
“Beraninya Kau!”
Tekanan yang di keluarkan sejak lama semakin kuat dan membuatku tidak bisa menopang diri lagi. Bahkan tangisanku pun menjadi tidak berani untuk di suarakan.
Dalam sudut pandangku, pria menyeramkan itu pun terwujud tak berdaya, bahkan wanita cantik itu juga. Aku sedikit tidak mengerti kenapa Dia berteriak marah seperti itu.
“Tenanglah! Bagaimana jika luka Nyonya jadi bertambah parah!” Teriak seseorang ketika semuanya sedang tertunduk takut.
Semakin lama, berangsur-angsur keadaan semakin membaik. Membuat semua orang menelentangkan tubuh mereka dan bernapas lega.
Aku pun seperti itu. Meraup oksigen yang tidak ada habisnya dengan rakusnya. Aku sedikit tersentak mengingat gadis cantik tadi. Membalikkan kembali tubuhku untuk melihat keadaan di sana.
“X si*lan. Kau berani mati hah?” Tekanannya memang menghilang. Tapi ucapannya begitu menekankan kembali.
Aku merinding sejenak. Suaranya terdengar agak berat dan mengerikan. Tapi postur suara perempuannya tidak menghilang, hanya terdengar sedikit saja berat dan serak.
Dalam penglihatanku, tangannya terangkat ke depan. Tak lama kemudian bergerak-gerak seperti sedang mengatur sesuatu.
Pria menyeramkan itu nampak begitu waspada dan bergerak ke sana kemari, Dia begitu gesit seperti menghindari sesuatu.
Mungkinkah gerakan tangan gadis cantik itu yang meliuk-liuk ada hubungannya?
Sepertinya begitu. Karena pergerakan tangannya begitu seirama dengan pria menyeramkan itu.
Tangannya yang meliuk-liuk ke atas dan bawah saja begitu pun jarinya yang lentik, begitu indah jika di perhatikan lebih dalam.
Selang beberapa lama, kini secara mantap di tariknya ke samping, begitu lebar dan menampilkan sosok yang lebih indah.
Pakaiannya sama dengan wanita cantik itu dan beberapa orang lainnya. Hanya di bedakan dengan sebuah pakaian lagi. Aku pernah mendengarnya dari Myra. Itu adalah, umm.. haori! Ya haori!
Motif garis-garisnya sama seperti wanita cantik itu. Tapi yang membedakan adalah warna gelapnya. Sangat cocok dengan keadaan sinar saat ini.
Dari kegelapan yang menutupi sebagian wajahnya. Aku melihat sebuah tatapan tajam yang begitu menusuk dan cukup memukau karena perawakannya.
Di sisi lain, pria menyeramkan itu nampak seperti merentangkan tangan. Namun ada yang sedikit aneh. Di tangannya nampak ada sesuatu yang membelitnya. Kakinya juga nampak hampir sedikit lagi saja, seharusnya bisa menapak.
Sepertinya itulah yang sedari tadi di kendalikan oleh gadis cantik itu.
“Matilah.” Ucapnya lagi dengan intonasi yang sama seperti sebelumnya.
“Ya ampun. Sayangnya, Aku sudah harus pergi. Maaf mengecewakanmu, A-00.” Ucap pria menyeramkan itu. "[Teleport]” Lalu Dia menghilang dalam sekejap mata.
"Tapi bermain-main sedikit lagi tak apalah ya." Pria menyeramkan itu kembali hadir secara tiba-tiba.
Dia berdiri di belakang gadis cantik itu. Bukannya segera menjauh gadis cantik itu hanya berdiam diri. Tak bergerak sedikit pun.
"Menjauh." Tekannya lagi sambil mengayunkan tangan ke sampingnya.
Pria menyeramkan itu bergerak menjauh. Aku yang awalnya menyangka itu karena pria menyeramkan itu mengikuti perkataan gadis cantik itu.
Aduh! Kenapa serba kata'itu'!
Tangannya nampak mengeluarkan sesuatu seperti asap berwarna hitam. Agak transparan. Apa itu?
