My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps. 45


__ADS_3

"silahkan nona" ucap MC acara tersebut.


"I...iya" ucap Wulan dengan terbata.


'here we go...kita lihat, seberapa hebat seorang Wulandari ini sampai-sampai bisa mendapatkan cinta Jason hartono' batin hati Bianca sambil bersedekap dan menyunggingkan senyuman di bibirnya.


Wulan berusaha menguasai keadaan, meski tengkuknya terasa panas karena aliran darahnya yang berdesir begitu cepat dan membuat tubuhnya menegang.


"Ehhm..selamat siang semuanya. Perkenalkan saya Wulandari.


Dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya oleh ibu Monica sa...saya merupakan tunangan Jason Hartono" Wulan membuka suaranya dengan terus bersikap setenang yang dia bisa.


"Dan pada kesempatan kali ini merupakan kehormatan bagi saya untuk bisa menyapa para hadirin sekalian.


Saya mengucapkan selamat kepada ibu Monica atas di bukanya cabang MonDa boutique di kota kita tercinta ini. Semoga semakin sukses dengan karya-karya nya yang luar biasa, terimakasih" ucap Wulan secepat yang dia bisa sambil membungkukkan tubuhnya.


Para tamu undangan lain tampak masih terus berbisik-bisik satu sama lain.


Wulan hanya mampu menelan ludahnya dengan susah payah, mulutnya mendadak terasa begitu pahit.


Dengan degup jantung yang berlarian dan nafas yang tidak beraturan membuat suaranya kian bergetar, gadis itu beringsut memundurkan kakinya berharap untuk sesegera mungkin menghilang dari atas panggung.


Tapi sayang, sebuah tangan terulur menahan lengannya. Memaksanya untuk tetap di sana.


Wulan menatap sang pemilik tangan dengan kuku runcing dihiasi cat mengkilat merah menyala itu.


Monica memegangi lengannya sambil tersenyum dan menggeleng.


Wulan menatap dengan bingung! Apa lagi yang dia mau?? Setelah menempatkan dirinya pada posisi yang mengerikan seperti saat ini? Adakah yang lebih buruk??


"Merupakan suatu kesempatan yang begitu langka, seorang wanita terdekat dari tuan Jason hartono bisa berada di tempat ini bersama kita semua" ucap Monica dengan senyum mengembang kepada seluruh hadirin, Wulan mengernyitkan dahi, bukankah dia sudah melakukan apa yang Monica inginkan? Lalu apa lagi ini, sehingga dia tidak dibiarkan untuk meninggalkan tempat itu.


"Jadi, kepada seluruh teman-teman media saya persilahkan untuk sesi tanya jawab dengan calon nyonya Hartono" sambungnya lagi, membuat air muka Wulan mendadak pucat, bahkan jauh lebih pucat dari sebelumnya.

__ADS_1


Wulan menatap Monica, tanpa mengeluarkan suara gadis itu menggeleng.


Ada rasa mengiba tersirat diwajahnya yang memelas, berharap Monica melepaskannya untuk kali ini, gadis itu terus menggeleng.


"Mari Nona Wulan" ucap Monica tanpa mempedulikan gadis yang putus asa itu memohon dari sorot matanya.


Wulan yang malang, sekali lagi dia hanya bisa pasrah.


Dia mengutuki kebodohannya, apakah ini permainan takdir.


Kenapa takdir begitu kejam menempatkan dirinya pada posisi seperti ini.


Apakah ini hukuman dari Tuhan karena telah lancang mencintai tuannya yang telah beristri?


Gadis itu menatap seluruh ruangan, sorot lampu dan kamera tertuju padanya.


Dengan tamu undangan VVIP yang tampak berbisik menggunjingkan dirinya yang memang tidak pantas berada di tempat itu, semua memang telah salah sejak awal, tapi sekarang harus bagaimana?


"Nona, bagaimana nona bisa bertemu dengan tuan Jason Hartono?" Tanya seorang wartawan wanita dengan mengenakan seragam sebuah stasiun televisi swasta.


"Kapan nona dan tuan Jason akan menikah?"


"Kapan acara pertunangan anda dan tuan Jason dilaksanakan? Mengapa tidak ada satupun media yang meliput?"


"Apakah orang tua anda berasal dari kota ini juga? Apakah pengusaha juga?"


Semua tanya itu membuat telinga Wulan berdenging, kepalanya berdenyut nyeri.


Matanya terasa panas memerah, ada airmata yang menyeruak minta dikeluarkan.


Gadis itu ingin sekali menangis, rasanya tidak tertahan.


Kebingungan ini, ketakutan, dan rasa rendah diri menekannya dengan begitu kuat.

__ADS_1


Gadis itu memejamkan mata, berharap ketika dia membukanya kembali yang ada hanyalah kesunyian langit-langit kamar di rumahnya di kampung.


Wulan berharap semua ini hanya mimpi buruk.


Tapi semua masih tetap sama ketika gadis itu membuka kedua bola matanya, ini bukanlah mimpi buruk, tapi kenyataan yang jauh lebih buruk.


"Silahkan dijawab nona Wulan" ucap Monica menepuk bahu gadis itu.


Matanya memerah, dengan air mata menggenang hampir mengalir.


Monica tahu betul gadis itu kebingungan, dan wanita itu semakin yakin gadis di hadapannya ini hanya gadis biasa yang entah begitu beruntung atau malah sial terhubung dalam kehidupan seorang Jason Hartono.


"Sa...saya..." Bibir gadis itu bergetar, sejujurnya kakinya terasa begitu lunglai, tidak mampu menahan beban berat tubuhnya saat ini.


"Emm...saya.." ucapnya lagi dengan tatapan putus asa.


Bianca tersenyum licik menampakan barisan giginya yang rapi, hatinya begitu puas melihat pertunjukkan di depan matanya itu.


Melihat gadis lugu itu begitu ketakutan dan kebingungan.


Seorang wanita rendahan yang menyamar menjadi seorang bangsawan? Bianca tertawa dalam hati.


"Selamat siang semuanya, maaf saya terlambat" ucap seorang lelaki yang setengah berlari menuju ke panggung acara itu.


Semua mata menatap padanya, mata Monica tampak membulat sempurna menatap lelaki itu.


Wulan membeliakkan matanya, tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekaligus bingung, kenapa lelaki itu bisa ada disini?


**Haiii, author menyapa...


terimakasih ya atas semua dukungannya, bikin author tambah semangat update lhoh...


Jangan lupa ya, KOMEN LIKE VOTE RATE AND SHARE NYA!!!

__ADS_1


Gimana??? penasaran nggak, siapa ya kira-kira yang Dateng????? Pasti udah ada yang bisa nebak kan??!!


Komen ya**..!!! 💖💖🙏🙏😄


__ADS_2