My Antagonist Life Reancarnation

My Antagonist Life Reancarnation
Bab 1 : 16


__ADS_3

"Ap-" Ucap anak yang tenang tadi dengan ekspresi berubah menjadi terkejut.


Semua orang yang melihat akan hal itu tidak bisa untuk tidak terkejut, mereka semua memasang wajah tak percaya dan ketakutan. Sifat kejam dan sadis itu di lakukannya sambil membuat wajah sedang tersenyum.


"Hebat juga Kau gadis kecil. Meski di pukul sekuat itu tidak berteriak, kalau begitu kita lihat sampai mana Kau bisa BERTAHAN!!" Ucap pria itu sambil melakukan hal tidak enak di pandang sampai kayu yang di pegangnya rusak.


Tiba-tiba sebuah cahaya hijau keluar dari tubuh Annie dan menyembuhkan setiap luka yang ada.


Ternyata, itu terjadi karena kursi yang mereka duduki adalah alat sihir yang bisa menyembuhkan luka luar.


"Sudah lah, bagaimana jika dia mati karena pukulanmu? bisa-bisa uji coba kita gagal." Ucap Pria dewasa sebelumnya, sambil memegang bahu temannya itu.


"Apa.. apa-apaan itu? Apa yang kalian.." Ucap seorang anak kecil yang berada di samping anak yang tenang tadi, dengan nada ketakutan dan kebingungan yang menjadi satu.


"Ah~ Kalau itu juga akan terjadi pada kalian, tenang saja. Nanti giliran kalian juga tiba~" Ucap pria dewasa yang menggunakan senyum palsu, lalu pergi meninggalkan yang tersisa di sana.


"Haha, baiklah mari kita lakukan sesi tanya jawab dahulu. Tapi Aku tidak akan bisa menjawab semuanya, silahkan bertanya~"


Semua yang ada hanya lah tersisa sebuah keheningan. Mereka semua nampak takut dan enggan untuk menggerakkan sedikit saja bagian tubuhnya. Hingga ada seorang gadis yang membuka suara.


"A-anu, apakah kalian organisasi ilegal yang di rumorkan itu?" Ucap seorang anak perempuan yang terlihat lebih tua dari Annie.


"Rumor? Ah~ Kalau itu benar."


"Apa.. apa yang akan k-kalian lakukan pada kami?" Ucap anak yang berada di samping anak yang tenang tadi.


"Uji coba atau penelitian tentang berbagai macam ras atau berbagai senjata hidup. Kami melakukan ini pada kalian karena kalian memiliki bakat yang bagus sehingga menjadi produk yang tak tergantikan." Jawabnya.


Pria tersebut melihat ke arah Annie yang tengah menatapnya dengan sebuah lirikan karena ia sedang tertunduk.


"Sepertinya kau ingin berbicara. Baiklah kalau begitu." Ucap pria dewasa tersebut sambil menggumamkan suatu mantra sehingga tubuh Annie sedikit bercahaya.


"Nah~ Coba lah berbicara." Ucapnya sembari menatap Annie dengan senyum aneh miliknya.


Annie hanya menundukkan kepala dan tidak berucap apa pun kemudian sebuah gumaman kecil terdengar dari suara khas anak kecilnya.


"Dua tahun.." bisiknya kecil.


"??" Semua orang menatapnya dengan bingung.

__ADS_1


"Kalian harus tahu, organisasi busuk ini akan habis terbantai tidak lama lagi." Ucap Annie dengan tersunggingnya sebuah senyum kecil yang meremehkan.


"Ha-AHAHAHAHA..." Tawa pria dewasa tersebut yang membuat semua orang melihat ke arahnya.


Jleb


"Kau mau mati, hah? Gadis kecil?" Ucapnya setelah menancapkan sebuah pisau kecil ke arah tangan kecil Annie. Yang entah bagaimana secara tiba-tiba ia bisa berada di depan Annie, dan dengan wajah yang amat menakutkan untuk di lihat oleh anak-anak yang lainnya di sana.


"Kau seharusnya sadar bahwa melalui rumor itu kalian bisa di incar, meskipun kekuatan kalian besar, ada yang lebih besar lagi di luar sana, bahkan mereka membentuk, tidak, bahkan itu adalah sebuah klan."


"Adik kecil, Kau sepertinya terlalu banyak mendengarkan dongeng tentang klan kecil itu. Mereka itu hanya lah sekumpulan orang-orang lemah, kau tahu?"


"Benar~ Sangking kecil dan lemahnya kalian bahkan tidak bisa menemukan informasi tentang orang-orangnya."