"Waw! Menarik. Penyihir kegelapan." Perkataan pria menyeramkan itu menjadi sebuah pertanda untuk otakku, bahwa itu adalah sihir gelap.
Suasana para tamu menjadi cukup ricuh. Mungkin karena perkataan pria menyeramkan itu juga.
__ADS_1
Aku merasa cemoohan orang-orang terdengar begitu lebih mengerikan dari pada rumor tentang penyihir kegelapan. Bagaimana mungkin mereka langsung mencemooh gadis cantik itu. Itu mengerikan. Lebih dari apa yang kudengar.
Kembali ke gadis cantik itu.
Tangannya bergerak-gerak ke sana kemari, lagi-lagi seirama dengan gerakan pria menyeramkan itu.
Dalam beberapa saat, Tangannya seperti kembali mengendalikan sesuatu. Tidak seperti tadi, kali ini mataku benar-benar melihat apa yang di kendalikannya dengan jelas.
Bahkan lantai cantik berlapis emas istana ini menjadi retak-retak dan tak menampilkan kesan mewah layaknya istana kerajaan pada umumnya.
"Itu benar-benar sihir kegelapan!" Seseorang berteriak.
Berarti bukan hanya Aku yang melihatnya. Orang-orang yang lain juga melihat hal yang sama. Astaga. Semua kembali mencemooh dengan anggun layaknya seorang bangsawan ya.
"Astaga. Hanya begitu saja sampai marah seperti ini. A-00, Kau sangat berlebihan tahu." Pria menyeramkan itu mengatakan sesuatu yang aneh.
"Hanya tertusuk pisau kecil bisa di sembuhkan, ada Nona penyihir cahaya di sini, sembuh nanti kok." Ucapnya santai. "Ya, jika Kita tidak terlalu lama."
"Benarkan, Nona?" Suara pria itu benar-benar terdengar tiba-tiba di belakangku.
Saat hendak berbalik, sesuatu seperti menarikku. Aku menjadi berada beberapa belas meter dari tempat awal.
"Raan! Reen!" Teriaknya. "Baik!!" Dua suara terdengar menjawab teriakkan gadis cantik itu.
Saat Aku melihat siapa yang menjawab suara itu, ternyata si kembar dari keluarga Lizabethen. Mereka juga memakai seragam.
Keduanya menangkapku dengan cepat dan membawaku ke tempat yang lebih jauh lagi. Setelahnya mereka nampak terus sedang menghalangi penglihatan bagian depanku.
Tidak. Mereka menjagaku dengan menghalangi pria menyeramkan itu. Dalam sedikit celah pria itu sudah berada jauh dari kerumunan.
"Jangan harap Kau bisa lari tanpa luka!" Gadis cantik itu berteriak. Tangannya bergerak cepat dari atas ke bawah seperti sedang ingin menghantam sesuatu.
"[Teleport]" Bruuggghh!!
Pria menyeramkan itu melarikan diri tepat saat tiba-tiba selurusan tempatnya berdiri tadi hancur seolah terbelah dua.
Gadis cantik itu nampak masih membuat raut yang amat sangat dingin dan tajam. Ia melihat ke arah telapak tangan kanannya yang terangkat.
Setelahnya raut wajah gadis cantik itu nampak lebih tenang dan bersahabat. Dia menggelengkan kepalanya, lalu menatap ke arah Kami. Masih dalam kegelapan, hanya sebagian wajahnya saja yang terlihat.
“Yuri Kim.” Di-dia memanggilku..?
“Kau penyihir cahaya, kan?” Ternyata benar! Dengan panik Aku menjawab. “Y-ya, Nona..”
Ia meneleng. Seperti sedang berpikir sebentar.
“Chou” Jawabnya. “Berhati-hatilah dengan orang asing sepertinya. Mereka berniat membawamu kembali ke sana.” Singkatnya padaku.
Kali ini Aku yang meneleng. Apa maksudnya??
