My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps. 52


__ADS_3

"pak Amat, saya bawa mobil sendiri hari ini" kata Jason menghampiri sang supir paruh baya yang tengah mengelap mobil pagi ini.


"Baik tuan" jawab pak Amat sambil kemudian menyerahkan kunci pada Jason.


Dengan setelan jas keabu-abuan dipadukan dengan dasi coklat tua pagi itu Jason benar-benar tampak begitu luar biasa.


Semua urusan kantor membuat Jason benar-benar penat.


Terlebih ada Bianca disana yang membuat hati Jason lebih muak dibanding sebelumnya.


Jason memutuskan untuk pergi ke tempat Derry sepulang kantor. Itulah sebabnya lelaki itu memilih untuk membawa mobil tanpa supir.


Beberapa hari terakhir ini benar-benar terasa berat bagi jason.


Dan sebagai manusia biasa, Jason butuh seseorang untuk berbagi cerita.


Derry adalah teman terbaik yang Jason miliki, pendengar setia yang bisa diandalkan.


"Gue bener-bener pusing bro" keluh Jason mengakhiri ceritanya yang begitu panjang tentang semua kejadian beberapa hari yang lalu.


"Kapan sih lo nggak pusing?" Derry terkekeh menggoda sang sahabat.


"Gue serius ini Der" sungut Jason.


"Iya iya gue ngerti! apa yang Lo lakuin udah bener, trus apalagi yang bikin Lo pusing sekarang?" Tanya Derry lagi.

__ADS_1


"Wulan Der, sikapnya berubah-ubah. Gue nggak ngerti sama perempuan, bikin pusing" ucap Jason mengacak-acak rambutnya gusar.


"Pusing tapi Lo tetep cinta kan?" Goda Derry lagi.


"Gue pusing karena emang gue cinta, ****!!" Kesal Jason sambil melayangkan sebuah tinju ke lengan sahabatnya itu.


"Udah jas, mungkin dia gitu cuma karena belum yakin sama perasaannya, belum yakin sama perasaan Lo juga. Makanya, Lo harus bisa yakinin dia kalau Lo itu tulus" saran Derry sambil menepuk bahu Jason.


"Ahh, kaya yang Lo dah pengalaman aja. Sama-sama jomblo aja sok-sokan ngerti perempuan" cibir Jason sambil ikut tergelak.


"Jangan salah, jomblo-jomblo gini gue ngerti perasaan cewek. Gue jomblo bukan karena nggak laku, cuma gue nggak ada waktu" Elak Derry.


Keduanya berbincang dengan santai, terkadang sebuah pembicaraan serius, sesekali keduanya tergelak bersama-sama.


Hal yang sangat dibutuhkan Jason disaat seperti ini.


"Gue balik dulu ya, udah jam segini" kata Jason sambil menyambar jasnya yang tergeletak diatas meja.


"okay, kabari gue kalau urusan cinta-cintaan Lo itu berhasil dengan mulus" Ledek Derry sambil melambaikan tangannya.


"sialan Lo, mentang-mentang Lo tahu gue lagi pusing karena itu" umpat Jason yang dibalas dengan gelak tawa sang sahabat.


Jason melangkahkan kakinya untuk segera keluar.


Beberapa waktu belakangan jason hampir tidak pernah minum lagi.

__ADS_1


Ada wajah Wulan membayangi benaknya, membuatnya ingin menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.


Lalu lintas jalanan masih ramai meski waktu menunjukan hampir tengah malam. Meski tidak semacet saat siang hari.


Jason mengemudi dengan kecepatan yang sedang.


Wajah Wulan benar-benar lebih sering menghinggapi benaknya akhir-akhir ini.


Jason tersenyum sendiri setiap kali ingat bahwa gadis itu membalas ciumannya terakhir kali mereka bersama.


Hingga tanpa Jason sadari,


CKKIIITTTTT BRUUUAKKK


sebuah mobil minibus dari arah berlawanan tampak oleng dan menyerempet sisi mobil yang dikendarai Jason.


Membuat lelaki itu terlonjak kaget dan membanting stir kearah pembatas jalan dan membuat mobil yang ditumpanginya ringsek bagian depan.


Sementara minibus yang juga membanting stir dan berusaha mengerem justru tampak terguling beberapa kali.


Haii, kali ini udah up sampai 3 bab ya...


besok lagi!! maaf kadang-kadang lama, si dedek emesh yang baru 6 bulan udah susah kalau mau ditinggal nulis. hehe..


maapkeun!! like and komen jangan lupa ya...

__ADS_1


Thank you 🙏💖💖


__ADS_2