"Gadis gila, sepertinya Kau kebanyakan berbicara, karena Aku adalah orang baik Aku hanya akan memberi mu beberapa pukulan."


Buugh


Buugh


Buugh


"Tunggu. Bukan kah masih banyak anak-anak lain yang berbakat seperti yang kau katakan?" Tanya anak yang memiliki raut wajah yang tenang sebelumnya.


"Oh~ Kalau itu karena kalian duluan yang kami temukan. Jika kalian adalah produk gagal maka kami akan mengganti kalian dengan yang lainnya."


"Jika kau ingin keluar, keluar lah saja, tidak perlu banyak bicara." Terdengar suara anak kecil yang kita panggil sebagai Annie berbicara dengan nada tidak suka.


Yang ternyata sihir yang di lakukan pria itu belum di hancurkannya, sehingga Annie masih bisa berbicara bebas.


"Baiklah~ Sepertinya kau tidak menyukai ku, sayang sekali~" Ucapnya sambil berjalan pergi.


"K-kau tidak apa?" Ucap seorang gadis kecil yang terlihat lebih tua dari Annie bertanya.


Annie yang mengetahui bahwa dirinya lah yang di maksud hanya menggelengkan kepala secara ringan.


Kemudian ia bersandar pada kursi yang mengekangnya sambil memejamkan mata, dan terlihat seperti sedang tertidur.


Dan yang ternyata-nya, setiap pergerakan yang di lakukan oleh Annie di perhatikan oleh anak-anak yang lainnya. Mereka terlihat menunggu pergerakan Annie yang selanjutnya, namun yang di tunggu itu pun tak lah terjadi.

__ADS_1


"Dia tertidur!!" Pikir semua orang yang berada di sana.


"Berhenti melihat ku seperti itu. Itu mengerikan tahu?" Ucap Annie dengan posisi yang masih sama seperti sebelumnya, yang membuat mereka semua melihat ke arah lain.


Dan akhirnya Annie pun bisa menyerap mana dengan tenang tanpa merasa terintimidasi oleh tatapan yang memperhatikannya.


Selama beberapa jam yang di lakukan Annie adalah menyerap mana, sambil menyerap mana, yang di lakukannya hanyalah bernostalgia. Karena merasa bosan, ia menghentikan aktivitas kecilnya, dan memilih untuk tidur agar bisa merasa tenang.


...****************...


Di sebuah ruangan yang gelap terdapat seorang gadis berumur sekitar 14 tahunan sedang terikat di sebuah kursi kayu dengan mata tertutup sebuah kain hitam.


Dan di sebrang gadis tersebut terdapat juga seorang gadis sebaya dengan gadis yang sebelumnya dalam keadaan yang sama, tidak, lebih tepatnya dua gadis.


Terlihat gadis yang sebelumnya itu adalah sang gadis bersenandung. Dan yang ternyata juga dua gadis yang berada di depannya adalah ke dua temannya.


Gadis yang bersenandung itu terlihat berbicara namun tak terdengar apa pun disana, yang ada hanyalah kejadian tak nyaman di mata.


Bahkan ada suara yang tidak enak untuk di dengar oleh orang-orang, itu pun jika ada yang bisa mendengarnya.


Terlihat cairan merah yang sangat kental keluar dari tubuh gadis bersenandung tadi, sedangkan kedua gadis yang lainnya hanya bisa menutup mata mereka.


Suara teriakan semakin lama semakin mengecil namun bukan karena mereka menghentikan aksi sadis mereka terhadap gadis tersebut. Malahan mereka tidak henti-hentinya melakukan adegan kekerasan.


Terlihat salah satu dari kedua gadis tersebut yang melihat hal yang di lakukan oleh seorang wanita dan pria di sana memohon pada mereka untuk berhenti namun tidak dihiraukan.


Mereka berhenti melakukan aksi yang sangat sadis tersebut, kedua orang yang menyiksa tersebut terlihat berdecih tidak suka pada gadis yang barusan di siksanya.


Terlihat mereka melihat ke arah tangan mereka guna melihat jam yang tiba-tiba mereka berjalan ke sebuah kalender, mereka mencoret angka di sebuah kalender yang berada di sana.


Terlihat bahwa tanggal-tanggal di kalender itu masih bersih, dan baru satu dari angka yang ada di coret oleh mereka.


Mereka berjalan keluar sambil memanggil seseorang yang ada di luar, dan tiba-tiba orang yang di panggil tersebut mengobati luka gadis bersenandung tadi dan setelahnya membersihkan ruangan tersebut.


...----------------...


Terimakasih sudah membaca novel ini.


Maaf jika ada kesalahan karena ini novel pertamaku.

__ADS_1


__ADS_2