
Tok tok tok
"Masuk." Ucapku agak keras.
Pintu terbuka menampilkan seorang gadis yang akhir-akhir ini baru kuketahui berumur 20 tahun. Dia membawa sebuah nampan dengan di atasnya terdapat sebuah teko teh dan camilan.
Setelah Dia meletakkan apa yang ada di nampan itu ke atas meja yang ada di depanku, di tuangnya teh hitam ke cangkir bermotif polos itu.
"Terima kasih, Hanna." Ucapku.
"Ya, Nona. Saya permisi mengambil beberapa hal dahulu." Ucap Hana sambil sedikit membungkuk ke arahku, Aku mengangguk sebagai respon.
Hah~
Hari yang tenang. Tidak ada trio pengganggu, tidak ada duo ras gila, dan yang paling utama adalah tidak ada si kucing gendut itu!
Bahagia sekali rasanya. Namun itu adalah hal yang akan selesai setelah beberapa jam lagi. Saat ini Mereka sedang mempersiapkan sebuah hal.
Dan Aku sangat menanti kepergian mereka. Entah kenapa semenjak Aku dan duo ras gila itu tidak bisa berkomunikasi saat ujian masuk ke klan Kainigose kemarin, Kami bisa saling berjauhan.
Ada saat di mana Aku menanyakannya pada pria menenangkan waktu itu, yang diketahui sebagai Tuan Yuno namanya.
Dia menjawab itu adalah sihirnya. Aku bahagia dan sangat berterima kasih padanya akan hal ini. Dia bilang, Kami bisa berpisah dalam waktu lama dan jauh kapan pun itu.
Umur mereka berlima sudah dua belas tahun. Sudah saatnya bagi mereka untuk masuk sekolah. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Ternyata anak-anak itu sudah semakin besar.
Akunya kapan woy!
Sudahlah. Tak penting.
Banyak yang terjadi dalam dua tahun ini. Seperti peresmian Lizabethen house sebagai pemilik Duchy. Lalu peresmian akademi Kainigose sebagai tempat cast semua pasang surut kehidupan Female Lead dan Male Lead kita untuk bersatu menuju pelaminan.
Aku tidak menyangka hari yang tidak menyenangkan juga (akan) terjadi. Pertunangan antara pangeran calon putra mahkota dan Aku akan terumumkan nanti.
Saat bertemu dengannya kupikir akan sesuai dengan deskripsi buku. Ternyata tidak! Dia seorang narsisme narsistik narsis kek pak karcis! Menjengkelkan!
Tahukan sifat orang narsis?
Dan, ya sudahlah. Lagian juga itu akan di umumkan saat pesta nanti. Saat para pembuat onar itu pulang, Aku sudah harus pergi menuju istana.
Aku di perkenankan untuk ikut dalam rancangan pesta nanti. Banyak juga yang di buat perwakilan. Pesta pengangkatan calon putra mahkota, pesta pertunangan Kami, dan pesta masuknya Dia ke akademi Kainigose.
Ini akan sangat melelahkan pastinya. Lagian juga ya, ini pertunangan gak bakal hidup lebih lama lagi. Mati nanti Dia, karena di batalkan.
Setidaknya hal menyenangkan akan terjadi.
...****************...
"Sudah selesai." Ucap Abel setelah merapikan pita di pinggangku.
__ADS_1
Kini Kami telah siap menuju pesta itu. Awalnya pesta itu ingin di selenggarakan seperti minum teh biasa. Namun ada sedikit keraguan dari tentang hal ini.
Itu pasti akan di lakukan di luar ruangan. Dan saat ini sedang musim yang sangat tidak cocok untuk itu.
Jadi pada akhirnya pesta malam hari seperti biasanya di dalam cerita-cerita.
Fufu~
Puji Aku untuk rancangan ballroom-nya nanti. Hiasan dinding, perlengkapan, gordeng, dan lain-lain semuanya Aku yang rancang.
"Sudah?" Tanya anak laki-laki berusia 12 tahun yang sedang membenahi dirinya. Aku mengangguk sebagai respon.
Kami bergandengan tangan menuju ke kereta kuda yang ada di luar. Untuk Mama dan yang lainnya mereka menyusul.
Selama perjalanan menuju istana, Kami saling berdiam tanpa bicara.
Sesampainya di istana, Kami —Aku— di sambut oleh bangunan megah yang sangat besar. Hiasan yang seperti permata bak sedang di pajang pada setiap sentinya.
