
"Wulan kamu kenapa?bangun Wulan" Jason begitu panik melihat tubuh Wulan yang masih terkulai dalam pelukannya.
Seorang pengunjung lain memberikan minyak angin yang segera didekatkan ke hidung Wulan.
Perlahan Wulan mulai membuka matanya.
"Tu...an...pusing" ucap Wulan sambil memegang keningnya.
"Iya...iya...kita ke rumah sakit saja ya" jawab Jason dengan panik, tapi Wulan menggelengkan kepalanya.
"Tapi, kamu pucat sekali. Badan kamu juga lemas begini kan?" Kata Jason lagi.
"Sa..ya gak papa tuan,cuma pusing dan lemas sedikit" ucap Wulan lemah.
"Ya sudah,kita kembali ke hotel kalau kamu gak mau ke rumah sakit" kata Jason tidak ingin dibantah lagi. Wulan hanya mengangguk.
Digendongnya Wulan menuju ke parkiran,sementara Rayyan memegangi ujung kemeja Jason.
"Ayah, mbak ulan kenapa?" Tanya Rayyan kebingungan.
"Mbak Wulan sakit,kita jalan-jalannya lanjut besok lagi aja ya" jelas Jason. Bocah kecil itu tampak mengerti dan mengangguk.
"Anak pintar"
***
__ADS_1
Sesampainya di kamar hotel, Jason meminta indah memanggilkan dokter untuk memeriksa Wulan.
"Nona ini mengalami dehidrasi, kalau berdasarkan diagnosa saya itu disebabkan diare yang dialami.
Kemungkinan diare disebabkan oleh makanan yang dikonsumsinya. Sebenarnya saya sarankan nona diberikan cairan infus untuk memulihkan cairan tubuhnya. Tapi kalau memang tidak mau maka harus banyak minum dan makan makanan yang bergizi,dan istirahat yang cukup. Saya berikan resep obat untuk diarenya dan vitamin" ucap dokter itu menjelaskan dengan detil pada Jason.
"Terimakasih dokter" ucap Jason mengiringi kepergian dokter tersebut.
Sesaat setelah Jason menebus resep obat,dibawanya obat itu kepada Wulan.
"Sebenarnya kenapa kamu bisa diare? Kamu salah makan?" Tanya Jason.
"Tidak tahu tuan, terakhir kali waktu itu saya makan malam bareng tuan,Makan daging yang masih mentah itu. Perut saya mual" wulan mencoba mengingat-ingat.
"Daging mentah?" Tanya indah yang juga berada di kamar itu.
Sebenarnya Jason menjadi merasa bersalah,karena Wulan menjadi seperti ini karena dirinya.
"Minum obatmu dan istirahatlah, setelah dirasa lebih baik kita segera pulang" ucap Jason kearah Wulan.
"Hubungi klien, dan siapkan meeting lanjutan secepatnya. Setelah itu besok kita pulang ke kota" ucap Jason beralih pada indah.
"Baik tuan" indah mengangguk dan segera berlalu.
***
__ADS_1
"Maafin mbak ulan ya den, gara-gara mbak ulan sakit den Rayyan jalan-jalannya jadi cuma sebentar" ucap Wulan ketika berada dalam perjalanan pulang.
"Gak papa, lay seneng udah ketemu Dino sama naik kuda, kata ayah besok bisa jalan-jalan lagi" jawab bocah itu.
Tampaknya Rayyan benar-benar bisa mengerti keadaan ini.
Sejujurnya Wulan sangat merasa bersalah telah menghancurkan liburan yang sangat diinginkan Rayyan.
Wulan kembali terus berfikir dalam diamnya, menyesali semuanya, kenapa harus sampai sakit dan merepotkan.
Beruntung perutnya sudah tidak sakit lagi meskipun badannya masih terasa belum sepenuhnya bertenaga seperti biasanya.
Beberapa jam kemudian mereka telah tiba di rumah.
"Apa di rumah semua baik-baik saja?" Tanya Jason saat Bu Irah menyambut mereka.
"I..iya tuan, tapi nyonya mengamuk saat tau neng Wulan ikut bersama tuan" jawab bi Irah lirih, takut didengar oleh Wulan.
"Hhmmmm" Jason menghela nafas panjang dan berat.
"Lay kangen sama mommy, boleh gak lay ketemu mommy yah?" Tanya Rayyan pada Jason.
"Jangan dulu, mommy lagi istirahat. Rayyan juga harus istirahat. Besok bisa ketemu mommy,okay" Jason mengelus rambut Rayyan.
"Okay" bocah kecil itu mengangguk.
__ADS_1
"Anak pintar"