tamu. Atau mungkin Aku saja yang menulisnya?"


"Karena kejutan, menanti mereka." Jawab ku sambil mengikuti Mama ke dalam.


Benar. Keluarga ini, perlu di pertahankan. Aku sudah pernah memikirkannya sebelumnya. Aku akan berusaha menjadi lebih baik di dunia ini.


Sekarang ku jujurkan sekali lagi. Aku sangat merindukan mereka. Dan ini sangat tulus dari ku, tanpa kata 'sedikit', karena Aku bukan tsundere. Aku harap Mereka juga.


Papa..


Kak Raan..


Kak Reen..


Si kembar kecil..

__ADS_1


Apakah Aku di rindukan oleh Kalian?


Ku harap begitu. Pun, ku harap Aku masih boleh dan pantas merasa di rindukan atau merindukan.


__ADS_2