Meski begitu Aku tetap saja tidak suka hal berlebihan seperti ini. Jika bisa nanti saat Aku yang menaiki tahta kubuat tuh permata cuma jadi uang kas negara saja.
Kami berjalan beriringan dengan elegan menuju gerbang utama yang sudah berdiri tepat di depan Kami. Penjaga gerbang nampak sedang bersiap untuk teriak.
Aku juga sudah siap kok.
Siap-siap untuk menahan rasa risih di kuping dan mata ini.
"Pangeran Edward Clover dan Nona Annabella Lizabethen memasuki ruangan!!"
Semua mata tertuju pada Kami. Sudah kuduga tatapan tidak menyenangkan lebih dominan. Aku risih jika seperti ini. Bagaimana mungkin Annabella yang dulu tahan.
Andai Aku boleh mengintimidasi mereka agar diam. Tapi sayangnya, Mama melarang. Kenapa bisa? Karena Aku nanya sama Mama, 'boleh nggak' gitu.
Berjalan beriringan menuju ke tempat yang cocok untuk di diami, itulah yang Kami lakukan. Akan sangat di sayangkan jika malam ini Aku datang sebagai bangsawan. Bukan anggota.
Mama dan beberapa orang yang datang bergerak sebagai anggota. 'Menumpas kejahatan!'
Nggaklah. Cuma mengawasi saja, seperti saranku akan keamanan yang tidak terduga.
Tapi, semua kebosanan ini akan sirna saat cast yang kutunggu terjadi di sini. Pertemuan pertama antara sang pahlawan wanita kita dan keempat dari haremnya.
Di sinilah pertemuan pertama mereka. Kejadiannya Aku lupa bagaimana yang pasti itu terjadi di tempat ini.
Semua tamu dan Raja telah hadir. Raja memanggil Kami berdua untuk pengumuman. Pengumuman terjadi cukup tidak terlalu riuh. Karena rumor sudah bertebaran tentang ini. Terlebih saat di mana Aku dan Dia datang tadi.
Pesta berjalan cukup lancar. Ya lancar. Tapi lancarnya itu baru beberapa menit yang lalu. Sekarang rasanya seperti dikerubungi semut.
Banyak omong sekali pula semut-semutnya. Ayolah, Aku sebenarnya datang cuma ingin lihat pertemuan mereka berlima pada pandangan ini.
Siapa sajakah mereka? Yaitu Edward, Kak Raan, Kak Reen dan Kak Resh. Hehehe, ini akan menyenangkan.
__ADS_1
Eh?
Benarkah?
Aku pernah menceritakan saat di mana si Raan Reen Resh bertemu sang pahlawan wanita? Oh~
Fufufu~
Sayang sekali, sebenarnya itu bukanlah pertemuan asli mereka. Di sinilah aslinya pertemuan sebenarnya mereka, di tambah pangeran jadi berlima.
Jatuh terus itu tidak mungkinkan.
Kenapa Aku berbohong? Biasa, latihan mengarang saja. Mungkin-mungkin bisa jadi novelis kecil juga kayak Author.
Aku melihat para tunangan si trio pengganggu dan seorang gadis pirang datang ke sini juga. Aku sedikit terkaku melihat kecantikannya yang sangat bersinar.
Terlebih, silaunya efek cahaya seorang pahlawan wanita dalam cerita begitu membuat efek kayak mata lagi ngeliat gerhana bulan. Yang di mana matahari menutupi bulan.
Sudah kuduga.
Ganti gender ah~
Kayaknya bagus tuh~
Kemarin ada niatan, tapi gak jadi.
Sekarang jadi beneran.
Mereka menghampiri Kami dan bersapa penuh kerekayasaan seorang label bangsawan. Lalu, tenyata benar itu adalah sang pahlawan wanita kita. Yuri Kim.
Tentu saat ini belum ada bumbu cinta antara mereka. Cinta pada pandangan pertama itu memiliki kesempatan 23,5%. Kecuali pakai pelet lain lagi.
Kami berbincang-bincang dengan cukup, ya.. baik mungkin.
Buummm!
Dalam sela pembicaraan Kami terdengar sebuah dentuman keras. Yang amat menggelegar. Bukan hanya di telinga, tapi juga di mata.
Gerbang utama dan pintu utama hancur dengan menyisakan tumpukan batu-batu besar dan debu. Untungnya, terdapat pelindung yang mementalkan semua batu itu keluar.
"Wah wah~"
Ah?! Orang itu—
"Sepertinya Saya tertinggal cukup lama di sini~"
—kenapa di sini?!
"Selamat malam, semuanya."
__ADS_1
X si*lan?!