Saat hendak bertanya, Dia sudah bersiap pergi dengan kaki di baluti sepatu warna gelap hingga selutut yang menjinjit. Ia melompat dengan sangat elegan.
Saat melompat, Aku bisa melihatnya di bawah sinar rembulan. Seperti kupu-kupu. Karena haori-nya yang bermotif gelap, mungkin bisa di sebut ‘kupu-kupu malam’.
Aku.. rasanya, mengaguminya! Aku mengagumi Nona Chou! Dia sangat cantik dan kuat. Aku ingin sepertinya.
Sementara Aku berpikir seperti itu, Aku mengingat wanita cantik tadi. Bukankah Dia terluka tadi?
__ADS_1
Saat melihatnya, ternyata Dia sudah berdiri di bantu dengan anak yang menepiskan tangan pria menyeramkan itu untukku.
Luka di tubuhnya pun sudah tidak ada lagi. Eh? Sejak kapan?
"Bukankah itu tadi sihir cahaya?"
"Tapi tadi Dia menggunakan sihir kegelapan bukan?"
"Jangan-jangan, dua sihir bertolak belakang itu ada di tubuhnya."
Jadi, Nona Chou pemilik dua elemen yang langka dan terasingkan itu? Bukankah itu menambah daya tarik untuknya.
Pok pok
Suara tepukan tangan membuat semua orang menoleh ke sang sumber. Di sana, wanita cantik dari keluarga Lizabethen itu yang melakukannya.
Semua tamu yang menggunakan seragam yang sama langsung berkumpul dan berlutut di belakang wanita cantik itu. Mereka sangat kompak, tidak ada sedikit pun sebuah kerusakan dari gerakan mereka.
"Atur ulang semua tempat ini." Titahnya dengan penuh wibawa.
"Baik!!" Jawab mereka. Wanita cantik itu berbalik menghadap ke arah Kami (para tamu).
"Baik semuanya. Maaf telah membuat kekacauan seperti ini. Kami semua akan mengatur Anda sekalian agar sampai kembali dengan selamat." Ucapnya sambil tersenyum lembut.
"Pesta yang menyenangkan hari telah berakhir. Jadi—" Setiap reruntuhan yang ada dan lantai yang hancur mengeluarkan sebuah cahaya sebelum menjadi sebuah bangunan mewah seperti semula.
Kaak kaak
"—selamat malam." Sekumpulan burung gagak yang mungkin sekitar selusin berterbangan bersamaan dengan menghilangnya wanita cantik itu.
[Yuri POV End]
...****************...
Aku benar-benar merasa sangat marah sekarang. Dia pergi dengan cara yang mengesalkan. Jika Kami bertemu lagi, Aku akan membunuhnya dengan tangan ini.
Hah~
Aku menggelengkan kepala. Lebih baik memberikan sedikit amanah pada si pahlawan wanita.
“Yuri Kim.” Panggilku. “Kau penyihir cahaya, kan?”
“Y-ya, Nona..” Jawabnya.
Kenapa Dia seperti bingung dalam memanggilku? Bukankah tadi Kami sudah berkenalan? Hmm~ Entahlah. Kepalang sudah menggunakan seragam khusus sebutkan saja diri sebagai anggota.
“Chou.”
“Berhati-hatilah dengan orang asing sepertinya. Mereka berniat membawamu kembali ke sana.” Ucapku. Ia meneleng lalu menunduk sambil memegang dagu.
Aku merasa masih kesal. Mungkin akan baik-baik saja jika menenangkan diri ke teman sunyi. Namun sebelum itu..
"[Heal]" Ucapku sambil mengulurkan tangan ke Mama. Cahaya kehijau-hijauan keluar dari tubuh Mama.
Aku merasa ini sudah cukup pun berbalik. Bersiap melompat dan menggunakan peringanan tubuh —terbang—. Menjinjitkan kaki guna membuat lompatan yang di hasilkan menjadi lebih tinggi.
Aku pun pergi ke sebuah tempat sunyi yang damai tenang nyaman dan tentram. Di sana Aku berusaha menjernihkan pikiran.
__ADS_1